Negara Harus Melindungi Semua Agama dan Keyakinan
Oleh Luthfi Assyaukanie
Sebagian dari sekte dan mazhab itu dianggap sesuai dengan mainstream, sebagian lagi dianggap menyimpang. Tapi, penilaian cocok dan tidak cocok, menyimpang dan tidak menyimpang sangat subyektif, tergantung siapa yang mengatakannya dan dalam posisi apa dia mengatakan. Jika yang mengatakannya adalah kelompok agama yang dekat dengan kekuasaan, maka sudah pasti sekte atau mazhab yang dianggap sesat akan bernasib sial. Mereka akan dikucilkan dan tidak jarang dimusuhi dan dikejar-kejar. Sejarah Islam memiliki contoh yang sangat kaya tentang masalah ini.
Komentar
@sandy sulaiman,
Penilaian saya : Nampaknya anda memang tidak normal. Bayangkan, jika ada orang yg menyatakan bahwa “keluarga Sandy Sulaiman” mengajarkan seks bebas, homosex dan perbuatan menyimpang lain dan ybs juga mendorong orang2 utk melakukan seks bebas, homoseksual dan perbuatan menyimpang lain yg TIDAK PERNAH DIAJARKAN dan TIDAK DILAKUKAN oleh keluarga SANDY SULAIMAN, apakah anda tetap tidak marah, tidak merasa terhina dan sebaliknya malah merasa BANGGA bhw keluarga SANDY SULAIMAN sangat dinamis??
“Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun.“Untuk kesekian kalinya Allah menunjukkan kebesaran-Nya.Seperti halnya saat peperangan melawan Musailamah sang nabi palsu, banyak para huffazh yang syahid di medan perang, Umar bin Khattab diberi hidayah oleh Allah, Umar pun mengusulkan pada khalifah Abu Bakar agak mengumpulkan Al Quran dalam satu mushaf.Hal yang sama terjadi kembali, tatkala umat Islam saling menyalahkan perbedaan bacaan Al Quran (qiraat), khalifah Utsman bin Affan diberi petunjuk oleh Allah agar mengumpulkan Al Quran dengan bahasa dimana Al Quran turun (bahasa quraisy).
Begitu juga dengan sekarang di Indonesia. Tatkala orang-orang mencoba melegalkan kebebasan berkeyakinan dengan kebebasan yang unik (kebebasan yang tidak memikirkan bahwa agama lain yang telah paten di Indonesia merasa tersakiti dan terzhalimi, termasuk Islam), Allah menangkan mereka yang tetap berpegang teguh dengan prinsip agama mereka masing-masing, termasuk orang-orang muslim yang berpegang teguh pada dua pilar utama agama Islam, Al Quran n Al Hadits.
Ketidak yakinan akan kekuasaan dan keadilan Tuhan untuk melindungi agama dan wahyu yang diturunkanNya itulah yang jadi alasan utama penyusunan dan pengesahan undang undang ini. Diskriminatif? Kenapa tidak, kita terlatih sejak usia dini untuk selalu membedakan mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan.Tindaslah minoritas selagi jumlah mereka kecil dan lemah, siapapun mereka dan dimanapun mereka berada. Sejarah kita adalah sejarah panjang penindasan, kadang tertindas, kadang menindas. Kita kerap mengutuk penguasa yang dholim dan begitu bersemangat untuk segera menggantikannya. Proklamasi 17 Agustus 1945 berhasil memang bebas kan badan kita, bagaimana dengan jiwa kita? Diajukannya dan ditetapkannya Undang2 ini buktikan bahwa kita memang terbiasa memakai borgol sebagai bagian dari busana kita, kemerdekaan adalah hantu yang menakutkan dan tanpa sengaja kita berilusi..enakan jaman pak Harto..! Mentalitas inlander yang tertinggal dalam tubuh bebas bangsa Indonesia.
Jika saja di Indonesia banyak yang pola pikirnya seperti yang mas Luthfi sampaikan, maka Indonesia yg adil dan makmur serta sejahtera” dlm ke-bhinneka tunggal ika-annya akan tercapai. Tetapi di Indonesia ternyata agama sudah dijadikan alat untuk “pembenaran dan penindasan”.Jika kita telusuri sejarah Indonesia, siapa sebenarnya yg berhak atas bumi pertiwi ini? Karena Hindu dan Budha adalah agama yg pertama kali “jaya” dengan “Sriwijaya dan Majapahit”-nya.Sekarang segelintir orang yg beragama Islam mengklaim “yg paling benar”. Jika saja kita introspeksi diri, apa yg dihasilkan setelah Indonesia “merdeka”? Hanya eksploitasi bumi pertiwi, KKN dan kebencian antar WNI saja yg terjadi. Bahkan penjajah Belanda pun tidak serakus dan masih melindungi bumi pertiwi ini dari eksploitasi yg berlebihan. Siapakah yang yakin 100% jika memeluk salah satu agama akan mencapai surga atau neraka? Kecuali jika ada orang yg mati kemudian hidup lagi…!!!
Saya menjadi ragu, karena manusia Indonesia ternyata bertindak melebihi Tuhan/Allah, dimana sering terjadi tindak kekerasan dgn dalil menegakkan agama dan membela Tuhan/Allah!! Apakah Tuhan/Allah perlu dibela manusia?! Tuhan tidak perlu dibela, adalah manusia sendiri yg memerlukan pertolongan, berkat & rahmat-Nya.
Jika Tuhan/Allah menhendaki, sekejap saja bumi ini dpt dimusnahkan… Semoga Tuhan/Allah menggugah bangsa ini, dan memberikan pemimpin bangsa berbudi luhur dan mulia, yg berjalan diatas kebenaran-Nya. Salam damai & sejahtera bagi seluruh umat manusia.Amin…
Adat berlandaskan syara, Syara berlandaskan kitabullah ” Al quran “. jadi, masukanlah Logika ke dalam Al quran…. bukan memasukkan Quran kedalam Logika…trima kasih
Saya setuju kalau negara melindungi setiap pemeluk agama. Agar tercipta kedamaian di negara kita, masalahnya gini lho bos… Kalo mau pake aturan sendiri, merubah kitab suci lebih2 mengganti nabi (cth: Ahmadiyah) tolong jgn pake nama Islam dunk..!! Kalo Ahmadiyah/ aliran apapun berdiri sendiri tidak pake nama islam, kita kaum muslim yang kolot2 ini gak akan terusik (krn berpegang teguh dgn Qur’an & Sunnah). Monggo di Indonesia ini mau ditambah selain 6 agama yg udah ada, tambah lagi agama ahmadiyah, agama lia edan eh, eden (yg ngaku Jibril, tinggal kita tunggu aja ntar ada yg ngaku Tuhan:D), trus apalagi monggo2 aja. Agamamu agamamu, agamaku agamaku itu saja kita berprinsip tenang koq negara kita.. Kita gak nyembah apa yg kamu sembah begitu sebaliknya… Jadi intinya Islam itu ya harus sesuai Qur’an & Hadist Rasulullah SAW. Jadi kalo mau nambah2 ya tidak ada dasarnya sama sekali tolong buat agama baru.Peace of mind dah..!
Orang Islam sering menuduh bahwa ahli kitab yang sekarang tidak sama dengan ahli kitab jaman Nabi SAW atau pak Isa al Masih. Jadi kritennya, protestannya tidak lagi murni, katanya. Lho.. apa orang Islam sekarang masih sama dengan Islam yang dianut 15 abad yang lalu?.. jangan2 Islam kita sudah menyimpang jauh dari Islam yang di bawah Rasulullah. Jadi kita sudah tidak Islam lagi seperti halnya tuduhan bahwa Ahli kitab sudah nggak ada lagi
Bangsa dan pemerintah Indonesia ini memang penuh kemunafikan… Tindakannya selalu berbeda dengan ucapannya.. Contohnya, ide mas Luthfie spt judul di atas, “Negara Harus Melindungi Semua Agama dan Keyakinan”..Kalau memang negara konsisten melindungi dan menjamin kebebasan beribadah, kenapa umat Islam dikebiri dalam melaksanakan ibadah secara total sesuai syariat Islam..? Hanya ibadah2 ritual/ tertentu saja yg dibolehkan..? Mendengar istilah jihad saja phobia dan alerginya bukan main…?
Sesuai dengan konstitusi, sudah merupakan kewajiban negara melindungi dan menjamin kebebasan beribadah bagi para pemeluk agama yg ada di Indonesia… Tapi bukan pula berarti bahwa negara harus mengakomodasi dan mengakui setiap aliran2 sempalan dari agama yg ada, dengan dalih kebebasan untuk berkeyakinan.. Munculnya aliran sesat dari ajaran Islam, ataupun sempalan sesat menurut Protestan, Katolik, Budha , ataupun Hindu pastilah hanya akan menimbulkan keresahan, bahkan konflik dalam masyarakat..
Terlalu naif cara berpikir yg menuntut negara harus mengakomodasi/melindungi semua ajaran apapun.. Bisa-bisa di Indonesia terjadi pemekaran macam agama seperti pemekaran jumlah propinsi dan kabupaten di Indonesia pascareformasi… Semua orang akan bebas mengaku jadi nabi, malaikat.. bahkan boleh mengaku sebagai Tuhan..
jika negeri ini melarang sekte mu’tazilah yg saya anut, dan menganggapnya sesat, saya akan tetap mempertahankan keyakinan saya tsb. Kalau pun nanti saya dimasukkan ke neraka oleh Allah karena kepercayaan saya itu, pasti negara tak sanggup membela saya kecuali saya sendiri yg bertanggung jawab kepada Allah.
Sekarang ini Masyarakat Indonesia dalam tingkat “Puber” dalam beragama dan berkeyakinan. Jadi semuanya dalam kondisi ketika seorang Remaja sedang mengalami masa puberitas. Yang cowok menganggap ceweknya yang paling cakep, paling siip, dll., demikian pula sebaliknya. Jadi tugas Pemerintah untuk mengawasi keadaan agar masa-masa puberitas tersebut merugikan pihak lain. Tetapi dengan melihat Pemerintah sekarang yang lemah, bingung, ragu, saya menjadi ragu bila keadaan menjadi baik.
Sependapat dengan Bpk. Syafii Maarif, agar pemerintah ini segera ” Siuman ” dan tahu apa yang harus dikerjakan. Kita berdoa agar Negara, Bangsa, dan Pemerintah ini mampu bertahan sehari sebelum kiamat datang.
Wass.,
Harris
P4 dan Pancasila
1. Pedoman pengertiaanya yang menjadi pengangan/suatu panduan yang harus di jalankan/dilaksanakan oleh setiap Manusia yang Ber’Agama kususnya oleh para pemimpin Agama maupun Negara.
2. Penghayatan pengertiannya yang harus di hayati/pahami,supaya di ketahui oleh setiap manusia yang ber’Agama kususnya oleh para pemimpin Agama/Negara.
3. Pengamalan pengertiannya yang harus di Amalkan/di jalankan oleh setiap Manusia yang ber’Agama kususnya oleh para pemimpin Agama/Negara.
4. Pancasila pengertiaanya Lima dasar yang menjadi Petunjuk sekaligus Penerang bagi umat ber’Agama kususnya bagi bagi para Pemimpin Agama maupun Pemimpin Negara di dalam menjalankan Tugasnya untuk Membangun Bangsa dan Negara.
Rangkuman
Intisari pengertian dari P4 itu adalah Surat Perintah Kerja ( spk ) yang harus di jalankan oleh seluruh Umat manusia yang ber’Agama,kususnya yang ada di dalam Pemerintahan.
Pancasila yang di jadikan Dasar Negara Oleh Bangsa Indonesia semenjak Menjadi “NKRI"tersebut,Pada Dasarnya Petunjuk dan Sekaligus Penerang bagi Bangsa Indonesia.
Pancasila yang Seharusnya Menjadi Pedoman untuk di jadikan TUNTUNAN/PANDUAN oleh Para Pemimpin Negara untuk Membangun Bangsa dan Negara tersebut,Ternyata isi yang terkandung di. dalam Kalimat Pancasila itu belum Mampu di ketahui oleh Para Pemimpin AGAMA maupun NEGARA
Pancasila yang Menunjukan suatu Arah/suatu Tujuan yang harus di Jalankan untuk Menata BANGSA dan NEGARA tersebut,ternyata belum Mampu di jalankan oleh Para PEMIMPIN kususnya para Pemimpin yang ada di dalam PEMERINTAHAN.
Pancasila yang pada Dasarnya TUNTUNAN/PANDUAN yang ada di dalam Kehidupan Bangsa Indonesia tersebut,Menuntun/Membingbing Bangsa Indonesia kususnya Para Pemimpin,Baik Pemimpin AGAMA maupun Pemimpin NEGARA mengenai yang harus di jalankan di dalam Kepemimpinannya Membangun BANGSA dan NEGARA.
Rangkuman : Intisari dari Adanya PANCASILA itu adalah Untuk Mempersatukan Seluruh Ummat Manusia yang ber’Agama,untuk Menuju Kedamaian di dalam Kehidupan Ummat Manusia.
dan masih banyak lagi sejarah mengenai indonesia yang ada sama saya karna saya ingin mengembalikan sejarah indonesia yang sesungguhnya,sy jg membutuhkan bantuan dari seluruh rakyat indonesia untuk saling asah,asih dan asuh.
Mustika Alam Pana 11
tgl 23-08-2011
ttd
BADAN LEGESLATIF RAHASIA JAMAN
( baleraja )
082114027634
Komentar Masuk (31)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)