Modernitas, Mesianisme, Mukjizat Walter Benjamin dan Carl Schmitt
Oleh Akhmad Sahal*
.... netralisasi dan depolitisasi, dengan kata lain liberalisme, itulah yang bagi Schmitt menjadi penyebab utama kebekuan dan “kenormalan” modernitas. Dan kenormalan ini perlu didobrak dengan cara memberi peluang bagi munculnya the sovereign yang bisa mengambil keputusan pada/tentang state of exception. Memakai ungkapannya sendiri, kita bisa mengatakan bahwa Schmitt mendambakan suatu dunia yang tidak lagi dikuasai oleh deisme yang tidak mengenal mukjizat atau intervensi dari luar sejarah.
Komentar
Pada konteks masyarakat sekarang, para messiah kecil menyeruak pada ruang ruang dengan pesan pesan mengahadapi kejumudan sosial. Kejumudan sosial muncul secara serempak dari sekumpulan keresahan individu terhadap realitas dan maupun kesulitan hidup. Mereka adalah para"motivator”, pencerah2 kecil yang tidak percaya bahwa perubahan sosial hanya digerakkan oleh materi atau uang belaka. Upaya rekayasa sosial pun tak akan pernah sukses tanpa mesiah mesiah2 itu. Kepercayaan terhadap mukjizat “kecil” masih penting untuk memberikan harapan hidup seperti seorang yang menunggu keluarnya nomer togel. Hanya berharap pada realitas sosial untuk melakukan perubahan sendiri. Disisi lain masyarakat juga dihuni kaum skeptis apatis dengan naluri primitif yaitu sekedar bertahan menyelamatkan keturunan dan kelompok sosialnya…
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)