Gagasan
26/08/2008

Pengalaman Mengikuti Persidangan Rizieq Shihab

Oleh Musdah Mulia

Sejumlah studi menjelaskan bahwa corak keagamaan masyarakat dapat dipolakan ke dalam dua kategori: corak yang otoritarian dan humanistik. Agama yang humanistik memandang manusia dengan pandangan positif dan optimis, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang penting dan memiliki pilihan bebas. Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakininya benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia, serta menjaga kelestarian alam semesta. 

26/08/2008 17:46 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (144)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 7 dari 8 halaman« First  <  5 6 7 8 >

Mengapa banyak orang takut dengan neraka?

Neraka itu penjara yang diselimuti api yang terus membara dan membakar tubuh, itu kan baru “cerita” itu baru dongeng yang terus ditiupkan oleh para agamawan dari sejak balita sampai menjelang ajal, dari sejak jaman purba hingga hari ini.

Tenang aja bro,Api neraka gak bakalan panas, karena dia hanya berupa “angan-angan”. Barang siapa percaya bahwa setelah kematian akan ada kebangkitan, niscaya dia mudah sekali dibohongi dan setelah dalam hatinya timbul “ketakutan” maka selanjutnya akan mudah sekali dikuasai.
Ini memang pekerjaan para ahli agama dimana saja.  Mereka terus menebar teror dengan berita kematian, surga neraka, pahala dan haram-halal

Orang-orang yang sudah ketakutan, selanjutnya akan menebar virus ke anak, tetangga dan seluruh orang.ia mudah sekali dihipnotik dengan ancaman neraka dan akhirnya timbul ketakuatan-ketakuatan yang sama seakli tidak beralasan.

Beranikah kita melawan “ketakutan” yang ditebarkan oleh racun agama? Jika tidak berani maka selamanya kita menjadi pribadi yang “terjajah”.

#121. Dikirim oleh suprayitno  pada  13/07   03:24 PM

Dukung seratus persen 100% JIL (Jaringan Islam Liberal)

#122. Dikirim oleh rudy  pada  31/08   02:01 AM

sebisa mungkin terus adakan dialog secara sehat antara ICRP dan FPI agar perbedaan2 yang ada akan jadi rahmat bukan laknat bagi umat islam khususnya dan indonesia pd umumnya…

#123. Dikirim oleh amin  pada  24/09   02:37 PM

saya ini moderat tapi tidak selalu liberal
prinsip saya adalah saya percaya akan keseimbangan
hidup, ada malam ada siang , ada gelap ada terang , ada baik ada buruk.
masalahnya banyak manusia mengklaim dirinya paling terang, paling benar, dan paling baik.
yah, saya sih melihatnya sebagai bentuk keseimbangan alam. Adanya Rizieq .. (siapa tadi??) dan adanya Absar Abdala dengan JIL ini, bagi saya adalah keseimbangan yang sangat harmonis dimana ada contra dan anti-contra (bahasa saya)
meminjam bahasa dari group band “The Wartegboys” :
“OKE LAH KALAU BEGITU ...”
Buat saya yang terpenting adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak, orang miskin (biar miskin) tidak kelaparan, pendidikan yang mencerahkan, dan keharmonisan antar umat beragama.
Oh iya, satu lagi, saya ini dari Kelompok Syi’ah Moderat.
-Salam Kenal-

#124. Dikirim oleh ibrahim lathini  pada  05/10   11:05 PM

Alangkah indahnya orang yang mampu melihat bahwa dunia ini berwarna-warni dan bukan hitam putih doang. Alangkah indahnya bila manusia santun, tidak cepat emosi bagaikan orang kurang waras. Marilah kita tampilkan bahwa iman kita lewat tingkah laku. Orang lain yang akan menilai kita lewat sikap hidup kita. Ingat TUHAN paling senang melihat orang yang penyabar, berperilaku adil, tidak menganggap kelompoknya paling benar. Kita adalah manusia yang tidak sempurna, hanya TUHAN yang sempurna. Oleh karena itu marilah kita berjuang terus selama ada di atas dunia ini untuk lebih sempurna. Jangan sekali-kali kita anggap diri kita sempurna dan orang lain tidak sempurnya. Ingat ketika kita mati kita hanya menempati lahan seukuran tubuh kita saja. Ya Tuhan yang maha sempurna, ajarlah kami mengakui dosa-dosa kami.

#125. Dikirim oleh emanuel zega  pada  19/11   11:59 AM

Wah...potret keagamaan Indonesia semakin jelas saja.
Beruntung bagi saya menemukan “kebenaran sejati” yang membawa kami pada keselamatan yang abadi…

#126. Dikirim oleh roista man  pada  23/11   12:58 AM

ass…
agama mrpkn alternatif jalan mencari tuhan dan jalan menjadi “manusia”. kefanatikan kadang memang perlu namun sangat disayangkan kefanatikan punya sisi ekses negatif lain yakni cenderung menyalahkan/menyesesatkan yang lain manakala ada perbedaan yang menurut dia “menyimpang”. menurut saya perbedaan sesat dan tidak sesat hanya terletak dimayoritas saja. karena jamaahnya banyak maka seolah2 punya “kuasa” untuk menyalahkan/menyesatkan yang lain. ambil contoh lah kalu ada seseorang yg pada pagi hari sendirian sholat ditengah lapang, maka dia pasti akan dikatakan gila, tapi kalau orang 100 sholat ditengah lapangan maka dinilai perbuatan mulia.
kebenaran adalah bernilai universal, kebenaran tuhan pastilah tidak hanya mengikat satu kelompok saja. benar nya hukum tuhan tidak terletak didalam agama. agama hanyalah jalan/sarana/penghantar dan bukan tujuan. janganlah kita menyalahkan/menyesatkan yg lain, karena boleh jadi merekalah yg benar. apalagi sampai mengatakan kafir, sesat musyrik dll.. bukankah Alquran juga melarang untuk melakukan hal spt itu ? <a> “ janganlah sekelompok kaum memperolok kaum yg lain” ... janganlah memanggil dengan panggilan yg jelek, sejelek2 panggilan adalah panggilan diluar iman (musyrik,sesat, kafir dll).  mereka2 yg menyesatkan/memurtadkan kelompok/orang lain, benarkah mereka itu islam ?

salam damai indonesia
wassalam.

#127. Dikirim oleh wong alit  pada  28/12   11:01 AM

pro adit & armelan
Peace…
apa bedanya kalo sama2 ngotot paling benar ! kembalikan ke hati nurani masing2 ! kebenaran tidak akan meremehkan yang lain.

#128. Dikirim oleh wong alit  pada  28/12   11:19 AM

Menurut saya ada jurang pemisah yang sangat lebar antara penganut islam otoretarian dan yg menganut prinsip humanisme, saya rasa perlu adanya silaturahmi dari tokoh2 humanis kepada pimpinan garis keras dan melakukan pendekatan secara informal, sehingga dari silaturahmi tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan untuk melalui jurang pemisah, misalnya bung ulil atau ibu musda silaturahim ke rumahnya si riziq itu ... Kongkow2lah, karena menurut saya para pimpinan garis keras itu tdk mengenal secara personal kepada bung ulil atau lainnya, mereka taunya informasi yg bersifat mengahasut, misalnya orang jil itu gak shalat dan sebagainya, kalau perlu ada silaturahmi bersama dengan mengadakan shalat berjamaah atau apalah ... Yg penting adalah mereka dapat mengenal secara langsung dgn tokoh jil dan tdk mendapat informasi yg menyesatkan atau informasi yg bersifat menghasut kepada tokoh2 jil, wallahu’alam ... Karena setahu saya banyak informasi yg beredar dikalangan umat islam itu, terutama kepada tokoh2 progresif yg menyesatkan dan celakanya mereka langsung menelan informasi tsb tanpa ditelaah, adalah tugas kita bersama untuk mencerdaskan umat ... Yg semakin lama semakin terbelakang

#129. Dikirim oleh syauqillah palermo  pada  25/01   12:23 AM

Membiarkan manusia memilih aqidahnya adalah sebuah tindakan yang tidak bijaksana. Sama seperti membebaskan anak kecil dalam memilih dan mengonsumsi jajanannya...Pada mulanya suatu aqidah yang disampaikan para rasul kepada umatnya adalah murni meng-esa-kan Allah. Seiring dengan berjalannya waktu, aqidah tersebut telah terkontaminasi oleh kebodohan dan berbagai kepentingan penganutnya. (Kebobrokan ini telah diungkap oleh Allah di berbagai redaksi dalam Al-Qur’an). Maka suatu pendapat yang mengatakan seseorang bebas memilih agama adalah pendapat yang tidak relevan karena Allah hanya menunjukkan satu risalah kepada manusia mulai dari Adam hingga sekarang yaitu tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-NYa. Masalah-masalah diluar kaedah peng-esa-an ini adalah masalah-masalah yang sifatnya unifersal yang disesuaikan dengan kondisi jaman, dan risalah yang disampaikan rasulullah Muhammad (Islam) adalah risalah yang paling sesuai dengan kondisi akhir jaman ini. Dan tidak sepatutnya orang yang mengaku umat Muhammad membiarkan saudaranya (Sesama Islam) menempuh jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat… Perbuatan yang paling keji di dunia ini adalah perbuatan menyekutukan Allah. Tidak ada remisi, abolisi atau apapun itu mengenai kejahatan ini. Pintu surga tertutup atas kasus ini. Allah ta’ala berfirman : (Manusia) mendustakan-Ku, padahal tidak sepatutnya dia berbuat demikian. Dia juga mencaci-Ku, padahal tidak sepatutnya dia berbuat demikian. Perbuatan dustanya kepadaku adalah anggapannya bahwa Aku tidak sanggup mengembalikannya seperti semula. Sedangkan celaannya terhadapku adalah pernyataannya bahwa Aku mempunyai anak. Mahasuci Aku dari mengambil istri dan anak.

#130. Dikirim oleh Prabu Ronggo Warsito  pada  25/01   02:55 AM

Mengenai Habib Ridzieq shihab, saya teringat sebuah hadits :"Akan tetap ada segolongan dari umatku yang menyatakan kebenaran. Mereka tidak peduli dengan siapapun yang menghinakan mereka dan siapapun yang menentang mereka, hingga datangnya perintah Allah (Kiamat), mereka akan tetap seperti itu.”

#131. Dikirim oleh Prabu Ronggo Warsito  pada  25/01   03:08 AM

kalau mau tau ada kematian setelah kehidupan atau sehabis kahidupan,,,maka matilah,,,,,maka matilah,,,maka matilah,,,nanti kalian yang tidak percaya akan hari akhir,,,disana akan terasa dan tau,,,,kita dari tidak ada menjadi ada,,,pertama teori muncul di dunia tenteng proses manusia sumbernya dari al-qur’an,,,di al-qur’an juga di jelaskan ada kehidupan setelah kematiaan,,

#132. Dikirim oleh ageil rhazu  pada  14/02   11:33 PM

Mungkin, ada baiknya kita semua mendengar kembali ceramah habib riziek. Menilai sesuatu tanpa paham asal muasalnya jg ga bagus. Klo antum2 sudah mendengar & pahami perkataan beliau’ insya Allah antum akan mendukung. Karna zaman sudah gila, siapa lg yg mau membela Rasululloh selain umatnya???? Antum ga pernah tau betapa sakitnya Nabi dihina, agama di nodai oleh kaum liberalis & ahmaddiyah. Bahkan sekarang sudah masuk ke lembaga konstitusi. Liberalis & ahmadiyah minta undang2 penistaan agama dicabut. Dgn begitu kelak, bila ada yg mengaku nabi lg, dia ga boleh di proses secara hukum. Krn undang2’y kelak akan dicabut? Apa antum Tau??? Penilaian jgn hanya kulit luarnya saja. Tetapi pahami baru berkomentar. Ana, murid Alhabib Hasan bin ja’far Assegaf Nurul Musthofa jakarta selatan. Dgn 70.000 jamaah ta’lim setiap malem minggunya, slalu setia mendoakan & mendukung Habib riziek & perjuangannya. Bkn krn dia, tapi krn cinta ana kepada Rosululloh SAW tentunya. Islam bukan kedok, tapi orang2 yg buta, ga mau tau & menilai miringlah yg memekai kedok islam tapi ruh & jiwanya tak secuilpun peduli terhadap maslahat islam.

#133. Dikirim oleh dhanie  pada  08/03   01:51 PM

Islam , kitabnya (Al Quran), Nabinya (Muhammad Sallaulahu Allaihi Salam)adalah sumber dari segala sumber hukum baik didunia dan di akhirat jadi adalah SALAH BESAR Jika dipisahkannya politik dan Agama, Politik HARUS sesuai dengan Ajaran Agama, Begitu pula hukum duniawi harus mengacu kepada hukum Allah.
Allah Maha benar dengan segala Firmannya, apalah artinya hulum yang diciptakan oleh Manusia melalui KHUP ataupun yang lainnya dibanding dengan Hukum Allah. Jika tidak mau mengakui hukum Allah berarti sama dengan tidak mengakui kebesaran Allah. Auszubillah min zalik.

#134. Dikirim oleh Taufik Aldjuffry  pada  26/03   02:15 PM

askum
menarik mengikuti ulasan anda juga berbagai komentarnya.saya cuma sedikit berusaha meluruskan.bahwa islam bukanlah agama seperti halnya pemahaman awam/umum sebagaimana pakaian yg dipakai kala tertentu dg mode tertentu dn tujuan tertentu pula.islam adalah wahyu ilahi yg diturunkan pada umat manusia melalui Muhammad Rosululloh dan oleh beliau juga dicontohkan caranya ber islam pada sesama makhluk dan pada sang pencipta dg pedomanya qur’an.agar umat manusia dlam menjalankan pengabdianya pd tuhan sebagai kholifah tdk salah jalan. jadi islam itu bukan simbol yg biasa dipakai oleh org alim/ustadz/kiyai/habaib.jadi pd siapa anda mengabdi? jika pd ALLOH ya sudah ada contoh dan acuanya yg jelas.
telah aku jadikan pd diri muhammad sebaik2 contoh bagimu(al-ayat). jika nada sbagai pemimpin umat ajaklah umat untuk mengikuti akhlakNYA,bukanya mengikuti kemauan anda.jadi gausah nambah nambahi atau menguarangi, lawong setiap bid’ah itu jelek,ga ada bid’ah kok hasanah. tul gak.
waskum

#135. Dikirim oleh udin  pada  15/04   08:13 PM

memperjuangkan sesuatu dan berpegang teguh pada yang dianggap benar itu hak pribadi memaksakan pendapat, agama, tafsir kepada orang lain itu yang masalah. Cara2 kekerasan dalam menyikapi perbedaan pendapat itu contoh dari abu jahl dan kaum kafir qurais pada jaman jahilia

#136. Dikirim oleh andi  pada  18/04   11:16 AM

cobalah anda bergabung dan duduk bareng sejenak dengan pemimpin fpi. jangan hanya menghakimi dari luar. sesama muslim bersaudara. ingat perintah baginda rasulullah saw.

#137. Dikirim oleh alhabib  pada  01/07   01:37 PM

islam didak akan hancur oleh kekuatan dari luarr. tapi islam hancur oleh islam itu sendiri, karena terpecah belah

#138. Dikirim oleh ldii tulungagung  pada  16/07   04:55 PM

ISLAM adalah agama rahmatan lil alamin…
ISLAM adalah agama manusia.....
ISLAM adalah petunjuk jalan lurus untuk manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia, dan bekal baginya setelah manusia itu mati…
ISLAM memberikan petunjuk tertulis melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Sebagai manusia yang sudah memahami ISLAM mari kita berjalan di BUMI ini dengan nilai-nilai Islami dengan cara damai, sejuk, cerdas, prasangka baik, toleransi, dan seterusnya…
Wassalam..

#139. Dikirim oleh Bunyamin  pada  28/07   09:20 AM

Mohon maaf, setahu saya dibanding agama-agama lainnya (yang ada di muka bumi ini), maka agama Islam adalah suatu agama yan paling banyak “menelan"banyak korban. Korban besar-besaran dimulai dari perampokan (maaf, saya menyebutnya perampokan bukan peperangan) di Badar, kemudian dilanjutkan “perang yang sesungguhnya” di Uhud dan seterusnya sampai dengan pembantaian terhadap Umar, Ustman dan Ali bahkan putra ali pada akhirnya pun dibunuh juga. Bau anyir darah karena alasan pembelaan agama atau tuhan itu terus tercium di berbagai belahan bumi hingga hari ini. Jika ajarannya tidak memperbolehkan “kekerasan/pembunuhan” terhadap para musuhnya yakni kaum kafir, musyrikin dan munafik, maka jelas disini yang salah berarti “orangnya”.
Tetapi jika ajarannya memang menganjurkan untuk membunuh siapapun yang tidak patuh/membangkang, maka menjadi sulit jika kita mengatakan “bukan agamanya/doktrinnya” yang salah. Apakah doktrin Islam menganjurkan pembunuhan terhadap para musuhnya? Untuk menjawab, paling mudah kita gunakan refren dari al Qur’an sebab bagi pemeluk Islam Al Quran adalah firman-Nya. Untuk mempelajari al quran tentu tidak mudah, sebab pasti akan muncul banyak tafsir, tetapi apapun tafsirnya adalah fakta bahwa ayat-ayat mengenai perang dan pembunuhan banyak bertebaran pada surat-surat periode Madaniah terutama pasca kemenangan Muhammad di Badar. Muhammad telah berhasil dengan sangat gemilang merampok di Badar atas rombongan dagang/kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam menuju Makkah. Sedang ayat-ayat mengenai “toleransi”, “egaliterisme” dan kasih-sayang banyak betebaran di Makkah. Mengapa bisa demikian? jawaban secara sosiologis adalah mustahil menurunkan ayat mengenai “kekerasan” atau pidana tanpa didukung oleh power yang memadahi. Apakah kekuatan Muhammad pada saat beliau berjuang selama kurang lebih 13 tahun di Makkah tidak memperoleh dukungan yang signifikan dari masyarakat? Adalah fakta, sampai dengan Muhammad hijrah ke Madinah, Islam yang diajarkan oleh Muhammad di Makkah tidak bisa berkembang secara optimal karena mayoritas penduduk Mekkah menolak ajaran Muhammad.Lalu bagaimana seharusnya kita memahami Islam? apakah Islam itu baik atau buruk?

#140. Dikirim oleh suprayitno  pada  01/08   12:48 AM
Halaman 7 dari 8 halaman« First  <  5 6 7 8 >

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?