Muslim Ahmadiyah Cisalada
Oleh Saidiman Ahmad
Aksi kekerasan yang dilakukan kepada jemaat Muslim Ahmadiyah tidak pernah dilakukan secara spontan. Ada proses pengumpulan massa dan provokasi. Aparat negara mestinya bisa mencegah kekerasan sejak dini, yakni membubarkan pengumpulan massa yang bertujuan memprovokasi tindak kekerasan. Dalam semua pengumpulan massa untuk membubarkan Muslim Ahmadiyah, selalu terjadi kampanye kebencian dan permusuhan terhadap jemaat tersebut.
Komentar
saya sudah berkali-kali ikut shalat jamaah di masjid ahmadiyah. apa yang saya rasakan? semua sama. dari azan, qamat, bacaan shalat, dzikir sesudah shalat tak ada bedanya dengan muslim kebanyakan. tidak ada tuh, selesai shalat bekas tempat shalat non jemaatnya dipel (dibasuh) karena dianggap najis sebagaimana islam jamaah (ldii). harus kita akui bahwa kaum minoritas terkadang jauh lebih solid ketimbang mayoritas. tak jarang sang mayoritas disesaki rasa iri dan dengki melihat kemajuan yang diperoleh kaum minoritas seperti tempat ibadahnya yang bagus, kedisiplinan dalam berorganisasi, pendidikan yg berkualitas dan komunitasnya yang nampak lebih makmur. sebetulnya rasa iri dan dengki tidak perlu ada jika menyadari bahwa kesolidan yang sama juga dimiliki oleh ikhwan di negara barat. jauhilah pertikaian agama bila tidak ingin orang menjauhi agama.
ketika anda setuju dengan keyakinan ahmadiyah bahwa ghulam ahmad adalah seorang nabi maka anda telah murtad yang berarti harus diluruskan dan ahmadiyah bukan tidak patut menyandang sebagai agama islam begitu pulan pengikutnya bukan muslim.
Assalamu’alaikum wrwb
Sudah seharusnya element2 bangsa yang memperjuangkan HAM dan NKRI untuk maju kedepan untuk membela muslim Ahmadiyah.
Muslim Ahmadiyah kita ketahui bahwa mereka2 itu adalah golongan sangat minoritas.Kalau mereka melakukan peralwanan artinya bumerang kepada mereka sendiri.Yang banyak jatuh korban adalah ahmadiyah.
Sudah waktunya kita sama sama maju kedepan untuk membela,dan saya yakin muslim2 yang silence ini akan membantu kalau ada orang2 yg bisa mengoganisir mereka.Mereka menunggu seorang pemimpin pemebela orang2 yg tetindas..
Saya kira aparat polisi kita kemungkinan besar ada yg berpihak kpd ulama2 garis keras ini. Seperti Menag yang berusaha keras utk membubarkan Ahmadiyah,
Sesungguhnya pemerintah tiadk boleh ikut campur masalah agama sebagaimana di amerika .Pemrintah mestinya melindungi setiap rakyatnya dari penindasan2 atas nama agama atau apa saja.
Sistem demokrasi secular Indonesia berbeda dgn Amerika,haruslah kita perbaiki.
salam
Orang yang menggunakan kekerasan berarti dia bukanlah orang islam sejati….karena islam itu mengajarkan cinta damai kepada semua umat.
untuk bisa di katakan muslim harus ada persyaratannya,diantaranya :
1. mengimani bahwa Muhammad SAW sbg Rasul (bukan mirza ga)
2 Mengimani bahwa Al-Quran kitabullah (bukan tazkiroh).
adapun aksi kekerasan yg menimpa jemaah ahmadiyah,harus di lihat
SPEECHLESS…
Nampaknya kita sebagai bangsa menuju kemunduran karena egoisme pribadi dan merasa paling benar, setelah sepeningalan Gusdur siapa lagia yang akan turun membela para saudara-saudara sesama anak manusia dan anak semua bangsa ini.
Maka para kaum beriman muslim mesti menyadari an mengoreksi diri apakah kita akan lebih senang menuju jaman abad pertengahan, karena akan lebih parah lagi jika hegemoni kebenaran esklusif ini menjadi pandangan dan tujuan kita dalam beragama. padahal dunia muslim mayoritas didunia ketiga, kalau tidak segera sadar akan ketertinggalannya maka kita akan menjadi umat yang terbelakang tidak lagi menjadi rahmatal lilalamin bahkan bisa menjadi laknatan lilalamin, semoga ini tidak.
Rasulullah saw adalah penegak keadilan/ kebenaran yang sejati;
Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah( Taurat,Injil, Al quran ) dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu (yahudi,nasrani, mukmin ). QS 42:15.
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan [kebenaran] karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS 5:(8)
Kalau sekiranya Menag dan MUI tidak bisa menegakan keadilan dan kebenaran kpd semua rakyatnya tampa melihat suku,agama,keyakian agama,sebaiknya Depag dan MUI di bubarkan saja..
Gara2 Menag dan MUI memprovokasi Ahmadiyah,akirnya segolongan Islam bertindak zolim kpd Ahmadiyah…
Pemerintahan Amerika memebrkanperlindungan hukum kpd semua warganya tanpa melihat agama,suku dan gender.
Semua golongan2 agama dan anti agama dapat hidup damai—sejahtera dan harmoni…inilah yg dimaksud rahmatan lil’alamin.
Bisakah Indonesia menjadi pelopor umatIslam sedunia menciptakan masarakat yang anti konflik sesama muslim dan non Muslim.
mereka yang merusak masjid dan membakar quran bukan islam tapim pki yang mengaku islam karena kalau mereka islam tentunyai mereka sadar bahwa yang mereka rusak adalah masjid dan quran yang mereka bakar adalah yang selalu mereka baca , itumah biadab, arus dirajam sampai mati
Permasalahannya hingga sebagian umat islam tidak menyukai kelompok ahmadiyah dikarenakan pendirian ahmadiyah adalah atas pesanan dan bantuan inggris di India. Sebagian umat beranggapan Ini sama saja dengan memecah belah umat Islam. Padahal Allah berfirman : ” Berpegang tegulah kamu pada tali agama Allah, dan jangan bercerai berai “. Menariknya penganut ahmadiyah di Indonesia tidak tau asal usul pendirian ahmadiyah itu sendiri. Atau sudah tau tapi tidak peduli, maka kewajiban umat islam lainnya adalah untuk mengingatkan dan menasehati dalam kebenaran. Dan dalam perjalanannya tentu cendrung bergesekan. Harus ada sikap sabar dan pantang menyerah dalam mengingatkan dan nasehat menasehati, posisikan mereka sebagai korban, Jika hal ini tidak juga berhasil maka serahkan kepada Allah. Segala urusan akan kembali ke pada Allah. Memang ada perasaan dongkol dalam hati ketika melihat umat islam ini di gempur habis habisan baik dari segi ekonomi budaya politik maupun dogma agama. Kita masih bisa bertahan dengan memulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita.
persoalan pelik yang berkepanjangan. akan selesai dengan 2 alternatif dari Saidiman Ahmad?
sayang kata sakti toleran hanya berlaku untuk minoritas yang sering dianggap menyimpang dengan tafsir-tafsir nyelenehnya. seperti Ahmadiyah dan konco-konconya bahkan termasuk juga dari non muslim. untuk mereka-mereka ini pejuang liberal rela turun gunung dan berteriak membahana mengisi seluruh media yang ada.
tapi semua mafhum, upaya yang sama tidak akan pernah dilakukan pejuang liberal membela orang-orang yang terdzalimi karena memperjuangkan doktrin-doktrin yang nyata ada pada kitab suci.
nyata sekali, istilah sakti toleran hanya dipaksakan bagi mainstream mayoritas untuk melindungi minoritas. sehingga munculah minoritas yang tiranik.
kedamaian itu tidak akan pernah lahir dan tumbuh dengan sehat, saat pejuang kedamaian itu sendiri tidak menjadi wasit yang adil tapi malah menjadi bagian utama dari tirani minoritas!!!
Melihat bagaimana Ahmadiyah diperlakukan oleh sebagian umat Islam lainnya memang membingungkan.Dalam agama Islam siapa sebenarnya yang mempunyai otoritas untuk menyatakan Islam ini benar atau Islam itu tidak benar ? Kalau ada yang mengaku memiliki otoritas - siapa yang memberikan otoritas itu ?
Ahmadiyyah kan bukan Muslim, solusinya memang agak susah sih. Jalan terakhirnya adalah Ahmadiyyah sebagai Ahmadiyyah dan bukan agama Islam seperti Budha dan Kristen.
Semoga Allaah mengampuni aku kalau pendapatku ini salah.
Apa yang terjadi terhadap Ahmadiyah sekarang sebenarnya juga terjadi terhadap masa awal Islam. Masyarakat saat itu juga menganggap Islam sebagai agama yang sesat. Umat islam di aniaya, diusir, dibakar, dianggap kafir dan dibunuh. Nabi Muhammad dianggap pembohong, nabi palsu dan sesat. Ajaran Islam dianggap sesat dan tidak sesuai dengan kepercayaan masyarakat saat itu. Islam juga tidak disukai karena dianggap menggunakan simbol2 agama yang sudah ada sebelumnya.
Sekarang yang terjadi kebanyakan umat Islam justru melakukan hal yang sama terhadap Ahmadiyah. Ironis sekali.
Agama yang sejatinya suci sekarang bagaikan lingkaran setan yang tak terputus. Korban penganiaayan sekarang justru menganiaya, dulu tak terima karena dianggap sesat sekarang justru menganggap umat lain sesat.
Semoga muncul generasi yang bisa memutuskan lingkaran setan yang tak terputus ini. Saya pribadi berharap pada JIL mampu menyebarluaskan pemahaman pluralisme. Semoga JIL bisa.
umat yang cerdas melihat sesatu masalah bukan emosi yang dikedepnkan..tapi maslahat itu yang penting.menurutku islam adalah agama yang besar dengan kemajemukannya.dan islam tidak akan takut di tinggalkan umatnya…ahmadiyah adalah golongan yang mempunyai tuhan sepatutnya kita sebagai agama yang besar melindungi bukan memusuhi…karena dengan memusuhinya ahmadiyah akan semakin jauh dari islam yang hakiki.kebenaran yang tau allah bukan orang maupun golongan.,dan islam sangat menjujung tinggi nilai keadilan.dan sangat melarang tinakan yang menindas kaum yang lemah.biarkan mereka berjalan dengan keyakinan mereka…karena hidayah hak priogratif sang Khaliq.dan kita tidak akan bisa memaksakannya.
yang satu ngaku islam tapi nabinya gulam ahmad, yang lain islam dan nabinya muhammad s.a.w. ya jelas beda
Dalam kasus ahmadiyah secara keseluruhan, memang harus dilihat secara lebih jernih. Pertama, siapa sebenarnya yang mempunyai otoritas untuk mengatakan ahmadiyah itu salah atau benar. Kalau memang departemen agama atau MUI merasa punya otoritas untuk itu, pertanyaannya adalah darimana otoritas itu diperoleh?
Saya pernah bertemu dengan seorang penganut ahmadiyah. Dari dialog dengan dia, saya merasa tidak ada yang salah dengan tujuan dia beragama, karena mereka selalu diajarkan bagaimana menghormati orang lain dan sebagainya. Tidak ada ajaran dalam diri mereka untukm menilai bahwa orang yang tidak seperti mereka adalah salah. Mereka tetap menghormati apa yang diyakini oleh orang lain, terlepas itu benar atau tidak.
Yang kedua, kalau tujuan mereka adalah baik, apakah kita masih punya hak untuk mempermasalahkan proses mereka menuju ke arah kebaikan itu. Kalau arus besar ajaran islam merasa bahwa ada aqidah yang mereka langgar, tidak seharusnya dilakukan kekerasa kepada mereka. Harus dilakukan dialog secara teus menerus dan jangan pernah merasa untuk berhenti sebelumnya berhasil meyakinkan mereka. Bahkan masjid mereka dibakar segala karena dianggap mereka bersalah.
Kalau kita membandingkan dengan protes keras umat islam tehadap apa yang akan dilakukan oleh seorang pendeta di AS yang akan membakar Al-Quran, bagaimana dengan pembakaran masjid di Cisalada apakah itu tidak sama biadabnya dengan yang di AS?
Islam adalah agama yang telah diturunkan Allah kepada nabi besar Muhammad SAW yang menjadi nabi penutup dan islam menjadi agama penyempurna dari agama lain,hal ini merupakan sesuatu yg qath’i dalam agama islam sehingga jika terdapat sesuatu hal yang lain dari ajaran tersebut tentulah bertentangan dengan ajaran agama islam.Al-Qur’an menjelaskan hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS 4:59),ayat inilah yang menjelaskan siapa yang mempunyai hak otoritatif dalam menilai suatu hal dan menurut hadits riwayat thabrani ulil amri sendiri di artikan sebagai ulama dan pemimpin
Pembahasan ahmadiyah dari luar islam sah-sah saja dengan menggunakan kacamata NKRi dan hak warga negara. penganut ahmadiyah tetap WNI yang punya hak yang sama dengan warga lain. Sama dengan WNI eks PKI. Tapi sebaiknya jangan terlalu jauh membahas persoalan yang anda tidak punya ilmunya, menurut anda tidak ada yang salah tetapi menurut ulama sedunia ahmadiyah sesat.
Harus pakai kacamata islam, di luar islam jangan memperkeruh.
Kekerasan adalah ekses dari provokasi satu pihak dan lambatnya aparat bertindak. Kita semua menyesali hal itu
Pemerintah punya otoritas menjaga keutuhan NKRI dari perpecahan sesuai amanat konstitusi dan pendiri bangsa ini. Dan pemerintah tahu konsekuensinya (Impeachment) bila membubarkan ahmadiyah adalah melawan konstitusi.
Kita tunggu saja prosesnya, silakan pihak yang punya kepentingan masing-masing berproses
Sebaiknya dari kedua kubu membaca dan memahami lagi Al Quran dan Hadist. Dibaca bukan sebagai kiasan, tetapi arti yang sebanar-benarnya. Semua permasalahan bersumber dari sana. Dengan menginginkan Islam menjadi Liberal, sama saja mengubah isi Al Quran dan ajaran Nabi Besar Muhammad SAW.
Komentar Masuk (41)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)