Reportase,
01/09/2010

Misi Kenabian Gerakan Pembaruan Reportase Diskusi Kampus di Bandung

Oleh Saidiman Ahmad

Pemikiran kritis di dalam Islam sebenarnya sudah berlangsung lama. Dalam dunia Islam dikenal kelompok Mu’tazilah yang sangat rasional. Sekelompok penganut Syi’ah bahkan tak tanggung-tanggung mengkritik anggapan umum ummat Islam saat ini. Bagi sekelompok penganut Syiah, sebenarnya wahyu yang diterima oleh Muhammad itu salah alamat, mestinya wahyu itu diterima oleh Ali bin Abi Thalib.

01/09/2010 13:47 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (17)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Sudah Takdir Alloh bahwa Islam diturunkan di Tanah Arab melalui Nabi yang juga orang Arab sehingga Al Qur’annyapun berbahasa Arab. Ini sudah terjadi, sehingga sangat mengherankan berandai-andai atau bermimpi bahwa jika Nabi orang cihampelas maka harus mengenakan jeans atau kalau Nabi orang papua maka koteka menjadi syariat.

Realitasnya sudah seperti itu. Tidak ada paksaan dalam agama, silahkan memilih mengikuti Nabi Muhammad yang notabene orang arab plus atribut syariatnya yang arab oriented atau merekacipta syariat baru dengan dalih pembaruan sebagai hasil olah pengandaian atau igauan.

#1. Dikirim oleh Abu Hanif  pada  03/09   05:41 AM

syi’ah yang mana yah…dan referensinya apa..?

#2. Dikirim oleh machmud dai  pada  04/09   06:06 PM

Saya kasihan thd orang2 Liberal krn mereka sdh tdk punya kitab suci, krn bagi mereka kebenaran itu adalah relatif maka kitab yg sdh mutlak kebenaranya masih mereka sangsikan, mudah mudahan mereka pada sadar

#3. Dikirim oleh ibnu sidiq  pada  05/09   02:03 PM

ini nih… orang pinter keblinger, udah jelas Allah menurunkan wahyu kepada nabi Muhamad. pake salah kirim lg..

#4. Dikirim oleh ravael  pada  05/09   08:27 PM

@abu hanif :kayaknya pilih yang ke dua

#5. Dikirim oleh ummu hanifah  pada  07/09   10:20 AM

Assalamualaikum.
Wahai para cendikiawan muslim, orang yang terpelajar dibidang kaagamaan, tolonglah saya yang sudah uzur. Dari JIL inilah saya berani menggunakan nalar/rasioku untuk mencari kebenaran menurut apa yang kuyakini yaitu Islam. Terlalu banyak saat ini penafsirkan ayat2 secara berlebihan, coba perhatikan di layar kaca, yang ujungujungnya duit.
Wahai para cendikiawan muslim, agama Islam yang kuyakini ini telah menuntun saya dalam mempersiapkan diri terhadap kemungkinan panggilan Ilahi alias mati, yang sebelumnya telah membawaku untuk menimangnimang jalan lurus yang ada, alhamdulilah saya berhasil meliwati padang hijau itu.Kerisauanku terjawab sudah, dengan ditemukan perkamen di mesjid Agung Sana’a Yaman. Sayangnya aku bukan ahli dalam teologi (keislaman dll). Dan aku merasa bahagia salah satu cendikiawan JIL telah membuat komentarnya di sana.

Wassalam

H. Bebey

#6. Dikirim oleh H. Bebey  pada  07/09   02:18 PM

JIL. Sebuah konteks tentang Islam tidak dpat diubah sampai kapanpun meski banyak yg coba merubah atau menambah. Pemikiran JIL hanya berorientasi pada perbaikan islam agar mengikuti peradaban tp secara tidak langsung mengubah Konteks Islam itu sendiri. waspadalah Saudara2ku

#7. Dikirim oleh Niceguy  pada  07/09   05:54 PM

Apa yang ditampilkan dalam artikel ini ternyata jauh panggang dari api. Maksud hati ingin memecah kebuntuan berpikir umat Islam, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Artikel ini justru menampilkan dirinya sebagai perwujudan dari orang yang berpikir jumud (beku, statis, tidak berkembang). Terlalu berpikir sempit dan picik. Memandang Islam hanya dari asfek spiritual saja tanpa mau memandang lebih jauh kepada asfek2 yang lain. Seharusnya kalau memang ingin memecah kebuntuan berpikir umat Islam saat ini, mari kita ajak bersama2 agar umat Islam sekarang ini jangan fanatik terhadap madzhab yang ada, menjauhkan diri dari cara berpikir umat lain dalam memandang agamanya, berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah, mengerahkan segenap potensi berpikir kita untuk mengkaji dan meneliti ayat2 Allah yang Quraniyah dan Kauniyah. Kalo terus2an mempermasalahkan antara ghamis dan celana jeans, padahal itu tidak substansial dalam memperbincangkan Islam, itu pertanda kejumudan berpikir yang paling jumud.

#8. Dikirim oleh Warhan latief  pada  08/09   05:18 AM

Bingung dan Pusing nich kenapa basmallah ditambah kalimat Tuhan segala agama ?????????
apa nggak salah ........

#9. Dikirim oleh baharuddin  pada  08/09   05:21 PM

Kasian saudara2ku jil,knp sih yg mesti diserang itu ujung2nya adalah syari’ah?masya allah…ck ck ck allahu akbar!

#10. Dikirim oleh Yusuf ahmadi  pada  08/09   10:48 PM

Berbicara tentang Tuhan memang ga ada habisnya ga ada matinya….........dari jaman duluuuuuu banget…...hingga hari ini.

Apa sebab? sebabnya tak lain dan tak bukan adalah karena antara “apa yang dibicarakan (Tuhan)” dan yang “membicarakan (manusia)” tak pernah ada pertemuan bareng.

Yang berbicara “TAHU” tuhan, tidak pernah benar-benar tahu melainkan hanya “YAKIN” saja.Tetapi sebaliknya yang berbicara “TUHAN TIDAK ADA” juga tidak pernah benar-benar tahu kalau tuhan itu memang tidak ada. Mereka hanya YAKIN SAJA BAHWA TUHAN TIDAK ADA.Mereka hanya MERASA SOK TAHU.

Dua keyakinan yang berbeda, tetapi manakah dari dua keyakinan tersebut yang benar? Keyakinan orang atheis atau keyakinan orang yang beriman?

Hayo siapa coba (angkat jari) yang “PASTI” bisa membuktikan kebenaran dari dua keyakinan tersebut? Adakah seseorang yang BENAR-BENAR TAHU TUHAN (bukan sekadar cuma yakin lho).

Tuhan itu objek abstrak yang bisa “digambar apa saja” baik oleh yang meyakini maupun yang tidak meyakini.

Lha wong “semut” saja yang jelas-jelas objek nyata bisa ditulis beribu halaman, lha kalau mau menulis tentang Tuhan apa tidak bisa menghabiskan tinta selautan?

Lalu enaknya bagaimana dong?! terserah masing-masing enaknya bagaimana, tetapi baik bagi yang percaya maupun yang tidak percaya tidak boleh seenaknya sendiri dalam mencaci maki, sebab pasti nanti akan terjadi perang dan kebencian.

Yang merasa beriman dimohon jangan mencacimaki si kafir apa lagi sampai ingin membunuhnya. Tapi, omong-omong,ada gak yah, perintah agama/tuhan yang intinya untuk membunuh orang kafir atau orang musyrik/pagan dimana saja kamu temui? Jika ada, lalu itu atas perintah siapa?

Sebaliknya, yang merasa atheis juga jangan melecehkan atau menghina orang yang beriman. nanti orang yang beriman pasti akan membalas penghinaan itu dengan cara yang lebih keras.

Pertanyaannya, apa bisa mereka saling menghormati? Tentu ada yang bisa tetapi ada juga yang tidak bisa, itu semua kembali kepada personal dan kedalaman spiritualitas masing-masing. Sedikit cerita, saya pernah melihat di depan sebuah gereja ada ucapan seluruh jemaat gereja ini mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, nah saya kok belum pernah menjumpai ada masjid membentangkan spanduk yang bertuliskan seluruh umat muslim mengucapkan SELAMAT NATAL.Ini sekadar contoh saja, betapa saling menghormati itu “tidak mudah” meski mulut para petinggi agama sangat mudah mengucapkan itu.

Saya sih cuma bisa sarankan (kalau mau) “aja pada rebutan Gusti Allah (jangan saling berebut Tuhan)”
Mengapa Tuhan tidak perlu menjadi rebutan? karena Tuhan sudah ada pada diri kita masing-masing.

Simpel kan? yang membuat “kacau” itu sesungguhnya jika tuhan/agama dijadikan “alat politik” untuk sarana memperebutkan kekuasaan.Silakan direnungkan.

#11. Dikirim oleh suprayitno  pada  09/09   11:58 AM

Kata doktor fauzan:
Ini menunjukkan bahwa pewajiban kerudung sangat terkait dengan konteks lokal budaya arab padang pasir.

Oh, jadi Tuhan bikin hukum itu gak kreatif ya ngikut2 adat manusia gt dok??

“kalo Muhammad lahir di ciampelas mungkin yang diwajibkan bukan gamis tapi jeans”

Kalo gt anggap aja Muhammad lahir di hawaii jadi yang diwajibinnya pakai pakaian dalam..

CENDIKIAWAN ISLAM KOK GT YAH MIKIRNYA?? Orang bodoh juga bisa mikir kayak gitu gak usah pake gelar doktor segala.

#12. Dikirim oleh Agus  pada  14/09   07:28 AM

tak ada istilah kebuntuan berpikir dalam islam, selama didalam koridor Qur’an & hadits yg. shohih tak ada itu kebuntuan dan sejenisnya.Islam is solution,semua aspek kehidupan ada pedoman didlmnya.
kami muslim mengimaninya.harga mati.

#13. Dikirim oleh erwin syiahputra  pada  14/09   08:58 AM

saat agama hanya sebagai sebuah kedok untuk menguasai yang lain, maka agama tersebut telah dirusah citra serta ajarannya sebagai sebuah ajaran kebenaran. agama tidak mempunyai kepentingan politik praktis yang saat ini banyak digunakan oleh para pemimpin negara dengan berbalut baju agama. sebuah penggerogotan dari umat beragam sendiri yang pada akhirnya menghancurkan agam itu sendiri sebagai sebuah ajaran hidup.

#14. Dikirim oleh deskam  pada  23/09   06:26 AM

yah..ujung2nya yg dibahas poster syariat juga.

adapun tanggapan sekelumit syiah yg mengatakan allah salah kirim wahyu saya pikir ini merupakan kekacauan anggapan yang tdk kira2.

sedangkan untuk masalah bahwa wahyu terikan pada budaya, waktu dan custom masyarakat setempat, tentu saja itu benar.

pikir simple begini:

bagaimana nabi bisa mendapat wahyu atau mengeluarkan fatwa tentang internet dan komputer seperti yang ada dihadapan anda sekarang, kalau zaman itu internet dan komputer tidak pernah ada?

tentunya hadist dan wahyu tuhan selalu mengikuti zaman dan budaya dimana beliau berada.

inilah masalah klasik orang islam, tidak bisa membedakan essensi islam sebagai agama yang tidak lekang waktu dengan syariat islam yang harusnya di sejalankan dengan kondisi dimana ummat berada.

#15. Dikirim oleh firdaus_marlik  pada  02/10   07:55 AM

KASIH seyogyanya perlu ada di dalam agama dan di atas agama.
Agama seyogyanya hanyalah alat bukan tujuan, karena tujuan hidup sesungguhnya adalah untuk mengasihi Sang Pencipta yg punya berbagai sebutan dengan segenap AKAL BUDI yang telah dianugerahkanNya kepada setiap manusia ciptaanNya dengan menggunakan kemurnian hati nurani sehingga tidak dibutakan oleh Believe System yang membelenggu.
Isa AS katakan: “jika kebenaran itu datang padamu, maka ia akan memerdekakanmu”, “dapatkah orang buta menuntun orang buta”, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
Apakah kita sudah memiliki damai di hati? Apakah kita sudah memiliki kebebasan hidup?
Kebebasan tentu bukanlah kebebasan yang liar, tetapi juga bukan ketertiban yang beku. Kebebasan dalam ketertiban, ketertiban
dalam kebebasan dan kebenaran universal itulah tanggung jawab yg diperlukan untuk hadirnya damai di bumi dan bekal di “sana” sebagai pertanggung jawaban.

Hanya Allah pencipta mahluk hidup
“…sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali-kali dapat membuat lalat walaupun mereka berhimpun untuk itu..” (QS 22:73)

Isa AS mencipta mahluk hidup
“sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung” (QS 3:49)
(sehakekat?)

Isa AS adalah Rohullah (QS 19:17)(Hadis Anas bin Malik hal 72)
Rohullah tidak diciptakan, ya awalun, ya akhirun, beda dengan Adam diciptakan dari debu.

Isa As adalah jalan yang lurus (QS 43:61)

Barangkali beliau(Isa as) dapat menjadi MODERATOR diakhir zaman ini karena reputasi n track recordnya) & beliau juga HAKIM yang adil (Hadits Shahih Muslim 127).

Isa AS juga mengatakan: “Marilah hai kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat aku akan memberi kelegaan kepadamu”
“Barang siapa datang kepadaku, ia tidak akan kubuang”
“Kepadaku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi” (injil Matius 28:18)

Wass.

#16. Dikirim oleh nasro  pada  22/12   08:46 AM

“Sekelompok penganut Syi’ah bahkan tak tanggung-tanggung mengkritik anggapan umum ummat Islam saat ini. Bagi sekelompok penganut Syiah, sebenarnya wahyu yang diterima oleh Muhammad itu salah alamat, mestinya wahyu itu diterima oleh Ali bin Abi Thalib”.

Tanggapan saya:
Mengherankan sekali, seorang yang katanya liberal dan terpelajar bisa melontarkan kata2 seperti ini. Janganlah Anda ikut menyebarkan fitnah. Anda seharusnya belajar dulu tentang syiah. Terbukalah, jangan hanya menerima informasi secara sepihak. Kami pengikut syiah Indonesia siap berdiskusi dan berdebat dg Anda aktivis Islamlib dalam tema dan topik apapun.

Salam

#17. Dikirim oleh faisol farid  pada  10/01   10:02 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?