Wawancara,
16/01/2009

Budhis Utami: Pendidikan Agama Jangan Menakut-nakuti

Jadi bacaan-bacaan wirid itu, bacaan-bacaan doa novena dalam agama Katolik, dan bacaan-bacaan yang keluar dari dalam hati saya sendiri, saya pikir sama-sama didengarkan oleh Tuhan. Poin yang ingin saya sampaikan: kalau kita menjalankan nilai-nilai yang inti dan universal dalam suatu agama, kita tidak akan pernah bentrok dengan agama apapun.

16/01/2009 07:18 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (112)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 6 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

@ aden

Kutipan dari tulisan aden:
Ane cuma bingung ama pendapatnya bung Jonny, kalau dicermati cara penolakannya terhadap agama islam & Ayat2 Allah Swt persis kaya orang yahudi… rewel, ndablek, sombong pula…

Gue cuman nanya sama aden: Apakah Nani Abraham   (Ibrahim), Nabi Moses (Musa), Yesu (nabi Isa) bukan orang Israel? yang gue denger dan baca mereka semua orang keturunan bangsa YAHUDI. Gue baca juga bahwa Nabi Muhamad menerima ajaran mereka, yang artinya Anda (jika beragama Islam) juga menerima ajaran mereka.

Jadi jelasin dikit deh, apa yang anda orang Yahudi “...rewel, ndablek, sombong pula…”
yang anda maksudkan itu yang mana sih? Jangan anda sapu rata aja deh.

Soeharto dan keluarganya di tuduh ngorupsi miliar uang negara, dan Soeharto dan kelnya beragama Islam. Apakah ini berarti semua orang Islam tukang korupsi? Atau karena Soeharto orang Jawa berarti seluruh orang Jawa tukan korupsi? Atau dia presiden Indonesia berarti semua orang Indonesia koruptor? TENTU SAJA TIDAK. Aku pasti marah besar jika saya dikatakan tukang koruptor hanya karena saya orang Indonesia. Orang Jawa tentu tidak mau dituduh koruptor hanya karena Soeharto orang Jawa atau Orang Islam pasti marah besar dituduh tukang korupsi hanya karena dia seagama dengan Soeharto. JANGAN KITA SAPU RATA DEH. Pribadi orang perorang nggak mewakili bangsa/kelompoknya bahkan keluarganya.

Sama juga dengan orang Yahudi…..........

jika anda nggak setujuh dengan gue; silakan sampaikan alasan anda.

ma kasih

Jonny

#41. Dikirim oleh Jonny  pada  31/01   02:57 AM

menganut ajaran agama/kepercayaan tertentu merupakan hak azasi setiap manusia. setiap orang berhak memutuskan agama/kepercayaan yang diikuti.

beberapa fenoma yang wajar terjadi pada penganut agama adalah:
- mencegah umatnya pindah k keyakinan
- memperbesar jumlah umatnya secara generatif
- menarik umat agama/kepercayaan lain masuk ke lingkarannya.

#42. Dikirim oleh suka sarana  pada  31/01   06:29 AM

Menurut saya sebagai muslim, Kerugian Yang Sangat Besar bagi Anda,...ternyata agama dengan konsep trinitas yang sangat “tidak masuk” akal - bagaimana mungkin Tuhan Bisa Mempunyai ANAK dan ISTRI ?? - kalau saya pun muslim turunan dan tidak kuat sama sekali dalam berislam, tetapi untuk pindah agama,... itu hal yang paling bodoh dilakukan manusia,...apalagi agama Islam yang hak, dan sangat jelas keterangannya…..sangat masuk akal dalam penerapannya,... dan tidak pernah ada paksaan dalam agama Islam,.... tetapi bagi muslim khan ada hukumnya - wajib, sunnah, haram, halal dll - jadi kalau anda “dipaksa” sholat oleh Eyang Anda, sebetulnya bukan paksaan, lha anda muslim, hukum sholat bagi muslim adalah wajib, dan konsekuensi wajib adalah “harus” dilakukan, jika tidak adalah melanggar peraturan dan hukumnya “dosa”,...kasih sayang dari eyang anda agar anda tidak berdosa itulah mengapa seolah anda ‘dipaksa’ walaupun anda akhirnya “mencuekin” maksud baik eyang anda, jadi apa yang menutupi hati anda dari cahaya Allah Swt yang telah ditanamkan oleh orang-ornag yang mencintai Anda, ibu, eyang dan saudara muslimmu ?
karena sekarang anda sudah katholik, itu “absolut” urusan anda dengan Allah SWT, dan untuk yang satu ini saya tidak bisa komentar,... tetapi bila saya punya anak seperti anda, saya akan bertobat kepada Allah Swt, untuk dijauuuuuhkan dari tanggung jawab di Yaumul Mizan kelak,...walaupun masih selalu ada kesempatan bagi anda untuk bertobat dan kembali kepada Islam, sebelum nafas sampai ditenggorokan anda,... tetapi kalau anda tetap di katholik yang konon “surga” nya telah “dijamin”,... itu pilihan anda, dan yang kami minta jangan mempengaruhi saudarku - saudara anda yang muslim pun saudaraku - untuk mengikuti anda - yang dalam pandangan kami adalah “sesat” dan “murtad” - jadi biarlah anda sendiri yang “dijamin” surganya, biarkan saudaraku yang lain bersusah payah sholat, shaum dan ibadah yang lainnya, karena kami takut akan azab Allah Azza wa Jalla,...karena kami “belum” dan ada JAMINAN masuk surga seperti anda.
Btw, satu pertanyaan lagi,...“orang yang mampu menebus dosa anak Adam dari dosa turunan adalah orang yang tidak punya “dosa turunan”, dan jatuhlah kepada Tuhan Anda (Yesus Kristus), tetapi adalah orang yang punya dosa turunan “wajib” DIBAPTIS, anda dibatis karena anda punya dosa turunan (yang anda tentu tidak melakukannya bukan ???), nah ...ada dalam sejarah Yohannes Pembaptis, berani-beraninya dia “MEMBAPTIS” Yesus Kristus. apakah Yohannes dapat diartikan sebagai menuduh Tuhan Yesus “punya” dosa turunan,...poin yang akan saya katakan untuk Anda, yang betul mana ?? Yohannes Pembaptis atau Tuhan Yesus yang “tidak” punya dosa turunan kok dibaptis,...Jangan merasa diserang, karena ini kenyataan sejarah yang ada dalam kitan suci anda,...

#43. Dikirim oleh hadi iskandar  pada  02/02   05:40 AM

Perpindahan agama ibu utami wajar dan sah-sah saja, yang tidak wajar adalah apabila ibu tetap apriori terhadap islam karena pernah dipaksa untuk sholat dan ditakut-takuti ada neraka dan sorga.Kalau ibu ingin tahu ajaran islam yang sebenarnya baca alquran terjemahannya sampai selesai tidak ada satu ayatpun yang tertinggal dan berurutan, pengertian islam dari kakek dan orangtua ibu dulu kurang tepat.

Sebagai aktivis perempuan, demi menghormati kebebasan berpendapat dan hak azasi memeluk agama, seyogyanya ibu jangan apriori terhadap perempuan islam yang ingin melaksanakan ajaran islam. Berilah mereka kebebasan jangan dihalang-halangi,tetapi apabila mereka ingin menerapkan kepada perempuan penganut agama lain ibu harus berteriak lantang dan menuntut ke pengdilan ( kalau perlu sampai mahkamah internasional).

Memeluk gama tertentu , sebenarnya kita sedang berjudi apabila dikaitkan dengan kehidupan setelah mati. Karena belum ada kerangka manusia/mummi hidup lagi cerita agama mana yang benar. Untuk itu didunia ini kita tidak perlu mempermasalahkan kebenaran suatu agama ditinjau dari sudut pandang apapun, karena semua nisbi dan diawang-awang.

Marilah kita hidup damai berdampingan, jangan saling memasukkan umat agama lain kedalam agama sendiri, berdakwahlah dikomunitas agamanya sendiri. Toleransi beragama bukan berarti mencampur adukan ajaran agama. Tidak mengucapkan selamat hari raya agama lain bukan berarti tidak toleransi, itulah bagian dari toleransi .

#44. Dikirim oleh habibbah azzahro  pada  03/02   05:52 AM

“kok enak ya agama ini?! Mungkin ini salah satu yang mendorong saya untuk memilih Katolik. “

pindah agama kok sa’ enak udele dewek…ga ada alasan yang lebih bermutu lagi mba…
terserah manusianya sih emang mo pindah agama 1000 kalipun allah tidak akan dirugikan, islam juga ga prnh maksa seseorang itu mo nasrani mo yahudi, mo nyembah kepompong juga terserah, cuma nanti terima konsekuensinya pas yaumul hisab nanti

#45. Dikirim oleh wawa  pada  03/02   07:06 PM

Untuk sdr.Bens dan kelompok yang sependapat. Sebagai seorang agnostik saya sangat tidak mempercayai bahwa jika kita ingin berhubungan dengan Tuhan pencipta manusia dan alam, kita diharuskan untuk memeluk agama yang telah diturunkan oleh Tuhan(yang menurut sdr.Bens Islam adalah satu-satunya agama yang diakui Tuhan). Pertanyaannya adalah dari mana anda tahu bawa islam adalah satu-satunya agama yang diakui Tuhan?. Pernyataan anda sendiri telah memantik perbedaan yang sangat-sangat menjurus kepada perpecahan di dalam agama anda sendiri!. Percayalah sdr. Bens bahwa islam tidak akan pernah rusak atau busuk oleh agama lain(yang menurut sdr.Bens tidak diakui oleh Tuhan), melainkan oleh agama dan umat islam sendiri…. . Marilah kita renungkan dengan sangat tenang, agama apa yang paling banyak dianut di Indonesia ini? jawabannya adalah islam, tapi tidakkah anda malu dan menyadarinya bahwa dari umat agama andalah koruptor paling banyak muncul?!, tidak sadarkah anda bahwa kota-kota dan desa-desa diterjang banjir karena masyarakatnya(yang kebanyakan dari mereka adalah kaum muslim), membuang sampah sembarangan dan dengan santainya mereka pun mengenakan pada tubuhnya aksesori-aksesori kagamaannya saat membuang sampah sembarangan?!!. Beruntung sekali rasanya diri ini karena saya dengan sadar mengetahui bahwa saya tidak membuat malu dan hina satu agama karena saya mengakuinya sebagai agama saya tapi di lain sisi saya pun mempermalukannya dengan berbuat korupsi atau membuang sampah sembarangan. Lebih baik menjadi seorang agnostik daripada jadi orang beragama tapi hanya karena warisan dari orang tua yang mewarisinya dari orang tua mereka sebelumnya.

#46. Dikirim oleh armenlam  pada  04/02   03:10 AM

Untuk menjadi seorang Katolik tidaklah mudah, karena harus jadi “pelayan” bagi Sang Pencipta yang Maha Kuasa dan sesama,... itu yang saya tahu.Menjadi “pelayan” adalah memposisikan diri paling rendah dari semua “derajat” yang dinilai manusia. Harus rendah hati, dan memegang teguh cinta kasih bagi Sang Pencipta yang Maha Kuasa dan bagi sesamanya.

Untuk diterima menjadi seorang yang Katolik tidak mudah juga, berikut saya petikan dari salah satu pedoman menjadi Katolik,  :
.....
“Bagi orang yang telah menanggapi panggilan bebas yang diberikan oelh Allah, dan memilih untuk menjadi Katolik, beriman Katolik dan beragama katolik harus menempuh proses pembelajaran terlebih dahulu sebelum menjadi warga Geraja katolik secara penuh.
Berikut Tahapan yang harus ditempuh/dijalani bagi mereka yang terpanggil untuk mengikuti Yesus Krisuts lewat Gereja Katolik.
•  Masa Praketekumenat
Tujuan dari masa prakatekumenat ini agar para simpatisan malaui berkenalan dengan Gereja Katolik, Yesus Kristus, Iman dan cara Hidup Katolik. dimana masa ini ditutup dengan tahap pertama yaitu dengan upacara penerimaan Katekumen.
•  Masa katekumenat
Pada masa katekumenat (calon baptis) praktis sudah berhubungan dengan Gereja, bahkan sudah termasuk keluarga Kristus. Dalam masa ini para katekument (calon baptis) semakin mendapat kesempatan lebih banyak dalam pembelajaran pokok-pokok iman katolik dan lebih meningkatkan hidupnya sebagai orang katolik. Masa ini ditutup denga tahap kedua yaitu upacara penerimaan calon Baptis.
•  Masa persiapan Terakhir
Masa ini disebut juga masa penyucian dan penerangan, dimana masa ini ditutup dengan tahapa ketiga yaitu dengan upacara penerimaan sakramen baptis/inisiasi (tergantung paroki-paroki ybs). (pada kebijakan tertentu materi mistagogi diberikan terlebih dahulu) sebelum diterimakan sakramen baptis/inisiasi kepada peserta (katekument)
•  Masa Mistagogi
mengingat setelah pembatisan belum berarti orang katolik tersebut sudah memahami semua rahasia iman katolik, juga belum sepenuhnya mantap sebagai orang katolik, maka masih perlu disediakan sejumlah bahan lanjutan yaitu mistagogi. Masa Mistagogi ditutup dengan rekoleksi pendalaman iman.
Isi dari tahap dan masa pembelajaran biasanya disesuaikan dengan kebijakan dari masing-masing keuskupan. Kadang kala masa persiapan terakhir juga di berikan pemantapan materi pemahaman iman dalam Misatagogi. dan masa misatagogi ditutup dengan rekoleksi ....”

dan ada lagi,....

...“DASAR IMAN KATOLIK
Hampir semua denominasi Protestan mengatakan Hanya Alkitab sumber Iman Kristiani (Sola Scriptura) tetapi tidak untuk gereja Katolik. Lalu apakah dengan ini gereja Katolik tidak menghargai kitab suci? oh tentu tidak sebab alkitab sendiri ditetapkan oleh gereja Katolik maka adalah aneh jika justru Katolik tidak menghargai kitab suci (untuk lebih jelasnya baca Sejarah Alkitab). Gereja Katolik menerima Kitab suci sebagai dasar iman tetapi bukan satu-satunya dasar iman”.

#47. Dikirim oleh Ttg  pada  05/02   08:48 AM

sudahlah ga usah ribut terus tentang agama….cape.. kalo anda pikir agama anda memang adalah agama satu-satunya yang diakui pencipta alam ini.. ya udah makan aja sekalian agama kalian.. emang kalian dikasih makan ama agama kalian?!, apa kalian bisa menyekolahkan anak-anak kalian dengan agama?!!!, mikir, mikir, dasar anda semua adalah orang-orang dungu yang di dunia ini hidupnya susah makanya anda mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas tidak dan belum jelas!!!!. Mari buktikan saya atau anda sekalian yang akan masuk surga yang anda pikir akan anda dapatkan setelah anda mati dari agama yang paling anda agung-agungkan itu dan yang anda klaim bahwa agama anda adalah satu-satunya agama yang diakui pencipta alam ini, dan juga yang menjadi agama mayoritas di negeri ini?!!!!!. Buktikan.

#48. Dikirim oleh armenlam  pada  05/02   10:36 AM

Islam adalah agama yang di ridhai oleh Allah SWT.Apakah ada diantara kalian yang hafal injil seluruh dunia?

#49. Dikirim oleh evan  pada  06/02   09:52 AM

agama adalah hal yang bebas untuk dipilih. karena bebas itulah makanya jadi berbeda-beda pilihan setiap orang atasnya.
dari perbedaan itu pulalah selalu lahir perantukan dan gesekan didalam masyarakat yang meyakininya. untuk perdamaian dan ketertiban kita harus berusaha meminimalisir perantukan dan gesekan tersebut dan disetiap agama juga sudah diajarkan bagaimana cara bertoleransi dengan agama lain. tapi saya rasa terlalu naif jika kemudian kita paksakan semua agama menjadi sama hanya karena semua agama itu sama-sama membawa kebaikan dan pesan perdamaian. karena saya yakin agama itu sendiri akan menjadi hilang jika kita menganggap semua agama itu sama. setiap agama punya konsep keimanan dimana konsep itu menuntut pengakuan atas suatu hal dan menolak mengakui hal yg lainnya. jika kita tetap memaksakan semua agama itu sama mungkin ada baiknya untuk seterusnya semua pemimpin agama membuat suatu kesepakatan bersama, bahwa kita punya tuhan yg sama, bahwa kita akan dihitung amalnya dengan cara yg sama dan nanti akan masuk kesurga yang sama secara berdampingan baik itu islam, katolik, protestan, hindu, budha dan seluruh kepercayaan lainnya. mungkin kita akan kampanyekan sebuah slogan,apapun agama anda tuhan kita sama, ajaran kita sama, surga kita sama.

#50. Dikirim oleh wahyu  pada  06/02   10:06 PM

@ Irawan
Quote : “maka SIAPAPUN yang mampu memperlihatkan tanda-tanda kebesaran diriNya selaku TUHAN, sah-sah saja membuat “rumah” dhi AGAMA dengan segala tatanan dan pernak-pernik ritual termasuk tolok ukur keimanannya - memenuhi kriteria, kaidah dan batasan2 yg memiliki landasan hukum untuk diterima sebagai sebuah agama. Jika keyakinan yg diusung Lia Eden mememenuhi kriteria2 tsb, saya yakin pemerintah akan menerimanya sebagai Agama dan Lia Eden tidak akan dijatuhi sanksi pidana.”

Maksudnya bung Irawan, sebaiknya Pemerintah mensensor dan mem-verifikasi kriteria Agama :
- Nama Tuhan-nya siapa?
- Tinggalnya dimana?
- Pertama kali hadir kapan dan dimana?
- Prestasinya apa saja? (mujizat apa yg pernah dibuat)
- Tuhannya punya keluarga yang lain atau tidak?
- Cara Ibadatnya, waktunya, harus dilaporkan lebih dulu.
(setelah didapat datanya, verifikasinya pake kriteria apa? apakah memakai kriteria Islam? Kristen? Atheis?)

GW MALU JADI WNI kalau Pemerintah RI berpikir untuk membuat Undang Undang yang mengatur dan menerima pendaftaran tentang siapa PENCIPTA yang BENAR.

Inilah kesalahan pemerintah! mengurusi soal keyakinan pribadi tiap-tiap Individu. Yang harus diatur oleh pemerintah adalah : Memberikan Kebebasan berkeyakinan tiap individu (agar tidak diintimidasi, kalo cuma dikritisi dan dikritik ya sah-sah saja, sejauh orang tersebut bersedia untuk dikritisi dan mampu berpikir kritis).

Manusia yang lahir di komunitas Islam, akan cenderung menganut Islam. Yang lahir di Kristen, akan cenderung menganut Kristen. Yang lahir di Atheis, akan cenderung Atheis. Kalau manusia menyalahkan manusia lain dari Keyakinan-nya, itu tandanya Manusia yang mengaku ber-agama dan mengaku punya “ALLAH YANG MAHA KUASA”, sudah meng-ingkari HAKIKAT dari PENCIPTA yang sesungguhnya.

Kalau mau menyalahkan/meng-kritisi Agama itu, bukan soal Identitas PENCIPTA-nya itu, tetapi soal apa yang di-ajarkan oleh “PENCIPTA-PENCIPTA” itu. Masuk akalnya suatu (Ajaran) agama, bukan ber-arti agama itu “benar”. Karena soal “masuk akal” adalah murni “manusia” hasil dari perkembangan akal/otak. Contoh : Dalam Islam di-perintahkan oleh ALLAH (Pencipta) untuk membunuh Kafir (ciptaan-nya)-(ada yang mengatakan dengan syarat dalam kondisi perang), bahkan akan mendapat pahala. Tetapi dalam ajaran Agama Lain: ternyata membunuh adalah dosa (tanpa syarat apapun), bahkan membunuh semut pun berdosa. Hukum MEMBELA DIRI sangat masuk akal dan logis bahkan menjadi semacam INSTING (kodrat), bahkan binatang pun punya. Lalu apa nilai lebih ajaran seperti itu.

Anda semua pasti akan bilang: itu bukti-nya Kafir (yahudi, dll) perang dan membunuh muslim. Walaupun mereka perang dan membunuh Muslim (atau secara umum membunuh manusia lainnya yang bukan muslim), ajaran Agama mereka tetap saja menyatakan mereka berdosa.

Hal-hal lainnya yang layak dikritisi silakan cari pada semua Ajaran agama yang ada : Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Tao, Shinto, agama-agama sempalan, agama-agama lokal. Contohnya : kalau di Bible ada cerita tentang Incest, ya layak dikritisi kalau memang Ajaran Kristen mengajarkan untuk Incest.

Nah, hal-hal inilah justru layak untuk dikritisi. Kenapa hal-hal seperti ini perlu di kritisi, karena KITA suka dengan BANGGA menyebut Islam/Yesus is Way of My Life…... karena ber-arti segala perilaku kita baik yang ditujukan/berimplikasi secara pribadi bahkan ditujukan/berimplikasi terhadap orang lain berasal dari Ajaran agama tersebut.

#51. Dikirim oleh anton  pada  08/02   01:52 AM

Sy sgt setuju dgn pendapat Armenlam, kenapa kita selalu meributkan soal agama. Karena ulah manusia yang fanatik agama membuat agama menjadi sumber utama dari pertikaian antar manusia selama ini. Kalau mau masuk surga, berbuatlah kebaikan di dunia ini tanpa pandang SARA.
Menurut sy semua agama itu bagus dan semua nya diturunkan oleh Tuhan selama ajaran agama itu mengajarkan hal-hal yg baik secara universal.
Alexander Fleming yg menemukan penisilin juga bisa disebut nabi dalam ilmu pengobatan, bayangkan berapa banyak jiwa yg diselamatkan oleh penemuannya. Kalau tidak ada Alexander Fleming agama di dunia ini juga tidak ada gunanya.
Semua agama ajarannya sudah tertulis dalam kitab suci masing2, pelajari dan amalkan (berbuat kebaikan bukan memusuhi orang tidak seiman). Yg perlu dikembangkan sekarang adalah Ilmu pengetahuan dan teknologi.

#52. Dikirim oleh Budiman  pada  08/02   03:38 AM

Sy dulu pernah dgr cerita (tidak tahu itu cerita humor atau hikayat) yang mungkin sebagian besar dari Anda juga sudah pernah mendegarnya, yg intinya menceritakan ada seorng yg sgt2 taat sama agamanya. Pagi, siang dan malam kerjaanya cuma sembayang, sembayang, sembayang, sembayang, sembayang, sembayang, sembayang, sembayang, sembayang ..........
Setelah meninggal ternyata oleh Tuhan dimasukkan ke neraka, sedangkan ada seorang yang dia kenal selama hidupnya tidak pernah sembayang tp dimasukkan ke Surga. Maka dia protes kepada Tuhan kenapa dia dimasukkan ke Neraka sedangkan orang yg tidak pernah sembayang malah di surga.
Tuhan pun berkata “Kamu Ku masukkan ke neraka karena selama hidupmu tidak pernah berbuat kebaikan, sedangkan dia Ku masukkan ke surga karena selama hidup selalu berbuat kebaikan”.

Ps. maaf kalau cerita nya salah ya.

#53. Dikirim oleh Budiman  pada  08/02   04:12 AM

Agama itu apa? kenapa harus ada agama? Tuhan itu siapa? kenapa harus ada tuhan?

#54. Dikirim oleh abdul  pada  08/02   05:53 PM

Untuk Bens,

Saya hanya mau mengingatkan bawah gravitasi di matahari, bulan dan planet planet berbeda beda. Belum lagi di planet tata surya lainnya.

Tuhan terlalu Maha Kuasa untuk dimiliki oleh sebuah agama. Belajarlah dari alam, semua saling bergantungan tidak ada yang paling benar.

#55. Dikirim oleh Bens  pada  09/02   01:41 AM

Sdr. Armenlam yth.

Membaca pernyataan/komentar anda diatas, jika anda betul2 ingin segera jumpai bukti kebenaran sebagaimana difirmankan Allah dlm al-Qur’an, percayalah saya sangat doakan, SEMOGA ANDA SEGERA TEMUKAN DAN RASAKAN SENDIRI BUKTINYA…

Namun demikian perlu diingat, saat anda jumpai kebenaran tersebut, mudah-mudahan anda tidak terlalu menyesalinya….

#56. Dikirim oleh Irawan  pada  09/02   06:10 AM

Masih mau ngeributin soal agama?!!!. ok. sekarang kita berdiskusi tentang agama, tapi…..sudahkah anda membuang sampah di tempatnya?, sudahkah anda menyantuni saudara2 anda, tetangga2 anda sebelum anda berpikir untuk melakukan ibadah naik haji?, sudahkah anda tahu dan menjalankan arti dari kata “Antri atau mengantri” ketika membayar sesuatu di tempat umum( PLN, swalayan, pasar, TELKOM dll)?, sudahkah anda?....Percuma ngobrolin agama jika anda belum melaksanakan “hubungan dengan alam sekitar”. saya hanya ingin mengingatkan fanatik2 agama itu bahwa Tuhan tidak pernah membutuhkan kita dan, tentu saja saya juga, untuk menyembahNya jika ternyata kita masih kucel, kotor, dekil dan yang juga pastinya adalah jika ternyata kita masih membuang sampah sembarangan. Liat kota Bandung dan tanyakan walikotanya, Dada Rosada, “bisa ngurus kota dan sampahnya tidak?, tak perlu berpenampilan bak seorang yang sangat mengenal agamanya dengan baik dan juga dengan bangganya memakaikan pada tubuhnya aksesori2 keagamaan ketika menutup lokalisasi prostitusi saritem tanpa pernah mau menyadari dan mengakuinya bahwa ketika ia berpenampilan bak seorang suci dengan pakaian kebesaran agamanya, ketika itu pula ia membunuh ratusan anak2 yang ibunya para pelacur di saritem, karena lokalisasi itu ditutup!!!.. juga kepada anda semua para pejabat2 yang mengaku beragama dan bertuhan: Ga usah terlalu banyak mikir soal agama dan tuhan tapi pikirkan saja bagaimana caranya agar anak2 dari para pelacur lokalisasi tersebut dapat tetap hidup, makan dan bersekolah walaupun"usaha” ibu mereka ditutup?!!!!!..yang jauh lebih aneh adalah reaksi ia, yang mengenakan pakaian kebesaran agamanya itu, “lo ko saritem masih tetap buka?!!!! Jawaban saya adalah ” ke mane aje coy emangnye?..nah itulah ciri2 orang yang pura2.. oh ya, saya juga ingat, di surat kabar tribun ada komentar seorang bapa yang bertanya padanya: ” na bumi akang di mana kitu?, Palestina atanapi afghanistan? apanan di bandung, kunaon janten kos nu reuwas ningal saritem buka keneh?.(emangnya rumah anda di mana? palestina atau afghanistan?, kan di bandung, kenapa jadi kaget ngeliat saritem masih tetap buka?!!).

#57. Dikirim oleh armenlam  pada  10/02   08:39 AM

Sudahlah, anda semua memang sedang berjudi dengan kehidupan anda di dunia ini. Bagaimana anda tahu bahwa agama anda dapat membawa anda ke surga yang telah dijanjikan?, bagaimana anda tahu bahwa kejadian2 di buku2 suci adalah benar adanya?. Satu yang jelas, marilah kita hidupi kehidupan ini dengan cara tidak mengganggu orang lain, tidak membuang sampah sembarangan, tahu bagaimana caranya mengantri, dan saling membantu ketika ada yang memerlukan pertolongan. Marilah kita hidupi kehidupan di Indonesia ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Terlalu jauh bagi kita untuk membicarakan hukum2 yang kita tidak pernah tahu dari mana asal mulanya, bagaimana orang2 yang mengaku mendapatkan wahyu Tuhan lalu menyadurnya ke dalam tulisan untuk dijadikan buku suci, terlalu jauh saudara-saudara, terlalu jauh. Apakah anda semua yakin dengan agama anda? sepertinya anda semua tidak atau kurang yakin dengan agama2 yang anda peluk tapi apa hendak dikata anda semua sudah terlanjur didoktrin oleh keluarga ataupun lingkungan anda sedari kecil bahwa jika tidak melaksanakan ajaran yang ada di agama atau kitab2 suci anda maka nerakalah jawabannya dan jika anda melaksanakan perintah yang ada di dalam kitab2 suci anda maka jawabannya adalah surga. Pertanyaannya, sekali lagi, dari mana anda tahu bahwa memang ada neraka atau surga!?. Yang jelas adalah bahwa surga dan neraka ada di bumi ini, di kehidupan kita ini, contohnya adalah jika kita bekerja keras dan selalu mencoba untuk berhemat dan tidak konsumtif, jelas kita akan berhasil secara materi dan hidup kita pada akhirnya akan terpenuhi juga secara materi dan dengan itu kita bisa membantu orang yang membutuhkan, tapi sebaliknya jika kita tidak pernah bekerja keras, tidak berhemat dan selalu konsumtif ketika kita punya uang, tak perlu ditanya lagi, hidup kita pasti susah dan sudah jelas, bagaimana kita bisa membantu orang lain ketika kita sendiri tidak bisa membantu diri kita sendiri. Nah saudara2, sudah jelas rasanya bahwa surga dan neraka ada di kehidupan kita sekarang ini bukan di kehidupan setelah kematian kita. oh ya omong2, dari mana juga anda tahu bahwa ada kehidupan setelah kematian!??, SMS dari mana tuh? hehehehe…....

#58. Dikirim oleh armenlam  pada  12/02   03:05 AM

Bagi saya agama adalah sangat pribadi. Risih juga di KTP ada identitas agama???? Kalau ada orang mau pindah agama, asalkan itu memang benar2 dari dalam diri karena pencerahan ya so what gitu lho?? apa alasan kita masing-masing untuk menyatakan bahwa agama kita yang paling baik dan paling benar. tidak ada kan? semua agama bilang paling benar, paling baik, sama saja dengan kecap pasti nomor satu. saya pribadi punya agama tertentu dan saya tetap meyakininya sampai sekarang dan saya tetap beraktivitas dan berinteraksi dengan berbagai orang, tanpa memperhatikan agamanya. Saya juga merasa aneh, jika ada orang pindah dari agama kita, dikatakan murtad, tapi kalau ada orang masuk agama kita kita katakan insyaf. jangan2 mungkin dunia akan tenteram setelah semua agama musnah!!!!

#59. Dikirim oleh Perbedaan itu indah  pada  13/02   05:46 PM

Ada tiga hal yang menarik dari pernyataan Budhis Utami, kenapa dia kini lebih tertarik ke Katholik. Pertama ia ingin berbuat baik di dunia,—dan untuk itu—, sepertinya di Katholik peluang untuk itu terbuka luas. Kedua, di Islam itu ancaman neraka di akhirat begitu menakutkan, di Katholik tidak begitu menakutkan, bahkan jarang dibahas. Ketiga,dia tidak terlalu peduli dengan kehidupan akhirat, kelak. Keempat, bapaknya—berdasar nasehat kiyainya, biarkanlah anakmu ...dan seterusnya—, jadi ia memperoleh pembelaan.
Pertama, amal baik itu akan berarti, bila diikuti dengan iman yang benar. Dan karena Islam itu penghujung agama, demikian pula Nabi Muhammad, penghujung para Nabi, maka Allah menetapkan agama yang benar. Itu hak kekuasaan Allah mutlak. Iman yang benar itu adalah sejak Adam hingga Nabi Muhammad, agama itu yang lurus adalah agama Tauhid, yang hanya menyembah kepada-Nya. Begitu, Nabi Nuh, Luth, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Iman yang tak benar dan tak lurus, adalah tandingan Tuhan, seperti Yahudi yang mengatakan, ‘Uzair anak Tuhan, ‘Isa bin Maryam anak Tuhan. Itu namanys syirik, penyekutuan Tuhan. Aslinya, Kitab Taurat dan Kitab Injil itu lurus. Itu semua dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an.
Kedua, ancaman di akhirat itu di Islam menakutkan, di Katholik tidak. Inilah garis tegas, agar manusia itu paham. Agar, di akhirat nanti Allah tidak digugat manusia. Jelas, gamblang. Allah mengancam bagi yang menyekutukan, bahkan dosa syirik itu tak akan diampuni Tuhan. Ini merupakan hak Tuhan, agar manusia jangan berani membuat tandingan selain-Nya. Dan itu dinyatakan Tuhan secara jelas, dan banyak kali diulang-ulang dalam berbagai versi di Al-Qur’an, lengkap dengan argumentasi yang tak terbantahkan. Ancaman itu juga ditujukan kepada orang Islam yang shalat, tapi lalai dari shalatnya. Tanda lalai, dia tak peduli anak yatim dan tak menyantuni orang miskin di sekitar. Walau dia shalat, tapi lalai seperti itu, ancamannya neraka wail. Ancaman lain, adalah para pengusaha yang curang, memainkan timbangan, walaupun mereka shalat, tetap ancamannya neraka wail. Dua contoh belakangan adalah agar orang Islam tak lalai dari berbuat baik. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Ketiga, Budhis tak terlalu peduli dengan kehidupan akhirat. Inilah inti agama itu. Iman kepada adanya akhirat itu mutlak adanya. Dan bagi yang tak peduli akhirat, maka bisa memilih kepercayaan seenaknya. Termasuk pluralisme. Kehidupan akhirat itu bagi muslim, adalah sangat penting. Iman yang benar di dunia, benar di akhirat. Iman yang salah di dunia, celaka di akhirat. Memang, secara akal, manusia boleh protes, boleh menghujat, boleh memilih, bebas menentukan. Tapi, mana tinggi ketentuan Allah dengan akal manusia? Itulah maksudnya Al-Qur’an diturunkan. Untuk apa? Sebagai mu’jizat. Pertama, bila tak percaya bahwa Al-Qur’an itu mukjizat, buatlah satu surat saja dan bekerjasamalah dengan seluruh tenaga ahlimu sekaliber apapun untuk menandingi Al-Qur’an. Itu tantangannya, dan hingga kini tak seorang pun manusia yang mampu menjawabnya. Pakailah teknologi macam tercanggih pun, tak akan mampu.
Keempat, nasehat kya-nya (baca: kiyahi)pada bapaknya. Bila seorang memberi nasehat, tanya dulu dasarnya apa. Saya kira kyai itu, tak saya temukan pembenarannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yang saya khawatir, bapak Budhis sudah begitu judheg menghadapi anaknya, hingga kyai itu tak lagi menemukan jalan untuk menyayangi Budhis.
Yang penting untuk dicatat adalah, diamnya bapak Budhis, belum tentu berarti setuju. Dan lagi, kalaulah setuju pun, bukan berarti dia akan mampu membantu keselamatan Budhis di aloam kubur maupun di akhirat. Pasti tidak mampu. Alam kubur dan akhirat itu hak Tuhan sepenuhnya. “Maaliki yaumiddien”, Yang Menguasai hari agama, hari akhirat. Jadi, kendali akhirat itu sepenuhnya di Tangan Allah, bukan di tangan kiyahi, pastor, paus, atau siapapun yang punya jabatan di dunia ini. Mereka-mereka itu semua akan mempertanggungjawabkan kepada Allah. Dan,—sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an—, pemimpin agama yang salah iman, akan lari dari tanggungjawabnya di akhirat kelak. Pengikut setianya menuntut pertanggungjawaban mereka, tapi mereka sendiri berada dalam kemurkaan Allah, karena penyekutuan mereka itu.
Saudariku Budhis, tak mudah bagi Anda melihat semua ini dengan jernih. Saranku, sebelum terlambat, bacalah dengan baik-baik Al-Qur’an, tafsirnya, As-Sunnah di Bukhari-Muslim. Semoga kalimatku ini, menjadi perantara untuk ingat kepada Allah dan selamat di akhirat, kelak. Amien.

#60. Dikirim oleh isoelaiman  pada  16/02   02:48 AM
Halaman 3 dari 6 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?