Suara Mahasiswa,
05/01/2012

Natal dan Islam yang Penuh Kasih

Oleh Arman Dhani*

“Adaptasi adalah kunci keberlangsungan sebuah ajaran. Islam, saya kira juga demikian. Bukankah Islam hanya ada satu di masa Rasulullah Muhammad? Namun kini ada ratusan sekte dan aliran yang mengklaim kebenaran tunggal. Belum lagi perdebatan Fiqh dan Tauhid i antara Sunni dan Syiah. Gereja Katolik juga demikian sampai di mana mereka terpaksa harus berpisah dengan saudara-saudara Protestan. Tafsir adalah “efek-apa-boleh-buat” dari sebuah agama.”

05/01/2012 16:09 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (23)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

ketidak adilan berfikir,,

#1. Dikirim oleh paijo  pada  07/01   06:05 AM

Assalamu’alaikum wrwb

Siapa yang disebut Muslim atau Islam itu menurut ALLAH? Bukan menurut ulama2 Islam fundamentalis Saudi. Yaitu;

Orang2 yahudi,Nasrani dan mukmin adalah semua orang bergama Islam atau orang2 muslim.

Ayat2 ini dijelaskan oleh ALLAH kepada Rasulullah saw,agar Rasul jangan berpikir bahwa orang2 yahudi,nasrani itu bukanlah orang2 islam atau muslim, tapi ALLAH menegaskan bahwa mereka juga orang2 Muslim atau islam.

Dia [Allah] telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu [1] dan [begitu pula] dalam [Al Qur’an] ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. QS 22:(78) .

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. QS.2:132

Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua(Yahudi, Nasrani dan mukmin); agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.QS 21:92.QS.23:52.

Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.QS.5:69

Dan bagi tiap-tiap umat ( Yahudi, Nasrani, dan mukmin) ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. .(QS.2:148)

KESIMPULAN.

Orang2 yahudi,Nasrani dan Mukmin itu adalah orang2 yang BERIMAN;

1 kepada ALLAH yang menciptakan alam semesta ini

2 kepada hari kemudian.

3 dan beramal saleh.

Mereka akan disambut oleh ALLAH di syurga nantinya.

Wassalam

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/about-me.html

#2. Dikirim oleh alatif  pada  07/01   10:53 PM

anda orang yang paling rasional saking rasionalnya sy simpulkan anda orang yg malas berpikir dan tdk mau belajar .padahal menurut sy anda orang yg punya IQ tinggi.thx

#3. Dikirim oleh alexrao1980  pada  07/01   11:17 PM

Terima kasih saudara Arman dengan tulisannya yang menarik untuk   menjadi satu pemikiran yang mempekuat keimanan saya sebagai muslim yang termasuk minoritas dimana saya tinggal. Tentunya memahami dan mempraktekan sikap toleransi yang tinggi terhadap agama-agama lain adalah salah satu usaha yang harus kita perjuangkan terus untuk generasi muda muslim dimana kita berada dlam upaya menciptakan   kedamaian antar umat tanpa harus menjelek-jelekkan kepercayaan dan tradisi mereka. Thanks bro!

#4. Dikirim oleh Dini Sukmawijaya  pada  08/01   08:41 AM

Sekedar Gagasan
Jika kita mau mengkaji ulang dengan bijaksana …
Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah harapan dan cita-cita luhur dari pendiri bangsa Indonesia sebagai tujuan akhir dari perjalanan bangsa inonesia, yang sebenarnya itu juga adalah harapan dan cita-cita dari seluruh Negara didunia. Jadi itu bukanlah jalan itu sendiri atau “ cara “ sehingga banyak orang yang hanya mensaktikan atau mengkultus-kultuskannya
Kalaulah sebelumnya oleh tokoh-tokoh tertentu , dalam upaya pencapaian tujuan pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dibebankan diatas pundak TNI dan POLRI yang selama ini berupaya untuk mewujudkannya dengan bersimbah darah mereka dan rakyat, jelas terbukti itu tidak efektif dan beradab, bahkan terlalu banyak menimbulkan korban,  walaupun ada hasilnya meski dalam ketertekanan, namun demikian itu juga perlu   dalam situasi dan kondisi tertentu, meski bukan prioritas,  demikian juga yang diupayakan oleh para pemikir dan penyair selama ini ternyata hanyalah sebuah wacana dan hiburan belaka. Namun cita-cita dan harapan bangsa yang ingin dicapai secara adil dan beradab, belumlah sepenuhnya terwujud secara nyata dan berkesinambungan.
    Sebenarnya masih ada jalan atau cara lain yang dapat ditempuh yaitu dengan memfasilitasi dan mendorong Agama-Agama yang ada agar memotifasi para tokoh-tokoh Agama tersebut dan pengikutnya untuk sadar dan kembali konsentrasi dan focus pada tujuan mereka beragama sesuai yang disampaikan dan diajarkan oleh para pencetus Agama yang mereka anut sebagai konsekwensi logis dari tujuan mereka beragama dan setiap dana atau fasilitas yang diberikan pada mereka harus dipertanggung jawabkan secara riil, dan mengawasi dengan ketat dana yang disuguhkan “ dihidangkan” kepada atau melalui mereka ! sampai tingkat yang paling rendah melebihi instansi-instansi atau lembaga-lembaga lain, bahkan sampai ketempat ibadah yang terkecil sekalipun karena mereka adalah sebagai rujukan dan contoh riil dari aplikasi keberagamaan yang berbasis vertical dan horizontal “ sosial “. karena sampai saat ini terbukti tidak setiap orang yang mengaku menganut Agama tertentu mencerminkan tujuan luhur dan suci dari Agama yang mereka ikuti, meskipun terkesan mereka mengikuti ritual-ritual dari Agama yang mereka anut dengan tekun,  tak jarang justru mereka menjadi contoh yang buruk bagi orang lain dalam hal kebajikan sosial dilingkungannya.
Kita semua bisa dan berhak mempertanyakan dan menggugat setiap tokoh-tokoh Agama, meski apapun julukan, gelar dan kedudukan mereka , dengan pertanyaan “ Apakah mereka beragama untuk mencari nafkah , harta dan kedudukan atau sebuah pengabdian ikhlas guna mencari nilai-nilai kebajikan dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari guna untuk kemaslahatan bagi sesama ? atau Apakah upaya yang mereka usahakan selama ini telah banyak menghasilkan orang-orang yang “ Sadar Agama” ?  karena terbukti sebahagian mereka ada yang telah mengambil upah materi , didepan, dari Negara, dll atau uang sedekah orang!
Tentu harusnya berbeda cara pandang dan cara kerja serta motifasi dari orang-orang yang mengabdi pada Agama dan mengabdi pada Negara.  Jelas, Bagi orang-orang yang mengabdi pada Negara jika mereka tidak diberi upah atau imbalan yang sesuai,  jelas tidak semua mereka mau mengabdi dengan rela, bahkan kebanyakan mereka tidak pernah merasa cukup dan mencuri dengan berbagai cara yang elegant,
Tetapi terbukti dengan orang-orang yang mengabdi dan berbakti pada Agama dengan tulus ikhlas, sebahagian mereka nyata dengan rela mengeluarkan pikiran, waktu, tenaga bahkan uang atau nyawa sekalipun demi untuk mengamalkan perintah-perintah dalam Agamanya tanpa mengharapkan imbalan dari sesamanya.

#5. Dikirim oleh Muhammad Dharmawan  pada  09/01   11:38 AM

  Jika abdi Negara mencari upah dari hasil kerjanya,  itu wajar! Dan merekapun diminta pertanggung jawaban atas upah yang mereka terima dan hasil dari kerja mereka tentu akan dievaluasi,  tetapi abdi Agama,  mereka seharusnya mencari nilai-nilai kebajikan serta kerelaan dari yang mereka abdi dan sembah selama ini, dan dipastikan mereka tidak akan miskin dengan berusaha dengan usaha-usaha positif sebagaimana yang dilakukan orang lain.  sebagai tanggungjawab dan rasa syukur mereka atas ilmu-ilmu agama yang mereka miliki , yaitu   dengan amalan ikhlas Memberi kepada sesama bukan Peminta-minta !  “Pengemis mulia atau Pedagang nasehat dan doa-doa” ! kecuali mereka sendiripun sebenarnya selama ini dalam keadaan ragu dengan Keadilan, pertolongan dan KasihSayang dari yang mereka abdi dan sembah selama ini !
Dan dalam sejarah kitab-kitab suci samawi , tidak satupun dari “para pencetus agama” yaitu para Nabi dan Rasul yang meminta upah materi pada sesamanya untuk menopang kehidupan mereka,  ketika menyampaikan risalah dan ajaran-ajaran mereka, bahkan mereka memberi dan berkorban bagi kabajikan dan kemaslahatan sesama, sebagai contoh nyata !  sehingga mereka tidak diminta pertanggungjawaban dalam penyampaian ajaran mereka baik didunia dan akhirat demikian jugalah sifat dan prilaku orang-orang yang mendapat petunjuk diantara pengikut mereka.
Dan diharapkan dari pengikut-pengikut Agama yang telah sadar dan tercerahkan oleh kemurnian ajaran Agamanya inilah yang dapat mewujudkan dengan nyata “ cita-cita dan harapan”  dari leluhur pendiri bangsa Indonesia dan kita semua secara adil dan beradab dan penuh rasa persaudaraan antar sesama, yaitu makna yang tercakup dalam Pancasila, dan lain-lain, dengan karakter “  Jujur,  Kasihsayang, Adil dan Beradab serta Bertanggungjawab ! orang-orang yang digembleng dengan karakter yang diproduksi dari pencerahan Agama inilah yang akan memperbaiki segala system dalam ketatanegaraan, seperti pendidikan, perekonomian, peradilan, dll.
Jelas ! dalam perjalanan setiap Agama “ Sang pencetus Agama”  itu sendiripun ternyata dalam hidupnya tidak sanggup membuat setiap orang pada jamannya mengikuti apa yang diajarkannya !  jadi apakah kita sanggup, dengan memaksakan kehendak atau dengan kedustaan dan iming-iming ?
jadi jelas konsep QS: “ Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku “  (Mari ! kita buktikan Agama mana yang dapat lebih membawa tokoh-tokoh dan pengikut Agama tersebut menuju kebajikan dan keselamatan baik didunia dan akhirat dan Agama mana yang membawa umatnya menuju kehancuran moral dan prilaku = “ Akhlak”  dan kehidupan ? ) dengan satu tekad bulat “ dalam bingkai 4 pilar berbangsa ” yaitu urusan kebajikan dalam   kehidupan dunia dan kebernegaraan kita bersaudara dan saling membahu dan tolong menolong dan mencerahkan. Dan urusan akidah dan ibadah maka itu urusan masing-masing Agama dan marilah kita saling intropeksi kedalam dan buktikan ! dalam dan demi waktu yang terbatas ini !!! 
NB:  gagasan ini tidak bermaksud merendahkan atau menghina siapapun, tetapi ada ungkapan “ Kebenaran itu pahit dan getir awalnya namun manis buahnya sebaliknya kepalsuan itu manis awalnya tetapi pahit dan getir akhirnya “ , nah, Jika apa yang selama ini dilakukan itu lebih baik atau ada gagasan yang lebih baik,  maka lupakanlah semua ini !
                                                                             

                                                                                Banda Aceh,  January 2012
                                                                              Oleh : Muhammad Dharmawan

 

#6. Dikirim oleh Muhammad Dharmawan  pada  09/01   11:39 AM

Bagi saya tidak keberatan untuk merayakan natal asakan ianya benar2 tarikh hari kelahiran Yesus, masalahnya ia tarikh kelahiran dewa matahari dibulan salju dan bertema Krismas. sementara Yesus lahir diarab bertema kurma di musim segar bugar suasana indah. sudahlah jangan mencuci otak, marilah kita fikir sampai kepuncak sehingga mengenal Allah satu2nya yangdisembah ummat islam. kamu mengaku allah Maha Besar atau Lebih besar, tetapi dilapangan kamu kecilkan Allah sekecil-kecilnya. benar begitu bukan?.

#7. Dikirim oleh joko  pada  09/01   11:00 PM

itulah beda Islam Kristen. Islam punya peanduan jitu, Quran dan sunnah, mana yang tak sesuai dengan keduanya tertolak / ditolak, walaupun sebanyak mana saktenya, tetapi Kristen hanya berpandukan hayalan setiap penganut dan tidak ada tolak menolak, semuanya dibenarkan belaka. Trinti-Ya. anak Tuhan Ya. nabi pun Ya. tokoh agung pun Ya- quran palsu pun ya- tetapi dijadikan dalil Trinti. mengapa?. karena didalam bible semua iu tidak ada. Jelasnya Kristen agama Greja bukan agama Allah. lalu cemburu dengan Islam seterusnya menysusp kedalam islam-yakni Ahmadiyah.

#8. Dikirim oleh joko  pada  09/01   11:13 PM

Yesus selamat dilahirkan tanpa gangguan dari kafir Yahudi dan kecacatan anggota. Selamat pula matinya-yakni tidak dibunuh atau terhina ditiang salib dengan berseru; ” Tuhan mengapa engkau tinggalkan aku?. aku ini cacing bukan manusia” (Mazmur 22: 1 dan 4. demikian maksud Surah maryam menjawab dakwaan PAULUS & pengikut yang menghina Yesus di tiang salib.

#9. Dikirim oleh joko  pada  09/01   11:20 PM

Tulisan ini terlalu menyederhanakan persoalan yang sebenarnya sangat kompleks dalam realitanya. Anehnya pula tulisan seorang muslim ini, lebih mengangkat-ngangkat ‘budaya’ orang lain tanpa reserve, sedang budayanya sendiri tak memperoleh tempat selayaknya. 
Sekedar menyebut contoh penyederhanaan persoalan dalam tulisan ini adalah, penyamaan penentuan 1 Syawal dengan tanggal kelahiran Nabi Isa. Ini adalah dua hal yang sangat berbeda Bro!!! 1 Syawal hanya masalah kriteria melihat bulan sabit saja ...
Begitu pula penyebutan istilah tauhid u/ kalangan Nasrani, ini seperti sederhana namun jika dilihat dari pengertian arti tauhid dari kitab-kitab tauhid, sangat jauh berbeda. Sangat tak pantas istilah tauhid dialamatkan kepada agama lain (dhi Kristen).
Begitu pula sebutan ahludzdzimmah, ini hanya salah satu kelompok non muslim yang mungkin ada di lingkungan Muslim lain dan memang perlu memperoleh perlindungan. Tapi ada pula non muslim yang bersifat harabiy, ini tak sedikit pula nampak di lingkungan kehidupan kaum Muslim.  Singkatnya tulisan ini baik, hanya tidak komplit….

#10. Dikirim oleh Abdural  pada  10/01   08:44 AM

Assalamu’alaikum wrwb

ALLAH memperingatakn Rasulullah saw atau kita semua bahwa orang2 yang membaca ajaran ALLAH lewat Jesus as ,ALLAH akan memberikan RASA KASIH SAYANG kpd nya.

Bismilahirahmanirrahiim.
Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan
(pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang.QS.57:27.

Then, in their wake, We followed them up with (others of) Our Messengers: We
sent after them ‘Isa the son of Maryam, and bestowed on him the Gospel; and We
ordained in the hearts of those who followed him Compassion and Mercy..

ALLAH dan Rasulullah saw jelas2 mengatakan bahwa orang2 yg mengikuti ajaran2 nabi Jesus ALLAH akan memberikan kepada hatinya==RASA KASIH SAYANG DAN RASA SANTUN==

Oleh karena itulah kalau saya perhatikan dari dekat umat Nasrani lebih mempunyai rasa kasih sayang dan santun kpd manusia dan binatang2..

Kita lihat kalau terjadi musibah alam,masarakat Amerika cepat2 memberikan bantuan walaupun matan2 musuhnya atau berbeda agama.dll

Sebaliknya Islam fundamentalis yang membenci danmengharamkan membaca Bible, hatinya sangat kasar,keras dan tidak ada RASA KASIH SAYANG dlm hatinya.

Dengan mudah mereka membunuh orang2 Civil yang tidak ikut berperang di Iraq,Afganistan,Pakistan, Bali,India dll

KESIMPULAN.
Orang2 muslim yang ikut membaca kitab ALLAH Bible insya ALLAH hatinya akan santun dan berkaish sayang sesama manusia. Terutama kitab Zabur yang penuh dhn WISDOM.

Silakan baca di Blog saya ini.

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/

salam

#11. Dikirim oleh alatif  pada  11/01   06:09 AM

Terus terang, tulisan ini sangat bagus.
Terkadang memang, manusia takabur dan lupa telah mengambil porsi Tuhan, seperti @JOKO.
Sampai kapanpun @JOKO mau meraih Tuhan akan tetap tidak terraih. Disinilah makna Tuhan yang lebih besar dari apapun dan lebih tinggi dari apapun termasuk pendapat dan pemikiran serta akalmu @JOKO.
Maksud tulisan dan pesannya, adalah: Jangan intervensi keimanan pemeluk agama lain, tapi lihatlah missi kebaikan dari setiap agama. Tuhan itu belum tentu menciptakan agama tapi yang pasti, Tuhan menciptakan manusia. Dan ingat, Tuhan dapat menciptakan Ketuhanannya sendiri, namun manusia tidak dapat menciptakan kemanusiaan tanpa mengenal sesuatu zat yang disebut Tuhan.
Siapa yang perlu Tuhan? Apakah Tuhan perlu manusia? Silahkan jawab dalam hatimu @JOKO.
Saya seorang Kristiani, tapi saya memiliki semua Kitab Suci agama lain. Saya baca dan saya coba pahami. Alhamdulillah….., saya semakin sayang sama pemeluk agama lain dan semakin cinta dengan ajaran Kristus, Yesus. Menurut saya pribadi, pada awalnya, Kekristenan bukanlah agama. Namun, adalah way of life dengan menuruti pengajaran Kristus Yesus. So, untuk apa ada agama kalau tidak membuahkan kebaikan bagi makhluk serta pemeluknya? Bukankah suatu dosa dan kerugian bila pemeluk agama saling mengintervensi keimanan dan ajaran agama lainnya? Camkan itu @JOKO.

#12. Dikirim oleh Utusan  pada  12/01   03:12 PM

bagus2 pemikiranya ,,,jangan takut berfikir bebas

#13. Dikirim oleh m waliyul hakim  pada  18/01   06:18 PM

Sederhana saja..bagaimana kalau pak armand dani masuk agama kristen ?

#14. Dikirim oleh wahyu  pada  20/01   04:30 AM

penulis artikel dan pemberi komentar saya rasa adalah orang yang pintar, dan anda sekalian adalah orang yang pandai dalam bersilat lidah. ya, pesan saya adalah, jangan mengambil sebagian dari Al-qur’an dan membuang sebagian lagi. gunakanlah tafsir yang memang berasal dari ulama shahih, bukan tafsir penyesuaian. kita yang harus menyesuaikan islam bro, bukan islam yang menyesuaikan kita. berhati-hatilah dalam berargumen, karena argumen anda sekalian akan dimintai pertanggung jawaban di yaumil akhir. janganlah jadi corong orang-orang yang ingin menghancurkan islam. sesungguhnya anda membela islam atau yang lainnya, itu adalah pilihan anda. setiap pilihan ada konsekuensinya. pertanggung jawaban terbesar adalah pertanggung jawaban kepada Allah swt, menurut saya, orang yang masih memiliki keimanan meskipun itu sedikit, ia akan tetap tidak rela kalau islam dipinggirkan dan dihinakan. ISLAM itu mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. oh ya, orang yang berpendidikan akan cerdas dalam menilai dan akan menngambil definisi dari setiap kata dengan benar dan tepat. mungkin itu yang harus kita pelajari

#15. Dikirim oleh hamba Allah  pada  23/01   12:40 PM

pemikiran yang tanpa di dasari dengan sunnah maka akan menghasilkan pemikiran yang bebas ber kata, padahal di jelaskan di dalam al quran nabi muhammad adalah nabi terakhir, dan umat nya yang ada di jagat raya ini, termasuk anda yang menulis artikel ini. mudah2an anda mendapatkan hidayah dari alloh SWT. saya saran kan anda jangan terlalu sering bergabung dengan yang pemikiran liberal karena lingkungan itu yang membentuk pemikiran anda bahkan perilaku anda…. pilih lah lingkungan yang baik. jangan salah pilih…...

#16. Dikirim oleh hamba alloh  pada  29/01   11:44 AM

Maaf ikut komen sedikit ; dalam kebebasan berfikir saya saya berpendapat dalam kontek Wahyu tersebut Nabi Muhammad diberikan pencerahan oleh Allah bahwa Yahudi dan Nasrani pun sama ada yg beriman seperti Imannya Kaum Muslimin, namun pada wahyu Allah yg lain (saya tdk menyebutkan ) dari yg saya baca pada Alquran, bahwa orang Yahudi dan nasrani telah juga mengubah2 dgn perilaku mengurangi dan menambahi Alkitab mereka dan kemudian terjadilah perbedaan yang mendasar terutama tentang Ketuhanan Islam Vs Kristen, Tauhid Islam adalah Tuhan yg satu (syahadat )tdk dilahirkan dan kristen yg bertrinitas serta Tuhan dilahirkan sebagai manusia, jadi menurut saya Yahudi dan Nasrani dimaksud pd ayat tersebut bukan semua kaum yahudi dan Nasrani, hanya sebagian yg beriman dan lebih kepada Umat Awal Musa As dan Umat Awal nabi Isa as

#17. Dikirim oleh Muhammad Noor  pada  04/03   07:46 AM

Tulisan ARMAND cukup bagus. Walaupun, sama seperti penulis2 berlabel moderatlah, liberallah, dlsb, terlalu memudahkan ayat2 dan sunnah dengan logika2 manusia, terlebih lagi logika penulis sendiri.

ALATIF, saya rasa anda bukan Islam. Mungkin KTP anda Islam, tapi saya rasa anda “bukan Islam”. Tulisan2 anda menjelek2an Islam dengan membumbui dengan kalimat2 pengantar Islami. Itu saja, pada dasarnya anda ingin menghancurkan Islam dengan cara2 anda yg teramat sederhana, melalui tulisan2 anda yang cetek, menggampangkan segalanya dgn logika2 anda sendiri dan contoh2 yg sangat dangkal. Tulisan anda ttg ekonomi kapitals & ekonomi Islam, hahaha jangankan ekonom Islam, bahkan ekonom kapitalis pun akan terbahak2 membacanya.

Sebaiknya anda bertaubatlah. Ingat Allah SWT. Baca dan mengerti kandungan Al Quran dan Hadist dengan pikiran jernih. Ingat, saat hari penghakiman, semua perbuatan akan dipertanggung jawabkan.

Saya beragama Islam. Bukan moderat bukan liberal bukan fundamentalis. Tapi saya beragama Islam. Saya punya banyak teman Kristen Hindu dll, mereka pintar, maju dan toleran. Demikian juga saya dan tim saya, baik secara ekonomi, finansial maupun secara sosial profesional. Saya respek kepada mereka dan sebaliknya. Tidak ada yg perlu dipermasalahkan. Bagi saya agama saya, bagi mereka agama mereka. Saya tidak setuju dengan agama Kristen dan merekapun mungkin tidak setuju dengan agama saya.

Kalau di bumi ini ada sebagian orang Islam yg merusak, tidak toleran, merasa benar sendiri, itu wajar saja bukan. Di Kristen pun ada sebagian yang seperti itu? Teman2 profesional saya pun mengakuinya. Namanya juga manusia itu diciptakan bermacam2. Tetapi kenapa kelompok JIL dan teman2nya termasuk anda (mungkin) sebagai simpatisannya, MENCAMPURI (mix up) urusan agama, content dari agama DENGAN kenyataan perusakan, intoleransi dan kebencian orang2 yang hanya SEBAGIAN itu? Sehingga terkesan dan berujung pada pendangkalan keyakinan agama anda sendiri dan yg lebih parah mempengaruhi keyakinan orang lain melalui tulisan2 yang dangkal seperti itu? Bukankan masalah intoleransi dll itu adalah masalah edukasi terhadap sebagian orang yang intoleran tersebut? Mengapa kemudian agama Islam lalu harus ditafsirkan dengan selera anda sehingga kemudian dibelokkan ke kiri, ke kanan, jilbab itu budaya bukan kewajiban, ekonomi Islam itu adalah ekonomi kapitalis (saya masih terbahak2 bersama teman2 Kristen saya di sini, kami benar2 terbahak2 membaca tulisan Alatif tentang Amerika yang berkah, system kapitalis Amerika yg diberkati Allah, anda tidak tahu ekonomi mas), bank syariah itu tidak adil bahkan sistem pemerintahan Islam sampe dibilang kejam? Anda lucu sekali, masih perlu banyak belajar lagi mas.

Pak Ulil, Alatif dan rekan2 lainnya. Anda terlalu banyak berpikir, menggunakan logika anda yg cuma logika manusia. Sangat kecil, kita manusia ini. Lebih baik anda bertindak, bekerja dan bekerja yang nyata. Kami ekonom2 (kapitalis) yang tidak anti pada ekonomi Islam ini, malah santai2 aja koq, kami bekerja memberi kontribusi pada negara secara riil, pertumbuhan ekonomi. Tahu tidak, teman saya yg Kristen sekarang sudah menjadi ahli ekonomi syariah yg dipandang, karena beliau mempelajarinya dan mempercayai sistem itu baik. Tahu tidak “prime banks” sekadang sibuk mempelajari ekonomi syariah? Lalu anda yg mengaku Islam bilang ekonomi Islam itu dan kapitalis adalah sama saja? Benar2 memalukan anda ini Alatif.

Yuk kita kembali ke rukun Islam, rukun Iman (pasti diprotes lagi, rukun Islam yg mana? rukun Islam yg didefinisikan oleh siapa? ya sudah rukun Islam yg didefinisikan oleh anda sendiri juga boleh laaaah….).

#18. Dikirim oleh Didi  pada  13/03   03:08 PM

Tak perlu memaksakan logika agama sendiri terhadap agama lain. Anda yang muslim tak akan dapat menemukan satupun alasan rasional mengenai trinitas. Seperti juga umat Katolik tak dapat menemukan rasionalitas terhadap ajaran Hindu mengenai tertidurnya Wisnu untuk menciptakan dunia pararel lain. Karena memang agama “tak masuk akal”. Dan melogikakan agama adalah pekerjaan naif tak ubahnya sinetron-sinetron yang diputar di Indosiar.

#19. Dikirim oleh bang toib  pada  15/03   11:15 AM

Buat Arman Dhani dan Pendeta alatif…..........

Islam itu agama semua Nabi dan rasul, arti islam (Pasrah/ berserah kepada Allah). Yahudi muncul setelah melanggar Taurat, dan Nasrani muncul setelah di bangun oleh Yahudi bernama PAULUS, dan Kristen Muncul setelah di reka oleh Kaum Pendeta Rropah…....Jika menganut islam, artinya menganut agama nabi2 bersumber wahyu Allah, karena itu ummat islam wajib mendabik dada “HANYA ISLAM YANG BENAR”, Sementara Kristen marah sekali dengan ungkapan yang tegas itu, lantaran mereka memang menganut Agama palsu yang dicipta oleh PAULUS. (Jika tak percaya baca BIBLE) bukan Injil, karena INJIL udah sirna.
Seluruh Pendeta tahu bahwa 25 Desember itu tarikh besar bagi Penyembah Matahari dan Ahad / SUN day itu harinya, adapaun Sabtu ditinggalkan, padahal menurut BIBLE, melanggar sabtu, hukumnya MATI…..Jika benar 25 Des itu hari kelahiran Yesus, maka Ummat islaamlah yang lebih berhak merayakannya, karena Isa Almasih nabinya ummat Islam bukan nabinya orang kafir.
“Bukankah aku rasul, bukankah aku telah melihat Yesus tuhan kita, bukankah aku orang bebas?”( Baca Surat kiriman Paulus)....Jika bebas, artinya taak pasrah ...tak Islam alias kafir. Benar begitu kan bung alatif?.

#20. Dikirim oleh joko  pada  08/05   12:03 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?