Mewaspadai Transmisi Radikalisme Arab
Oleh Hasibullah Satrawi*
“Kebangkitan kaum radikal di dunia Arab pascarevolusi merupakan kabar buruk bagi bangsa ini. Hampir bisa dipastikan, cepat atau lambat, kebangkitan kaum radikal di dunia Arab akan mengalami proses transmisi ke Indonesia. Baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Hasil penelitian Imdadun Rahmat tentang transmisi gerakan radikal Timur Tengah ke Indonesia (Erlangga, 2006) menarik untuk diperhatikan. Penelitian tersebut mengungkap dengan jelas proses transmisi gerakan radikal Timur Tengah yang berjalan mulus melalui beberapa alumni lembaga pendidikan di sana. Bahkan salah satu tokoh gerakan ini pernah hadir secara langsung dan tinggal di Indonesia (seperti Abdurrahman al-Baghdadi, aktivis gerakan Hizbut Tahrir di Lebanon). Masih menurut penelitian tersebut, transmisi gerakan radikal Timur Tengah ke Indonesia telah berlangsung semenjak akhir tahun 1980-an.”
Komentar
alinea terakhir adalah kesimpulan menarik dan tepat. radikalisme yg menumpang islam menyebar seperti virus yg menggerogoti tulang. bisa2 kita terasing ditanah sendiri sama seperti mesir.
cukup dangkal tulisan anda sobat!
Inilah kalau agama bercampur dengan politik, yang sebenarnya juga terjadi disejak awal pascanabi.
Mengerikan, ujungujungnya cari kekuasaan untuk mendapat duit dan gadis.
Kasian kasian, kitakan bukan arab, kebudayaannya juga bukan arab, kenapa harus mengcopy mereka.
Bangunlah haeeee bangsa Indonesia, sadarlah sadarlah jangan meniru yang salah.
Wassalam
anda salah menafsirkan bahwa semua radikalisme timur tengah adalah rekayasa barat dan musuh islam…agar orang islam benci dengan agamanya sendiri..makanya jangan ngedepankan logika melulu..karna agama klw di logikain makin gk masuk akal….karna islam datang bukan karna logika akan tetapi karna keyakinan..
islam ya islam itu sendiri tak ada paksaan bagi siapapun termasuk bagi pemeluknya untuk mengamalkan ajarannya bagimu amalmu bagiku amalku, begitulah konsep islam sehingga ia tak mengenal radikalisme, kalaupun ada pelaku bukan berarti islam yg salah, pemahaman islam dan arab berbeda, sehingga abu jahal yg arab tak masuk islam, begitu pula mayoritas islam di indonesia memeluk islam padahal bukan orang arab, bahkan mengucapkan salam padahal bkn arab, sebenarnya yang mulia adalah yg paling taqwa suku bangsa manapun dia. Termasuk kita mengkritisi seseorang dg pedas padahal kita tidak terima kritik orang lain jadi kalau sy bertanya apa beda kita dg dia? Allahu’alam.
Orang begok manut kepada yang lebih begok ya rusak dach
Adalah Fakta berbicara Orang Afrika Hitam telah tinggal di Mekah sejak Zaman nabi Ibrahim mereka jadi Budak smapai hari ini di Saudi mereka tetap jadi Budak karena Budaya Arab Islam menghalalkan perbudakan.
Orang Afrika Hitam diangkut Ke USA pada abad 17 sebagai Budak,tapi sekarang abad 21 tahun 2011 Obama yang keturunan Afrika Hitam telah jadi Presiden USA.
Fakta tersebut menujukan Budaya Barat Anglo saxon/USA dengan Demokrasi nya lebiha manusiawi ketimbang Budaya Arab Islam.
Bangsa Indonesia belajrlah dengan kenyataan ini.
Maaf judul tulisannya sudah berburuk sangka.
Sebaiknya tulisan2 di rubrik ini selain mengedepankan intelektualitas juga senantiasa membawa angin kedamaian, tidak berburuk sangka terhadap golongan lain. Berikan solusi alternatif kepada Umat, berikan teladan bahwa Islam itu bisa memimpin dunia dengan syariatnya yang rahmatan lil alamin. Perbanyak tulisan dan contoh yg lebih aplikatif kemasyarakat seperti berbisnis, memimpin , berpolitik, berbudaya ala Islam Liberal.
Penafsiran ayat2 ALLAH secara literal kelihatan hukum syariat Islam
kembali kepada zaman primitif,purba yang sadist ,menganiaya dan tidak manusiawi sama sekali.
https://docs.google.com/document/d/1A6r960PQ2uWxBzxJ-6amwgTDWay6g75VtKQvP59UAqg/edit
Bahayanya pemahaman Islam wahhabi dan salafy
salam
Komentar Masuk (9)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)