Pernyataan Pers,
16/08/2010

Negara Harus Menjamin Kebebasan Beribadah, Beragama dan Berkeyakinan

Tanggung jawab ini dapat dilakukan dengan membuat aturan hukum dan kebijakan yang menciptakan rasa aman bagi warga negara dalam melaksanakan ibadah, agama dan keyakinannya. Ini merupakan amanat hukum dan HAM, yaitu bahwa negara mempunyai kewajiban pokok terhadap Hak Asasi warga negara yaitu: melindungi (to protect), memenuhi (to fulfill) dan menghormati (to respect) hak asasi warga negara, dimana hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan turut di dalamnya.

16/08/2010 10:13 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (31)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Apakah arti kebebasan itu?ibarat seorang anak yang diberi kebebasan oleh ortunya untuk berbuat apa saja yang di inginkannya.Pasti anak tersebut akan menjadi anak yang berbuat semaunya,dan apakah itu yang terbaik bagi anak?tentu tidak..tetapi kebebasan yang terkontrol,ibarat layang-layang yang terbang,meskipun terbang masih ada yang mengendalikannya bagaimanapun panjang benangnya.

#1. Dikirim oleh ABU TIZKA  pada  16/08   04:40 PM

Sebuah fenomena sosial termasuk hingar bingar kebebasan beragama, bisa kita lihat dari hukum “aksi-reaksi”. Sebuah aksi bisa jadi merupakan sebuah reaksi dari aksi yang ada.
Soal ahmadiyah maupun persoalan gereja di bekasi saat ini dimana umat islam melakukan aksi, sebetulnya adalah sebuah reaksi.

Ahmadiyah menyebarkan ajaran bahwa Mirza G. Ahmad adalah nabi umat islam. Orang yang islam yang tidak mengakui bukan termasuk orang Islam. Jadi jemaat Ahmadiyah mecoba mempengaruhi keyakinan umat islam yang mengakui Muhammad SAW adalah nabi terakhir.
Soal penolakan pembangunan gereja, umat islam juga hanya melakukan reaksi. Kenapa umat kristiani begitu genjar membangun gereja di negara yang mayoritas umat Islam? Dalam kepercayaan umat kristiani, umat diluar umat kristiani adalah umat (domba) yang tersesat. Oleh karena itu harus beriman kepada Yesus. Sehingga banyak gereja yang didirikan di tengah-tengah umat islam. Padahal hanya segelintir orang yang beragama kristen di lokasi tersebut. Dan sudah banyak fakta yang ada banyak jemaat yang berasal dari luar daerah.
Bagaimana dengan Islam?
Islam adalah sebuah agama tanpa paksaan (Qur’an 2:256 dan Qur’an 119: 1-6) Karena telah jelas mana yang benar dan salah. Tugas Nabi Muhammad dan umat islam adalah sekedar menyampaikan kebenaran. Tidak ada cerita dalam sejarahnya orang islam membunuh dan menghancurkan kitab-kitab milik agama lain dalam menyebarkan agama Islam.
So, umat islam menghormati kebabasan orang untuk memilih agama, keyakinan dan beribadah seuai dengan agamanya masing-masing.

#2. Dikirim oleh perkasa  pada  17/08   10:13 PM

Seharusnya umat kristen harus melihat kembali programnya selama ini yaitu KRISTENISASI yang di tujukan kepada umat Islam yang kondisi ekonominya kurang mampu / miskin dan program ini harus mereka hentikan karena beragama bukan paksaan, bukan di iming-imingi sembako, pengobatan gratis, beasiswa , pekerjaan dan lain-lain yang ujung-ujungnya adalah menyuruh untuk pindah agama. Pandangan kami adalah “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Jadi jangan menyebarkan agama kepada umat yang sudah beragama supaya tidak timbul permasalahan yang selama ini terjadi

#3. Dikirim oleh Edward  pada  18/08   04:07 AM

Ya, jika kita mengakui negara hukum, maka setiap hak warga negara harus dihormati. Kita bukan berdasar negara agama. Hanya sekarang kita didorong-dorong menuju kesana oleh sebagian kecil kelompok garis keras. DAn sepertinya negara ini gagap menghadapi tekanan dari kelompok garis keras.

Stop negara agama, bapak bangsa sudah memikirkan baik buruk sebuah negara.

Oleh karena itu kita harus ingatkan terus pemerintah untuk terus merawat bhineka tunggal ika.

salam

#4. Dikirim oleh edi winarno  pada  18/08   09:19 AM

ada banyak pelecehan terhadap islam, tapi dimana suara anda????????
1. Masjid di porsea sumatera utara dibakar, mana suara anda?
2. palestina diserang israel, mana suara anda?
3. ada banyak buruh migran tidak bisa memakai jilbab di pabrik, mana suara anda?????

#5. Dikirim oleh abu ihsan  pada  22/08   07:49 AM

Ironis. Ini lah kata pertama yang harus selalu diucapkan ketika kita melihat kekerasan yang dilakukan oleh ormas yang berbasis massa Islam terhadap berbagai umat Gereja, baik Gereja Kristen maupun Katholik. Kita tidak usah lagi menutupi dengan mengatakan ormas agama tertentu untuk kata Islam karena ini sama saja kita mengingkari kenyataan yang terjadi selama ini.
Dengan kejujuran ini, kita akan lebih mudah untuk melihat bahwa kekerasan ini dilakukan oleh siapa terhadap siapa. Ini semua bisa terjadi karena pemerintah memang punya kepentingan yang terselubung. Pemerintah tentu tidak mau seakan-akan ditinggalkan oleh para pendukungnya yang beragama Islam kalau pemerintah berani menindak ormas yang melakukan kekerasan tersebut di atas. Padahal kalau pemerintah mau jujur, berapa sih pendukung ormas yang gemar melakukan kekerasan tersebut. Ngga banyak dibandingkan dengan jumlah umat Islam yang mencintai kedamaian dan bisa menghargai keragaman. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa jumlah umat Islam yang mencintai kedamaian dan mencintai KERAGAMAN jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan umat Islam yang membenci Keragaman.
Dengan data seperti ini, seharusnya pemerintah tidak perlu takut menindak ormas Islam yang melakukan kekerasan terhadap umat agama lain, entah dengan melarang beribadah, menghalangi pendirian tempat ibadah, maupun menutup dan menyegel tempat ibadah. Janganlah diam saja hai kau pemerintah. Sudah saatnya terbangun dari tidurmu yang panjang untuk melihat bahwa apa yang terjadi saat ini bukan mimpi. Sekali lagi bukan mimpi.

#6. Dikirim oleh Totok  pada  22/08   09:47 AM

masyarakat islam jawa suriname lihat barusan di tv. ternyata arah kiblat pada masjid di sana menghadap ke barat sesuai dengan arah kiblat masjid di jawa. padahal menurut ilmu bumi harusnyakan menghadapat ke timur. ada ada saja

#7. Dikirim oleh wahyu  pada  24/08   06:30 PM

Saya awalnya setuju dngn pendapat anda, namun penggambaran saudara tentang “keganasan” Islam terhadap agama lain harus proporsional. Jika kita bicara tingkat dunia, berapa banyak kaum muslim yang terzalimi,teraniaya, dibunuh, diperkosa dll oleh kaum agama lain tanpa pernah diekspose.
Sebagai warganegara yang baik saya mendukung apabila negara harus menjamin kebebasan beribadah, beragama dan berkeyakinan.
Itu harusnya juga berlaku secara internasional, harus ada yang menjamin kebebasan beragama, apakah itu ada?

#8. Dikirim oleh Ryal  pada  30/08   10:42 AM

Negeri ini memang sudah sakit. Orang mau beribadah dihalangi dan aparat penegak hukum diam seribu bahasa. Hal yang sama terjadi ketika ada ormas merusak properti orang lain yang tidak sepaham dengan mereka, sekali lagi aparat penegak hukum diam seribu bahasa.
Hanya bentuk diam dua hal di atas bertolak belakang dan kepentingannya. Orang yang mencoba mencari arah untuk berbuat baik dihalangi sementara orang yang jelas-jelas melanggar aturan dibiarkan. Kalau hal seperti ini didiamkan terus, apa sihh sebenarnya maunya negeri ini.
Keberagaman yang sudah menjadi IKON merdekanya Negeri ini seakan-akan begitu mudah untuk dikoyak oleh sekelompok orang yang merasa dirinya paling suci. Keberagaman yang sejatinya adalah alat satu-satunya pemersatu negeri ini, sekarang hanyalah SLOGAN kosong yang tiada arti.
Saya tahu bahwa negeri kita memang sedang sakit. Tetapi kalau pemegang otoritas tidak mencoba untuk mengobati, lalu siapa lagi yang akan mengobati negeri tercinta yang sedang sakit ini. Kita yang ada di luar lingkaran otoritas hanya bisa memberi masukan dan berteriak marah karena memang kita tidak punya otoritas untuk menindak. Sekali lagi, ini lah wajah negeri yang sedang sakit.

#9. Dikirim oleh Negerisakit  pada  31/08   05:51 AM

Sedikit saja bung..
Kalo ada “penyerangan faham” yang menyimpang terhadap ajaran & nilai2 Islam. Apakah negara harus menjamin kesucian ajaran itu juga ? Apakah hal tersebut boleh dibiarkan oleh negara ?

Tks.

#10. Dikirim oleh Ute Ganteng  pada  31/08   07:28 AM

jangan-jangan jil ini memang benar2 tangan kanan kaum Zionis dan Salibiah di INDONESIA,ISUNYA SELALU MENGEDEPANKAN HAM tapi saat kasus tanjung priok jil malah tidak berbuat apa2.tolong jangan bawa kami yang memang sudah Haqulyakin dengan agama KAMI ke ALAM KALIAN.

#11. Dikirim oleh fendi  pada  03/09   02:51 PM

Selamat malam Saudara-saudaraku setanah air,

Berapa banyak sih jumlah Gereja dibanding Mesjid/Surau/Langgar di Indonesia tercinta ini? Selama umat Kristen beribadah ke Gereja dgn tujuan re-charge keyakinannya serta diingatkan lagi utk selalu berbuat KEBAIKAN bagi sesama, knp mesti dilarang?

Wahai Saudara-ku umat Muslim, menurut Anda semua khan Islam is The only Way krn merupakan Rahmat Bagi Semesta Alam, knp juga mesti paranoid & grogi dgn segala sesuatu yg berbau Kristen?

-Misi Kritenisasi? Anda punya bukti? Segera lapor Polisi… Pasti diproses tuh!
-Alkitab Barnabas? Sdh hampir 20 thn ini saya cari yg namanya Injil tsb, blm dapat juga…pengen tahu aja sih bedanya dgn yg ada sekarang.

Menurut saya sebenarnya Sampeyan-sampeyan semua itu gak yakin sama kebesaran & keagungan ISLAM, utk itu harus selalu menjelek-jelekan Keyakinan orang lain khususnya Kristen toh…?

Setahu saya dari seluruh jumlah umat Muslim didunia, 55-65%-nya ada di Indonesia, knp juga mau jadi budak (Robot kali yee..) orang-orang (maaf…) keturunan Arab (seperti Habib Riziq, Abu Bakar Baasyir, Osama BL, etc), yg menganut faham Wahabisme (keturunan/sahabat Nabi Muhammad)yg sdh pasti ORANG SUCI, yg ternyata menghalalkan segala cara utk mencapai tujuannya?

Pdhl tidak ada manusia yg bersih dari nafsu Duniawi selain Yesus/Nabi Isa (pls check your Holly Bible…).

Mereka berjaya di Indonesia krn pasti tdk diterima ditempat lain yg relatif sdh ‘mapan’ tingkat komunikasinya dgn Sang Pencipta, sementara di Indonesia krn masih banyak yg (maaf…) relatif terbelakang, malah kebesarannya dianggap 2 atau 3 tingkat dibawah Nabi Muhammad.

Sepanjang yg saya tahu mereka subur di Indonesia krn motif Ekonomi serta nafsu syahwat utk jadi Pemimpin, ha ha ha…

Tanya kenapa…?

Ketik C_D (cape duech…)

Salam Damai Indonesia,
M E R D E K A !!!

#12. Dikirim oleh Rudy  pada  04/09   08:35 PM

Selamat malam Saudara-saudaraku setanah air,

Berapa banyak sih jumlah Gereja dibanding Mesjid/Surau/Langgar di Indonesia tercinta ini? Selama umat Kristen beribadah ke Gereja dgn tujuan re-charge keyakinannya serta diingatkan lagi utk selalu berbuat KEBAIKAN bagi sesama, knp mesti dilarang?

Wahai Saudara-ku umat Muslim, menurut Anda semua khan Islam is The only Way krn merupakan Rahmat Bagi Semesta Alam, knp juga mesti paranoid & grogi dgn segala sesuatu yg berbau Kristen?

-Misi Kritenisasi? Anda punya bukti? Segera lapor Polisi… Pasti diproses tuh!
-Alkitab Barnabas? Sdh hampir 20 thn ini saya cari yg namanya Injil tsb, blm dapat juga…pengen tahu aja sih bedanya dgn yg ada sekarang.

Menurut saya sebenarnya Sampeyan-sampeyan semua itu gak yakin sama kebesaran & keagungan ISLAM, utk itu harus selalu menjelek-jelekan Keyakinan orang lain khususnya Kristen toh…?

Setahu saya dari seluruh jumlah umat Muslim didunia, 55-65%-nya ada di Indonesia, knp juga mau jadi budak (Robot kali yee..) orang-orang (maaf…) keturunan Arab (seperti Habib Riziq, Abu Bakar Baasyir, Osama BL, etc), yg menganut faham Wahabisme (keturunan/sahabat Nabi Muhammad)yg sdh pasti ORANG SUCI, yg ternyata menghalalkan segala cara utk mencapai tujuannya?

Pdhl tidak ada manusia yg bersih dari nafsu Duniawi selain Yesus/Nabi Isa (pls check your Holly Bible…).

Mereka berjaya di Indonesia krn pasti tdk diterima ditempat lain yg relatif sdh ‘mapan’ tingkat komunikasinya dgn Sang Pencipta, sementara di Indonesia krn masih banyak yg (maaf…) relatif terbelakang, malah kebesarannya dianggap 2 atau 3 tingkat dibawah Nabi Muhammad.

Sepanjang yg saya tahu mereka subur di Indonesia krn motif Ekonomi serta nafsu syahwat utk jadi Pemimpin, ha ha ha…

Tanya kenapa…?

Ketik C_D (cape duech…)

Salam Damai Indonesia,
M E R D E K A !!!

#13. Dikirim oleh Rudy  pada  04/09   08:37 PM

Negara harus menjamin kebebasan beribadah, beragama dan berkeyakinan? Mimpi di siang bolong ... Sama saja dengan orang munafik disuruh berbicara dan bertindak benar.

#14. Dikirim oleh Sang Pemimpi  pada  08/09   07:39 AM

ss setahu saya orang liberal sangat keras terhadap kesalahan umat islam, seolah-olah hanya agama islam saja yang salah, mungkin agama yang lain tdak pernah salah atau kita perhalus krtikan kepada islam tidak setajam kepada agama lain, contoh kasus pembakaran kitab suci umat islam oleh orang kafir amerika tidak setajam krtikan orang liberal bandingan bila umat islam yang membakar injil, padahal dalam peradaban islam tidak peranah pra kholifah membakar kitab suci agama lain, bagaimanan dengan alquran yang dibunag di wc, seolah-olah berita tersebut hilang ditelan malaikat jibril , kesimpulannya orang liberal hanya liberal terhadap islam tapi tidak liberal terhadap pemikiran barat ataupun oreintalis tidak usah lebih besar saja kritisnya terhadap baru sama atau mendekati itu cukup mengambarakan keadilan. oh saya lupa keadilan adalah jargon islam yang perlu dikrtisi itu sejarah atau mitos dari peradaban islam

wasalam

#15. Dikirim oleh mak  pada  12/09   08:38 PM

KEBEBASAN BERAGAMA? OMDO!!! Kalau memang benar penganut Demokrasi & Pluralisme lindungi juga dong hak-hak yang dituntut oleh sekelompok orang yang disebut-sebut sebagai Teroris krn katanya mereka melakukan tindakannya itu berdasarkan perintah Agamanya

#16. Dikirim oleh Dendy Amirulkhaq  pada  14/09   09:50 AM

Tadinya saya adalah penggemar tulisan tulisan di situs ini, mengingat bahasan artikelnya bersifat kekinian dan cukup menambah wawasan saya sebagai bagian dari aparat keamanan. Namun setelah membaca narasi penyerangan pada jemaat HKBP di Bekasi dalam artikel ini, saya jadi ‘ilfil’ dengan islamlib.com mengingat narasinya tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan mendramatisasi apa yang bahkan tidak terjadi disana. Mempengaruhi opini pembaca lebih pantas dengan argumentasi nalar, bukan dengan memainkan emosi, apalagi emosi yang ditimbulkan dengan kebohongan. Kalau komentar ini tidak ditampilkan tidak apa-apa, bagi saya cukup bila penulis artikelnya telah membaca dan memahami kritik ini.

#17. Dikirim oleh Yudi  pada  14/09   11:04 PM

buat rudi diatas…..

Berapa banyak sih jumlah Masjid dibanding gereja di negara2 eropa? Selama umat Islam beribadah ke Masjid dgn tujuan re-charge keyakinannya serta diingatkan lagi utk selalu berbuat KEBAIKAN bagi sesama, knp mesti dilarang?

Wahai Saudara-ku umat Kristen, menurut Anda semua khan Kristen is The only Way, knp juga mesti paranoid & grogi dgn segala sesuatu yg berbau Islam?

Menurut saya sebenarnya Sampeyan-sampeyan semua itu gak yakin sama kebesaran & keagungan Kristen, utk itu harus selalu menjelek-jelekan Keyakinan orang lain khususnya Islam toh…?

Setahu saya dari seluruh jumlah umat Kristen didunia, semua hampir menguasai dunia, kenapa sih kok harus melarang pemakaian cadar, pendirian tower masjid, pelecehan nabi Muhammad lewat karikatur, rencana pembakaran Quran, penjajahan di Irak, Afganistan, Palestina, pemusnahan ras di Bosnia dll


Mereka berjaya di luar negeri krn pasti tdk diterima ditempat lain yg relatif sdh ‘mapan’ tingkat komunikasinya dgn Sang Pencipta,seperti di indonesia

Sepanjang yg saya tahu mereka ingin besar di Indonesia krn motif Ekonomi serta nafsu syahwat utk jadi bangsa penjajah…..ingat GOLD GOSPEL GLORY-nya belanda adalah salah satu tujuan penjajahan…...(penyebaran agama alias kristenisasi).......

pikirkan kebalikan dari ucapan anda…......

#18. Dikirim oleh arul  pada  16/09   12:16 PM

Menurut saya…Ketakutan umat Islam itu sangatlah berlebihan. Islam adalah agama besar, kenapa mesti takut akan kehadiran2 agama lain. Tuhan ga perlu manusia untuk membelaNYA…justru dengan sikap anarkis itulah yang merusak citra ISLAm di dunia internasional, khususnya Indonesia. Dan dengan sikap anarkis itu pula justru mengkerdilkan akan Kekuasaan Tuhan…Itu menurut saya loooo…Piiissss

#19. Dikirim oleh Bhineka  pada  16/09   05:52 PM

Susah ada yang jujur dalam mengintrospeksi diri, yang ada hanya terlihat orang lain tidak fair dimatanya, tidak memberi kebebasan beragama. Ibarat membeli topi di toko kalo mencoba topi sebelum bayar nggak pas ukurannya pasti berkata wah topinya kekecilan tidak ada yang bilang ah… “kepala saya kebesaran”. JIL dan yang lain2 yang tidak puas juga begini ni, selalu melihat orang muslim tidak benar tidak ini tidak itu kalo tidak seperti maunya menghancurkan kemurnian Islam. Lihat saja saat Muslim ingin ummatnya menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya mereka yang justru alergi, apa urusannya sama mereka ya????

#20. Dikirim oleh Zaiman  pada  17/09   06:12 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?