Reportase,
07/04/2009

Reportase Diskusi "Respon Islam terhadap Kapitalisme" Norma Kapitalisme dalam Etika Ekonomi Islam

Oleh Saidiman

Dawam menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai etika ekonomi Islam sesungguhnya berjalan sejajar dengan norma ekonomi kapitalisme. Fakta bahwa etika mengenai kerja, kekayaan dan kepemilikan, perdagangan, keuangan, industri, dan pelbagai inovasi tehnologi yang berkembang pesat pada masa-masa kejayaan Islam membuktikan bahwa norma kapitalisme tumbuh subur dalam budaya ekonomi Islam.

07/04/2009 11:07 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (37)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Definisi ekonomi Kapitalis
Definisi ekonomi Socialis/komunis

Ekonomi Kapitalis adalah setiap orang didorong untuk mencari kekayaan sebesar besarnya agar bisa membyar pajak yang besar pula.

Ekonomi komunis sebaliknya, setiap orang mendapat pendapatan yang sama yang diatur oleh pemerintah.

Rasulullah saw adalah seorang teladan yang di bagi umat islam bagaimana mencari nafkah atau mendapatkan hadiah rezeki yang banyak dari ALLAH,yaitu dengan berniaga.

Rasulullah saw terkenal seorang padagang yang sukses yangkaya raya begitu pula Istrinya Khadijah

Jadi sistem ekonomi Kapitalis sudah di contohkan oleh Rasulullah saw.Artinya sistem ekonomi Islam itu sejalan dgn sistem ekonomi kapitalis dan berlawanan dengan sistem ekonomi socialis atau komunis
Salam

#21. Dikirim oleh alatif  pada  07/06   02:57 AM

salam semuanya
perbedaan ekonomi Islam antara ekonomi kapitalis dan soialis justru sintesa keduanya, kapitasil mengajarkan pada kaum pemodal untuk bagaimana mencari keuntungan sedangkan sosialis pada intinya ingin mengajarkan sama rata. islam mensintesa keduanya, di dalam ekonomi islam antara miskin dan kaya adalah sebuah realitas sosial namun bagaimana agar tidak ada kesenjangan antara keduanya maka islam mengajarkan adanya distribusi kekayaan melalui zakat, adanya zakat adalah bentuk kepedulian sosial agama islam terhadap si kaya terhadap si miskin, agar tidak terjadi kesenjangan sosial.

#22. Dikirim oleh irfan  pada  15/06   07:34 AM

kapitalisme dan sistem ekonomi Islam,,menarik sekali. jika yang dipahami dari Islam adalah sisi ke arabannya,dan dari kapitalisme adalah sisi “west” nya akan tidak sulit untuk menganggapnya sama. Namun jika berbicara substansi, maka akan ada perbedaan yang kentara. terutama dalam nisbah kepemilikan.

terus juga harus dijelaskan istilah kapitalisme mana yang dirujuk dalam diskusi ini. Jika yang di maksud adalah apa yang di pelopori oleh Adam Smith, maka jelas sekali bahwa Islam menentang kappitalisme ala Smith.

pun demikian tidak berarti islam mengafirmasi kapitalisme yang digagas oleh neollib, cucu-cucu Adam Smith. Ada baiknya melihat kepada data dan realita tentang bagaimana wajah kapitalisme itu, dan bagaiman kondisi sosio-ekonomi masyarakat saat kapitalisme meraja?? Mungkin dari sini akan bisa diperoleh gambaran yang lebih baik, mengenai kedua sistem ekonomi yang di bahas, kapitalis dan Islam

#23. Dikirim oleh ghuroba  pada  07/07   04:06 PM

1. Kapitalisme : secara de jure dan de facto asset / modal adalah milik individu
2. Sosialis : secara de jure dan de facto asset / modal adalah milih negara(institusi)
3. Dalam islam : secara de facto asset/modal milik individu sedang secara de jure asset/modal adalah milik Alloh.
Etos kerja dalam ekonomi Islam, menggunakan rasional atau rumus rumus ekonomi yang dikembangkan secara individu , paralel dengan proses rasionalisasi menghilangkan tuhan tuhan kecil menuju Tuhan yang satu sebagai pemilik secara de jure

#24. Dikirim oleh Anwar R Soediro  pada  09/07   05:24 AM

Norma kapitalis dan etika ekonomi islam ada perbedaan, dapat kita lihat dari prakteknya dalam sejarah, kapitalis tak lebih membawa ketimpangan antara kaya dan miskin. Etika ekonomi islam memberi nilai lebih dari kapitalis dalam mengurangi jurang kaya dan miskin dengan adanya penyaluran zakat dan kontrol ketat terhadap cara memperoleh kekayaan apakah menimbulkan kerusakan atau tidak. Etika ekonomi islam jika diterapkan akan mendatangkan kemakmuran merata, simiskin terhindar dari kelaparan dan sikaya terhindar dari sakit kekenyangan. Etika islam menjaga suply and demand dengan kontrol menuju keseimbangan misalnya kelebihan produksi makanan tak harus dibuang, melainkan dapat disalurkan melalui baitul mal dan dimanfaatkan untuk sifakir melalui sistem sedekah. Islam menjaga untuk tidak terjadinya pengelompokan ekonomi, sehingga terjadi kemiskinan meraja lela.

#25. Dikirim oleh ferry  pada  11/07   05:17 AM

Pak Dawam, dari mana anda menyatakan keduasistim ekonomi ini sejalan?
Pertama sumber ekonomi kapitalis adalah manusia yang bernama Adam Smith dan ekonomi Islam sumbernya Allah.
Ekonomi Bung Adam Smith hanya mengurus manusia dan materi untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan ekonomi Islam mengurus seluruh alam semesta.
Kegagalan ekonomi kapitalisme itulah yang mengakibatkan kerusakan alam semesta yang kita mulai rasakan sekarang ini, dan kita sepertinya tidak berdaya, karena sistim ini tidak mengurusnya.

Hormat takzim,.
Eddy Boekoesoe

#26. Dikirim oleh Eddy Boekoesoe  pada  17/07   02:14 AM

Kita tidak perlu membahas teorinya karena sudah bauaaaaanyak sekali. Mungkin yang perlu kita teliti ialah bagaimana perbedaan kesejahteraan Syeh Puji yang suka pakai daster dengan si Babah Cong yang suka pakai celana pendek butut. Dari situ pasti kita tahu yang mana yang lebih menyejahterakan karyawan dan yang mana yang tidak. Yang perlu diteliti juga ialah berapa persen karyawan yang setia pada kedua orang pengusaha itu karena kesetiaan tampaknya berjalan linear dengan kesejahteraan.

#27. Dikirim oleh Zulkifli H.  pada  20/07   08:27 PM

Jika kita membicarakan ekonomi kapitalis, sama saja membicarakan bagaimana menguasai dunia dari seluruh sumber daya yang ada, ketika manusia di dunia selalu berpikir dengan intelektualnya yang merusak diri dan alam dan seluruh tatanan alam semesta ini, ketika itu pula alam ini tidak henti2nya terjadi kerusakan dan kerusakan!
Ilmu Allah, adalah bukan materialisme yang di maksudkan harus mencari kekayaan yg terkesan sekularisme. Pemahaman yang sebenarnya, adalah quantum zero dimana manusia harus kembali ke sejatinya yang kosong, tidak punya apa2 dan over mind”, dunia ini penuh dengan tipu daya dengan realitas mimpi yang menipu manusia yang terkecog dengan gemerlapnya materi. Salam

#28. Dikirim oleh Imansyah Rukka  pada  06/08   03:57 AM

Beragam Teoriyang menjelekan dan menjatuhkan Paham Kapitalisme di merata dunia. dan Tidak sedikit juga yang menagungkan. Selanjutnya Sosialis, Komunis Juga demikian.Paham - paham dan Idiologi yang saya sebutkan tetap eksis dengan Penganut yang terus Bertambah. Islam yang sejak dulu tertata dengan dua aturan Kebijaksanaan yaitu Alquran dan Sunnah tetap Eksis sesuai dengan Tuntutan Zaman. sekalipun banyak yang mencurigai dan mengintip lewat jalur berfikir berbeda. Keragaman Paham, agama, garis berfikir tidak terlepas dari Potensi Manusia yang akan terus berubah sesuai dengan tuntutan Zaman.Dan Paham ekonomi Islam jelas akan terus berkembang dengan Sistem yang di anggap mengawinkan paham kapitalisme dan Sosialis. secara khusus hal ini tidak seperti hipotesis singkat mengenai Perkawinan Paham. namun dengan kesadaran yang lebih moderat lajur berfikir Islam dalam bidang Ekonomi adalah bagian dari Fungsi Universal Rahmatan Lil Alamin. jadi ketika di nilai Kafitalis tidak Masaalah, di nilai Sosialis Monggo, dan di nilai radikalis juga bukan soal. yang jelas Islam adalah sebuah tatanan yang menyeluruh tergantung dari yang memaknai dan mentafsirkan. Ekonomi islam tetap Ekonomi Islam yang berdasarkan syariah. Bukan Kapitalis dan Bukan Sosialis atau berdiri pada paham dan idiologi yang lain.

#29. Dikirim oleh Raka Gibral  pada  22/08   02:44 AM

islam dengan kapitalisme global sangat jauh berbeda. ekonomi islam sangat menekankan keadilan dan kesejahteraan bagi umat, sedangkan kapitalisme sangat merusak tatanan kehidupan umat;menindas umat dibelahan penjuru bumi; dan mempercepat datangnya kiamat!

#30. Dikirim oleh asep sobirin  pada  25/09   05:13 PM

Maaf, sbg seorang Kristen saya sedikit menyampaikan, bahwa Kapitalisme bukan ajaran Kristen. Dalam hal ekonomi, kristen mengajarkan tentang kegotongroyongan, yang saya sebut dengan kolektivitas, mengumpulkan dana untuk berbagi. Misal dalam suatu jemaat, kita mengumpulkan persembahan secara sukarela (termasuk persembahan perpuluhan, 10% dari penghasilan) yang dipakai untuk mendukung kegiatan berjemaat, membantu fakir miskin, janda miskin, bea siswa, layanan kesehatan, dsb. Sehingga dengan bahasa modern terjadi subsidi silang antar jemaat. Sekedar contoh, satu-satunya negara Kristen (baca=khatolik) di dunia adalah negara Vatikan, negara ini tidak punya tentara karena merefleksikan ajaran cinta kasih, dan tidak mengurus perekonomian karena seluruh dana adalah hasil dari sumbangan/persembahan/kolekte yg saya sebut di atas. Terima kasih. Tuhan memberkati Saudara semua. amin.

#31. Dikirim oleh emel  pada  09/10   06:09 AM

sejak awal memang dah diketahui bahwa sistem kapitalisme tu self-destructive. tapi masi dipakai juga?? ya beginilah jadinya…

selama sistem syariah belum diterapkan dlm suatu negri(apalagi negri itu mayoritas penduduknya islam), jgn harap dech bisa makmur,sejahtera,dan lain sebagainya tu negri.

yg ada justru gempa,badai,banjir,longsor,dsb.

ingat donk kisah2 kaum Nabi luth as, nuh as,musa as,dll.(pastilah kalian dah pd tau semua n pinter2 kan ttg kisah2 para Nabi?)

mau kita-kita diganti oleh Allaah SWT yg dimana mereka mencintai Allaah SWT dan Allaah SWT jg mencintai mereka?????

hey bung,, islam bukan sekedar agama ritual!!!!!
islam tu ada hukum2nya jg didalamnya. lihat sejarah bagaimana islam dlm bentuk khilafahnya, islam mampu menggiring manusia kedalam peradaban dunia selama berabad2, dan runtuh krn persengkongkolan para kafir dan munafikun.wallahu’alam bishowab

musuh2 islam berkata: “tak ada perundingan untuk khilafah.” lihat bagaimana kekuatan islam ditakuti oleh musuh2 islam.

#32. Dikirim oleh aku saja  pada  24/10   12:42 AM

sejalan dengan pernyataan Tjokroaminoto yang menyebut ada dua macam kapitalisme: “kapitalisme baik” dan “kapitalisme buruk”. Islam tidak melarang manusia untuk mengumpulkan harta, namun islam mengajarkan sinergi antara kaum yang kaya dan miskin dimana sinergi itu berwujud sebuah kepedulian. Zakat, sadaqoh, jariyah,hibah merupakan instrumen sebagai jembatan yang menghubungkan dua kondisi tersebut. dan menurut Al-gazali perbedaan adalah harmoni.dan dari sana maka timbulah kehidupan yang dinamis tanpa sikap apatis

#33. Dikirim oleh yusep ahmadi  pada  23/12   03:10 AM

yang saya yakini justru diantaranya! islam memperbolehkan umatnya untuk memperkaya diri mereka, bahkan seluas-luasnya. dan negara tidak boleh melarangnya (bukankah ini kapitalis), namun disisi lain islam mewajibkan, sekali lagi mewajibkan umatnya yang berharta untuk berzakat atau ikut memperhatikan saudaranya yang kekurangan (bukankah ini salahsatu ajaran sosialis). jadi keseimbangan diantara keduanya adalah ajaran islam. islam terlalu mulia untuk dimusuhkan dengan kapitalism atau di sejajarkan dengan sosialism. bravo kapitalism *loh…....*

#34. Dikirim oleh zaini  pada  24/05   02:09 PM

alangkah indahnya dunia bila setiap manusia bisa mencintai Tuhan nya dengan segenap akalbudi, pikiran dan perbuatan dengan mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri..akan tidak menjadi sebuah masalah itu sosialis atau kapitalis.tetapi naif.. :(

#35. Dikirim oleh aji radityo  pada  19/07   02:03 PM

Kapitalisme dengan perangkatnya (WTO, WB, IMF) jelas-2 merupakan alat penindasan dan penjajahan (Imperialisme), tidak mungkin bisa di samakan dengan ekonomi Syri’ah (Islam), karena Islam merupakan Rahmatan lil ‘Alamin.

#36. Dikirim oleh asep sobirin  pada  14/08   05:11 PM

Apa? Kapitalisme baik dan kapitalisme buruk? Aneh sekali ungkapan seperti ini!
Islam memang membolehkan untuk memiliki harta tapi tidak dengan kapitalisme yang menghalakan segala cara demi karakusan pelakunya! Antek imperialism amrik yang seideologi dengan penulis ini jelas jelas tujuannya untuk menghancurkan islam dengan serangan pemikiran kaum kafir harbi !

#37. Dikirim oleh Ricky  pada  29/09   01:14 PM
Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?