Pengalaman Mengikuti Persidangan Rizieq Shihab
Oleh Musdah Mulia
Sejumlah studi menjelaskan bahwa corak keagamaan masyarakat dapat dipolakan ke dalam dua kategori: corak yang otoritarian dan humanistik. Agama yang humanistik memandang manusia dengan pandangan positif dan optimis, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang penting dan memiliki pilihan bebas. Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakininya benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia, serta menjaga kelestarian alam semesta.
Komentar
Saya setuju…sangat setuju dengan tulisan “ibu Musdah Mulia”. Sebuah tulisan yang mulia, semulia namanya. Mengatasnamakan ALLAH, menjual agama, berteriak shalawat dan doa sambil memendam amarah adalah perbuatan orang2 yang tak berada di garis ALLAH. Segeralah bertobat HAbib Rizieq dan FPI. Jangan menyesatkan umat ISLAM dengan kedangkalan dan ajaran dan tindakan omong kosong. Allah beserta kalian, bila mulai besok dan seterusnya anda sekalian memungut sampah, membersihkan selokan, diseluruh kota JAkarta. Itu lebih rodhoi ALLAH.
Lihat saja kebangkitan Islam tidak akan berasal dari negeri-negeri Islam, tetapi akan bangkit dari barat Eropa/USA.. karena mereka-mereka yang getol mempelajari Islam, sementara di negeri Islam sendiri seperti katak dalam tempurung, bukankah Nabi juga melihat demikian??
Tetap semangat buat Habib Rizieq! Kami umat Islam di Mandailing Natal bersama anda menumpas orang-orang munafik!
FPI adalah sampah masyarakat. Kamu lah yang harus dibumihanguskan dari bumi
gila yach…. Yg antipati ma ibu musdah kebanyakan pada nyumpahin truz kasar pula, koq “islam” kaya begitu sich?
saya bisa mengerti kalau kalian JIL adalah perusak agama islam…!!!!!!
Tahukah kalian kalau Ahmadiyah itu kelompok yang mengaku islam tapi punya rasul yang lahir setelah Nabi MUHAMMAD SAW??? Itu dah salah kaprah…
saya rasa kalian harus cepat BERTOBAT!!!!!!
Dengan harapan banyak pendukung FPI membaca postingan ini (melihat dari komentar yang tertulis disini).
Saya masyarakat awam, berharap FPI bisa terus membela Islam, dengan lebih santun. Lebih mencontoh ke akhlaq Rasulullah dalam tindakannya.
Harapan saya sederhana saja, sebelum bertindak, coba bayangkan atau pertanyakan dalam hati, apa yang sekiranya akan dilakukan oleh Rasulullah jika dalam situasi yang sama dengan saudara-2 FPI.
Saya sendiri, tak pernah bisa menghapus ingatan dari kisah yg pernah saya dengar, betapa Rasul tetap santun dan penuh kasih pd pengemis yahudi tunanetra yang selalu menghinanya.
Oh menarik sekali laporan pandangan mata acara sidang pengadilan kerusuhan Monas. Sayangnya penulis kurang toleran terhadap masa FPI yang meminta berdiri untuk brdoa. Meskipun tidak aturan sikap berdiri atau uduk atau berbaring sebaiknya para hadirin memenihi permintaan massa mayoritas FPI yang sedang panas itu agar suasana menjadi lebih toleran, tidak menekan satu sama lain. Kalau memang tidak ada aturan mengapa tidak mengikuti saja permintaan untuk berdiri. Sebagai seorang yang sekolahan dari Barat tampaknya penulis tidak mencerminkan sikap Barat yang mampu toleran serta menghargai pendapat orang lain. Dalam hidup ini adakalanya siuasi dipegang oleh orang lain dengan tatacara yang dianggap ganjil bagi pihak lain, disaat inilah kelapangan dada dan kedewasaan sikap diperlukan. Indonesia adalah negeri yang sedang membangun bangsanya yang majemuk. Setiap bangsa selalu memiliki alasan yang rasional untuk dirinya dalam tindakan dan perbuatan, inilah yang harus dipahami. Ada nilai2 yang universal sebagai pijakan untuk melakukan penilaian, namun untuk dapat mengerti seseorang harus mempelajari dasar berpikir orang lain.
di universitas tempat saya belajar ini UGM, sie kerohanian islam bisa dibilang sarangmya kaum tekstualis yang mejalankan agama secara otoritarian. tidak ada pilihan yang lain, yang sempat ikut lalu tidak setuju, lebih memilih keluar secara sukarela, meskipun kemudian dipandang secara sinis.
Menarik juga cerita yang disampaikan Ibu..
Ada beberapa catatan yg bisa saya komentari :
1. Saya mengagumi sikap pendukung sdr Rizieq yang kompak dan slalu mendoakan bliau. Hanya saja amat disayangkan mengapa harus bersikap kasar. Terlepas dari betul-tidaknya crita ini dikutip ada kata2
Semua yang mengaku Muslim harap berdiri! koq menurut saya terlalu kasar, knp tidak hadirin kaum muslimin diharap or dimohon berdiri. Bukankah lebih baik, tetap tegas namun tdak kasar dan tentunya yg bukan FPI pun dng sukarela berdiri..
2. Saya menyesalkan sikap dari pendukung FPI yang kasar. Kenapa kita sesama muslim bisa seperti itu?? Bukankah kalo seorang muslim berhadapan dengan sesama muslim dengan menghunus pedang maka keduanya masuk neraka?? Saya tdk bermaksud menggurui karena kalian mgkin lebih alim ketimbang saya, hanya mengingatkan kalo mau menyadarkan seorang yg jauh dari Islam harusnya kan secara halus tapi mengena.Semoga Pendukung FPI bisa introspeksi. Hati boleh panas tetapi pikiran tetap jernih.
3. Tentang pancasila sebagai ideologi benar2 cocok, sepertinya tidak demikian. Buktinya ya gini ini pemerintah gak bisa bersikap tegas dengan adanya aliran Ahmadiyah. Apakah ideologi Islam akan membuat umat non muslim tertindas?? Justru sebaliknya. Beberapa rekan sudah mencontohkan tentang Yahudi yang hidup di zaman Rasulullah SAW.
4. Setau saya ISLAM itu cuman satu, bertuhankan Allah SWT, dengan Kitab suci Al-Quran,dan meyakini bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah rasul terakhir. Kalo ada yg meyakini ada nabi setelahnya tentunya bukan dan jangan mengaku Islam. Ketegasan agama Allah ini sangat jelas artinya kita tidak perlu menoleransi aliran laen atas dasar kemanusiaan. Kita hanya menghargai orang atau penganutnya sebagai sesama insan tetapi tidak boleh menolerir ajarannya. Toleransi ini sering di salah artikan..
Subhanallah, saya mengalami hal yang aneh. Kini saya lebih takut kepada FPI daripada kepada Allah. Saya percaya Allah adalah semesta kebijaksanaan, kasih sayang dan ilmu yang tak berbatas. Dia yang melahirkan dan Maha memahami keragaman ini. Saya jadi takut kepada FPI yang begitu mudah berubah jadi buas dan cepat habis kesabaran dalam berda’wah. Ngeri euy!
kebenaran tampaknya abstrak, satu faham dgn faham yg laen berbeda penafsiran. Tentu saja masing2 penganut akan mempertahankan dan mengembangkan idealisme masing2 dgn standar&cr;masing2 pula, menurut saya bukan mslh siapa yg benar, tp siapa yg akn tahan dlm sgl zaman. Mari kita menunggu…
engkau yang telah menyusuri beberapa negeri dan melihat masalah dari beberapa budaya tapi engkau jadi terlupa siapa diri.ilmu itu tak menetap dan matang tapi terisi kemudian terbuang saat engkau menulis cerita diatas engkau mungkin lupa dengan ilmu yang engkau peroleh ilmu itu saling bentrok sehingga ilmu rasa yang sebenarnya hilang ditelan logika entah dari pemikiran siapa.lampu aladin telah tertukar dengan seribu lampu kristal(memang berkilau tapi semua itu kalau disandingkan tiadalah sepadan)
biasa sajalah beda pendapat itu hal yang wajar..fpi dengan segala baik buruknya jil juga dengan baik buruknya…kalau orang2 jil juga mau mendesakkan keyakinannya ke fpi ya..sama aja jil dg fpi..kita yakini keyakinan kita dan kita laksanakan serta perjuangkan biarlah orang lain dengan keyakinan dan perjuangannya juga..gak repot kan..
pada dasarnya kekerasan tdk dapat ditolerir namun saat2 tertentu ketika kita diganggu hrs dilawan. mslh fpi memang lumrah ketika agama dilecehkan seperti halnya ketika ortu anda dilecehkan tobatlah rekan2 jil. kalian semua orang pintar n intelek. anda juga jgn memaksakan pemahaman agama anda kepada org lain. atau jadi sajalah parpol
Bukannya ummat Islam itu memang ditujukan untuk jama’ah? Bukannya Allah lebih senang kepada orang berjamaah? bagaimana berjamaah tapi tidak taat pada pimpinan? bagaimana dunia ini kalau tidak ada aturan?
kalo kita pake nalar, memang benar habib riziq bukan orang yang berbahaya sehingga perlu banyak polisi dalam ruang sidang.
masih kalo kita pake nalar,adalah pantas jumlah polisi dalam ruang sidang harus banyak. tidak untuk mengawasi sang habib, tapi para supporternya.masak nggak sadar juga,reputasinya itu lho.
saya bukan orang yang mau peduli ahmadiyah mau dibubarin apa nggak.selama mereka nggak nyenggol saya ya tetep aman saja mereka punya nyawa.
cuma,hidup bermasyarakat kok jadi kurang tenang jika masih ada ormas yang gemar berbuat semaunya.konon,masyarakat yang siap hidup berbangsa dan bernegara syaratnya haruslah mengenal peradaban.jadi nggak seperti suku primitif yang nggak nggak mengenal hukum.kan di belantara hutan cuma ada hukum fisik.
ahmadiyah dilegalkan pun kayaknya nggak ada pengaruhnya dalam stabilitas berbangsa.saya sekeluarga tetap aslamah,lingkungan saya tetap tenang dan tidak ada yang perlu saya kuatirkan. tapi jika FPI yang masih dilegalkan kok jadi lain ceritanya ya.
yg bsr n kuat lah yg berhak menentukan aturan, umat bkn lah kekuatan yg sama mksd nya dgn pasukan dlm militer, begitu pl kepercayaan. tetapi klo ada yg berprinsip sep itu, ya…., mo jd apa nih negara.
biasa aja dong..katanya semua orang bebas berekpresi..kok giliran pada fpi gak boleh,munafik
Bagi saya yang amat sangat awam, dalam bentuk apapun dan alasan apapun kekerasan itu tidak dilegalitaskan oleh agama manapun. Kecuali secara terbukti telah melakukan tindakan yang mengarah kepada pengurangan jumlah kuantitas, dan mengruangi nilai-nilai kitab suci.
Komentar Masuk (154)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)