Negara Harus Melindungi Semua Agama dan Keyakinan
Oleh Luthfi Assyaukanie
Sebagian dari sekte dan mazhab itu dianggap sesuai dengan mainstream, sebagian lagi dianggap menyimpang. Tapi, penilaian cocok dan tidak cocok, menyimpang dan tidak menyimpang sangat subyektif, tergantung siapa yang mengatakannya dan dalam posisi apa dia mengatakan. Jika yang mengatakannya adalah kelompok agama yang dekat dengan kekuasaan, maka sudah pasti sekte atau mazhab yang dianggap sesat akan bernasib sial. Mereka akan dikucilkan dan tidak jarang dimusuhi dan dikejar-kejar. Sejarah Islam memiliki contoh yang sangat kaya tentang masalah ini.
Komentar
Setuju. Semoga para pemimpin agama di indonesia tidak termasuk dalam golongan orang-orang pengidap xenophobia.
Merinding apabila melihat realitas bernegara dan beragama di indonesia, tidak sadar penguasa sering out dari garis kemanusiaan, menvonis sesat minoritas seakan berlaku bak Al-Hakim, Kalau telinga kita bisa mendengar TUHAN Berkata, mungkin kita akan dibentak karena kita sering mengambil porsi otoritas NYA, kadang kita ingin tertawa melihat realitas yg melegalkan kekerasan berbaju Agama, apakah keyakinan harus didoktrinkan dengan kekerasan dan paksaan..?.
Assalamu’alaikum wrwb.
Sesungguhnya sistem negara yg di inginkan oleh ALLAH adalah dimana pemerintah harus berlaku adil kpd semua golongan2 tanpa ada perbuatan diskriminasi.
Saya tinggal di Amerika, dan saya melihat semua sekte2 agama dari kristen, Islam, yahudi, budham hindu dan bahkan anti tuhan sekali pun di lindungi oleh undang2 pemerintah utk menjalankan keyakinan masing2. 7-8 juta umat Islam yg terdiri dari puluhan sekte Islam dapat hidup berdampingan dan damai baik sesama muslim maupun dgn non muslim
Hak2 umat islam di amerikan sama dgn hak kristen mojoritas yaitu hak memilih dan dipilih menjadi pemimpin masarakat.
Begitu juga dlm perusahan2 dan sekolah2 dimana umat islam memdapat perlindungan utk menjalankan keyakinan agamnya;Misalnya saja wanita2 merdeka berjilbab di mana saja baik di kantor2 maupun diluar kantor…laki2 diberia izin utk shalat Jumaat.
So our future society is free society and all element of oppression,cruelty and force will be destroyed, and justice foe all, non discrimination among citizen.
Semoga Indonesia menjadi suatu bangsa rahmatan lil’alamin utk semua gololongan2 masarakat.
salam=peace
http://bertaqwa.multiply.com/
pemikiran yang jernih dan bagus ya. mengerikan memonopoli tafsir agama dengan kekerasan. herannya negara selalu membiarkan..
IRONIS n LUCU membacanya,saya yakin Tuhanpun jadi bingung melihatnya. Bagaimana mungkin suatu prinsip yg katanya sama sekali terpisah (sekuler) tapi sama2 ikut menginterpensi satu sama lainnya. Negaranya bikin aturan yg katanya bebas meyakini suatu agama sedangkan penganut/kelompok agamanya juga minta diatur sama negaranya supaya cocok sama keyakinannya. Furqonnya: KOMUNIS??
Bicara AGAMA itu berarti BICARA soal KEYAKINAN—Gampangnya IMAN—dan sekaigus soal RITUALNYA atau prosesinya. Keduanya itu menjadi SATU KESATUAN, tidak terpisahkan. Kalau hanya bicara soal KEYAKINAN ... Kemudian dilekatkan ke suatu AGAMA ... Sedangkan KEYAKINAN itu BERTENTANGAN dengan MAINSTREAM di AGAMA itu. Kira-kira yang ber AGAMA tersebut ngamuk TIDAK ? Pastilah NGAMUK ... Nah saat ada PENGANUT yang ngamuk ini ... Masa sich ... Negara diam saja ? Pasti terlibat bukan ... ? Ambil contoh ... Ada sekelompok orang yang percaya bahwa YESUS itu MANUSIA BIASA dengan predikat UTUSAN ALLAH, bukannya TUHAN atau ANAK TUHAN ... Ritualnya persis sama dengan orang Kristen lainnya. Mereka menyebut dirinya KRISTEN yang BENAR. Kira-kira yang beragama KRISTEN ngamuk tidak ? Ha ... Ha ... Ha ... So Simple ... Demikian juga dengan AHMADIYAH ... Kalau mau membuat aturan atau AGAMA BARU ... Please ... Monggo ... Silahkan ... Tapi kalau melekatkan diri dengan ISLAM ... Maka HAPUS ... Keyakinan bahwa si Mirza Ghulam Ahmad itu seorang Nabi ? Ha ... Ha ... Ha ... Makanya ... Jangan melawan yang sudah baku ... Lebih baik membuat sendiri yang baru ... Toh nggak diapa-apain ? He ... He ... He ...
Tugas negara memang harus melindungi semua komunitas agama…tapi negara harusnya juga melindungi kalau ada komunitas yang merasa dilecehkan atau diobok-obok oleh komunitas lain konsep atau perbuatan ..internal maupun eksternal..Sayang pemerintah kita kalu soal ginian cenderung lamban bereaksi n lebih suka jadi penonton..makanya umat bertindak bikin solusi sendiri meskipun dari sisi kehidupan bernegara itu tdk tepat. Mengaku sebagai nabi baru sementara masih memakai atribut islam jelas membuat umat islam jadi tidak enak apapun alasannya.. seandainya dia memakai atribut non islam pastilah no problem..
Menurut indeks biocultural sebanyak 535 agama hidup di Indonesia,belum termasuk aliran kepercayaan. JIka separonya adalah agama asli, ini juga menunjukkan bahwa kita negiri ini adalah tanah religi, yang berarti pluralisme ada budaya “murni” Indonesia, bukan di impor dari luar seperti agama agama lainnya. Konflik berbasis agama pada masa lalu lebih disebabkan politik/kekuasaan yang menggunakan agama sebagai isu utama. Keanekaragaman agama ini adalah kekayaan kita bersama. “Sangatlah mudah bagi Tuhan untuk menjadikan mereka memiliki agama yang sama”, kenapa Tuhan tidak melakukannya. Sungguh ayat ayat Tuhan adalah petunjuk bagi orang orang yang berpikir.
terima kasih mas. tulisan yang teramat bagus. saya setuju banget negaraa nggak perlu ikutan soal iman. biarlah iman menjadi persoalan pribadi, dan tanggungjawab pribadi. thanks.
Mohon maaf dulu ya. Saya awam. Ga ngerti apa-apa soal ini. Tapi tadi pagi (20/4/10) ga sengaja saya dengar diskusi Ulil dan Habib-nya FPI di RRI. Saya yang awam ini bisa menilai kalau intelektualitas Ulil amat jauh di atas Habib FPI itu. Maaf sejuta maaf. Logika, kosa kata, argumentasi Ulil kedengaran jauh lebih cerdas. Saya ga kenal keduanya, tapi naluri saya bilang, sang Habib bukan datang dari keluarga dan dunia yang suka berdiskusi. Dia bukan lahir dan besar dari keluarga yang cinta buku. Cita rasa intelektualnya, maaf sekali lagi maaf, jauh di bawah Ulil yang muda itu. Singkat cerita, menurut saya, sang Habib gagal jadi pembela UU Antipenodaan Agama. Benar, MK memenangkannya. Tapi Habib FPI gagal total menjadi corong pengeras suaranya. Argumentasi dan logika Ulil lebih kena dan masuk akal. Saya tidak ingin memuji. Saya cuma menyampaikan kesan saya. Pesan moralnya, kita memang mesti mendidik lingkungan kita untuk lebih maju setapak lagi daripada intelektualitas rata-rata orang Indonesia saat ini, termasuk sang Habib FPI itu. Habib, mohon maaf, saya tidak bermaksud melecehkan. Tapi rasanya Habib harus lebih memperluas cakrawala berpikir. Untuk kebaikan FPI, Habib harus berani keluar dari kotak nyaman Habib sekarang, supaya FPI bisa adu-cerdas, bukan adu-keras. Bukankah pohon pisang berbuah pisang?
orang2 dan kelompok yg mempunyai kepercayaan berbeda dengan aqidah Islam silakan saja buat agama baru yg terpisah dengan Islam, tapi ingat bila kelompok tsb bawa2 nama Islam didalamnya, sedangkan ajaran2nya melenceng dari aqidah Islam, tentunya ini adalah PENODAAN AGAMA, BUKAN KEBEBASAN BERAGAMA, tentunya kami terpanggil untuk membela agama kami dari penodaan tsb, bagi yg ingin menyampaikan sanggahan dg pendapat saya ( dan saya yakin mayoritas umat Islam pun berpendapat seperti saya ) silakan aja ke .(JavaScript must be enabled to view this email address).
Buat Saudara beben, Bagi anda yang berideologi liberal pasti akan mengagumi pentolan liberal, namun tidak demikian dengan pihak yang non liberal.
Ide-ide yang disampaikan oleh orang2 JIL sama persis dengan ide-ide dari para orientalis, sehingga bukan ide-ide baru yang merupakan kecerdasan mereka (bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan pernyataan ini). Misalnya dalam kasus lainnya : apakah saudara beben juga mengagumi dengan gagasan hubungan seksual sejenis ???, gagasan ini diusung oleh Musdah Mulia yang memperjuangkan agar perilaku seks menyimpang ini dibenarkan oleh agama dan hukum negara (Hal ini sama persis dengan apa yang diperjuangkan oleh orang-orang liberal di barat). Sebagai tanggapan untuk tulisan diatas adalah bahwa kami menyakini bahwa kebebasan agama tidak sama dengan penodaan agama, sebagaimana yang telah diputuskan oleh MK. Bravo MK
Setuju sama kang Amir,kalau memang anda yg punya kepercayaan lain silahkan saja tapi jangan mendompleng dengan nama besar islam,lakum diinukum wa liyadien bukan berarti bebas semaunya.
Bisa-bisa sekte penyembah kucingpun nanti ada dan mendompleng ke agama-agama di indonesia
Setuju deh Bang Luthfi!
Menanggapi komentar dari HP, kayaknya di Indonesia para penganut Saksi Yehuwa nggak ada yang dipukuli oleh orang-orang Kristen mainstream, deh? Dan sepengetahuan saya belum ada pengaduan ke pihak berwenang soal “penodaan agama” ini. Saya belum pernah mendengar adanya tuntutan pembubaran kelompok Saksi Yehuwa. Dan menurut saya hal itu tidak perlu, toh mereka tingkah laku mereka di dalam masyarakat cukup manis, tidak bikin kisruh dan anarkis.
Sebetulnya siapa yang berhak menilai tafsiran orang itu sesat atau melenceng dari pokok-pokok ajaran Islam?dalam hukum positif semua sarjana hukum boleh beropini, tapi pada akhirnya penentu keputusan kan tergantung Mahkamah Konstitusi. Dalam hukum Islam kan nggak ada yang namanya lembaga Mahkamah Islam yang memutus final perselisihan pernafsiran hukum Islam. Semuanya terserah pemeluknya sendiri. Jadi memang putusan MK tidak tepat
@inyong lolombulan: klo negara g wajib mmengurusi agama, maka beranilah untuk menjadi orang yang berteriak catursila, bukan pancasila… karena jelas, sila pertama adalah KETUHANAN YANG MAHA ESA, dimana kita semua telah berkomitmen untuk mewujudkan itu dan pemerintahlah yg berhak dan berkewaijaban untuk mengurusi agama dengan mewadahi smua ajaran yg tidak sesat dan menyesatkan.. dalam pembukaan UUD pun atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, jd bagaimana mungkin negara Indonesia teerpisah dengan urusan agama…
Seblumnya saya juga mohon maaf apabila dianggap menghina/menistakan agama sendiri. karena saya merasa terusik… Saya Sandy,lahir dari keluarga dan tradisi Islam santri,Ayah&ibu;saya guru ngaji dan mengajarkan ngaji saya sampai saat ini, singkatnya saya yakin kalau saya beragama Islam. tapi yang saya heran kenapa saya tidak merasa terhina dan ternoda jika ada orang lain yang membawa-bawa nama Islam tapi berbeda dengan ajaran/tradisi Islam yang saya terima dalam tradisi keluarga saya, apa saya sudah tidak normal??
kok saya malah semakin bangga dengan agama Islam yang saya anut, karena menurut saya inilah agama yang sangat dinamis dan sangat berprogres(tidak stagnan)sehingga penuh Rahmat, dimana saya merasa wajar(biasa-biasa aja) jika ada pemikiran lain dan berbeda tentang persepsi dan cara mereka memperlakukan Islamnya, ini benar-benar membuktikan orang tersebut mau lebih dalam menggali dan mencari lalu belajar dan menggunakan Akalnya, karena itulah kado terbesar manusia yg diberikan oleh ALLAH, yang artinya lagi mereka justru menghargai pemberianNYA, karena memang begitulah fitrah manusia, mungkin beda kalo kita adalah sesosok Malaikat yang hanya bisa patuh, atau Setan yang hanya bisa bangkang….saya kira memang saya sudah mau gila , mohon pencerahanya:D
Mas luthfi dkk, palu sudah di ketuk oleh MK. Sebagai warga negara yg baik sepatutnya sami’na wa ato’na. Kalo mau diterusin, ngga pernah ada habisnya, merasa paling benar padahal sama-sama muslim. Masih banyak urusan negara yg lebih penting daripada ngurusin ributnya liberal vs antiliberal. Negara harus mengurusi fakir miskin,anak2 terlantar,korupsi, kebodohan, utang yg numpuk dll.
adalah benar bahwa negara harus melindungi agama dan pemeluknya,tapi agama yang mana dulu,ambil contoh hindu itu dengan 3 dewa nya,budha dengan sidhartanya,yahudi dengan yehovahnya,nasrani dengan jesusnya dan islam dengan Rasulluloh SAW,jadi bilamana ada orang2 yang menjalankan ritual agamanya dengan mendompleng ritual agama yang telah ada tapi dia tidak mengakui, itu penodaaan!!! contoh ahmadiyah yg nabinya si ahmad ghulam itu,bikin aja agama ahmadiyah apa susahnya,kita jg ga akan usil,karena nabi kita juga sewaktu di medinah melindungi kaum non islam selama mereka ga berkhianat ,cuma saya kasih tahu buat sdr2 semua,untuk mu agama mu untuk ku agama ku,mau sunni mau syiah mau wahabi,mau khalafi,yang penting ketika sakaratul maut menjemput yakinlah dengan ucapan LAILLAHAILALLAH MUHAMMAD RASULULLAH, Selamat lah dia seperti yang dikata nabi kita,jadi kebenaran itu yang membuat kita selamat adalah kalimat tauhid itu.
Alhamdulillah,... ternyata masih banyak juga islam yg berpikir positif. (“Sangatlah mudah bagi Tuhan untuk menjadikan mereka memiliki agama yang sama”, kenapa Tuhan tidak melakukannya. Sungguh ayat ayat Tuhan adalah petunjuk bagi orang orang yang berpikir) di kutip dari komentar : slamet budiayanto
Tetap jangan lupa saudara :(“Sangatlah mudah bagi Tuhan untuk menjadikan mereka tidak koruptor, tidak maling, tidak merampok, tidak berbuat teror, PFI yg katanya main hakim sendiri dsb”) kenapa Tuhan tidak melakukannya), seharusnya negara juga tidak perlu mengurusinya, karena itu juga urusan Tuhan…. itu yang perlu dipikirkan…
Komentar Masuk (31)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)