Kolom,
19/12/2011

Musim Semi di Arab, Musim Dingin di Israel

Oleh Ulil Abshar Abdalla

“Saat ini, sikap skeptis-konservatif dalam melihat fenomena demokratisasi di Timteng tampaknya sudah ditinggalkan oleh banyak pemerintahan di Barat. Dalam pandangan mereka, demokratisasi di Timteng untuk sesaat memang akan memfasilitasi serta menguntungkan partai-partai Islamis. Tetapi, arena demokrasi yang bebas, pada gilirannya, akan memaksa partai-partai itu bersikap pragmatis dan realistis, seperti ditunjukkan oleh, misalnya, partai AKP di Turki. Mengutip pendapat Dubes Palestina di Jakarta, Fariz N. Mehdawi, dalam sebuah percakapan pribadi, pengalaman berkuasa dan menyelesaikan masalah-masalah kongkrit justru akan memaksa partai-partai Islamis meninggalkan retorika mereka yang radikal dan ekstrem.”

19/12/2011 08:24 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (6)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kekuatan Politik Islam Fundemantalis di Indonesia juga mengalami perubahan drastis menuju partai terbuka dan realistis. Turki juga walaupun menang sekalipun.
Jadi tidak perlu khawatir…...

Tetapi yang tidak disinggung di sini, salah satu unsur perubahan politik TimTeng juga adanya kepentingan ekonomi Blok Eropa di kawasan itu, yang bisa jadi diantaranya bersinggungan dengan kepentingan Amerika dan Israel. Menggulingkan penguasa rezim TimTeng bisa menguntungkan beberapa negara2 Eropa, tetapi bisa menyulitkan Israel. Nampaknya Barat sendiri juga tidak sepenuhnya padu memandang perubahan poltik di TimTeng.

#1. Dikirim oleh Saptadi  pada  19/12   10:56 AM

saya skeptis dgn pandangan mas ulil bahwa pandangan kedua akan ditinggalkan. pada hakikatnya umat yg mengingkari kenabian musa as itu akan menjadikan dirinya adalah tuhannya. oleh karena itu, dgn segala macam ikhtiar mereka akan mempertahankan keimanan mereka. semoga kita semua dapat mengiqra sejarah kemanusiaan kita secara adil dan haq. salam sejahtera bagi kita semua. semoga TUHAN-nya MUSA memberkati.

#2. Dikirim oleh abu fadhl  pada  19/12   11:27 AM

bang coba ini dikirim ke eramuslim atau arrahmah atau hidayatullah.. masa seumur hidup anda mau disumpahi terus oleh saudara se kolom agama di ktp

#3. Dikirim oleh loneranger@yahoo.com  pada  23/12   10:48 PM

mau sistem liberal/sekuler pun kalau gagal menyejahterakan rakyat, ya hasilnya akan menjadi seperti di Indonesia ini, akan ada suara2 yang meminta sistem alternatif, dan baru2 ini yang jadi kandidatnya adalah sistem syariah!

#4. Dikirim oleh Frontline Defender  pada  29/12   02:01 PM

Pandangan seolah2 israel yg paling tertinggal dalam kereta sejarah jika mrk tdk berubah bg saya sebuah topeng yg transparan.semua yg terjd di timteng jelas motif dan justifikasi yg atasnamakan “Demokrasi” ...  semua soal uang dan uang dan uang ...

#5. Dikirim oleh Robby Suryaatmaja  pada  04/01   09:03 AM

Yg jelas, unstabilitas suhu politik di Timteng harus-wajib dipelihara untuk kepentingan Barat-Eropa-Israel. Demokrasi liberal hanya sampah dari pengingkaran dogma ketuhanan…Yg lebih berbahaya, adalah kebebasanya itu sendiri yg sedang-bahkan tengah terus ‘digarap’ skenarionya oleh Amerika-Arab Saudi-Israel dibantu Eropa. Termasuk anda salah seorang penggiat dan penggagas’fundamentalis’ Humanisme untuk tumbuh subur di indonesia

#6. Dikirim oleh japrabelo  pada  04/01   04:26 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?