Editorial,
16/11/2006

Menjadi Muslim Amerika

16/11/2006 16:52 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (10)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Ini dia, ini dia tulisan yang ditunggu-tunggu. Seorang Ulil yang berani dan tulus terhadap pengalaman hidupnya.Betapa indahnya bila Indonesia seperti itu!
Wasalam

#1. Dikirim oleh andreyd  pada  07/09   05:41 PM

Saya setuju dengan pendapat saudara. Saya ada orang Kristen Indonesia. Dan sebagai minoritas saya dapat merasakan apa yang saudara rasakan ketika menjadi minoritas di Amerika. Jadi mari sama-sama memberikan kesempatan kepada saudara2 yang berbeda golongan. Saya agak tidak setuju bila negara turut mencampuri urusan beragama. Karena sebagai manusia juga pemerintah pasti akan memperlakukan salah satu golongan lebih dari yang lain sesuai keyakinannya. tugas negara adalah membuat regulasi sehingga masing2 golongan tidak bersinggungan.

#2. Dikirim oleh elhant  pada  13/09   06:38 AM

Ass ...., saya setuju dengan pendapat saudara, mudah2an di Indonesia juga bisa saling menghargai lagi dengan keragaman agamanya yaa…,

#3. Dikirim oleh life  pada  02/10   02:31 AM

Ada benarnya pendapat anda. Untuk menghindari gontok-gontokan antar agama bahkan antar pengikut suatu agama sebaiknya Negara bersikap netral. Kayanya sistim sekuler bisa jadi jalan keluar untuk menghindarkan permusuhan dan kebencian antar umat beragama.

#4. Dikirim oleh Fadhil ZA  pada  06/11   03:46 PM

Saaya bingung dengan pandangan sebagian masyarakat Indonesia yang terutama dari “orang Islam kota” yang selalu menyebarakan prasangka buruk, mencurigai dan lain sebagainya kepada kelompok2 lain, apakah seperti itukah seharusnya orang yang terbuka mata hatinya??? Terutama dengan barat, apasalahnya orang barat yang melakukan sesyuatu untuk kepentingan mereka, kita masih sangat tergantung sekali dengan orang barat di segala hal. Kalo kita ingin menyaingi mereka ya kita harus meniru apa yang mereka lakukan pada abad pertengahan, belajar keras dari orang Islam, lalu mengembangkan secara mandiri pengetahuan mereka. Saat ini itu yang seharusnya kita lakukan.

#5. Dikirim oleh jauhar  pada  12/02   05:48 AM

Assalamualaikum..,Selamat malam,
saya seorang kristen, membaca tulisan ini saya menjadi ingat pengalaman saya ketika pergi ke australia…
DIsana saya juga melihat contoh yang diberikan dalam tulisan, kehidupan antar etnis dan antar agama sangat baik…orang2 saling menghargai, tidak ada pandangan negatif atau curiga ketika melihat seseorang dengan jilbab lewat. Tidak ada perbedaan.
Saya juga sempat berkenalan dengan beberapa teman muslim disana, dan bukan cuma dari Indonesia, tapi dari negara Islam lainnya seperti afganishtan dan Turki, dan mereka mengatakan bahwa di australia mereka lebih dapat mempraktekkan keyakinannya dengan bebas dan baik dibandingkan dengan negara mereka sendiri…
menjadi minoritas memang susah..saya sudah merasakan penghinaan sejak kelas 3 SD, semuanya sudah saya rasakan, mungkin cuma dibunuh yang belum..hehehehe..
dari dihina, ditertawai, sampai kena sweeping KTP pernah…
tapi itu tidak menjadikan saya membenci Islam, saya bahkan menjadi orang yang sangat tertarik dengan Islam dan sejarahnya, makanya saya mencoba memfokuskan studi saya pada filsafat agama-agama. (saya anak HI)...
Situasi di Indonesia sebenarnya tidak seburuk itu saya pikir, masih banyak kaum Muslim yang pemikirannya liberal dan moderat, hanya segelintir yang fanatismenya sempit..cuma mungkin pemberitaan media mengenai orang2 yang fanatismenya sempit ini lebih banyak..karena lebih menjual…
saya berharap Islam di Indonesia tetap menjadi “Islam with a smiling face”
lagipula kalo Indonesia menjadi negara Islam, kan jadi ironi, ternyata negara Islam terbesar adalah negara yang dipenuhi koruptor….

#6. Dikirim oleh Peres Amping  pada  24/10   04:39 PM

#

mengajar dan mendalami alkitab dan mempelajarinya setengah - setengah yang jawabanya mudah lihat ayat ini :
katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya tuhan yesus sudah mengatakan namun banyak yang tidak percaya adalagi
Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.masa di jelasin secara detail nanti islam kalah donk, umat kristen jangan percaya dengan Nabi Muhamad , karena dalam alkitab juga bahwa nabi telah di genapi hingga nabi yesus kristus , lalu dari beberapa nabi kalian tau nabi yang dari roh dan naik kesorga bukan ketanah untuk menyiapkan surga yaitu lah YESUS ,

Comment by .(JavaScript must be enabled to view this email address) — Monday, 2 November 2009 @ 7:31 pm
#

sok sebutkan nabi muhamadmu seorang mesias ?
APAKAH MUHAMAD ITU BENAR BERAGAMA ISLAM

Comment by .(JavaScript must be enabled to view this email address) — Monday, 2 November 2009 @ 7:33 pm
#

#7. Dikirim oleh sinaga  pada  02/11   02:22 PM

untuk saudara sinaga: setuju banget. Belajar alkitab tidak boleh setengah-setengah. Kalau perlu langsung dari bahasa Bible yang dijadikan Canonikal. Setelah membaca tanggapan saudara, mengenai Yesus adalah messias terakhir, saya langsung teringat sebuah kata “paracletos”. Untuk mencari arti kata “paracletos” saya surfing di Internet dan saya dapatkan salah satu rujukan. Silakan baca sendiri di sini:
http://home2b.nl/ancient-christianity-NT-words.html

#8. Dikirim oleh muhammad hakim  pada  14/03   09:49 PM

wah gw mah mendingan pancasila, udah jelas bgt tuh aturan , sekuler wah no way dech, gw ga mau anak cucu gw nanti ngerasaian semuanya yg tidak baik dilegalkan, krn sekuler selama menguntungkan apapun dilegal, contoh pelacuran, Judi, minuman keras atau apalah yg dilarang oleh agama khususnya agama islam, bener sekali apa2 itu jangan setengah2, kalo menjelaskan tentang sekuler juga jgn setengah2, biar yg baca dpt full informasinya.

#9. Dikirim oleh IWAN  pada  03/09   10:41 AM

OkCyEr mfuqyhzbldss, amqvlgafhkkp, [link=http://sqwolnfmojih.com/]sqwolnfmojih[/link], http://houbwjatqmzq.com/

#10. Dikirim oleh wsjkmcpdj  pada  01/03   11:03 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?