Editorial,
25/11/2010

Minoritas

Oleh Saidiman Ahmad

Persoalan besar yang menghadang pembangunan Indonesia adalah masih adanya masalah yang dihadapi oleh kelompok-kelompok marjinal dan minoritas. Kelompok-kelompok itu adalah minoritas penganut kepercayaan dan agama-agama lokal.

25/11/2010 14:25 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (31)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Katanya para JIL pintar-pintar dan intelek. Jebolan sekolah Barat pula. Kenapa cuma bisa kritik tanpa memberi jalan keluar terlebih amal nyata? Sarjana atau provokator?
Satu lagi. Heran, kenapa ya JIL punya perhatian besar pada LGBT? Barangkali, banyak anggota JIL yang terlibat asmara dengan LGBT? Hahaha.. Buntutnya JIL bikin syariat pernikahan sesama LGBT ala JIL.

#1. Dikirim oleh Umar  pada  26/11   03:19 AM

@umar: saudara jangan emosional, punya nalar sehat coba difungsikan. Coba anda bayangkan, andaikata anda seorang LGBT..?, perlu anda ketahui, bahwa para LGBT itu terperangkap dalam jasad yg tdk mereka inginkan, jiwa mereka sebenarnya berontak, namun mereka tidak berdaya menghadapi kodrat Tuhan.

#2. Dikirim oleh makhluk halus  pada  26/11   12:34 PM

sebenarnya bukan diskriminatif atau dikucilkan,tetapi kita menganggap LGBT itu suatu penyakit yang tentunya harus disembuhkan.yg perlu dipikirkan adalah cara atau metode untuk mengembalikan mereka ke kehidupan normal bukan malah mendukung kesalahan dan kesesatan mereka karena akan memperparah penyakitnya.

#3. Dikirim oleh atamaira  pada  26/11   12:58 PM

Orang2 tua kita bernasehat,kalau mau sukses, belajarlah kpd orang2 yg sukses

Kalau mau bangsa ini maju dalam artinya; kehidupan masarakat yang DAMAI—SEJAHTERA—HIDUP HARMONY.
maka belajarlah kpd Amerika.

Dimana semua warga negara mendapat keadilan yang sama dan anti diskriminasi. Pemerintah melindungi hak2 minoritas dari tyrani majoritas.

Semua sekte2 agama baik Islam, kristen, atheis, dapat hidup dgn harmony tanpa da penindasan2 karena agama.Muslim Ahmadiyah dapat beribadah dgn baik di Amerika dibandingkan di negerinya sendiri.

Muslim syiah dapat beribadah dgn baik di bandingkan dgn negerinya Saudi. Di negerinya diperlakukan diskriminasi.

Belajarla dgn constitusi amarika…mudah2an Indonesia dapatkeluar dari konflik2 yg berkepanjangan karena agama;

Liberty and justice for all, non discrimination regardless religuous,race,gender and age, dpt dilakasankan di RI.

Salam

http://latifabdul.multiply.com/

#4. Dikirim oleh alatif  pada  27/11   03:48 AM

Pada prinsipnya anggota JIL pintar dan intelek , yang menjadi persoalan adalah mereka adalah sekelompok MINORITAS juga. MINORITAS DALAM CARA POLA BERPIKIR yang BERBEDA ditengah MAYORITAS POLA BERPIKIR pada UMUMNYA.
Kita harus bersyukur ada manusia yang peduli dengan LGBT karena LGBT juga manusia ciptaan Allah. Pantaskah kita menghina ciptaan Allah. Kalau kita menghina ciptaan Allah bukankah itu berarti kita menghina ALLAH ( se-olah2 salah menciptakan ).
Manusia yang menghina LGBT mungkin tidak merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga mereka, pertanyaan saya kadang timbul : Apa yang akan dilakukan manusia penghina LGBT sekiranya anaknya sendiri atau saudaranya LGBT ?
Dan saya juga bertanya :
1. Mengapa ALLAH menciptakan manusia penghina LGBT ? apakah Allah juga melakukan kesalahan menciptakan mahluk seperti ini.
2. Mahluk penghina ini ber-ALLAH seperti apa ?
3. ALLAH yang saya yakini tidak mengajarkan untuk menghina atau melecehkan mahluk apapun..

#5. Dikirim oleh electra_larissa  pada  27/11   05:23 AM

@makhluk halus: klo emang HGBT itu ngerasa terperangkap jiwaY dalam jasadY, knapa ga coba lebih arif nrimo aj pastikan ad maksud Allah d balik it semua n pasti banyak keuntungan dgn hidup normal paling ga ya ............. ga akan rame pro kontra begini, damai ...... gtu smai sma kluarga sma agama sma negara kan enak =)

#6. Dikirim oleh ida  pada  27/11   12:34 PM

insya allah, islam yang menjadi mayoritas penghuni indonesia bisa menjadi makhluk yang mampu mentelaah janji allah sebagai agama yang rahmatalilalamin bukan justru memusuhi ataupun memerangi tapi menjadi pembuka jendela untuk sekedar memberikan sinar matahari kepada kaum minoritas dan termarjinalkan. insya allah islam di indonesia bukan kaum yang pintar mengherdik kaum termarjinal dan minoritas.islam menjadi agung pada saat islam mampu menjadi penyejuk dikala panas, menjadi pelindug dikala badai bagi kaum minoritas dan termarjinalkan. jangan musuhi mereka, jangan jauhi mereka, jangan perangi mereka. islam adalah rahmat bagi semua kaum, dan semua agama

#7. Dikirim oleh bani santoso  pada  27/11   07:25 PM

saya g ngerti knp islam trlalu mudah di manipulasi secara halus,sopan oleh bangsa liberal!!sampe kita bisa berfikir bahwa LGBT itu sah!!
apakah para LGBT tidak berfikir apa akibat dari perbuatannya itu??
sungguh mudah bagi para kaum JIL mendoktrin isi kepala kita!!
yya Allah lindungi kami dari orang2 kafir yang berpakaian islam!!

#8. Dikirim oleh mrs.S  pada  29/11   05:38 AM

seharusnya para kaum LGBT sadar dan bercermin terhadap kaum-kaum terdahulu,bagaimana Allah melaknat kaum yang melakukan hal-hal yang menyimpang seperti itu
Kalau kaum tersebut memang beriman kepada Tuhannya sudah pasti mereka akan berusaha untuk merubah perilakunya bukannya mencari-cari dukungan untuk melegalkan posisi mereka dan menyalahkan Tuhan atas situasi sekarang
Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan dan Allah jauh lebih tahu diri dari setiap ciptaannya dibandingkan makhluk itu sendiri,mereka bersikap menyimpang bukan karena Allah yang menciptakannya seperti itu akan tetapi itu adalah hasil dari perbuatan mereka sendiri
yang lebih mengherankan lagi adalah orang-orang yang mendukung para kaum menyimpang itu dan menyalahkan agama dengan berlindung dibalik bendera HAM,kita seolah-olah lebih mementingkan HAM dibandingkan agama,kalau ada persoalan pertentangan antara HAM dengan agama yang dikorbankan adalah agama,justru logika manusia yang berfikir seperti ini yang seharusnya dihilangkan.Wallahu A’lam

#9. Dikirim oleh rifki akbar  pada  29/11   07:05 AM

kenapa jil kok selalu memusuhi islam sendiri ya, katanya intelek tapi kenapa opininya selalu berseberangan dengan islam….mestinya kan membantu dan mendukung mencari solusi kendala-kendala yang merintangi islam…...........??????????

#10. Dikirim oleh uci  pada  29/11   01:44 PM

jangan samakan difabel dengan LGBT cak!

#11. Dikirim oleh dien  pada  30/11   10:50 AM

Jadi muslim sejati harus melindungi yang lemah utamanya yg termarginalkan, itu prinsip ajaran jangan menjadi orang yang minder, apalagi takut dengan perbedaan. Wali Allah tak pernah takut apalagi cuman dengan minoritas

#12. Dikirim oleh Abdurrahman Chudlori  pada  30/11   11:22 AM

jil yang penuh perhatian pada minoritas…. Jangan membenarkan yang salah. Freesex adalah salah karena mengandung unsur dehumanisasi. Bagaimana nasib anak anak yang lahir dari freesex, siapakah bapak mereka?

#13. Dikirim oleh muhtasib  pada  01/12   12:27 AM

Dalam banyak hal,wacana2 yg digulirkan oleh tmn2 jil perlu di apresiasi. akan tetapi kdng sy kwatir ktk kita trlalu toleran, malah sbnrnya kita telah terjebak pada kurangnya kepedulian kita terhadap nahi mungkar, mengingat setiap apa yg dilakukan orang lain walaupun itu menurut kami yang awam termasuk wilayah kemungkaran tapi malah di bela. semuga sj kita tdk termasuk iltibasul haq bil bathil…

#14. Dikirim oleh A. Wafi Muhaimin  pada  01/12   10:59 AM

Tulisan yang sangat aneh!
Sudah seharusnya yang sesat dituntun kembali ke jalan yang benar!
Yang sakit diterapi sehingga jadi sembuh!
Jika perlu, diberi pelatihan khusus supaya bisa beraktivitas kembali ke masyarakat!
Ini kok malah dibiarin bebas(rusak) semau mereka?
Kalau mau pemerintah Indonesia benar-benar menjamin keselamatan jiwa & harta rakyat, baik muslim atau kafir, maka tiada cara lain…
Jaga Tauhid & sambut
INDONESIA GO KHILAFAH
“Begin The Revolution with Basmallah”

NB:
Kaum Kafir Amerika hakikatnya saat ini sedang menggali lubang kubur mereka sendiri dengan jadi sekuler, mendustakan yang halal & yang haram!
Lihat saja nanti, saat dimana mereka hancur akibat tangan-tangannya sendiri!

#15. Dikirim oleh no_body  pada  02/12   04:39 AM

saya muslim liberal, tapi maaf, saya tidak setuju dengan pemikiran anda. harusnya anda berpikir rasional. LGBT memang bukan kriminal murni, tapi mereka adalah kriminal moral. mereka telah menyimpang dari norma2 yg brlaku. baik norma agama, susila, maupun norma adat istiadat.
pemerintah memang seharusnya mendeskriminasi mereka. karna pemeritah bukan hanya brtanggung jawab atas ksejahteraan rakyat, tapi juga bertanggung jawab atas moral rakyatnya.
dan 1 hal lagi, tuhan tidak menyukai kaum LGBT. baca kembali al quran!

#16. Dikirim oleh radit iman  pada  02/12   02:24 PM

Tulisan yang tidak berefek dan sangat useless sekali dilihat dari komparasi-komparasi yang dia tuliskan. Sbg contoh, masa sih kaum Difabel yang memang mulia itu harus dipersamakan dengan kaum LGBT yang jelas2 menyimpang dari kodrat ilahi. Kelihatan sekali pemaksaan atas doktrin yang hendak diluncurkan pada tulisan diatas, sangat bias dan tertolak oleh logika umum. Jadi usaha JIL untuk melempangkan jalannya untuk Indonesia yang liberal dan vulgar pasti gagal total,karena apa ? Mayoritas Muslim di sini masih beraqidah yang benar, bukan aqidah JIL.
@nobody : doakan saja khilafah segera terbentuk dan Indonesia benar2 jadi Negara Muslim SEJATI.
ALLAHU AKBARR!!!

#17. Dikirim oleh Fauzi Rachman  pada  03/12   11:11 AM

@nobody
@ Fauzi rahman

Kilafah yg mana ya? Jika saya baca sejarah Islam, salah satu masa keemasan Islam berada di bawah khalifah Al Makmun, Muttawakil, dll termasuk keturunannya yg menjadi penganut paham pemikiran muktazilah/rasional(al Quran adalah spt makhluk hidup yang bisa disesuaikan dengan jaman), padahal setau aku paham kilafah di Indonesia anti muktazilah/rasional/liberalisme/pruralisme/demokrasi. Dan Islam semakin terpuruk ketika paham rasionalitas dilarang, terutama saat paham Wahabi menguasai keluarga Ibnu Saud sampai sekarang.

#18. Dikirim oleh nurcahaya  pada  04/12   06:37 AM

QS Al Hujarat49(11) : Wahai sekalian orang yang beriman, janganlah ada suatu kaum diantar kamu yang memandang rendah kaum yang lain,kalau-kalau mereka yang dipandang rendah itu lebih baik daripada mereka yang memandang rendah.
Mereka(Baca :LGBT)bukan produk cacat dari Tuhan, karena Tuhan Yang MAHA SEMPURNA tidak mungkin menciptakan sesuatu yang tidak sempurna.Hal Itu sudah keputusan Tuhan dan Tidak ada satupun peristiwa didunia ini yang kebetulan…...Mudah2an kita2 yang “merasa” lebih dari mereka ( Baca LGBT) tidak terjebak didalam kesombongan dan kemunafikan.Amin

#19. Dikirim oleh dewayanto  pada  04/12   04:20 PM

hahaha, saya setuju dengan Fauzi Rachman, tulisan ini useless, kacau dan salah total dilihat dari sisi manapun.

#20. Dikirim oleh Logika  pada  07/12   03:09 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?