Reportase,
09/11/2008

Partai Politik Islam: Memakan Teman Sendiri

Oleh Saidiman

Lebih jauh Burhanuddin menjelaskan bahwa realitas politik yang menunjukkan semakin banyaknya partai yang gangdrung menggunakan jargon-jargon islami sebetulnya adalah bukti bahwa partai-partai nasionalis justru sedang berusaha melebarkan sayap menggerogoti basis pemilih partai-partai Islam. Alih-alih partai Islam yang mampu mengalihkan dukungan partai nasionalis, suara di basis-basis massa mereka sendiri yang semakin terancam oleh para elit partai nasionalis yang semakin “islamis.”

09/11/2008 19:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (55)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

Kanibalisasi dalam kehidupan partai Islam, kan sudah dimulai dari para tokoh umat Islam pasca Partai Islam Masyumi. SI keluar, disusul NU keluar. Untung saja, Partai Islam Masyumi pada tanggal 3 April 1950, dimana unsur-unsur yang ada di dalamnya masih bersatu, telah mempelopori Mosi Integral, yakni upaya kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengapa jasa baik ini kita lupakan???

#1. Dikirim oleh Elfizon Anwar  pada  10/11   09:25 AM

setahu saya, belum ada tuh yang namanya partai islam di indonesia ne…
yang ada cuma, partai yang nama/jargon/pengurus/massa-nya orang2 islam… tapi ga berjuang u/ penegakan islam..
kalo bener2 partai islam, yang diperjuangkan, ya musti tegaknya ISLAM di Indonesia-ku tercinta ne…
Tul ga..

#2. Dikirim oleh Abu Arsy  pada  11/11   01:51 AM

Assalamualaikum wr.wb.

satu pertanyaan yang selam ini saya kira belum terjawab tuntas oleh PKS adalah apa dan kearah mana tujuan jangka panjang PKS membawa bangsa indonesia? saya belum membaca flatform partai ini tetapi dari tindak tanduknya seakan bahwa pengejawantahan politik praktis partai ini sangat berbeda dengan aspirasi grassroot yang selama ini getol memperjuangkan popularitas PKS.
Apakah PKS masih malu-malu memperlihatkan wajah dan agenda islamnya yang asli dengan alasan itu akan menjadi backfire terhadap popularitasnya yang dikatakan meningkat ataukah mereka punya tahap dalam aplikasi ide perjuangannya, semua itu masih belum jelas. dilain pihak banyak kelompok islam lainnya seperti Hizbut tahrir sejak awal sudah dengan konsisten berdakwah dengan agenda yang jelas berupa transformasi atau revolusi berpikir yang mengarah pada peletakan dasar-dasar khilafah islamiyah yang bersifat global.
tdk dapat dipungkiri bahwa memang PKS lahir dari perpaduan antara ideologi islam yang saya kira universal dan realitas politik keindonesiaan yang bersifat lokal. sehingga kemudian PKS sepertinya terjepit ditengah-tengah atau berusaha merekonsiliasi dua nuansa yang agak berbeda tersebut, adalah merupakan hal yang bisa diperkirakan sejak semula.
saya kira ke depan PKS akan lebih banyak kehilangan warna ideologi islamnya karena terbawa arus politik praktis yang tentu saja sedikit banyak dipengaruhi oleh political bargaining sesaat.
akan sangat sulit bagi PKS mendesakkan agenda ideologi islamnya intraparlemen meski hardcore pnedukungnya bertambah banyak. tanda-tanda berupa pencalonan PKS terhadap orang-orang non PKS untuk menjadi bupati dan gubernur tanpa tabayyun terhadap track record tokoh tersebut, serta kegenitan PKS untuk berkolisis dengan partai-partai lain yang tdk seideologi atas nama kepentingan sesaat bukan untuk kepentingan ummah adalah merupakan alamat awal akan pergeseran akidah politik PKS di masa yang akan datang

#3. Dikirim oleh aminuddin  pada  11/11   04:03 AM

itu bukan memamakan temen sendiri mas, itu namanya semakin tumbuh kesadaran untuk bersatu ditingkat pemilih sehingga akan menjadi lebih besar, seharusnya juga itu di ikuti ditingkat elite sehingga demokrasi kita akan tumbuh dewasa. Partai asas islam atau nasional itu tidaklah penting karena   nasionalisme sendiri itu islami. yang paling penting adalah bagaimana nilai nilai kebaikan (islami) itu bisa tercermin dalam kehidupan perpolitikan sehingga tidak ada korupsi, kata kata kotor, pembohong, tipu muslihat.

#4. Dikirim oleh randez  pada  11/11   07:12 AM

Teriring salam dan do’a semoga rahmat dan karunia dia yang esa senantiasa terlimpah kepada segenap alam semesta (kalau bahasa arabnya asslaamu’alaikum wr wb ya….?). Saya seorang muslim yang insya allah ta’at, shalat 5 waktu, magrib, isya dan syubuh berjama’ah di mesjid, nggak percaya tuh sama yang namanya partai islam, apalagi PKS, di bawah masjid taklim dan masjid menjadi eklusif, dipakai buat kegiatan politik, umat jadi tidak nyaman shalat berjama’ah. Tolonglah kepada parpol yang mengaku parpol islam, jangan jadikan rumah ibadah dan fasilitas umum jadi kegiatan politik, lebih besar mudharatnya…..... Bicara politik bicara soal hak dan kewajiban, kekuasaan, kebijakan, program, kegiatan dan anggaran. Jangan bawa-bawa agama ah !!!. Islam akan lebih maju kalau tidak ada parpol islam. Buat saja jamiyah kayak NU dan Muhammadiyah yang benar benar netral. Umat jadi tambah bodoh dipolitisasi nih…..............

#5. Dikirim oleh teguhseno  pada  13/11   05:41 AM

Saya ingin menambahi komentar dari Mas Teguh Suseno. Saya setuju banget dengan komentarnya, bahwa sebaiknya jangan bawa-bawa politik ke tempat ibadah. Saya sering tanya ke temen2 non muslim, baik yang dari nasrani, hindu, budha, katolik dll. Pertanyaan saya sederhana saja, apakah ditempat ibadahmu sering atau minimal pernah dipakai untuk kegiatan politik? Jawaban mereka seragam, di tempat ibadah mereka sama sekali tidak pernah dipakai untuk kegiatan politik, baik penggalangan masa ataupun yang hanya berupa ceramah politik. Lalu kenapa di tempat ibadah kita sudah menjadi"tradisi” menjadi ajang berpolitik ria. Bukan cuma di Indonesia lho, hampir di semua negara islam dan disemua even (terutama Jumatan), menjadi tempat berpolitik. Jangan kata lagi seperti di Iran, sholat jumat menjadi acara wajib berbicara politik. Apa karena ini agama kita sering dipakai oleh umatnya sendiri untuk menjustifikasi tindakan kekerasan. Sebagai muslim saya kadang merasa malu sendiri, melihat saudara-saudara kita sesama muslim ribut melulu dan menjadikan agama sebagai alasan pembenar tindakan kekerasanya. Mohon jawaban bagi yang bisa ngejawab, thanks.

#6. Dikirim oleh suseno teguh  pada  14/11   04:16 AM

Islam tidak sekedar ritual dan teori belaka.., tapi lebih dari itu, bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam tingkah laku kita sehari-hari.

Islam tidak tersekat-sekat dan tidak berbicara pada satu aspek saja.., tapi mencakup semua baik sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lain sebagainya.

Teman.., Bukan Sistem dalam Islam yang salah.., akan tetapi kitalah sebagai orang muslim yang harus instropeksi diri.., sejauh mana kita telah berbuat dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

#7. Dikirim oleh deal  pada  14/11   03:46 PM

saya pernah melakukan penelitian kecil-kecilan tentang PKS tahun 1999, yang waktu itu masih bernama PK. salah satu yang menarik dari wawancara terhadap aktivis partai waktu itu adalah jawaban bahwa “PK (PKS)tidak menutup Kemungkinan akan membawa negara ini menjadi Negara Agama (Islam) jika waktunya memungkinkan”. mereka mematok waktu antara 25 sampai 30 tahun ke depan. jika saat ini PKS berdekat-dekat ria dengan kelompok nasionalis, maka secara kasat mata dapat ditebak itu hanyalah langkah pragmatis untuk membangkitkan simpati masyarakat dan ujung2nya untuk membangun kekuatan demi agenda jangka panjang mereka. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia tahu bahwa partai ini memiliki agenda jangka panjang yang akan menjadikan Islam sebagai ideologi Negara. namun toh demikian, jika masyarakat Indonesia setuju semua dengan agenda itu, kenapa tidak…? akan tetapi jika tidak, PKS jangan coba-coba meneruskan agenda itu jika tidak ingin negeri ini tercabik-cabik yang tidak ada ujung pangkalnya…!

#8. Dikirim oleh Moch. Yazid Afandi  pada  15/11   01:44 AM

Assalamua’laikum wr.wb
Apapun yang diusung oleh partai-partai Islam selama ia masih permisif dan rela berkolaborasi dengan sistem Thoghut/pemerintahan kita sekarang,maka yang akan terjadi adalah tidak akan pernah konsisten dan istiqomah dalam urusan menegakkan Islam dan hukum Allah Ta’ala.Allah Ta’ala telah menyatakan dalam Al Qur’an pada QS AN NAHL : 36 untuk bukan saja dibaca dan dimengerti tetapi harus DIPAHAMI secara ikhls apa yg sebenarnya diperintahkan.Yg artinya:” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul kpd stiap umat untuk menyerukan BERIBADALAH KPD ALLAH SAJA DAN JAUHILAH THOGHUT,maka diantara umat ada org2 yg dbri ptnjuk oleh Allah dan ada pula org2 yg telah pasti kesesatan bginya.Maka berjalanlah kamu di bumi ini dan perhatikanlah bgaimna ksudahan org2 yg mendustakannya”.
Contoh analoginya begini:ada sebuah tong yg brisi kotoran manusia,ana mau brtnya kpd antum semua bgaimana cra mmbersihkanya dng benar?
dng kaidah yg benar adalah dng cara membrsihkanya dari luar tong tsb scara perlahan dn sistematis yg akhirnya tong tsb akn bersih.tetapi sebagian besar umat,khususnya Islam mereka mlah mmbrsihkanya dng cara masuk kdalam tong kotoran tsb?!!yg mngakibatkan mereka akn berlumur dng kotoran2 manusia tdi,maka sma halnya dng yg dilakukn partai2 Islam tsb mereka malah memasuki ranah sistem THOGHUT yg kotor dn batil tsb akibtnya mreka tdk akn bs istiqomah dlm menegakkan Islam krena tlah terkontaminasi dng paham2 permisif dan hedonis dr org2 yg memusuhi Islam yg kafaah!!!Naudzubillah

Mohamad Arif/08999829829

#9. Dikirim oleh Mohamad Arif Ar-Riadh Bin Hamid  pada  15/11   03:32 AM

Islam itu Universal/ menyeluruh (Syumul). Islam rahmatan lil alamin. Dalam islam kita masuk WC saja ada aturannya. Apalagi untuk urusan yang sebesar POLITIK, itu juga ada aturannya.

Bagi anda yang tidak percaya pada ParPol Islam, lalu anda akan percaya pada ParPol apa? Nasionalis. Jika Anda termasuk orang nasionalis jangan sok tahu bicara tentang islam.

Ingat Islam itu syumul! PKS menerapkan hal itu. Apa landasan di tempat ibadah tidak boleh bicara POLITIK ?

Muslim yang ta’at itu, tidak hanya shalat 5 waktu, magrib, isya dan syubuh berjama’ah di mesjid. Karena Islam bukan hanya shalat. Anda tahu sendiri bukan kalau Rukun Islam itu tidak hanya Shalat.

Lagi pula masih untung ada PKS. Anda bisa cek Partai Politik yang mana yang masih bersih dari KKN.

Sekarang Partai mana yang paling banyak kasus KKN-nya. Partai nasionalis, bukan?

Yang penting Parpol itu membawa pada kesejahteraan pada seluruh masyarakat. Memangnya anda mau dipimpin para elite POLITIK busuk.
Ketua RT curang saja rakyat sudah kerepotan,.. apalagi Sebesar PEMERINTAHAN.

Masih mending PKS punya gerakan jelas,..
daripada anda bisanya hanya NATO!!!
-No Action Talk Only-

Cape deh..!!

Kader PKS

#10. Dikirim oleh mr. sopiyan  pada  17/11   06:44 AM

Saya mau tanya nih kepada aktivis parpol, kenapa ya Jepang, Korea dan mayoritas negara barat, bahkan negara atheis bisa lebih maju dari negara mayoritas berpenduduk muslim. Padahal mereka tidak menerapkan syariat islam dalam berpolitik dan beri(pol)eksosbudhankam. Kesimpulan saya mereka menerapkan etika/akhlak dalam berbangsa dan bernegara. Saya pikir cukuplah nilai-nilai islam menjadi etika dalam berpolitik, tidak perlu partai islam. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan saudara sebangsa dan setanah air di Bali, NTT, sulut dll kalau Partai Islam yang berkuasa….. Islam Yes, Partai Islam No !!!!

#11. Dikirim oleh Teguhseno  pada  18/11   05:36 AM

Agenda Islamis yang di usung PKS adalah tataran praksis seperti tidak mencuri uang negara (korupsi). Ketika hakekat perjuangan Islam ya disini!

#12. Dikirim oleh budi  pada  18/11   08:20 AM

Assalammualaekum

mnurut Gw Mngkn partai nasionalis atau islamis smuanya deceitful appears falsely through escaping lies and falsities.! I find it is a highly logical and Thanking to My dear GOD.. kalo emang mau ngajak ke sorga ga perlu lewat partai., klo emang para petinggi ato simpatisan smua parpol mao ngaku2 sog nasionalis mendhing ga perlu lewat partai..! mendhing bikin debat ampek termehek2 mbahas kita udah merdeka spenuhnya apa ga.?.. apa perlu smua ini diakhiri dengan perang saudara.?

dasar smua generasi; biar yg udah tua ato yg muda smuanya pada geblek… Endonesia skrng ga perlu mikro politik ato tetkbengek laennya.. mendhing ngurusin mikro ekonomi dulu truz dibumbui makro politik.. basis - struktur - suprasrtuktur nya ditata dulu.. dari dulu udah jelas nasionalis ya makan ga makan asal kumpul.! dan islam ngajak orang mukmin ke surga.! skrang smuanya malah jadi munafiq termasuk diri gw jg, gara2 klamaan proses politik yg ga jelas ghene..!!

WALLAHU A’LAM

Nb respon dong bang.. Ntar otak gw lama kelamaan bisa kena bipolar sindrom neeh.. hehe

#13. Dikirim oleh ghulam hafiedz  pada  18/11   04:12 PM

Semua jangan sok Islami deech,pake terjun di politik   dengan nama Islam lagi.MUNAFIK..!!!Kalo cari duit,cari duit aja ga usah pake kedok politik apalagi Agama.Masih mending anjing atau monyet,walau derajatnya dianggap rendah oleh manusia tapi mereka ga neko-neko.Mereka menjalani hidup sesuai dengan kodratNya,lain kayak elo-elo pada…disebut manusia,kelakuan melebihi monyet,..disebut moyet,..Serakahnya tujuh Fi’raun.

#14. Dikirim oleh Syaepuddin  pada  20/11   12:23 PM

Untuk Ghulam hafiedz
“harapan itu masih ada”

#15. Dikirim oleh kartika  pada  25/11   05:52 AM

politik termasuk ibadah karena islam itu kaffah keseluruhan, tapi bukan berarti boleh membawa ‘bendera ke tempat ibadah’, karena yang melakukan ibadah di tempat tersebut menganut macem-macem bendera….jadi jagalahhati ...jangan kau….

#16. Dikirim oleh ifan  pada  26/11   07:58 AM

menurut saya sih gak perlu lah kita usung-usung islam dalam berpolitik meski islam juga mengenal politik. kalau kita memang islam tunjukkan dong apa yang bisa kita perbuat dengan keislaman kita itu untuk kemaslahatan umat. So, kalau kita berpengetahuan ukur aja apakah pengetahuan atau ilmu kita bermanfaat bagi orang lain atau tidak, jangan alih-alih bawa nama islam (Agama Islam) padahal hanya untuyk ngumpulin masa sebanyak-banyaknya supaya bisa duduk di kursi empuk dengan segudang fasilitas yang selalu saja dianggap kurang cukup.

#17. Dikirim oleh wiwid  pada  28/11   03:21 AM

Islam memang kaffah, tapi soal politik, yang dicontohkan nabi itu aspek moral/etika/akhlak dalam berpolitik, belum ada partai waktu itu. Soal mengangkat khalifah saja untuk mengganti beliau tidak diwasiatkan sama sekali. Bahkan dalam berbangsa dan bernegara nabi dapat dibilang nasionalis, bukankah piagam Madinah dan kerinduannya terhadap Mekkah tanah tumpah darahnya adalah suatu contoh yang baik ?. Sekarang ini kalau Indonesia banyak hutang dan lagi susah, memangnya “kerajaan2” islam di timur tengah dan asia selatan atau di afrika maghribi sana mau membantu bayar ?. Bukankah saudara sebangsa dan setanah air yang berbeda agama dengan kita yang telah ikut bersama-sama menderita dengan kita selama ini. Saya pikir mereka yang terobsesi dengan negara islam/khilafah/partai islam tidak pernah tuntas belajar sejarah, bahkan sejarah agamanya sendiri. Saya mau minta para aktivis partai islam untuk melihat departemen/kementerian, gubernur/bupati/walikota yang dipimpin oleh kader partai tersebut seperti apa pola rekrutmen para pejabatnya, sepertinya jauh lebih buruk dari zaman orba dulu dan diarahkan untuk menjadi partisan, padahal PNS harus netral. Kompentensi nomor 2 yang penting kader, jadi kalau urusan sudah diserahkan kepada yang bukan ahlinya tunggulah kehancurannya !!! (nabi yang bilang lho…...)

#18. Dikirim oleh Teguhsuseno  pada  28/11   04:10 AM

Untuk kartika
“harapan itu masih ada”
..harapan apa mbha’.??*khEh2.. Gw ga pernah berhenti coba berharap ama Tuhan., biar bagaemana Gw poenya Tuhan.. meskipun Gw ga pernah poenya saluran buat ideologi politik Gw., emang lo ada saran.??*apa mendhing kita rencanain bikin partai skalian., he he he cappe deeh..

#19. Dikirim oleh Ghulam Hafiedz  pada  30/11   05:43 PM

di filifin saat menjatuhkan marcos ada tokoh yang namanya kardinal sin,di birma para biksu yang melawan rezim militer dan diindonesia ada amin rais yang menggerakan menumbangkan suharto.mereka tokoh agama dan menggunakan agama untuk aksi politiknya.jadi menggunakan agama dan fasilitas agama seperti masjid sah aja itu pARA biksu dibirma dipuji-puji oleh masyarakat dunia,kardinal sin menggunakan gereja untuk menjatuhkan marcos.so what gitu lo?aceh minta referendum karena sizolilmi orba,papua minta lepas karena gak kebagian haknya dan tiomor timur lepas karena ketidak adilana rezim.pernahkah ada perpecahan negara ini karena isu negara islam atau syariat islam?gak ada kalee.hanya mitos yang menyebutkan syariaqt islam memecah belah bangsa.hidup partai keadilan sejahtera.

#20. Dikirim oleh abu musab  pada  04/12   04:27 PM
Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?