Gagasan,
26/08/2008

Pengalaman Mengikuti Persidangan Rizieq Shihab

Oleh Musdah Mulia

Sejumlah studi menjelaskan bahwa corak keagamaan masyarakat dapat dipolakan ke dalam dua kategori: corak yang otoritarian dan humanistik. Agama yang humanistik memandang manusia dengan pandangan positif dan optimis, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang penting dan memiliki pilihan bebas. Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakininya benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia, serta menjaga kelestarian alam semesta.

26/08/2008 12:46 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (154)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 8 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

Salut untuk artikel yang ditulis oleh Sdr. Musdah Mulia. Saya angkat topi, ternyata di Indonesia masih ada orang yang humanis dan menghargai keberagaman. Mudah-mudahan saudara-saudara dari FPI dan pemimpinnya tergerak hatinya dengan uraian Sdr. Musdah dan menyadari bahwa perbedaan itu indah, dan bahwa keindahan itu tidak didapat dari hal-hal bersifat kekerasan. Ingat setiap kekerasan adalah kebiadaban, meski dengan mengatasnamakan agama. Untuk itu marilah menjadi insan beradab.

#41. Dikirim oleh Farida Alayda  pada  01/09   09:15 AM

FPI emang bentuk islam yang menarik. menarik karena dia berada dalam bayang2 syarif dan sayyid yang di representasikan dalam bentuk habib. padahal habib sendiripun banyak macemnya. liat aja habib luthfi dari pekalongan, adem and ayem… liat juga alm. habib anis dari solo, adem and ayem juga… jadi mikir kalo habi2 dengan berbagi macem jenis itu ketemu gimana ya?

#42. Dikirim oleh Ridho  pada  01/09   05:09 PM

Bu Musdah, sekali-sekali merenunglah dalam kesendirian, berdialoglah dengan hati nurani ibu,apakah alur hidup ibu itu benar? Pernahkah ibu merenungkan kematian, berapa lama lagi ibu hidup, apa kira-kira yang akan ibu temui di balik kematian apabila amalan ibu seperti sekarang ini? Pernahkah ibu mentadaburi surat Al A’raf ayat 50-51, 176-179.
Semoga ibu diberi oleh Allah hidayah dan kembali kepada keimanan dan ajaran Islam yang sesungguhnya.

#43. Dikirim oleh zulfi akmal  pada  01/09   05:30 PM

Agama otoritarian dan humanistik, itu anda yang beri label bu Musdah…Yang pasti manusia butuh UU untuk mengatur hidupnya. Semua UU bersifat memaksa. Tuduhan anda otoritarian bersifat memaksa dan humanistik membebaskan menyimpulkan anda memaksa yang otoritarian supaya humanistik. Islam memaksa manusia untuk terbebas dari penghambaan manusia kepada manusia menuju penghambaan manusia kepada Allah SWT, dari kesesatan kepada hidayah. Klo manusia dibebaskan menurut pendapat pribadinya, dia merasa benar dan terasakan oleh nafsunya benar, tapi belum tentu di akhirat. Terlihat jelas perbedaan pandangan aqli syahwati duniawi dengan aqli imani ukhrawi. Maha benar Allah dalam firman-Nya,“Faalhamahaa fujuuraha wa taqwaahaa, qad aflaha man zakkahaa wa qad khaaba man dassaahaa.”

#44. Dikirim oleh Ibnu saif  pada  01/09   05:51 PM

Ketika kita melihat orang lain yang tak sepaham dengan kita penuh dengan kebencian, pada saat itu juga humanisme diri sudah terbakar…anda (MUSDA) tidak bisa lagi mengklaim diri anda sebagai seorang humanis karena anda melihat saudara-saudara FPI dari sudut liberalisme .... sementara saudara-saudara FPI melihat dari sudut yang lain…. sebagai catatan Buku yang dikeluarkan “Forum Rektor"yang di rekom dari Bin dan World Bank yang mendesign kelompok Islam garis keras segera lenyap di Indonesia tahun 2015 semakin tidak terbukti dan akan mendapat perlawanan saudara-saudara Aktifis Islam dan pehujatan serta pengkondisian dari kalangan Liberal seperti anda serta jaringan pers terhadap Islam akan semakin menguatkan kami”

#45. Dikirim oleh Betawi  pada  02/09   04:18 AM

Zaman sekarang ini, pemberantasan kemaksiatan sudah tidak bisa secara lisan, orang2 saat ini sudah pada tuli. Jangankan orang2 biasa yang melarang, setingkat MUI pun yang melarang masih saja dianggap angin lalu, ingat kasus goyang inul, beberapa ulama menganggap goyang inul sebagai goyangan erotis dan haram untuk disaksikan tapi kenyataannya bebarapa org yang liberal termasuk para artis mendukungnya, membelanya, bahkan mengagung-agungkan inul, apakah mereka berpikir dengan dampak goyangan inul pada anak2, pada generasi muda? ya, jangan salahkan jika saat ini seks bebas begitu marak dikalangan pelajar karena itulah yang diinginkan org2 liberal, hidup bebas tanpa aturan Al-quran seperti apa yang dikerjakan org2 dan kaum muda barat. Dalam kasuk Monas, saya melihat ada ketidak adilan, saya memang bukan pendukung FPI saya juga anti kekerasan yang dilakukan FPI, tapi yang saya tahu dalam aksi Monas, tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Apa yang dilakukan org2 FPI dan Laskar Islam adalah hasil dari provokatif orang2 AKKBB. Saya setuju dengan ucapan ibu musdah bahwa pada aksi monas tersebut adalah untuk memperingati hari Pancasila, tapi ada embel2 untuk mendukung keberadaan Ahmadiyah, dan itu yang menyulut kemarahan org2 FPI dan Laskar Islam. Saya tidak mengerti mengapa masih ada org2 yang mendukung keberadaan Ahmadiyah, padahal di Pakistan sendiri org2 Ahmadiyah dianggap non muslim. Ya, mungkin karena Ahmadiyah dibekingi oleh kaum imperialis maka org2 yang mendukung Ahmadiyah mencari muka untk mendapatkan penghargaan dan pujian dari imperialis dalam hal ini org2 barat, menyedihkan sekali, menggadaikan agamanya untuk mendapatkan pujian dan penghargaan dari barat. Ya, hanya Allah Yang Maha Tahu siapakah yang dijalan benar dan siapakah yang dijalan salah/sesat…

#46. Dikirim oleh defiza  pada  02/09   05:39 AM

saya kira yang paling penting adalah kesediaan untuk saling mendengarkan pendapat pihak lain dengan tanpa menghakimi dan menjatuhkan… karena nabi pun menyampaikan pendapat dengan santun dan tanpa prasangka..

#47. Dikirim oleh rezi  pada  02/09   05:42 AM

Sebagai seorang muslim saya malu melihat kekerasan yang dilakukan oleh saudara-saudara kita bukankah kita punya Al-Qur’an yang sama, yang di dalamnya terdapat firman Allah : Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki maka akan berimanlah semua orang yang ada di dunia, maka apakah kamu akan memaksa manusia supaya mereka beriman ? Yunus :99. Bukankah dalam pertanyaan retoris tersebut kita sebagai manusia sudah melebihi kewenangan Tuhan ? Kekerasan boleh dilakukan ketika dalam bentuk menuntut keadilan karena adanya kekerasan yang dilakukan oleh pihak lain, dan tidak terselesaikan. Kalau kekerasan dilakukan untuk memaksakan kehendak bukankah itu telah melebihi kewenangan manusia, hal itu bisa-bisa menjadi musyrik dan melebihi kewenagan Tuhan na’udzu billahi mindzalik.

#48. Dikirim oleh Ibnu Imam  pada  02/09   06:26 AM

Shalawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya yang ikhlas dan benar mengikuti risalahnya.
1. awal saya baca tulisan anda sudah tercium aroma kebencian dari saudari musdah dan juga tulisan yang sama saya temukan pada tulisan orang2 jil.
2. anda katakan anda menjujung kebebasan namun kebebasan anda sekalian dilandasi kebencian terhadap muslim.
semoga Allah tunjukan kepada kita jalan yang benar dan sesungguhNya Azab Allah sangatlah pedih.

#49. Dikirim oleh jody  pada  02/09   06:38 AM

Agama otoritarian selalu melahirkan bentuk kultus, radikalisme, dan fundamentalisme. Pemimpin kelompok ini sangat mungkin berlaku sewenang-wenang dan pengikutnya pun mampu melakukan kekerasan dan kekejaman. Lagi-lagi, atas nama Tuhan, dan atas nama agama. Mengerikan! Saya tidak menginginkan corak agama demikian.

Justru yg menggerikan itu Lesbian sama homo,.. bakal seperti apa negri ini nanti, kalo keturunannya sudah rusak,...menggerikan sekali kalo yg ada Homo sama Lesbi,hiiiiiiiiiii..kayak temen2nya Bu Musdah…

#50. Dikirim oleh Herani  pada  02/09   06:41 AM

Lakum diinukum waliyadin (Untukmu agamamu dan untuk-ku agamaku). Sesama islam kok saling hujat. Yang satu memaksakan kehendak keislamannya kepada orang lain, yang satu malu untuk menunjukan keislamannya (Katanya Rasululloh tidak seperti ini). Jadi islam yang bener seperti apa? seperti FPI-kah? seperti JIL-kah atau seperti Rasululloh-kah?. Pasti anda tahu jawabannya. Coba renungkan, ‘lakum diinukum waliyadin’.

#51. Dikirim oleh siadul  pada  02/09   08:54 AM

sepertinya penilaian sdr. musdah ini berangkat dari ketidaksukaanya atas FPI dan ormas Islam lainnya yang barang kali kurang cocok dengannya.
Kalao mau bicara tentang kultus mengkultus, bukankah salah satu pentolan pluralis bernama GUS DUR adalah lebih diklutuskan ketimbang Syaikh Habib Rizieq…??
Contoh saja : ketika si gusdur dengan pembelaannya terhadap ahmadiyah, kaum waria (mirip kaum sodom), hinaanya terhadap Al Qur’an yang jelas sesat menurut fiqh Islam dan mulia menurut Idelogi liberal digemborkan olehnya, berapa banyak yang siap mati untuk membela ?? padahal jelas sesat nih.
Bandingkan dengan Habib Rizieq Sihab yang dalam setiap actionnya menggunakan cara berfikir sesuai tuntunan Al Qur’an dan Sunnah.

saudariku Musdah, engkau mengaku dibesarkan dalam kalangan NU, dan setahu saya akidah orang NU adalah Ahlussunnah waj Jamaah. sekarang pertanyaannya apakah akidah saudari Musdah?? semoga bukan akidah seperti yang dibawa syaitan yang suka membangkang terhadap penciptanya.

#52. Dikirim oleh saad ibn sahid  pada  02/09   10:58 AM

Memang mengerikan ya wajah agama-agama yang dipersonifikasikan dengan Fundamentalist model Rizieq, ataupun Evangelist model Mc Cain or Bush.
Kadang agak sudah membedakannya dengan para psikopat, karena sama-sama sadar menyakiti sesama manusia atas dasar kepuasan dan keagungan.
Sebuah pembenaran terhadap sebuah pertanyaan terhadap relefansi agama2 “Samawi” dengan kemanusiaan. Sama halnya menanyakan hubungan antara Hitler dengan kehidupan.
Mungkin sebuah antitesa bernama agnostic (ataupun Atheisme sekalipun) sudah mulai diperlukan oleh Tuhan.
God Bless Humanism….

#53. Dikirim oleh Nicko Wonosobo  pada  02/09   04:38 PM

habib bukan hanya merusak islam tapi juga bangsa indonesia.Kekerasan yang dilakukan bersama keompoknya telah mencederai nurani dan akal sehat kita.Dengan dijatuhi hukuman membuktikan bahwa di negeri ini masih banyak orang sehat akalnya.

#54. Dikirim oleh banish  pada  03/09   07:13 AM

assalamu’alaikum. afwan bu kl kelihatanya agak menasehati. berkata fudhail bin iyadh:“siapa yg ingin selamat dari ghibah(menggunjing), hendaklah ia hindari dirinya dari prasangka2, krn siapa yg terhindar dari prasangka ia akan terhindar dari tajassus(mengorek-ngorek aib orang lain) & siapa yg selamat dari tajassus akan selamat dari ghibah”. memang seperti yg di ungkapkan bu musdah, tentang kejadian di ruang pengadilan itu mungkin agak kurang berkenan bagi bu musdah & mungkin untuk orang lain juga. tapi yg saya heran kok seakan-akan bu musdah tahu akan kemurkaan Allah akan hal tersebut, trs kl mau nasehati bukan di sini tempatnya bu. ibu mau nasehati orang2 FPI ato ke kita2. carilah sarana yg lebih sesuai bu. shukron wassalamu’alaikum ,kullu ‘am wa antum bikhair

#55. Dikirim oleh himmatul lillah  pada  03/09   10:26 AM

Masalahnya pd saat ini banyak orang yg sudah memberhalakan agama, Islam (atau agama apapun bagi orang2 tertentu) harus nomer 1, tdk perduli apakah akan memakai cara2 kekerasan, atau tipu muslihat atau yg sejenisnya. Kalau tdk setuju Islam maka darahnya halal.
Padahal menurut saya agama hanyalah cara agar menjadikan manusia utuh. Agama bukan tujuan Kemanusiaan itulah yang utama. Nilai2 kemanusiaan, cinta kasih sesama manusia adalah lebih tinggi dari agama itu. Nilai-nilai kemanusiaan itu adalah suci. Itulah agama Tuhan yg hakiki.

Sayangnya masih banyak penyembah berhala disekitar kita. Dan seperti kita lihat dalam sejarah, penyembah berhala itu memang cenderung bersikap otoriter dan bengis (seperti kaum Quraisy yang ingin membunuh Nabi karena dia berbeda). Mereka mengira Tuhan akan tersenyum ketika misalnya orang2 yg mengaku Islam menggebuki orang Ahmadiyah, atau mengintimidasi orang yg berbeda diruang sidang. Saya yakin Tuhan akan sangat bersedih melihat orang2 yg menggunakan namaNya dalam berbuat kebengisan. Menyakiti mahluk yang paling disayangiNya yaitu manusia.

#56. Dikirim oleh Rizal  pada  03/09   06:23 PM

Assalamualaikum…

Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah.
Saya Cuma Ingin Mengucapkan, Semoga Ibu Diberi Hidayah oleh Allah Sebelum Meninggal dalam Keadaan Hina…Amin…
Tuhan Orang2 JIL adalah “Duit”...
Orang2 macam Ibu Semoga di Bumi Hanguskan dari Muka bumi ini.
Agar ISLAM tetap Suci dan Murni.
Selama Allah Meridhoi, InsyaAllah Pola pikir orang2 JIL tidak akan Berpengaruh Terhadap ISLAM Sesungguhnya.

Wassalam.

#57. Dikirim oleh Chandrad  pada  04/09   05:02 AM

Ajaran Islam adalah rahmat bagi alam semesta. Sedangkan seiisi alam ini menginginkan dunia menjadi tempat yang layak huni dan damai. Oleh karenanya tujuan ajaran ISlam adalah demi keselamatan manusia di dunia dan di akherat, artinya salah satu tujuan ajaran ISlam adalah perdamaian dunia.

Namun ternyata idiologi justru menyebabkan dunia ini menjadi tidak damai dan perang terus berkecamuk. Dunia menjadi tempat perang bagi mereka yang mengusung idiologi. US dengan idiologi Kristennya, Arab dengan idiologi ISlamnya, Yahudi dengan Zionisnya, China dengan Komunisnya.

Apakah sikap liberal merupakan perwujudan dari idiologi. Menurut pendapat saya bukan. Liberal adalah usaha manusia untuk membebaskan diri dari kungkungan idiologi, yang dirasa justru menyebabkan dunia ini menjadi tidak aman dan tidak damai.

Pandangan liberal seorang Bu Musdah merupakan usaha untuk menafsirkan kembali dogma2 tafsir klasik yang dirasa tidak sesuai dengan perkembangan jaman. AlQuran tidak berubah, namun tafsir terhadapnya tentu harus menjawab jaman. Sedang jaman bukan semata2 ditentukan oleh umat ISlam, tetapi justru lebih dominan ditentukan oleh mereka yang non muslim, saat ini.

Sikap liberal sangat diperlukan dalam menghadapi jaman. Sikap liberal justru menunjuk kepada jati diri manusia. Oleh karenanya bersikap liberal berarti menjunjung tinggi sifat humanis, ...manusia itu bisa dipercaya. Apalagi manusia tersebut telah diberi tuntunan (bukan gendongan loh!) dan amanah oleh Allah SWT. Liberal dalam bersikap tidak bertentangan dengan ajaran ISlam.

Sifat humanis akan mengkristisi setiap hal2 yang tidak sesuai dengan hati nurani, meski diakukan sebagai perintah Allah SWT. Tidak ada halangan sedikitpun bagi seorang humanis untuk berteriak lantang “Teroris tidak sesuai dengan perikemanusiaan”. Namun juga dengan tanpa beban akan mengatakan bahwa “Negara US adalah biadab karena banyak sekali membunuh manusia”.

#58. Dikirim oleh cogito  pada  04/09   06:22 AM

ya itu lah bagian dari anatomi budak kufar… sebenarnya gak perlu dibahas, yang penting semoga allah mengembalikannya kejalan yang lurus.

#59. Dikirim oleh bambang  pada  04/09   04:15 PM

SALAMULLAH A’LAIK

SALUT BUAT IBU MUSDAH MULIA…

Demikianlah kiranya sikap orang-orang yang beragama tapi tidak pernah meggunakan akalnya tidak mau membuka diri terhadap keadaan. Mereka lupa perintah Tuhan yang pertama kali di turunkan Iqra! bacalah. saya mengkaitkan perintah membaca ini dengan berfikir, merenung, dan meneliti. Jika mereka mengetahui posisi mereka sebenarnya di dunia sebagai khlaifah tuhan yang harus mengelola dan menjaga keserasian bumi niscaya mereka tidak akan berbuat seperti itu.Saya teringat kata-kata seorang bijak yang berkata “kekerasan adalah senjata orang bodoh” lalu saya kaitkan dengan perilaku beberapa kalangan yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama(tuhan), bagi saya ini akan merusak citra orang beragama sebab dengan demikian secara tidak sadar mereka mencoba memberikan gambaran bahwa agama adalah untuk mereka orang-orang bodoh. Padahal kenyataannya tidak demikian. Buat saudara-saudara muslim ku sekalian Tolong libatkan akal sehat kalian dalam beragama.

#60. Dikirim oleh Rozi Kembara  pada  04/09   07:39 PM
Halaman 3 dari 8 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?