Suara Mahasiswa,
09/11/2011

Nilai-Nilai Humanisme Hari Raya Idul Adlha

Oleh Khoirul Anwar*

“Dengan maraknya berbagai aksi kekerasan di Indonesia yang nota bene adalah negara muslim terbesar di dunia, tindak kekerasan, mulai dari teror, perusakan tempat ibadah,  kerusuhan, hingga pengeboman yang kian hari bagai bola salju yang terus menggelinding dan melaju, agaknya hari besar ini patut dijadikan sebagai kontemplasi religius: kenapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tapi di sana-sini terdapat aksi kekerasan? Bukankah Islam melarang manusia bertindak anarkis? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan demikian, dalam hemat penulis, disebabkan oleh kesalahan mereka dalam memahami ajaran Islam yang sebenarnya. Oleh karena itu Idul Adha kali ini jangan hanya dijadikan sebagai “perayaan ritual” an sich, tapi lebih dihayati sebagai hari di mana Allah melarang umat manusia bertindak anarkis.”

09/11/2011 21:23 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (16)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Pertama, yg dikorbankan bukan Ishak.

Kedua, Indonesia bukan negara Islam.

Ketiga, betapapun tidak mengertinya seseorang dalam melakukan ritual ibadahnya, tidak pantas disebut “upacara konyol”, karna ada unsur perintah Alloh disana.

Keempat, tidak ada hubungan antara radikalisme dengan agama Islam. Radikalisme adalah perilaku yg dilakukan oleh personal atau kelompok orang, apapun agamanya.

Tolong kita umat Islam agar tidak mengecilkan agama yg sama2 kita yakini kebenarannya ini.

Mohon dimaafkan kalau saya salah.

#1. Dikirim oleh Muslim  pada  10/11   07:05 PM

Perasaan nama anak ibrahim yang mau disembelih itu Ismail… bukan Ishak..

Salam.

#2. Dikirim oleh ocehanburung  pada  11/11   11:02 AM

Jangan identikan kekerasan dengan islam,karena akar permasalahan yg menyebabkan terjadinya kekerasan bermacam2,ada karena pemilu,rebutan lahan,demontrasi dll.Klo kekerasan mengatasnamakan agama,perusakan tempat ibadah,ahmadiyah dll,tlg lihat dulu sebabnya.Perusakan tempat ibadah..bgmn ga di rusak klo sesuai UU nga di ijinkan tp msh ngeyel d bangun..mslh ahmadiyah bgmn nga terjadi kekerasan jelas2 ahmadiyah menistakan,menodai islam tp ttp di biarkan.Islam menghargai pluraritas karena ini takdir dari ALLOH untuk manusia bs pake akal memilih yg Haq & bathil,menghargai perbedaan..jadi biar ada 100000…agama orang islam akan hargai&hormati;.Tapi klo PLURALISME paham yg menyatakan TUHAN,AGAMA smua sama jelas harus di tolak,pakai akal klo memang mendewa2kan akal..ALLOH di bandingkan arca,bln,kuntilank mosok sama..bgmn logikannya.Alloh memang melarang kekerasan tanpa alasan syariat yg benar,tapi klo sdh melanggar syariat,aqidah..maka itu harus di perangi malah di anjurkan..JIHAD…AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR…Perangilah kemunkaran dengan tanganmu,klo ga bs dgn mulut klo tetap ga bisa cukup berdoa saja..dan ini selemah lemah iman.JADI KLO ADA KEMUNKARAN BAPAK BISA LIHAT SENDIRI NILAI KEIMANAN KITA SAMPAI SEJAUH MANA

#3. Dikirim oleh HAQI  pada  11/11   01:44 PM

Artikel ini bermanfaat sebagai koreksi internal bagi Umat Islam, namun sayangnya dibuat berdasarkan penilaian yang terlalu menyederhanakan persoalan, sehingga muncul anggapan seolah seluruh kerusuhan, teror,  perusakan tempat ibadah dll yang telah terjadi di Indonesia dilakukan semuanya secara aktif oleh umat Islam tanpa menjelaskan adanya faktor provokasi, keterlibatan pihak diluar Islam dll.

Penulis berusaha mengabaikan fakta bahwa Umat Islam juga adalah korban dari kerusuhan, korban perusakan tempat ibadah, korban teror dan pengeboman dari kalangan non Muslim fundamentalis di negara ini yang mana semua itu telah terjadi di AMBON.

Semangat untuk membela kebenaran semestinya dijauhkan dari keberpihakan pada dikotomi mayoritas maupun minoritas, Muslim maupun Non Muslim dll sehingga kita tidak jadi gagu (bisu) jika pun fakta menunjukkan kita harus mengkritik minoritas atau Non Muslim demi kebenaran.

*****

Salah satu yang membedakan antara Qurban dan Ibadah sosial lain seperti sedekah, wakaf dll adalah penyembelihan hewan Kurban, jadi menyumbangkan rumah khusus bagi tuna wisma bukanlah qurban meskipun sama-sama didasarkan pada taqwa, namun bisa jadi termasuk wakaf, yang keduanya sama-sama suatu amal kebaikan yang dianjurkan dalam Islam. Salam.

#4. Dikirim oleh Ikhwan  pada  11/11   01:47 PM

yg di sembelih ismail atau ishaq ? kok waktu sma kata guru sma aku ismail ? minta penjelasannya

—————————————————————————————
Redaksi,
Untuk perdebatan soal Ishak atau Ismail, silahkan baca tulisan tentang itu di situs ini juga (www.islamlib.com): “Ismail atau Ishak”, oleh Abd. Moqsith Ghazali.

#5. Dikirim oleh dika  pada  12/11   06:01 PM

anaknya yang di sembelih itu Ismail atau Ishaq sih…?????


———————————————————————————
Redaksi,
Untuk perdebatan soal Ishak atau Ismail, silahkan baca tulisan tentang itu di situs ini juga (www.islamlib.com): “Ismail atau Ishak”, oleh Abd. Moqsith Ghazali.

#6. Dikirim oleh joko tole  pada  13/11   12:08 AM

Maaf, bukankah ini kisah Abraham & Ismail? Bukan Ishaq

#7. Dikirim oleh ali  pada  13/11   12:26 PM

Lho kok ischak? dah ganti ya?

#8. Dikirim oleh Ibnu  pada  14/11   12:48 PM

dasar yahudi, yang di sembelih ismail bukan ishak

—————————————————————-
Redaksi,
Untuk perdebatan soal Ishak atau Ismail, silahkan baca tulisan tentang itu di situs ini juga (www.islamlib.com): “Ismail atau Ishak”, oleh Abd. Moqsith Ghazali.

#9. Dikirim oleh irzan  pada  16/11   09:51 AM

saya belum membaca dalam islamlib.com itu, tetapi jika benar Abd Muqsit yang menulis, maka ketahuilah bahwa beliau itu adalah petinggi JIL yang paling merobot diantara robot-robot yang ada, karena beliau pernah berkata; ” Muhammad tidak punya teks Syariah”. Dalam Islam jangankan menafikan seluruh Al-Quran seperti Abd Muqsit itu, sedangkan satu kalimat saja sudah dikira kafir, (betul begitu bukan?),,,,Robot hanya mampu ngomong sesuai kehendak Programer,

#10. Dikirim oleh joko santoso  pada  24/11   09:21 PM

Jika memang islam itu ganas (padahal tidak), maka jika seluruh jumlah korbaan yang dikaitkan dengan islam itu 0.01persen berbanding korban yang dilakukan oleh Yahudi & Kristen, paling banyak diBali, Tetapi Kristen sekali baling bom hancur seluruh tamadun,hingga sukar untuk dipuluhkan, misalnya di Iraq, Afghanistan, Palestin dan banyak lagi. Tank You For Amerika Tuhan JIL.

#11. Dikirim oleh joko santoso  pada  24/11   09:25 PM

saya rasa penulis dari JIL ini khususnya dan semua anggota JIL pada umumnya mampunyai pemahaman islam yang kacau dan rancu… pencampur adukan dari berbagai paham2 bersebrangan yang terlihat konyol dan bodoh…

saya seorang muslim…dan saya bangga dengan apa yang di ajarkan Nabi Muhammad… tapi bukan berarti menafikan semua nilai ajaran2 kebenaran yang ada dalam setiap agama, hal itu bisa dijadikan pertimbangan kedua setelah apa yang diajarkan Muhammad SAW…

saya rasa anda harus banyak belajar, bukan menjadikan islam sebagai topeng, tapi menjadikan islam sebagai way of life….
salam damai.. Salamu ‘alaikum…

#12. Dikirim oleh yoan  pada  19/12   07:20 PM

untuk komentar no 11,
memang benar tulisan di atas hanya menyorot satu sisi saja dari hikmah yang terkandung dalam perayaan idul-adha dan ibadah qurban, namun kurang bijak kiranya jika hanya mengkritisi dari luar saja. jika memang paham artikel di atas, mengapa tdk disebutkan yg menurut kisana salah, lalu apa pendapat kisana. jangan hanya mencibir, kelihatan sekali kisana bodoh. bahkan kesalahan sejarah tentang nabi ibrahim menyembelih ishaq saja jangan-jangan kisana tidak tau? ismail yang disembelih..

jika memang tidak sepakat, buatlah tulisan tandingan, jika kisana mampu..

#13. Dikirim oleh berry prima  pada  24/12   05:04 AM

untuk komentar no 11,
memang benar tulisan di atas hanya menyorot satu sisi saja dari hikmah yang terkandung dalam perayaan idul-adha dan ibadah qurban, namun kurang bijak kiranya jika hanya mengkritisi dari luar saja. jika memang paham artikel di atas, mengapa tdk disebutkan yg menurut kisana salah, lalu apa pendapat kisana. jangan hanya mencibir, kelihatan sekali kisana bodoh. bahkan kesalahan sejarah tentang nabi ibrahim menyembelih ishaq saja jangan-jangan kisana tidak tau? ismail yang disembelih..

jika memang tidak sepakat, buatlah tulisan tandingan, jika kisana mampu..

#14. Dikirim oleh berry prima  pada  24/12   05:07 AM

mengingat masyarakat indonesia adlh masyarakat majemuk dan meninjau perjalanan sejar islam di tanah kelahirannya penuh dgn perbedaan dan dituangkan dalam bentuk peperangan, saya rasa bukan pemahaman islam yg menjadi pemicu persoalan.
coba anda telaah lagi pendapat anda dgn meninjau dari darbagai macam aspek dalam islam itu sendiri.

#15. Dikirim oleh Amriza  pada  09/01   08:48 AM

Saat saya perlihatkan kepada teman di samping yang sedang asyik ngopi sambil bicara ngalor-ngidul rerasan pemerintah di Blandongan tentang artikel ini dan perdebatan para komentator yang ada,dia berkomentar, “Gitu aja ko’ diperdebatkan sampai dakik-dakik. La wong kata Nabi Ibrahim yang ada di sana (mungkin) berkata ‘kalian debat ngalor-ngidul wong sama-sama berkira-kira dan katanya-katanya, yang tahu hanya Tuhan dan saya….!!!’”. Maksud teman saya ini, bukan untuk berpikir sederhana dan meremehkan kisah itu atau ajaran/kisah dari al-Qur’an dan Alkitab itu, tetapi lebih untuk mengatakan seyogianya agama itu jangan hanya dirasani…tetapi dirasakan….sehingga damai di meja diskusi dan eksekusi jadi tercipta….ameen…

Damai untuk semua…

#16. Dikirim oleh Yahya  pada  12/01   02:07 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?