Kolom,
17/11/2002

Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Agama adalah suatu kebaikan buat umat manusia; dan karena manusia adalah organisme yang terus berkembang, baik secara kuantitatif dan kualitatif, maka agama juga harus bisa mengembangkan diri sesuai kebutuhan manusia itu sendiri. Yang ada adalah hukum manusia, bukan hukum Tuhan, karena manusialah stake holder yang berkepentingan dalam semua perbincangan soal agama ini.

17/11/2002 14:03 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (30)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

terima kasih lah buat bang ulil… pemikiran Anda menarik. begitu pula kepedulian Anda pada dunia Islam yang mengalami kemunduran dalam hal peradaban dan ilmu pengetahuan.
maksud dari tulisan anda, jika saya tidak salah tangkap, diantra penyebab kegagalan muslim adalah larinya muslim kepada hukum Tuhan. Anda mungkin saja menganggap bahwa hukum Tuhan itu adalah doktrin “Musuh Islam paling berbahaya sekarang ini adalah dogmatisme…” dengan tidak mengesampingkan rasa hormat saya, pemikiran anda bahwa:
“Islam itu kontekstual, dalam pengertian, nilai-nilainya yang universal harus diterjemahkan dalam konteks tertentu…”, “penafsiran Islam yang non-literal, substansial, kontekstual, dan sesuai denyut nadi peradaban manusia yang sedang dan terus berubah”, serta “penafsiran Islam yang dapat memisahkan mana unsur-unsur di dalamnya yang merupakan kreasi budaya setempat, dan mana yang merupakan nilai fundamental.”
semua yang anda lontarkan di atas juga merupakan “dogma”. Anda melihat bahwa islam itu kontekstual, ato penafsiran Islam yang substantial dsb adalah dogma yang anda buat dan yakini sendiri. sehingga, takutnya, saya melihat anda mengkritik dogma orang lain (muslim yang menganggap bahwa ada HUKUM TUHAN) tetapi dengan melahirkan “dogma baru” yang anda buat sendiri.

kedua, masalah bahwa semua agama pada hakikatnya adalah sama yaitu untuk mencari jalan tuhan. memang benar, bahwa agama adalah jalan manusia untuk terus mencari jalan penyembahan terhadap suatu hal yang menguasai hidupnya. sampai di batas itu saya sepakat. oleh sebab itu mungkin saja ada NILAI NILAI KEBAIKAN YANG SAMA DI BERBAGAI AGAMA. tetapi jika mengatakan bahwa Islam sama dengan agama lain, dalam semua hal, baik itu aspek ketuhanan, saya tidak setuju. Logikanya, kenapa rasul atau nabi sebelumnya diutus Allah untuk mengajak umatnya memeluk “Agama Allah (sebutan saya untuk ajaran dari semua Nabi yang Allah kirim). padahal ketika itu mereka telah beragama (contoh: Musa diutus untuk mengajarkan umatnya menyembah Allah, padahal pada saat itu umatnya telah menyembah berhala).
nah, perbedaan aspek ketuhanan inilah yang membuat islam berbeda, dan itulah kenapa, tanpa tedeng aling-aling, tanpa malu saya mengatakan (ini bahasa saya.. hehehe) ISLAM BERBEDA DARI AGAMA LAIN.
so, silahkan dikomentari, kalo bahasanya agak nge-jeplak ato kurang dipahami, punten2, maaf,al-afw, pardon, yah…

#21. Dikirim oleh rudy widodo  pada  02/09   01:29 AM

sangat luar biasa pembahasan islam dalam pandangan sebagai khalifah di bumi…. pa lagi klo islam harus mengikuti perkembangan peradaban manusia yg tidak selalu dalam koridor positif (secara universal). tapi ingat harus ada keseimbangan antara hubungan manusia dengan tuhan(habluminnallah) dan manusia-dengan manusai(habluminannas) itu sendiri. turunnya islam(alquran)bukan hanya sekedar dogma tapi lebih dari itu. Tuhan sebagai maha.pencipta - nas sebagai pengelola (dengan aturan tuhan=alquran)...sepakat klo ada pernyataan din” dalam pengertian agama adalah suatu kebenaran, tpi tidak sertamerta memukul rata kesamaan agama yg ada, pada jaman rosul sendiri sudah ada kepercayaan yg berbeda dan rosul pun menjamin atas kebebasannya. karena islam (alquran) adalah keniscayaan dan kebenaran mutlak dalam peradaban manusia…sah aja berpikir dan mengeksplorasi pemikiran (tapi ttap pada koridor islam adalah hakikat kebenaran manusia seutuhnya).

#22. Dikirim oleh Albana Sauqi Syams  pada  06/06   09:19 PM

Kalo semua agama sama, sama benernya…ngapain ya nabi diutus. Ngapain juga beliau menyuruh kita kepada Islam. Ngapain juga nyuruh orang yahudi dan nasrani kembali ke islam? Ngapain juga kita menyebut diri kita muslim?  gimana kalo kalian yg beranggapan semua agama sama benernya gak usah bilang sebagai pemeluk Islam tetapi nama agamanya “Kebenaran”

#23. Dikirim oleh Bambang  pada  16/06   11:22 AM

komen buat pak bambang. Ngapain juga nyuruh orang yahudi dan nasrani kembali ke islam?

Setahu saya Islam masuk abad ke 7M, sedang Yahudi jaman sebelum masehi dan nasrani abad pertama masehi, jadi bagaimana critanya menyuruh kembali ke Islam? poin ini sy tidak mengerti secara hitungan umur saya semakin bertambah tiap tahun bukannya mundur dan bertambah muda.

#24. Dikirim oleh anonim  pada  15/03   07:58 PM

@ulil : jenius….

#25. Dikirim oleh dlw  pada  16/03   11:18 AM

di Alam Dunia ini hanya terdapat dua macam manusia, yaitu Manusia Baik dan Manusia Jahat, apapun agama dan ras-nya. oleh karena itu, memahami islam, dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari secara kaffah (keseluruhan)memang harus dilakukan oleh Manusia yang mengaku beragama Islam.
dan yang harus diingat adalah: “Islam itu melindugi/mensejahterakan/berkeadilan” sesuai kemampuan manusia itu sendiri.
“Man Qola Ana Mu’minun Fahuwa Kafirun”
Islam bukan perkataan ataupun ritual semata. Islam adalah Sarana yang Universal dari Tuhan untuk Manusia agar hidup sebagai manusia yang baik, bukan manusia yang jahat.

#26. Dikirim oleh Rohim  pada  16/03   11:21 AM

mas ulil ... saya kurang sependapat dengan menyamaratakan agama ... saya yakin agenda utama anda adalah ... mencari persamaan diantara agama untuk mereduksi “fakta2 perbedaan” ... setelah gap itu semakin menapis ... masuklah dogma2 anda yang liberal ... yang pada akhirnya ... umat islam sejati akan bingung dan tersesat ...

KATA KUNCI : menutupi perbedaan sekarang adalah hal yang mustahil ... biarkan berjalan seiring ... cari persamaannya lalu sesatkan ...

Pesan saya ... silahkan anda terus bergerilya/berijtihad karena itu hak anda ... cukup sesatkan orang-orang yang lemah imannya ... tapi bukan golongan kami yang fainsyaallah berpegang pada Sunnatullah dan Sunnahrasullnya

#27. Dikirim oleh hilman adrian akbar  pada  16/03   11:54 AM

untung bomnya gak kena lu lil…bersyukurlah pada allah swt yg masih memberimu hidup…tobat lil…

#28. Dikirim oleh parto  pada  16/03   04:15 PM

Ass….

hebat juga om Ulil ini…agak prihatin bila orang yang mengaku muslim tetapi beranggapan islam sama dengan agama lain, sederhana saja mestinya kalau kita islam yaa lebih baik dong dari yg lain dan saya rasa saudara kita yg non muslim pun demikian bahwa mereka lebih baik dari kita oleh karean nya lebih baik Om ulil bikin aja agama baru biar manusia yang memilih,kalau anda punya pemikiran cerdas….jelas Rasulullah diutus untuk menyempurnakan agama sebelumnya dan Islam dari susut pandang manapun adalah agama yg tidak pernah pudar siarnya oleh zaman…semoga OM ulil diberi Hidayah untuk segerea bertobat atas segala kesombongan pemikiran nya…Amiiiinnn

 

 

 

 

 

#29. Dikirim oleh dik erlsa  pada  20/03   03:20 PM

umat islam saat ini sangat munafik di satu sisi mereka menganggap dirinya plg benar, tiada bercela dan arogan.menolak di tuduh teroris tp membenarkan pengeboman krn alasan kebijakan politik negara kafir yg dianggap menindas umat islam. selalu mengangap apa yg diciptakan org di luar islam adalah haram tp tetap menggunakannya. contoh: internet, listrik, kendaraan dll.
jd sudah waktunya islam mendapan angin segar untuk islam yg lebih baik seperti di tulis mas ulil. islam membutuhkan lebih banyak pemikir seperti mas ulil ‘hidup islam liberal’. wslm

#30. Dikirim oleh iwan  pada  26/04   03:43 PM
Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?