Klipping,
02/01/2009

Menyikapi Konflik Hamas-Israel

Oleh Mohamad Guntur Romli

Kita juga menjumpai adanya kemunduran pada posisi Hamas yang menguasai Jalur Gaza saat ini, yang beberapa tahun sebelum ini menjanjikan harapan dan perubahan bagi dunia internasional dengan mengikuti pemilu dan meninggalkan pendekatan senjata dalam menyelesaikan konflik dengan Israel. Namun, karena perpecahan internal di Palestina, khususnya Hamas dengan kelompok Fatah, Hamas seolah-olah kembali ke habitatnya yang semula. Ke depan, Hamas perlu kembali pada jalur: jihad diplomatik dan perundingan untuk meraih kembali dukungan dunia internasional.

02/01/2009 11:55 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (137)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 7 halaman 1 2 3 >  Last ›

Ass. wr. wb.
Apa kabar Mas Guntur ? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat.
Penggunaan senjata oleh Hamas adalah karena Israel jauh lebih dulu menggunakan senjata (untuk mengusir penduduk Palestina dan untuk mempertahankan tanah yang sudah direbut tentu harus punya senjata, untuk memblokade gaza). Seseorang yang sudah menggunakan senjata, hanya bisa dihentikan dengan senjata pula. Bila suatu saat Mas Guntur ditodong, apa yang akan dilakukan Mas Guntur ? Tentu harus dilakukan perlawanan, dengan kekuatan. Yang harus dipikirkan oleh kita semua, termasuk kawan-kawan di JIL adalah mencerdaskan kaum Muslimin, memotivasi kaum Muslimin untuk banyak belajar. Bila ilmu sudah di tangan kaum Muslimin, maka kaum Muslimin bisa berbicara di dunia internasional. Tidak diremehkan seperti saat ini. Bahwa Amerika (Bush), Israel, Eropa, menguasai iptek saat ini dan ingin menjadi penguasa di dunia saat ini, silakan saja. Terbukti senjata di tangan Amerika saat ini menjadikan Irak porak poranda, masih lebih baik ketika di masa Saddam Husein, meski Saddam juga menindas sebagian rakyatnya. Silakan negara-negara di dunia memiliki persenjataan yang canggih. Lalu buktikanlah, senjata hanya digunakan untuk mereka-mereka yang jahat yang bersenjata. Insya allah, kaum Muslimin yang memahami nilai-nilai qur’an (termasuk hamas di dalamnya)menggunakan senjata semata-mata agar ada kekuatan yang lebih hebat dibandingkan kekuatan orang-orang zalim yang bersenjata.
Terima kasih. Semoga bermanfaat.

#1. Dikirim oleh hamid  pada  02/01   01:21 PM

Mohamad Guntur Romli, saya adalah orang islam. saya tinggal di bandung. saya mahasiswa itb. bisa kita bertemu? agar kita dapat berdiskusi agak panjang mengenai islam dan liberalisme. “08997839893” ini adalah nomor hp saya. saya sangat berkenan sekali untuk bertemu dengan anda.

#2. Dikirim oleh ABDUL FATTAH  pada  02/01   05:19 PM

Pandangan Anda cukup jeli. Dan saya rasa penawaran solusi seperti yang Anda katakan harus segera disampaikan kepada masyarakat Dunia. Dimulai dari president Indonesia untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan. Terutama medis. Terima kasih atas sumbangsih Anda dalam ikut merasakan derita Umat Islam melalui pemikiran solusi yang rasional.

#3. Dikirim oleh Sae  pada  02/01   08:31 PM

Salut buat palestine…..teruslah berjuang… Jangan pernah mau untuk berada di bawah zionist… Darah di balas darah… Nyawa di balas nyawa… Kehancuran hrs di bls dengan kehancuran… Mungkin hr yg telah allah janjikan akan tiba dimana pohon dan bukit akan berperang melawan israel….... Tetap jagalah al aqsha…
Di mana suaramu saat saudaramu mulai di musnahkan…di belahan kauskakus…mindanao…afghanistan…iraq…somalia… Tdk kah kau merasakan ingin ikut berperang melawan kaum yahudi…salib..yg jelas2 sudah membunuhi saudara kau…  pintu surga mungkin ada di gaza sekarang….

#4. Dikirim oleh Opixxx  pada  02/01   09:39 PM

Woiiiii ini bukan lagi konflik… Ini tuh udah perang… Yg d butuhin rakyat palestine selain obat2 dan makanan tiada lain adalah senjata dah pasukan bantuan.. Dialog tp keadaan sudah seperti ini untuk apa… Nyawa bales nyawa… Kehancuran balas kehancuran… Semoga Allah memberikan kekuatan pada barisan al qassam yg berada di garis paling depan dlm menghadapi yahudi…

#5. Dikirim oleh Opik  pada  02/01   09:44 PM

Assalamualaikum.
Pengalaman hidupku selama ini diperlukan cara berpikir bijak dan rasional, selama ini, tidak pernah merasakan Allah memberikan sesuatu tanpa usaha keras kita. Allah menyatakan kalau mau merubah nasib masyarakat maka masyarakatlah yang harus merubah diri, demikian juga terhadap diri kita sendiri. Di sini rasa kemauan untuk merubah diri menjadi sangat tergantung pada sifat diri, kelompok, maupun kemauan para pemimpin.
Perkembangan pribadi seseorang, akan tergantung pada perkembangan hidup diri yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan seperti orang tua, kehidupan di masyarakat, dan pengaruh bacaan yang bermanfaat dalam bermasyarakat.
Sejarah yang terjadi di sana tidak lepas dari nubuat yang tercatat di kitab suci, yang seharusnya ditafsirkan dengan bijak. Tapi mungkinkah itu terjadi ? muskillah karena selama berabad-abad hidupnya penuh dengan konflik. Yang sedihnya semua sudah terpatri di benak mereka. Walaupun ada secercah harapan yang mungkin terjadi. Yang terang bukan apa yang diperlihatkan oleh sebagian masyarakat kita yang hanya didasarkan berkampanye politik (membohongi, dalam usaha menambah jumlah suara tahun 2009)dan dalam memberikan dukungan pada kemelut yang terjadi di sana. Walaupun kita berkoar sampai ludah kering menyebutkan asma Allah yang agung, tidaklah akan berhasil karena didasarkan pada kemunafikan. Memang hidup itu susah hanya kalau didasarkan ego keserakahan, lain halnya kalau kita hidup dengan kebudayaan lokal (bukan budaya padang pasir), dan kearifan maka dengan penyebutan asma Allah terasa sejuk dalam menuntun kita bermasyarakat. Entahlah…

Wassalam   H. Bebey

#6. Dikirim oleh H. Bebey  pada  03/01   01:24 AM

itulah….banyak yang berkoar2 umat islam bersaudara, tapi negara tetangganya (saudi arabia,uea,etc)palestina acuh saja,paling banter ‘mengecam’,atau mereka2 itu terbuai oleh kekayaan masing2…

#7. Dikirim oleh auganteng  pada  03/01   04:27 AM

Apa yg hrus qta lakukan ? Cukup dg mempreasure via PBB ? ato qunut nazilah ala gus Dur ?

#8. Dikirim oleh Rara el za  pada  03/01   05:39 AM

Pembantaian Israel terhadap kaum Muslim di Gaza memasuki hari ke-7. Jumlah korban yang menjadi syuhada’ terus bertambah menjadi 430 orang, dan 2280 lainnya terluka.
Aksi kecaman dan mengutuk kebiadaban Israel terjadi di mana-mana. Di negeri-negeri Arab dan non-Arab, bahkan di negara-negara Barat. Semuanya mengecam kebrutalan Israel. Kaum Muslim pun sadar, bahwa jihad untuk membantu saudara-saudara mereka di Gaza adalah wajib, tetapi tangan dan kaki mereka diikat oleh para penguasa mereka. Kini mereka pun sadar, bahwa para penguasa itu tidak ada gunanya.
AS dan negara Yahudi pun terdesak oleh opini dunia. Menlu AS pun menyalahkan HAMAS sebagai penyebab terjadinya tragedi pembantaian ini. AS takut situasi ini akan memburuk, dan terkena batunya. Membuncahnya kemarahan umat kepada penguasa boneka, seperti Mubarak, Raja Abdullah Yordania dan Raja Abdullah Saudi, yang berujung pada ketajuhan mereka dan berdirinya Khilafah. Karena hanya jihad dan KHILAFAH-lah yang bisa menyelesaikan masalah Palestina.

#9. Dikirim oleh edi  pada  03/01   07:52 AM

bukan dengan jihad diplomatis tapi jihad berperang… tak perlu takut mati karena mati dalam berperang dijalan Allah adalah Syahid, solusinya adalah seluruh negeri-nrgeri islam mengirimkan pasukan perang mereka untuk membantu saudara kita dipalestina dan menggempur israel naknatullah…... Allahhu Akbar!!!!!!!!

#10. Dikirim oleh susi  pada  03/01   09:46 AM

Assalamu’alaikum

Situasi di Timur Tengah kembali memanas.Kutukan-kutukan kembali bergema di seantero dunia. Tapi selesaikah masalah dengan hanya mengutuk ?. Yang paling kita sedihkan dari konflik timteng adalah sikap negara-negara “Islam” yang notebene berada di seputar Israel sama sekali nyaris hanya mengutuk dan mengutuk sejak konflik di sana lahir.Mereka nampaknya telah terlena dengan kelimpahan rahmat dari ALLAH sehingga melupakan semangat ukhuwah islamiyah dan siap mati syahid untuk menegakkan yang haq dan melenyapkan yang bathil.Padahal kalau seandainya seluruh kekuatan negara-negara Islam di Timur Tengah bersatu ( rakyat dan negara )untuk menghadapi Israel, tak akan ada lagi penghancuran umat manusia secara semena-mena di sana. Sayangnya antara negara-negara “Islam” disana juga terjadi konflik satu sama lain yang cenderung bersifat Ashabiyah dan inilah yang dimanfaatkan oleh Israel plus Amerika untuk lebih mengacaukan suasana di sana.Kalau kita renungkan secara dalam, daerah Timur Tengah saat ini masih selamat oleh karena dua hal: Makkah dan Madinah. Itu saja. NACO: NO ACTION CURSE ONLY :(. Wassalam

#11. Dikirim oleh ferry  pada  03/01   10:05 AM

Subhanalloh…..walaupun secara kasat mata dan kemanusiawian… Serangan israel diluar batas prikemanusiaan, tetapi demikianlah Ayat-ayat Alloh terpampang nyata di alam fana ini…. bagaimana mungkin diupayakan perdamaian versi ini itu…toh sunatulloh tetap berlaku ...bahwa tak akan suka orang yahudi dan nasrani terhadap ummat islam sebelum kita mengikuti millah mereka…. Jalur gaza adalah salah satu millah yang bersebrangan dengan millah yahudi ...maka sebegitu kecil kawasan palestine maka cukup jalur gaza dengan Hammas-nya yang diserang…. tentu wilayah lainnya di palestine tidak dijadikan target serangan apalagi terdapat pula muslim-muslim palestine yang mengibarkan “negera” palestine yang pada hakekatnya telah berusaha mendekati millah yahudi…dalam bentuk nasionalisme
Tak ada solusi lain…selain apa yang telah digariskan dalam Al-Qur’an tentang pensikapan terhadap yudaisme…. tak perlu bernasionalis untuk membantu saudara-saudara di palestine… karena sekali mengambil nasionalisme sebagai dasar pergerakan maka sejengkal langkah kita mendekati millah yudaisme… Al-Qur’an tetap Al-qur’an dan tak ada satupun fenomena yang berubah didalamnya….sejak awal alam semesta tercipta hingga akhir jaman…Tinggallah kita bersadar diri dan bersyahadah bahwa Al-Qur’an tetap terpampang di alam nyata walau dalam bentuk kebiadaban israel sekalipun… dan tak perlu diuraikan dengan untaian tulisan tuk sekedar menghujat tingkah israel…karena al-Qur’an telah menetapkannya dalam bentuk fenomena nyata walau dalam bentuk kekejian yang tak terlukisan untaian kalimat….. segeralah sadar terhadap millah-millah yang mengarah kepada yudaisme…. sebab walaupun “Kitab” Qur’an di gemgaman tetapi jika tetap menyusuri nasionalisme ....maka kita seakan melumuri fenomena suci Al-qur’an dengan segemgam kehampaan dalam membumikan ayat-ayat suci-Nya….
BEWARE THE REDUCTIONISM sebagai millah yang diusung yahudi dan nasrani

#12. Dikirim oleh kabayanist  pada  03/01   10:26 AM

Hamas dan Fatah ibarat sekeping mata uang,yang saling bertolak belakang namun tidak dapat dipisahkan

#13. Dikirim oleh abaz Zahrotien  pada  03/01   11:06 AM

saya kira yang harus kita pahami adalah bahwa israel adalah penjajah dan sebuah negara rasis yang dibangun di atas tanah sebuah bangsa palestina yang pluralsitik ; arab (muslim dan kristen) dan yahudi. Zionis memaksakan mimpinya yaitu sebuah negara untuk oran-orang Yahudi saja.
maka rakyat palestina berhak mengambil kembali tanah airnya. apapun pilihan mereka, baik dengan perlawanan (muqawamah) atau perundingan, yang harus mereka perjuangkan adalah membatalkan negara Israel sebagaimana yang dikatakan Imam Khomeini dan Ahmadi nejad, presiden Iran.

#14. Dikirim oleh zaki  pada  03/01   01:02 PM

Terus terang, aku malu setiap kali melihat tayangan perlawanan rakyat Palestina terhadap pasukan Israil. Betul-betul primitif. Betapa tidak, pasukan israil dg peralatan berat dan canggih hanya dilawan dg lemparan batu. Dari dulu hingga sekarang hanya itulah yang bisa diperbuat oleh pemeritah dan rakyat Palestina. Nyaris tanpa perubahan. Anehnya negara-negara arab yang bermandikan petro dolar seolah buta, tuli dan bisu. Padahal dg kekayaannya mereka bisa berbuat lebih banyak seperti membantu perangkat perang yang lebih canggih. Atau barangkali sebuah kesengajaan dari Pemerintah Palestina untuk menarik simpati dunia? Wallahu ‘alam!

#15. Dikirim oleh Roni  pada  03/01   01:23 PM

tulisan ini saya kira cukup substansial dalam menguraikan konflik antara Israel dan palestina. Sepakat dengan bung Guntur Romli bahwa Kelemahan utama dari Palestina itu sendiri adalah tidak akurnya faksi Hamas dengan Fatah sehingga menimbukan ketidakstabilan politik dalam pemerintahan Palestina. Akibat ketidakstabilan politik itu membuat perundingan perdamaian dengan Israel menjadi runyam, karena setiap faksi berjalan sendiri-sendiri dalam memperjuangkan kepentingan Palestina. Hal ini tentu akan membuat jalan Israel untuk menguasai Gaza menjadi mudah,karena pecahnya dua kekuatan politik Palestina. Sesuai dengan semboyan orang Indonesia ” Bersatu kita Teguh bercerai kita runtuh,”.Semoga dengan penyerangan Israel ke jalur Gaza, membuat pihak Hamas dan Fatah mau berdamai demi perjuangan Bangsa Palestina.

#16. Dikirim oleh yudi  pada  04/01   12:50 AM

Artikel yang bias pro-Israel, karena tidak menyebut bahwa keberadaan Israel sendiri adalah ilegal. Akar masalah, yakni keberadaan Israel dan nafsunya memperluas teritori samasekali tidak dibahas.

Dulu ketika Timor Leste masih dicaplok RI, BBC selalu mengakhiri berita tentang Timor Leste dengan kalimat “Timor-Timur dicaplok Indonesia pada tahun 1975 dalam langkah yang tidak pernah disetujui PBB” - terhadap soal Palestina, kita harus mencantumkan kalimat serupa.

Enampuluh tahun lebih Israel mencaplok dan menjarah tanah dan tidak pernah perduli pada perdamaian. Tetapi itu tidak berarti keberadaannya sah. Belanda juga menjajah Mataram 300 tahun lebih, namun akhirnya ditendang dan tidak kembali.

Ada atau tak ada Hamas atau Fatah dan pertikaian di antaranya (yang memang bodoh) Israel tetap berkehendak mencaplok tanah. Mereka pasti akan membuat pasal jika tak ada soal yang menjadi alasan menyerbu.

Silakan baca tulisan seorang Yahudi jujur, Jennifer Loewenstein, berjudul “Israel Has No Intention of Granting a Palestinian State :If Hamas Did Not Exist” pada tanggal 2 Januari 2008 di Counterpunch.

Ditunggu artikelnya yang berimbang.

Salam hangat,
Bram.

#17. Dikirim oleh Bramantyo Prijosusilo  pada  04/01   09:37 AM

kita dukung umat islam yang tertindas , warga palestina masih punya allah swt , allahu akbar.

#18. Dikirim oleh free islamic followers  pada  04/01   11:41 AM

Assalamu alaikum Wr’Wb perlu kita sadari bahwa negara-negara arab tidak bisa bersatu.Dari era Gamal Abdul Nasser mendirikan Liga Arab untuk memerangi zoinis israel.Mungkin kurang Pertalian saudara semuslim(Ikhawanul Muslimin),dan ada campur tangan Amerika dalam Politiknya.Negara-negara Arab yang dari letak geografisnya dekat dengan Palestine saja tidak mampu menuntaskan Konflik yang berjalan 60 Th ini.Bahkan saja di Yordania kebebasan hak untuk berbicara warganya saja dibatasi.
Menurut saran saya untuk menyelesaikan konflik ini:
1.Arab harus bersatu.
2.Perlu adanya pertemuaan antara Palestine dan   Israil untuk menentukan batas wilayah.Perjanjian di PBB.
3.PBB harus komitmen dalam penyelesaian konflik ini.
4.Konflik intren Palistine antara Hamas dan Fatah untuk sementara disingkirkan dahulu untuk membentuk negara Palistine yang merdeka.
5.Negara-negara Islam yang bergabung di PBB harus berani menentukan sikap dalam menyelesaikan konflik ini.

#19. Dikirim oleh arief  pada  04/01   12:26 PM

Saya sangat sedih dengan kondisi umat muslim di dunia. Sementara saudara mereka menderita di Palestina akibat kebiadaban Israel, kita hanya bisa mengecam tanpa bisa bertindak. Kita harus bersatu jika ingin kuat. Lihatlah politik pecah belah yang dilakukan Israel di Palestina. Hamas dan Fatah saling bertikai sehingga melemahkan mereka sendiri. Israel tentu tertawa bahagia. Israel adalah penjajah, apapun alasan mereka menyalahkan Hamas sungguh tak dapat diterima akal, dimana mereka sendiri adalah penjajah yang mencaplok dengan seenaknya wilayah Palestina dengan dukungan penuh Amerika yang kita tahu menjadi sekutu utama. Jangan salahkan para pejuang Palestina yang berjuang mempertahankan tanah air mereka yang direbut paksa Israel. Saya harap munculnya pemimpin pemimpin Islam yang berani dan tak gentar seperti Ahmadinejad. Berani menentang dan tak mudah tunduk dari tekanan Amerika, Israel dan sekutunya. Terus terang saya kecewa dengan Saudi Arabia dan negeri negeri muslim arab lainnya yang hanya diam dan cari aman tanpa ada tindakan nyata dengan memberikan tekanan pada Israel dan Amerika untuk menghentikan Kebrutalan ini. Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan jika muncul terorisme di mana - mana yang atas nama Islam mereka melakukan tindakan teror terhadap kepentingan Amerika, Israel dan sekutunya? Wallahualam…
Lupakan ISLAM LIBERAL, lupakan ISLAM WAHABI, lupakan ISLAM SYIAH, lupakan ISLAM SUNNI…. Kita adalah umat ISLAM yang satu, bersatulah umat ISLAM.

#20. Dikirim oleh Albaker  pada  04/01   01:57 PM
Halaman 1 dari 7 halaman 1 2 3 >  Last ›

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?