Tokoh,
11/01/2004

Muhammad Ibn Abd al-Wahab (1703-1791)

Oleh Luthfi Assyaukanie

Muhammad Ibn Abd al-Wahab lahir di Najd, salah satu kota penting dalam sejarah Hijaz Arab modern, pada tahun 1703. Masa kecilnya dilewati di kota itu. Ia belajar ilmu-ilmu agama dan menyukai kajian-kajian Al-Qur’an dan Hadits. Ia memperdalam ilmu-ilmu Al-Qur’an di Madinah, Mekah, dan beberapa kota penting di Arab Saudi. Dalam usia belajarnya, Ibn Abd al-Wahab juga sempat berkunjung ke beberapa negara di luar Arab Saudi, termasuk ke Iran, di mana dia melihat adanya praktik-praktik keagamaan yang menurutnya kemudian dianggap menyimpang.

11/01/2004 19:35 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (58)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Rasulullah menceritakan bahwa Allah Ta’ala meringankan adzab terhadap Abu Lahab di neraka pada setiap hari Senin, dikarenakan kegembiraannya atas kelahiran Nabi Muhammad sehingga ia membebaskan budaknya yang bernama Ummu Aiman yang membawa kabar gembira tersebut kepadanya. Hadist ini disebutkan di dalam Shahih Al-Bukhori. Padahal Abu Lahab adalah seorang yang kafir yang disebutkan akan kebinasaannya di dalam Al-Quran, sehingga turun surat khusus untuk menceritakan tentang kebinasaannya. Akan tetapi Allah tidak melupakan kegembiraannya dengan kelahiran Nabi Muhammad hingga meringankan adzab baginya setiap hari Senin, hari kelahiran Rasulullah.

#41. Dikirim oleh ASWAJA  pada  17/02   10:57 AM

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..?, (Beliau diam tapi kemudian kembali berdoa): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..? ,( Rasulullah diam dan kembali berdoa ): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata : Ya Rasulullah, juga Najd kami..??, beliau saw kemudian menjawab: “dari sana (Najd) akan muncul goncangan dan fitnah!, dan dari sana (Najd) akan muncul tanduk setan!.” ( Shahih Al Bukhari)

Penyebaran islam terbesar adalah dari Yaman karena negeri terbesar di muka bumi adalah Indonesia , dan Indonesia diislamkan oleh penduduk Yaman dari para Habaib kita , dan inilah keberhasilan terbesar di muka bumi , karena di negeri-negeri yang lain jumlah muslimin tidak sebanyak di Indonesia , padahal tidak ada para sahabat Rasul yang sampai ke Indonesia , maka dari mana keberhasilan itu datang tentunya dari penduduk Yaman , yaitu dari para Habaib nya , dari mana mereka ? dari doa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Lalu ketika sang nabi mendoakan keberkahan untuk wilayah Syam dan Yaman maka diantara sahabat ada yang berkata :  “ wilayah Najd juga wahai Rasulullah “, tetapi Rasul diam kemudian mendoakan lagi penduduk Syam dan Yaman , dan diantara sahabat ada yang berkata lagi :  “ dan wilayah Najd wahai Rasul “, Najd adalah suatu wilayah pegunungan di Saudi Arabia , dua kali sahabat meminta rasulullah untuk mendoakan Najd , dan untuk yang ketiga kalinya Rasul menjawab :  “ akan muncul goncangan dan fitnah dari tempat itu , dan terbitnya tanduk syaitan dari Najd “, demikian sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan muncul zaman sekarang yang membid’ahkan maulid , yang mengharamakan majelis dzikir , yang memusyrikkan orang ynag berziarah , maka semua itu muncul dari Najd, (Ibn Abdul wahab adalah dari Najd dan lahir di Najd) dan hal itu diketahui oleh sayyidina Muhammad 14 abad yang silam .

#42. Dikirim oleh Jhon  pada  25/02   06:53 AM

Kepada tokoh JIL Indonesia

Terlalu naif menganggap tokoh dunia seperti MAW dianggap sebagai tokoh JIL. Saya mempunyai keyakinan bahwa seandainya Tokoh yang telah saudara sebutkan diatas (MAW)masih hidup Beliau tidak akan sudi di anggap tokoh JIL.

#43. Dikirim oleh abdul_jabbar  pada  28/02   06:20 PM

I urge all those who think that Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahhab was a heretic first read his books and find out who he was and what his Da’wah all about. Then come to your conclusions. You can slander and backbite all you want, but that is not going benefit anyone including yourselves.

#44. Dikirim oleh Muhammed Abdul Moiz  pada  30/07   03:29 PM

Hahaha,, mudah ditebak kemana arah Organisasi yang mengatasnamakan islam, tapi pemahamannya model kyk gini.. Tuhan semua agama adalah sama, yang pada akhirnya nanti hanya akan ada satu agama.. Islam kah itu?? rasa2nya sih bukan..
btw, serasa pernah denger n ga asing n pernah2 dengen slogan satu dunia satu agama.. hmm, bentar2.. sya inget2 dulu.. hahahaha.

#45. Dikirim oleh phyxius  pada  19/09   03:17 AM

Bicara JIL dalam dunia Islam, terutama di Indonesia bakan lagi barang baru. Saya bisa menyimpulkan apa yang disebut JIL sekarang adalah gerakan pembaharuan Islam jilit II, yang sesuangguhnya JIL ini telah dimulai sejak abad ke 17 dengan tokoh-tokohnya seperti Muhammad bin Abedul Wahab (apa yang disebut Wahabi)oleh kaum Ahlusunnah Waljamaah di Indoensia, MuhammadAbdul, Jamaluddin Alafgani, Rasyit Ridha,Maududi, dll. Mereka sebuah adalah tokoh-tokoh JIL periode awal yang disebut tokoh tajdid dalam gerakan pembaharuan Islam. Saya pribadi sangat ingin bergabung dengan JIL utk Aceh bagaimana caranya? Salam

#46. Dikirim oleh Drs Nab Bahany As  pada  01/10   10:16 AM

Teachings of Prophet Mohammed (PBUH) was went discarded by followers of Sufism and Shia’sm. many practices by them was hurting islamic views prophezed in Quran and Hadith, so the rise of Moh’d Ibn Abdul Wahab views did not bring anything new nor destroy any Islamic principle, but purified it.

the Jihad or extremsm is not part of Wahabism, its uprising and have many reasons that not related to the destruction of Khubbas and Grave Yards by Wahabbies (i hate being named Wahabby) This is not a sect nor new ideology to Islam. this is purity and peace.

#47. Dikirim oleh MOHAMMED ARIF MANHA  pada  16/10   10:40 AM

Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujaddid yang sangat menentang hal-hal yang bertentangn dengan ajaran Islam, apalagi yang berkaitan dengan masalah ushul/aqidah. Beliau adalah seorang ulama yang sangat berpegang pada al-Qur’an dan Sunnah. Beliau bukan pembunuh, pemberontak, apalagi ahli syirk, seperti yang dituduhkan oleh musuh-musuh beliau.
begitulah kebenaran, selalu ditentang dan dimusuhi, seperti Rasulullah shallallahualaihi wasallam ketika pertama kali mendakwahkan islam secara terang-terangan, beliau ditentang, dicerca, dihina, bahkan oleh orang-orang terdekat dan karib kerabat beliau sendiri.
mengapa orang-orang memusuhi syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ajaran-ajaran beliau yang pada dasarnya adalah ajaran islam yang murni sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat? mengapa juga mereka menentang dakwah beliau? mengapa pula orang-orang sekarang bertaklid buta kepada musuh-musuh beliau dalam memandang pribadi beliau? tidakkah mereka ingin berfikir kritis dan mengetahui siapa sebenarnya belaiu, yang begitu dimusuhi dan ditentang ajarannya?
beliau sendiri tidak pernah memaksa dan mengatakan, “ikutilah aku, dan barangsiapa yang tidak mengikutiku maka dia telah kafir”. jadi, mana bukti tuduhan bahwa beliau mengkafirkan para ulama atau orang-orang yang berbeda pendapat dengan beliau….??? “qul haatu burhaanakum in kuntum shadiqiin….”
beliau juga bukan tokoh JIL sebagaimana yang anda katakan. apalagi ajaran-ajaran JIL sangat bertentangan dengan dasar-dasar ajaran islam.
silahkan caritahu lebih banyak lagi tentang beliau dan mulailah berfikir kritis tentang pribadi dan dakwah beliau. maka anda akan mendapati beliau adalah seorang ulama yang sangat berpegang pada ajaran Islam dan sangat menentang apapun bentuk penyelewengan terhadap ajaran Islam yang murni. syukran, Wassalam…

#48. Dikirim oleh fatoni  pada  31/10   06:07 AM

JIL memaksakan paham relativisme,padahal tidak semua orang suka dengan paham itu.Secara tidak langsung JIL mengganggu HAM orang yang tidak setuju dengan paham tersebut.Perkataan JIL seperti kicauan burung beo yang tidak usah digubris.Jadi slogan TOLERANSI,KERUKUNAN BERAGAMA,dll adalah omong kosong belaka.Islam tidak akan hancur dengan paham seperi itu.Allah Maha TAhu yang benar dan yang salah.

#49. Dikirim oleh matsuda  pada  29/11   08:31 AM

untuk mengimbangi semua itu saya akan mengajak kalian semua mnggunakan akal sehat/ Logic / ilmiyah.

banyaklah pertanyaan atau pernyataan yang berpandukan tulisan atau pandangan orang lain. sekarang kita lihat beberapa fakta. dan fakta itulah nati yang membatasi keteledoran fikiran manusia yang rancuh.

1-Dahulu sebelum As-Suud menakluk Saudi, Masjid AlHaram di imami oleh empat kelompok Mazhab. Hanafi, maliki, syafie dan Hambali.dan ia berlaku ratusan tahun lamanya.
begitu pula dengan seruan kepada Wali-wali dan kuburan atau khurafat dan tahayyul. semuanya dibereskan dan dikembalikan keasalnya oleh Syekh Muhammad. sekarang gunakan akal/ logika, siapa yang benar?.
Coba bebaskan diri kita senbarang mazhab, karena bermazhab itu adalah kesyirikan.(Ar-Rom 31-32) .Sama saja yang bermazhab kepada Muhammd Wahhab (Wahhabi)....Cara berlogika begini;
jika ada perselisihan,diantara imam maka rujuklah kepada Allah dan Rasul. siapa yang sesuai dengan keduanya, maka ikutilah kebenaran itu, yang ini bukan mengikuti imam tetapi mengikuti Allah&Rasul;.
demikian bersikap terhadap Ulama’ karena ulama’ r.a. adalah guru kita, bukan ikutan kita.
Yang jadi masalah sekarang ialah JIL…Quran dan sunnah mereka tendang, Ulama’ mereka cerca. pengkritik mereka ciskan. Tetapi mereka masih menggunakan nama Islam.. seandainya mereka terang-terang mengaku kafir. senanglah kita.
nah disinilah pentingnya pemerintah yang sensitiv terhadap agama. tetapi jika pemerintah sudah berada dibawah telunjuk JIL, maka hanya Allahlah harapan kita orang-orang beriman (Muslim).

ku


Tetapi

#50. Dikirim oleh joko  pada  12/01   05:22 PM

untuk sastiastari.
saya tahu anda ini mengejek. tetapi ejekan anda terlalu dangkal. sebabnyapeperangan didepan mata anda sendiri tidak kelihatan.apalagi melihat sejarah peadaban dunia.

lihat AS / Yahudi.Sri langka. Tailand. Yang paling menjolok ialah sdr-sdr anda disetiap propensi, terus di Stadium S.Bola. bukankah semua itu perang?.

mari kita bermuzakarah langsung kepda; .(JavaScript must be enabled to view this email address) (bukan berdebat).

#51. Dikirim oleh joko  pada  12/01   05:34 PM

harus dijelaskan nih, yang dimaksud ulama salaf yang nentang tasawuf atau para sufi itu ulama salaf yang mana? versi maturidiyah/al asyariyah atau salaf versi wahabi? kalau semua salaf, tapi pemikiran kedua aliran itu beda jauh, padahal sama2 ulama salaf. yang kedua, apakah halal darah orang yang telah mengakui islam sebagai agamanya sudah bersyahadat namun masih melakukan kesalahan yang menurut versi wahabi salah, seperti ziarah kubur misal. padahal kalau saya liat itu hanya masalah khilafiah ijtihadiah, beda pemahaman ijtihad masing2 ulama. mari kita ingat pendapat syaih khabanji bahwa Allah dan Rosulnya tidak mewajibkan kita mengikuti pendapat suatu madzhab, lugas to? jadi kenapa harus pusing? bagi wahabisme boleh tidak ikut pandangan madzhab, sesuai pendapat syaih khabanji tadi. demikian pula bagi pengikut madzhab lain tidak pula wajib ikut madzhab wahabi, gitu aja kok repot. kenapa harus saling serang dan caci? urusan hidup udah banyak ga usah ditambahi pemaksaan pendangan kepada saudara yang lain. urus aja kehidupan kalian dengan cara dakwah masing2. kita udah bosen dengan kekerasan.

#52. Dikirim oleh alamul  pada  23/03   12:46 PM

Abdul wahab itu figur tokoh puritan yang tidak bisa menghargai akal sehat, pemuja tradisi baduwi. Jargon kembali kepada al-qur’an dan hadis hanya sebagai alat untuk menutupi niat buruknya, maka dia mempopulerkan idiom “Bid’ah” agar kelihatan orisinalitas ajarannya. Bagaimana mungkin menganjurkan berijtihad dengan kembali kepada al-qur’an dan hadis dengan melarang menggunakan akal? suatu yang absurd kan? Terbukti Dia hanya bisa mencetak kader yang super taqlid.Dia adalah pemecah belah ummat Islam.

#53. Dikirim oleh abdurrahman chudlori  pada  09/07   10:08 PM

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan munculnya ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, banyak kepentingan ahli bid’ah yang terganggu. Bukan aqidahnya tetapi masalah materinya. Saya sertakan tulisan dari Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi sbb:
Benar, kami tidak mengingkari bahwa Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, saudara Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab termasuk orang yang menentang dakwah beliau. Namun, ada dua poin yang perlu diperhatikan bersama untuk menanggapi hal ini:
Pertama: Antara Nasab dan Dakwah yang Benar
Kita harus ingat bahwa adanya beberapa kerabat atau keluarga yang menentang dakwah tauhid bukanlah suatu alasan batilnya dakwah yang haq. Tidakkah kita ingat bahwa para nabi, para sahabat, para ahli tauhid, dan sebagainya, ada saja sebagian dari keluarga mereka baik bapak, anak, saudara, atau lainnya yang memusuhi dakwah mereka?! Kisah Nabi Nuh dengan anak dan istrinya, Nabi Ibrahim dan ayahnya, Nabi Muhammad dan pamannya merupakan kisah yang populer di kalangan masyarakat. Apakah semua itu menghalangi kebenaran dakwah tauhid, wahai hamba Alloh?! Sungguh benar sabda Nabi :
“Barang siapa amalnya lambat, maka nasabnya tidak bisa mempercepatnya.”[11]
Kedua: Kembalinya Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab
Mayoritas ulama[12] mengatakan bahwa Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah bertaubat dan menerima dakwah tauhid, sebagaimana disebutkan Ibnu Ghonnam[13], Ibnu Bisyr[14], Syaikh Dr. Muhammad bin Sa’ad as-Syuwa’ir[15], dan sebagainya.
Apakah hal ini diketahui oleh musuh-musuh dakwah?! Ataukah kebencian telah mengunci hati mereka?! Alangkah bagusnya apa yang dikatakan oleh Syaikh Mas’ud an-Nadwi, “Termasuk orang yang menentang dakwah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah saudaranya sendiri, Sulaiman bin Abdul Wahhab (wafat 1208 H) yang menjadi qadhi di Huraimila’ sebagai pengganti ayahnya. Dia menulis beberapa tulisan berisi bantahan kepada saudaranya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang dipenuhi dengan kebohongan. Dan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ghonnam bahwa dia menyelisihi saudaranya hanya karena dengki dan cemburu saja. Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah menulis bantahan terhadap tulisan-tulisannya, tetapi pada akhirnya Alloh memberinya hidayah, (sehingga dia) bertaubat dan menemui saudaranya di Dar’iyyah pada tahun 1190 H yang disambut baik dan dimuliakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Ada buku Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang tercetak dengan judul ash-Showa’iq IIahiyyah fi ar-,Roddi ‘ala Wahhabiyyah. Musuh-musuh tauhid sangat gembira dengan buku ini, namun mereka sangat malu untuk menyebut taubatnya Sulaiman.”[16]

#54. Dikirim oleh Abdullah  pada  26/08   11:23 AM

Saya lanjutkan cuplikan jawaban dari -Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi
Sebenarnya apa yang dilontarkan oleh saudara John di atas bukanlah suatu hal yang baru, melainkan hanyalah daur ulang dari para pendahulunya yang mempromosikan kebohongan ini, dari orang-orang yang hatinya disesatkan Alloh. Semuanya berkoar bahwa maksud “Nejed” dalam hadits-hadits di atas adalah Hijaz dan maksud fitnah yang terjadi adalah dakwahnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab!!!
Kebohongan ini sangat jelas sekali bagi orang yang dikaruniai hidayah ilmu dan diselamatkan dari hawa nafsu, ditinjau dari beberapa segi:
1. Hadits itu saling menafsirkan
Bagi orang yang mau meneliti jalur-jalur hadits ini dan membandingkan lafazh-lafazhnya, niscaya tidak samar lagi bagi dia penafsiran yang benar tentang makna Nejed dalam hadits ini. Dalam lafazh yang dikeluarkan al-Imam ath-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir: 12/384 no. 13422 dari jalur Ismail bin Mas’ud dengan sanad hasan: Menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Abdillah bin Aun dari ayahnya dari Nafi’ dari lbnu Umar dengan lafazh:
“Ya Alloh berkahilah kami dalam Syam kami, ya Alloh berkahilah kami dalam Yaman kami.” Beliau mengulanginya beberapa kali, pada ketiga atau keempat kalinya, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah! Dalam Irak kami?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya di sana terdapat kegoncangan dan fitnah dan di sana pula muncul tanduk setan.”
Syaikh Hakim Muhammad Asyrof menulis buku khusus mengenai hadits ini berjudul Akmal al-Bayan fi Syarhi Hadits Najd Qornu Syaithon. Dalam kitab ini beliau mengumpulkan riwayat-riwayat hadits ini dan menyebutkan ucapan para ulama ahli hadits, ahli Bahasa, dan ahli geografi, yang pada akhirnya beliau membuat kesimpulan bahwa maksud Nejed dalam hadits ini adalah Irak. Berikut kami nukilkan sebagian ucapannya, “Maksud dari hadits-hadits di muka bahwa negeri-negeri yang terletak di timur kota Madinah Munawwaroh[34] , adalah sumber fitnah dan kerusakan, markas kekufuran dan penyelewengan, pusat kebid’ahan dan kesesatan. Lihatlah di peta Arab dengan cermat, niscaya akan jelas bagi Anda bahwa negara yang terletak di timur Madinah adalah Irak saja, tepatnya kota Kufah, Bashrah, dan Baghdad.”[35]
Dalam tempat lainnya beliau mengatakan, “Ucapan para pensyarah hadits, ahli Bahasa, dan pakar geografi dapat dikatakan satu kata bahwa Nejed bukanlah nama suatu kota tertentu, namun setiap tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya maka ia disebut Nejed.”[36]
2. Sejarah dan fakta
Sejarah dan fakta lapangan membuktikan kebenaran hadits Nabi di atas bahwa Irak adalah sumber fitnah[37] baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, seperti keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, Perang jamaI, Penang Shiffin, fitnah Karbala, tragedi Tatar. Demikian pula munculnya kelompok-kelompok sesat seperti Khowarij yang muncul di kota Haruro’ (kota dekat Kufah), Rofidhoh (hingga sekarang masih kuat), Mu’tazilah, jahmiyyah, dan Qodariyyah, awal munculnya mereka adalah di Irak sebagaimana dalam hadits pertama Shohih Muslim.
3. Antara kota dan penghuninya
Anggaplah seandainya “Nejed” yang dimaksud oleh hadits di atas adalah Nejed Hijaz, tetap saja tidak mendukung keinginan mereka, sebab hadits tersebut hanya mengabarkan terjadinya fitnah di suatu tempat, tidak memvonis perorangan seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Terjadinya fitnah di suatu tempat tidaklah mengharuskan tercelanya setiap orang yang bertempat tinggal di tempat tersebut.
Yang mengatakan bahwa Islam di Indonesia dibawa oleh orang Yaman tidak dipungkiri tetapi jangan juga di napikan bahwa ajaran mentauhidkan Allah SWT juga dibawa/diteruskan ajarannya oleh Tuanku Imam Bonjol (yang menentang penjajahan) dan K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah). Rasulullah SAW tidak ada bedanya antara orang arab (para habaib) dengan orang A’jaam (diluar orang Arab) kecuali dengan taqwanya.
Mudah mudahan tulisan ini dimuat oleh JIL untuk pencerahan

#55. Dikirim oleh Abdullah  pada  26/08   11:28 AM

Kalo aq sih simpel aja,mendoakan orang mati bukan ibadah tapi amal soleh.
  Mendoakan koq bid’ah,senyum aja bisa ibadah.
Maulud nabi bagus tujuanya biar umat lebih kenal Rosulnya dari pada lebih kenal Madona,Mezi,Cristian Ronaldo dll.
  Tawasulan juga penting,ingat 3 pemuda yang terkurung di dalam gua mereka bisa keluar karena tawasul.
Sombong banget orang yang bilang kenapa gak langsung ke Alloh aja,wahyu yang lebih agung aja melalui malaikat Jibril koq,kenapa gak langsung aja ke Nabi.
  Dakwah dengan mengklaim dirinya paling benar dan merendahkan yang lainya itu jauh dari sifat Nabi Muhammad yang rahmatanlil alamin.
  Memang para sufi itu banyak berzikir Istifar,kalimah toyibah dll,apa orang banyak istifar bid’ah.Pada pernah denger gak sih ahklaq Rosululoh itu seperti apa.
Lebih mulia mana orang yang sering istifar di banding suka menghujad yang selain golonganya bid’ah,musrik,kafir dll.
  Semua kembali ke niat coy,,gini aja loe ya loe,,gue ya gue.ngapain loe repot sama amal ibadah orang lain kaya loe dah yang paling bener.

#56. Dikirim oleh gue ya gue  pada  09/10   09:19 AM

muhammad bin abdul wahab bukan imam mujtahid,ajaranya bathil, dakwahnya takfir & bidah
kepda umat muslim.jika tak ingin tersesat pelajari sejarah dan sepak terjangnya.

#57. Dikirim oleh tuhtam  pada  20/10   11:10 PM

Buat mas tuhtam…..Bagi saya tak kira siapa orangnya, hanya melihat kebenaran ucapannya, apa ia sesuai dengan Kitabullah dan As-Sunnah. Karena keduanya itu takpernah kering walau dicedok sebanyak apapun liternya, bahkan semakin keduanya di dicedok semakin kelihatan mutiaranya. Jadi janganlah menghukum orang sebelum mengiji kebeenarannya. Jadilah hakim yang adil dengan melihat fakta…bukan mendengar dusta.

#58. Dikirim oleh joko  pada  03/02   04:36 PM
Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?