Editorial,
25/10/2006

Nabi Perempuan

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Namun, setelah saya cek ke sejumlah kitab, ternyata status kenabian tak hanya dimonopoli kaum laki-laki. Ada juga nabi dari kalangan perempuan. Misalnya Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (Juz II, hlm. 59) mengutip satu pendapat yang menyatakan bahwa tak tertutup pintu bagi hadirnya nabi perempuan.

25/10/2006 05:34 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (40)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Dalam memutuskan sesuatu gunakan pendapat yg kuat (misal dalam konteks hadis, gunakan yg mutawatir daripada yg daif, kan gitu toh pak cara mikirnya).

Nah kalau beliau-2 (Al-Qurthubi, Ibnu Qasim al-Ghuzzi versi anda ini) membuat suatu hipotesis, ya sah-sah aja toh. Namun kalau membuat ijtihad untuk kemashalatan dia harus ikut aturan main sehingga tidak tersesat dalam kesimpulan yg keliru. Saya kira anda bahkan lebih mengerti dari saya tentang proses mengambil ijtihad.

Kembali ke topik, bisa saja dalam konteks pemikiran ada asumsi bahwa nabi bisa juga seorang wanita. Namun ini juga masih perlu investigasi secara mendalam, menyeluruh (bukan dipotong-potong). Kalau menurut pemikiran saya seorang nabi adalah dalam kedudukan yang pasif dalam ajaran Islam, artinya tidak melakukan aktivitas misal menyampaikan/membawa ajaran baru secara massal, hal ini berbeda dengan rasul yang melakukan penyampaian ajaran baru secara masif. Jadi yang perlu diluruskan, jika ada aktivitas sosial seorang wanita berdakwah dalam kapasitas pengajar dan tidak menyampaikan ajaran baru hal ini tidaklah bertentangan dengan doktrin, akan tetapi jika mengaku sebagai nabi atau menjadi imam shalat dari kaum laki-laki, nah yang ini tentu membutuhkan penjelasan yang adil dan yang benar (tidak sepotong-potong menurut selera penulis tapi menurut kitabullah).

#1. Dikirim oleh ian  pada  25/10   06:11 PM

mungkin menjadi suat yang sangat janggal sekali ketika kita tahu bahwa ada juga nabi yang dari kaum “perempuan”. selama ini -jujur saja- kita (umat islam) udagh terdoktrin dari lahir bahwa nabi itu ya…cuma dari laki-laki, ga ada yang dari cewek….dan pemahaman itu sampai sekarang masi saya pegang….tapi suatu pewacanaan yang bagus sekali jika ternyata ada nabi dari perempuan(tapi saya kira harus dilakukan sebuah riset yang lebih mendalam lagi, biar wacana itu tidak hanya menjadi sebuah pendapat yang tanpa dasar)...brati itu adalah sebuah isyaroh…bahwa tuhan itu memang maha adil, maha seadil-adilnya…..iya tho?! setuju?!

#2. Dikirim oleh danoenK  pada  27/10   03:11 AM

Setuju, Bung. Bahkan, nabi itu bukan hanya manusia. Binatang juga bisa jadi nabi. Simak saja ayat AL-Quran beriukt ini. “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.(An-Nahl:68)

#3. Dikirim oleh hermanto  pada  27/10   11:11 AM

Kok Tuhan perlu nabi sih? Repot amat, mau nyampein wahyu saja pakai perantara. Apa susahnya kalau langsung saja sampaikan apa yang diinginkan ke semua umat manusia.

#4. Dikirim oleh Syafrinal  pada  27/10   04:11 PM

Coba anda perhatikan lagi tentang Islam secara benar. Mungkin saat ini anda merasa benar, tetapi apakah anda memang benar-benar telah benar

#5. Dikirim oleh pak Lan  pada  27/10   09:10 PM

hai saudaraku,sadar tidak apa yang kalian perbuat? kalian telah ......ya alla ampunilah aku dan saudara2ku.

#6. Dikirim oleh perihatin umat muhammad SAW  pada  27/10   10:11 PM

ga ada nabi perempuan,masa nabi perempuan,anda hanya salah menafsirkan ayat al quran saja,yang berhubungan dengan ummi musa,di jelaskan dalam surat yaasiin’wa jaa a min aqsol madiinati rojulun yas’aa’dalam tafsir tersebut di jelas kan bahwa tlah mengutus allah ke dunia ini seorang laki-laki untuk menyempurnakan aqidah manusia,maka jelas,tidak ada nabi perempuan…!!!

#7. Dikirim oleh afe fahrudin  pada  06/11   03:11 PM

ga ada nabi perempuan,masa nabi perempuan,anda hanya salah menafsirkan ayat al quran saja,yang berhubungan dengan ummi musa,

#8. Dikirim oleh afe fahrudin  pada  06/11   03:12 PM

memang ibnu katsir telah mengatakan seperti itu, bahwa maryam adalah nabi dst. akan tetapi dalam hal itu, banyak ulama yang menyayangkan pernyataan ibnu katsir tersebut. sedangkan untuk ayat yang menerangkan bahwa Allah mewahyukan kepada ibunda musa, perlu dikoreksi lagi dalam ayat tersebut akan makna dari kalimat wahyu tersbut.

#9. Dikirim oleh Sami Alfazari  pada  06/11   09:11 PM

As. Wr. Wb,

Menunjuk keartikel mengenai tidak tertutupnya kemungkinan perempuan bisa menjadi nabi, sebelumnya Saya informasikan dahulu karena banyaknya perbedaan pendapat mengenai agama Islam yang membuat Saya jadi bingung, maka Saya mulai membaca Al-Qur’an dengan terjemahannya agar bisa mengetahui lebih jauh mengenai agama Islam dan juga tidak lupa memohon bimbingan-Nya dalam memahami Al-Qur’an.  Saya telah 6 kali mengulang membacanya. Kembali mengenai artikel tersebut diatas, secara kebetulan Saya pernah membaca ayat Al-Qur’an, tapi sayangnya Saya tidak ingat nama suratnya dan ayat berapa yang terjemahannya sebagai berikut : Ayat itu menginformasikan, ketika orang musyrik mengatakan kenapa tidak Malaikat saja yg dijadikan Rosul, kenapa yang dijadikan Rosul seorang manusia, Allah SWT mengatakan, Andaikata Malaikat Aku jadikan Rosul tetap saja mereka akan menjadi musyrik dan andaikatapun Malaikat akan Aku jadikan Rosul maka terlebih dahulu Malaikat itupun akan Aku jadi laki laki dahulu. Sesuai dengan ayat ini, menurut pendapat pribadi Saya, Rosul memang harus laki-laki. Demikianlah informasi dari Saya semoga bermanfaat bagi kita semua dan apabila Saya sedang mengulang membaca Al-Qur’an, Insya Allah Saya akan informasikan surat dan ayat berapanya.

Wa Billahi taufiq wal hidayah, Ws. Wr. Wb.

Tubagus Daniel Mahdi..

#10. Dikirim oleh tubagus daniel mahdi  pada  08/11   03:12 PM

Coba penulis cari sumber lainnya yang menunjukkan bahwa nabi itu ada yang perempuan.

#11. Dikirim oleh Oktara  pada  08/11   06:12 PM

sebentar lagi bakal ada yang nulis Nabi dari Kalangan Waria…..,kan ada Nabi yang di utus pada masa dimana Laki-laki suka sama laki-laki. Menurut hemat, saya mari ajak semua orang untuk ke Dienul Haq (ISLAM). Karena wacana-wacana semacam ini cuma bikin umat bingung deh, dan manfaatnya gak ada kayaknya, apa sih sasaran akhir dari tulisan ini?, kalau Emansipasi sih udah basi kayaknya….,persamaan gender…apa lagi, Islam sudah jauh-jauh hari bicara gituan…..ok

#12. Dikirim oleh abu safiq  pada  08/11   08:12 PM

buat mas muqsith… percuma sampean jadi orang liberal kalo bisanya cmn nulis seperti itu… entah ibnu katsir ato siapapun yg ngomong, tapi kalo omongannya kurang bisa diterima ya tetep harus dipertimbangkan dulu. setau saya, kita ga bisa memberi makna terhadap al-Quran sesuai dengan makna asli kata yg mo kita maknai tersebut. memang bener ada ayat “wa auhayna ila umi musa…...” tapi apakah “auhayna ila umi musa” disitu dimaknai telah diwahyukan kepada ibunya musa????apa ga ada makna laen yg lebih pas?terus untuk ayat “wa auhayna ila nahl…” apakah artinya tetep di wahyukan kepada lebah???kalo emang gt lebah juga nabi donk?????n setau saya kalimah “wahyu/auhayna” tu bisa juga di artikan “ilham” dll. so, buat mas muqsith, yg lebih teliti lagi didalam memahami teks ya…. coz, kalo kita sembrono didalam memaknai teks akibatnya fatal juga lho mas…

#13. Dikirim oleh ukie  pada  09/11   11:11 AM

Jika definisi nabi adalah setiap manusia yang mendapat wahyu dari Allah SWT maka saya sangat setuju sekali kalau ada nabi perempuan

#14. Dikirim oleh mohamad idris  pada  10/11   03:11 PM

kaget jg baca artikel ini..masa sih nabi perempuan?sedangkan nabi itu adalah orang istimewa yg sangat dipercaya Allah untuk memimpin setiap umatnya di jln Allah, bahkan imam masjidpun seorg laki laki dan tdk boleh perempuan..banyak bertanya lg deh sblm menulis..

#15. Dikirim oleh Ratna  pada  11/11   12:11 AM

dah dua kali aq ngirim tanggapan ke JIL. yg pertama di artikelnya ulil, trus yg kedua ke artikel muqsith diatas, tapi kedua2nya ga dimuat. kalo takut dengan tanggapan orang laen ngapain bikin rubrik tanggapan sgala? yang sportif donk…..

#16. Dikirim oleh ukie  pada  12/11   01:12 PM

Anda sebaiknya lebih banyak membaca dan belajar lagi mengenai Al Quran dan hadis, sehingga apa-apa yang anda tulis dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan polemik dalam umat Islam. Terus terang dari dulu saya curiga dengan JIL karena telah banyak pernyataan-pernyataan kalian yang membuat umat gelisah, apa sih tujuan kalian sebenarnya ????

#17. Dikirim oleh Much  pada  12/11   02:12 PM

assalamu’alaykum.  bukankah rasul itu dari golongan laki-laki??

#18. Dikirim oleh putri  pada  12/11   04:12 PM

Nabi memiliki arti wakil, sebagaimana kata naib dalam urusan pernikahan. ia sebagai wakil. demikian dengan nabiulloh yang memiliki arti wakil Allah (Tuhan). bagi saya wakil Allah tidak hanya dibatasi dengan gender. siapapun dia yang memiliki karakter pribadi keAllahan (sifat-sifat Tuhan), maka bagi saya ia layak sebagai nabi (wakil) Allah. hanya saja untuk menetapkan hal tersebut sangat perlu diperhatikan bahwa, nabiulloh itu disepakati oleh ummat. atau ummat-lah yang mendeklarasikan bahwa seseorang itu sebagai nabiulloh. pertanyaan akhir saya, percayakah ummat dengan kita (sebagai nabiulloh) terlepas dari gender??

#19. Dikirim oleh Sunarno  pada  12/11   05:12 PM

Wah loe kurang kerjaan banget!!! Islam tuch yang jadi pemimpin cowok bukan cewek Getooh!!. So masa ada nabi cewek !!!!! Kalo gitu harus ada cewek yang jadi iman di masjid normal no LIBERAL. So liberal tuch hapus aja dech yang gak mungkin mah!!!!!

#20. Dikirim oleh Gw Pengikut Nabi Muhammad SAW  pada  12/11   08:11 PM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?