Reportase,
09/11/2008

Partai Politik Islam: Memakan Teman Sendiri

Oleh Saidiman

Lebih jauh Burhanuddin menjelaskan bahwa realitas politik yang menunjukkan semakin banyaknya partai yang gangdrung menggunakan jargon-jargon islami sebetulnya adalah bukti bahwa partai-partai nasionalis justru sedang berusaha melebarkan sayap menggerogoti basis pemilih partai-partai Islam. Alih-alih partai Islam yang mampu mengalihkan dukungan partai nasionalis, suara di basis-basis massa mereka sendiri yang semakin terancam oleh para elit partai nasionalis yang semakin “islamis.”

09/11/2008 19:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (55)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 3 halaman < 1 2 3 > 

tuk mas aminudin, sekarang dah ada buku platform kebijakan pks setebal 500an halaman, coba mas baca pasti tahu agenda jangka panjang pks untuk memajukan dan memandirikan bangsa ini ...

#21. Dikirim oleh wachid nugroho  pada  05/12   07:46 AM

sedikit aja>>>>>ORANG DI PKS KAN JUGA MANUSIA, YANG TIDAK LUPUT DARI SALAH DAN LUPA??? YANG TERPENTING SUDAH ADA UPAYA DAN USAHA UNTUK MERUBAH NASIB BANGSA.

#22. Dikirim oleh tirmidzi  pada  11/12   04:08 PM

saya klo suruh milih, pasti milih partai islam.
tapi saya berharap sesama partai islam, boleh lah partai islam itu banyak, tapi tolong kader2nya diajarin agama islam dulu, jangan sampe dah jadi anggota dewan or pejabat malu2in. apalagi klo sampe korupsi, gak mendukung peraturan mengenai penegakan syariah islam,membela agama selain islam… untuk apa jadi partai islam klo begitu mah… yang milih ikut jadi malu…
semoga partai islam tetap jaya, dan agama kita jadi rahmat bagi bangsa kita dan dunia… amin

#23. Dikirim oleh arif  pada  17/01   11:25 PM

dimana mana yg namanya orang berbuat baik pasti ada aja yg ga ridha’.....dikatain “makan temen” lahhhhh…..ada ada aja pikiran orang ini. Bilang aja semua pd takut klo PKS yg notabene bersih, profesional, dan peduli (terbukti!!!) nanti berkuasa di Indonesia, maka banyak oknum oknum yg merasa dirugikan akan melakukan segala cara utk mencegah PKS menang.
Saat ini banyak pengaruh2 sekularisme (contohnya nasionalis sempit) dimana AGAMA HARUS DIPISAHKAN DALAM TATANAN PEMERINTAHAN. Apa jadinya? yaaa sekarang ini buktinya!!!!

#24. Dikirim oleh sipank  pada  23/01   02:56 PM

ya, itulah yang terjadi sebenarnya. LSI mengungkapkan bahwa lebih banyak rakyat kita yang tertarik kepada partai nasionalis-jika memang ada sekat ideologis seperti itu-, walaupun rakyat mayoritas baragama Islam. tapi ini perlu tanggapan serius dari partai Islam jika hendak memilih sebuah gerakan untuk kemaslatan.

#25. Dikirim oleh madroji  pada  23/01   04:26 PM

Saya paling tidak respek dengan politikus yang membawa-bawa agama dan Tuhan untuk memuaskan keinginannya untuk berkuasa.

#26. Dikirim oleh myra  pada  28/01   08:47 AM

Kalau berkaca pada jaman rasululah jelas adanya Egalite,Fraternite dan Liberte berdasarkan syariah. karena kebutuhan hidup terpenuhi dan syariat dilaksanakan dengan baik maka akan menjadikan Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur. Bisakah di terapakan pada saat ini. Bisa asal ada Niat. dan kembali konsep kerjakeras dan hidup sederhana dilakukan. Bila Ekonomi OK. Hukuman Potong tangan pun hanya ada dalam undang-undang. Sedangkan potong tangan itu sendiri jangan diartikan secara literal aja. tapi meniadakan kemampuan untuk tidak terjadi suatu “pencurian” baik hak/Benda.
Semuanya akan tercapai bila ada Niat dan Usaha untuk bersyariah. Baik segi Pendidikan,Business,dll.Sehingga partai Islam pun tak lagi diperlukan.

#27. Dikirim oleh Mas panca  pada  29/01   10:05 AM

huua.!! nasionalis sempit bang.?! haha benner tuhh bukan hanya AGAMA HARUS DIPISAHKAN DALAM TATANAN PEMERINTAHAN.!! tetapi tulisan AGAMA harus dihapuskan dari KTP.!! islam bukan agama tetapi islam memberikan sebuah konsep beragama.. jadi biarr sayya ga agamis yang sempit.. yya khan murtad laghi dehh sayya pak hajji.. ha ha ha.. musti tobad nyantri allim kemana neehh sayya pak hajji.!?

#28. Dikirim oleh Ghulam Hafiedz  pada  29/01   04:52 PM

Saya sarankan bagi orang yang mengaku beragama islam bacalah alquran dimengerti artinya (dg terjemahannya) kemudian dihayati, berurutan (jangan tertinggal satu ayatpun) sampai tamat. Kemudian setelah itu jadikan alquran bacaan rutin setiap hari ( tetap dg terjemahannya) dan membaca kitab hadist ( disarankan bukhari/muslim)  insya alloh kita akan jadi orang islam yang sesungguhnya.

Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia disegala aspek kehidupan, bagaimana tidur saja diatur dalam islam, apalagi dalam kehidupan bernegara. Berpolitik harus , kalau kita orang islam tidak mau jadi penonton dan hanya jadi buruh ekonomi bukan pelaku ekonomi dinegeri ini.

Bangunlah dan bersatulah umat islam indonesia, kita tidak perlu mendirikan negara islam indonesia, tetapi kita harus jadi pelaku utama dalam segala bidang kehidupan dinegara ini.

Umat islam adalah mayoritas dinegara ini,tetapi kita hanya jadi penonton dalam denyut kehidupan berbangsa dan bernegara disegala aspek kehidupan. Energi kita habis untuk ribut bertenkar sendiri mempermasalahkan kan dimulai puasa dan kapan sholat id.

Jalan yang paling elegan adalah ikut dalam pemilu, untuk dapat memberikan arah kebijakan pengelolaan negara.

#29. Dikirim oleh habibbah azzahro  pada  30/01   12:28 AM

Merdeka !

Bangsa ini perlu merdeka yang seutuhnya.  Berani tampil apa adanya, integratif apa yang dipikirkan dengan yang dilakukan. Berani melepas ikatan topeng-topeng politik.

Partai islam berwajah nasionalis ataupun partai nasionalis berwajah islamis merupakan partai topeng politik.  Apapun agendamu bersifat jujurlah pada pengikutmu.

Kejujuran memang akhirnya menjadi barang langka dlam perpolitikan, bahkan bahan ejekan dan celaan karena persepsi orang bahwa “jujur itu ajur” (Jujur itu hancur).  Namun kejujuran dalam berpolitik sangat penting untuk mentransformasi negara yang sarat dengan kebohonga publik.  Jikalau pada permulaannya saja sudah dimualai dengan topeng politik ketidakjujuran. Selanjunya apabila terpilih nanti sebagai punggawa negara apa bisa dipercaya ntuk mengemban amanat rakyat dengan sikap yang jujur ? Pasti diragukan bukan ? Masih adakah partai politik yang tidak alergi dengan kejujuran kepada rakyat ? I Miss It, I dreaming it.

#30. Dikirim oleh iwan firman widiyanto  pada  09/02   07:27 AM

PKS itu Palestina Kita Sayangi.

Itu kata-kata yang muncul pada iklan PKS dalam rangka kampanye mungkin. Saya jadi bingung…..
kenapa harus palestina yang kita sayangi…. padahal di negara sendiri aja masih banyak yang harus kita tolong dan batu. Gimana kalo diganti menjadi “Papua Kita Sayangi” toh PKS juga khaaaannn, dan itu adanya di negara kita dan bangsa kita sendiri yang tentunya sebangsa dan setanah air dengan kader-kader PKS.

#31. Dikirim oleh wiwid  pada  11/02   03:02 AM

hari ini dikotomi afiliansi partai nasionalis dan islamis sdh tidak laku dimasyarakat, apalagi PKS mengklaim Partai Islami, apa yg di bawa oleh PKS yg mencitrakan diri menjadi partai dakwah, tak ubahnya partai yang lain, bulan kader PKS tertangkap basah sedang berzina, dan beberapa pilkada yang di menangkan oleh PKS, hampir tak berjalan karena PKS terlalu serakah contah, provinsi Jabar dan Kota Depok

#32. Dikirim oleh mansur  pada  27/02   04:37 PM

jangan pernah menggunakan simbol2 keagamaan untuk hal yang berkaitan dengan kekuasaan kepentingan golongan atau pribadi karena dapat membuat membatasi simbol keagamaan tersebut tidak lagi menjadi universal…

#33. Dikirim oleh hery  pada  01/03   08:45 AM

Subhanallah, banyak sekali ya komentarnya…
mungkin saya sedikit menjelaskan kepada mas-mas, mbak-mbak
Saat ini, memang pks tetap istiqomah dengan dakwah yang dijalankan sesuai ajaran ahlussunah wal jama’ah..
kader yang berada didalamnya, tetap istimroriyah dan konsisten dengan dakwah di masyarakat…
disini, kita lihat secara realnya bahwa kita hidup tuk cari ridho Allah, setuju???
kita buktikan dengan ilmu dan amal yang nyata..
saya mengajak anda untuk berfastabiqhul khoirot sesuai Al-Qur’an dan As-sunnah…

Jazakallah khoiron.

#34. Dikirim oleh nasrul  pada  01/04   03:51 PM

Mari kita sebagai bangsa yang berpenduduk mayoritas islam kita bersama mengaktualisasikan islam di seluruh aspek kehidupan bukan hanya sekedar ajaran ritualitas tapi kita aplikasikan disemua ranah kehidupan termasuk dalam sistem pemerintahan dan perpolitikan semuanya harus islami,Masak kita kalah sama Brunei. BERSAMA KITA BISA

#35. Dikirim oleh dadang prabowo  pada  03/04   05:41 AM

Elite partai dan pemerintah lagi malu berat karena yang menang selalu suara GOLPUT.

Supaya tdk malu, dipolitisir seolah2 GOLPUT terlahir karena kekacauan teknis pemilu.  KPU jadi tumbalnya.

Teman2 saya yang GOLPUT angkat bicara, bahwa mereka PROTES dan TIDAK PERCAYA dengan parpol, caleg, dan sistem yang ada sekarang. Kalau carut marut dibereskan, mereka SANGAT INGIN menggunakan hak suaranya, kok !

GOLPUT bukan apatis, mereka justru sangat peduli.  Hai para elite, k a m i (Golput) lagi protes, tau !

#36. Dikirim oleh Hamdan Arfani  pada  15/04   07:49 PM

sejarah perjalanan partai islam di negara ini sudah lama, jadi bukan fenomena baru yang harus dielu-elukan. yang paling penting sekarang bagaimana kita bisa mengkalkulasi hasil atau nilai plus partai islam dalam pembangunan sekarang dan di masa depan…sepengetahuanku tidak begitu banyak sich….

#37. Dikirim oleh tirmidzi  pada  18/04   07:19 AM

ISLAM YES, PARTAI ISLAM NO !

Kata-kata di atas pernah dikutip Nurcholish Madjid dari sebuah buku berbahasa Inggris. Kemudian, orang yang belum menyimak maksudnya langsung menuding Nurcholish sebagai sekuler.

Saya sepaham dengan beliau. Saya mengelus dada, karena di abad 21 ini orang masih terjebak oleh simbol dan bukan memprioritaskan substansi. Orang memilih partai berdasar SARA. Meski tidak vulgar, tapi masyarakat tahu peta partai-partai, mana yang agamis, mana yang nasionalis (meski sesungguhnya tidak terlalu berbeda!)

Saya sepakat dengan beliau, bahwa konsep ‘rahmatan lil alamin’ itu tidak lagi berbungkus SARA. Dan saya juga sepakat, bahwa ideologi Islam harus diperjuangkan dengan merangkul (berjuang bersama)warga non muslim. Bungkus yang berlabel Islam tentu menjadi tembok penghalang partisipasi mereka, meski mereka sepakat dengan ideologinya. Inilah cacat partai berlabel Islam, sayang sekali.

Saya faham, bahwa berpolitik adalah salah satu jalan perjuangan penegakkan ideologi Islam. Tapi bungkus berlabel Islam, sungguh masih terlalu ekslusif.  .(JavaScript must be enabled to view this email address)

#38. Dikirim oleh Hamdan Arfani  pada  28/04   06:30 PM

PKS ARTINYA Partai Kurang Sopan
wong dia catut sana sini nggak pake izin kok…
Gitu Aja kok Repot…

#39. Dikirim oleh fadhal husban  pada  02/05   06:30 AM

terlalu banyak orang orang salah memahami apa itu partai islam malah cilakanya orang yang didalam partai islam sendiri bingung terhadap partai itu sendiri.biarkan saja kebingungan ini berlangsung toch juga bagian dari politik.

#40. Dikirim oleh jecxwolf  pada  03/05   08:33 AM
Halaman 2 dari 3 halaman < 1 2 3 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?