Gagasan,
12/12/2003

Partai Islam, antara Kepentingan dan Dakwah.

Oleh Soplo

Agama sering dimanfaatkan serta digunakan untuk mendapatkan kepentingan-kepentingan duniawi. Dengan menyitir ayat-ayat alquran mereka menggembar-gemborkan bahwa kita harus mewaspadai “sekularisme”. Tapi siapa yang sebenarnya sekularis?

12/12/2003 03:22 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (54)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

MEMPERJUANGKAN NILAI-NILAI ISLAMI, PERLU JUGA MERANGKUL SAUDARA NON MUSLIM. KARENA NILAI-NILAI ISLAMI ADALAH NILAI-NILAI UNIVERSAL YANG PASTI DIDUKUNG OLEH SEMUA MANUSIA YANG WARAS.

TAK USAHLAH MEMAKAI LABEL ‘ISLAM’ KARENA LABEL TERSEBUT TELAH BANYAK DISALAH PERSEPSIKAN MENJADI SEOLAH JAHAT DAN MENAKUTKAN. Toh nantipun semua akan tahu bahwa islam itu sesungguhnya amat halus dan luhur.

BUKTIKAN SAJA APLIKASI NILAI-NILAI ISLAMI DAPAT MEMBAWA BERKAH BAGI UMAT MANUSIA. BUKTIKAN !

Sekali lagi : NILAI-NILAINYA ... BUKAN LABELNYA.

#41. Dikirim oleh Hamdan Arfani  pada  19/04   06:59 AM

Bila manusi menilai bahawa islam merupakan sebagai ajaran Ukhrowi maka salah besar. sebab islam diturunkan untuk memperbaiki tatanan yang rusak akibat manusia yang mengatur sesuatu hanya menurut logika/otak(ego), yang mengatur manusia lain, yang begitu banyak keinginan, sehingga digunakan azaz demokrasi apapun itu bentuknya.
demokrasi ada sebelum islam yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW yang dipercaya untuk mengajarkan kepada sekalian manusia.
Islam yang diajarkan tidak hanya masalah ibadah tiap indipidu tapi secara global baik ekonomi sosial budaya begitupun politik dan setiap aspek /masalah hidup dan kehidupan.
Islam merupaka partai/golongan/organisasi yang diatur oleh Alloh SWT. yang mengatur aturan/ UUD untuk manusia supaya tidak saling mengatur dengan manusia lain,supaya tidak timbul pertentangan yang satu dengan yang yang lainnya.
bila ada partai yang bernamakan partai ISLAM Haruslah UUD ADART nya Al`qur`an dan AS Sunnah
Dan bagi yang masih Awam tentang Islam bisa bicara tentang Islam dalam segi kontek untuk pribadi dulu /penela`ahan sehigga tahu jelan maksud dan tujuan islam itu sendiri.
Prinsif saya Trejun dulu ke dalam Islam secara keseluruhan dan jangan sepotong sepotong dalam melaksanakan atau tanggung.
bila manusia memandang Islam sebagai suatu kebutuhan hidup dan kehidupan maka ketenangan dan kesejah teraan akan tercapai.
Hidup ini pilihan, yang harus kita sendiri yang melakukan dan melaksanakannya, karena malas adalah bagian dari kelakuan syetan (lu bisa miskin kalau ngikutin nafsu syetan yang bersarang didada manusia ).
thank ya sobt wassalam

#42. Dikirim oleh tiojanet  pada  19/05   05:38 AM

@ Wahidin..

“semua orang yang berilmu pasti tahu kalo partai itu jalan cari duuit bukan jalan dakwah”

Anda orang berilmu ya?
Wah.. Hebat.. Udah baca kitab2 apa aja nih? Buku2 politik apa ajah??
waw.. ternyata Anda lebih pintar dari Dr. Hidayat Nurwahid, Prof. Amien Rais, dan politisi2 muslim lainnya yaa..

Kalau gitu, kasih solusi dong biar negeri ini bener..
Mereka kan orang2 tak berilmu..

#43. Dikirim oleh Yoyo  pada  22/05   12:11 PM

Menurut pendapat saya, antara dakwah dan kepentingan partai yang dilakukan partai islam adalah dua hal tersebut yang dianut. Kalau bukan untuk kepentingan, mengapa menjadi partai?Kalau bukan untuk dakwah, mengapa dinamakan partai islam?
Jadi saya rasa tidak mungkin kalau partai islam menganut salah satu antara 2 hal tersebut . . .
Terima kasih atas kesempatannya . . .

#44. Dikirim oleh Iwan Kurniawan  pada  20/06   12:17 PM

askum….....ya saya setuju dg pendapat anda,seharusnya rang islam harus saling menghargai.kan rahmatal lil alamin.

#45. Dikirim oleh m royyan firdaus  pada  13/10   09:24 AM

islam memang tidak sekuler, syariat islam ditujukan bukan hanya untuk urusan aherat saja tapi lebih global dan multidimensi, artinya setiap tindakan dan pikiran serta ucapan seharusnya ada nilai-nilai religius dan tidak meningalkan moral islami termasuk juga dalam dunia politik dan kepartian. sebuah partai yang berasaskan islam ataupun ahlusunah wal jamaah itu adalah reprsentasi dari kebangaan dan perjuangan mereka atas asas yang dianut.politik memang penuh intrik dan kepalsuan itu dikarenakan pelaku(subjek) politik yang tau moral tapi tak bermoral,dalam berislam dia pengakuan saja tapi tidak berprilakuan islami. para pejuang asas islam iniingin mewarnai dunia perpolitikan dengan ahlak islam atau mengislamkan politik.tapi saya juga tidak memungkiri adannya praktek mempolitisasikan islam. dan ini adalah perbuatan yang melecehkan dan merendahkan martabat islam.para oknum politik seperti ini sangat tidak etis untuk berjuang dalam dunia poliik mereka perlu ngaji lagi , perlu dipondokkan lagi.pandangan saya islam yes, partai islam yes dan mempolitikan islam no.

#46. Dikirim oleh ahmad syafii  pada  17/10   06:33 AM

saya pikir tidak salah, kalau ada partai politik memanfaatkan agama (islam) untuk meraup suara. bukankah sekarang waktunya manusia indonesia berfikir dan memilih partai mana yang terbaik.

tak ada salahnya pula kalau seandainya yang diperjuangkannya adalah penegakkan sebuah ideologi.

dan, jangan salahkan pula partai ini, jika suatu saat indonesia memilih mengganti ideologi pancasila dengan ideologi islam. asalkan, dengan jalan demokrasi yang baik.

apa salahnya?

islam bukan hanya aturan beribadah atau bersikap manis saja….
percayalah islam mampu mengatur sebuah negara!

#47. Dikirim oleh yudistira  pada  26/10   03:09 PM

Partai berbasis agama merupakan sebuah berita baik, apabila saudara melihat dari sisi persatuan ummat. namun bukan sebuah hal yang baik apabila di lihat daris sisi kepentingan pragmatis negativ, partai berbasis agama bahkan berbahaya bagi kesatuan bansa dan negara.

saya punya sebuah ide ..bagi mereka yang menggunakan idiologi agama sebagai landasan hendaknya bersipat plural..karena akan lebih pleksibel

#48. Dikirim oleh M.Mukhlis  pada  27/12   12:13 PM

Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya jadi tertarik untuk ikut komentar:
1. Mengenai pluralisme, saya rujuk di
http://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme.
Kemudian saya hubungkan dengan ayat qur’an surat al hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Juga dalam surat al maaidah ayat 48: “......Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,”

Kesimpulan saya: Allah SWT menghendaki pluralisme alias kemajemukan, bukan satu umat saja. Karena hanya Allah SWT yang ahad. Tidak ada makhluk yang tunggal.

2. Kalau ada umat Islam yang bertengkar dan saling menjelekkan, mohon deh buka lagi al-qur’an surat al hujurat ayat 11: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

surat al hujurat ayat 12: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Saya meminta kepada kita semua untuk melihat maksud baik dari setiap usaha umat Islam, jangan memandang sisi buruknya. Saya suka JIL karena memberikan sebuah alternatif pemikiran terhadap tafsir-tafsir yang selama ini sebagian besar meliputi hukum/fiqih saja dan seolah-olah tafsir qur’an sudah mandeg, sudah final, tidak mampu lagi mengikuti perkembangan jaman. Kalaupun ada yang tidak sesuai dengan pendapat kita, utarakanlah dengan cara yang baik.

3. Mengenai menjadikan al-qur’an dan hadits sebagai AD/ART partai politik, saya punya pertanyaan: tafsir golongan mana yang akan dipakai? Sunni? Syi’ah? Mu’tazilah? Madzhab Hanafi? Maliki? Hambali? atau Syafei?
Jangan-jangan seperti yang terjadi di Palestina, setelah berhasil memperjuangkan negara Palestina, malah Hamas dan PLO bertengkar sendiri.

4. Jika sampai sekarang rakyat Indonesia sebagian besar belum mau menerima syariat Islam diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berarti rakyat Indonesia memang bukan masyarakat Islam seperti yang ada dipikiran mereka yang mendukung syariat Islam sebagai undang-undang. Rasulullah sendiri berhijrah ke Madinah, karena rakyat di sana sudah menghendaki syariah Islam dipakai sebagai aturan hukum, sedangkan penduduk Makkah yang menjadi tempat Ka’bah tidak menghendaki syariah Islam. Jadi, kalau syariat Islam belum dikehendaki di Indonesia, ya tolong didakwahi terus masyarakat kita. Tentunya dengan cara yang persuasif. Bukan dengan menonjolkan kelompok dan dirinya. Apalagi sampai memaki-maki dan menuduh-nuduh orang lain. Itu bukan akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW. Dan tentunya usaha ini memerlukan kerjasama dari semua pihak yang mendukung hal ini. Allah SWT saja tidak langsung melarang minum khamar, tetapi bertahap.

7. Bagi mereka yang menganggap bahwa syariat Islam adalah satu-satunya yang sah sebagai undang-udang, silakan saja mereka berpendapat begitu. Tetapi saya sendiri tidak terlalu menganggap itu sebagai hal yang penting untuk saat ini. Dan juga karena cara dakwah mereka yang tidak kena di hati saya. (Misalnya si ini kafir karena ngomong begini, si itu antek zionis karena ngomong begitu, si fulan adalah antek zionis karena orang tuanya ada darah Yahudi, kemudian menyombongkan diri dengan membusungkan dada mengaku sebagai yang paling berhak membela Islam, dsb.). Saya alergi dengan dakwah model begitu. Saya lebih suka model dakwah yang persuasif dan memahami keterbatasan orang lain. Dan saya pun tidak perduli jika ada di antara mereka yang melontarkan cercaan kepada saya dan mencap saya sebagai umat Islam yang tidak kaffah hanya karena saya tidak mendukung gerakan mereka. Karena bagi saya hanya Allah SWT yang berhak menilai ketakwaan seseorang.

#49. Dikirim oleh muhammad hakim  pada  19/01   10:06 PM

islam bukan sekedar agama yang mengatur ibadah ritual semata namun islam adalah dinul syammil menggatur berbagai aspek peri kehidupan masyarakat tanpa terbatas ruang & waktu saya setuju kalau ada diantara umat/organisasi/partai yang kelihatannya memperjuangkan islam namun pada hakikatnya untuk kepentingan pribadi,golongan & partainya ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa dibantah kesalahan ada pada person(SDM) bukan pada ajaran islamnya logika saya kalau genting rumah kita bocor apakah rumah kita akan kita hancurkan atau kita ganti genting yang rusak dengan yang baik. orang yang berakal sehat akan memilih alternatif kedua. islam harus teraplikan dalam segala aspek kehidupan kalau ada yang salah(person) kita ingatkan dengan bijaksana karena dakwah merangkul bukan memukul.

#50. Dikirim oleh arif himawan  pada  26/05   09:36 AM

Islam itu sangat luas, dalam fenomena seringkali kita jumpai penyalahgunaannya olehpun Partai Politik. Dasar partai politik ... ? Bersorban putih, tapi kalau di buka banyak kutunya. Kebersihan adalah bagian dari Iman. Amin. Islam itu adalah amanah dalam perbuatan bung. Berbuat donk… berbuat. Bukannya Omdo.

#51. Dikirim oleh arifinkusnul  pada  07/06   04:22 AM

Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. adalah ‘rahmatallila’a lamin’ untuk seluruh ummat manusia tak terkecuali apapun agamanya dan bangsanya .
membawa manusia ke burayayang lebih maju dan beradab
Hampir semua aspek kehidupan ada aturannya dalam

Islam mengatur adab mulai dalam wc hingga kekancah mengatur negara. Jadi walaupun tidak ada hukum negara seorang muslim tidak akan terombang-ambing oleh perkembangan budaya, karena ada aturan Tuhan yang mesti dipatuhinya

Iblis (setan) ada dimana saja , mereka masuk merasuk ke dalam hati manusia untuk mengajak agar manusia berbuat jahat. semakin alim (berilmu) orang itu semakin profional iblis yang menggodanya

#52. Dikirim oleh shaldin  pada  26/03   06:47 AM

Menurut saya tulisan ini dangkal, tidak mengkaji secara mendalam karena hanya menampilkan opini penulis

#53. Dikirim oleh Rahmat  pada  26/04   02:53 PM

Siapa yang sebenarnya sekuleris?? Ya Si JIL, Jaringan Iblis La’natullah..

#54. Dikirim oleh Rang Mudo  pada  08/01   03:16 PM
Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?