Pengalaman Mengikuti Persidangan Rizieq Shihab
Oleh Musdah Mulia
Sejumlah studi menjelaskan bahwa corak keagamaan masyarakat dapat dipolakan ke dalam dua kategori: corak yang otoritarian dan humanistik. Agama yang humanistik memandang manusia dengan pandangan positif dan optimis, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang penting dan memiliki pilihan bebas. Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakininya benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia, serta menjaga kelestarian alam semesta.
Komentar
Perasaan yang sama sering pula saya alami, betapa tidak nyamannya berhadapan dengan orang-orang seagama yang menjalankan agama dengan cara yang bagi saya justru menakutkan, apakah kita harus dipaksa untuk melakukan sesuatu, sementara landasan berkeyakinan itu sendiri yang saya tau bukanlah sebuah keterpaksaan, motor iman itu adalah keikhlasan, bila sebuah kehendak dipaksakan pada seorang individu, saya yakin yang bersangkutan akan mendua dalam bersikap, karena keimanannya hanya karena ketakutannya, seperti masalah aurat bagi wanita Islam, apakah mereka mengajak semua wanita masuk surga dengan cara itu, apa iya wanita muslim dibelenggu sedemikian rupa untuk kebaikan mereka didunia dan diakhirat, bukankah wanita muslim tetap bisa berbuat amal kebaikan, tanpa harus dibatasi aktifitasnya sedemikian rupa, sebagai seorang muslim saya lebih melihat barat/Cina/Jepang sebagai barometer kehidupan, mereka berbuat untuk kehidupan, mereka berkarya, tanyalah pada bangsa arab apa yang telah mereka sumbangkan untuk dunia, apakah seumur hidup kita hanya mengacung-acungkan agama, seraya berteriak-teriak barat tidak bermoral, dan saya sama sekali tidak terkesan saat ini, dengan ajaran bahwa orang-orang non muslim hanya jadi umpan neraka, dulu waktu kecil saya mengagumi itu, bahkan jijik sama non muslim, tapi setelah saya bisa merenung dan berpikir, sekarang tidak lagi, bagi saya semua manusia mencari kemuliaan dimata Tuhan dengan jalannya masing-masing, dengan ekspresi masing-masing, biarkan Tuhan yang menilainya, bukan kita sesama manusia, Ibu..saya terus memohon pada Tuhan agar orang-orang seperti Ibu akan terus tumbuh, agar supaya ada yang berbicara tentang hak-hak orang lain dalam berkeyakinan.
Kepada sdr penulis
Memang benar setiap orang mempunyai HAK dalam beragama tapi disisi lain mereka juga punya KEWAJIBAN dalam kehidupan beragama yaitu tidak boleh menodai agama yang lain kan?
Mari kita ambil contoh Apabila sdr Musdah Mulia saat ini seumpama dikenal mempunyai pekerjaan yg baik2 lalu ada orang yg sekonyong2 menceritakan bahwa pekerjaan anda maling…saya pikir setiap orang yg waras pasti akan marah dan menuntut agar orang yg mencemarkan nama baik anda ditangkap.
Nah apalagi Ahmadiyah sudah mencemarkan Islam dengan mengatakan ada nabi setelah Muhammad SAW. So wajarkah jika Islam meminta ahmadiyah dibubarkan? karena jika tdk ada kebingungan di masyarakat mengenai kebenaran Islam. Tolonglah kita harus berpikir Rasional Antara HAK dan KEWAJIBAN… Karena jika hanya salah satu sisi yang diperjuangkan maka akan terjadi kekacauan dan anak cucu kita hanya disisakan kebohongan publik dan tidak pernah tau mana sebenarnya. Itukah yang anda inginkan?
Menurut informasi yang diketahui dari cukong2 judi ataupun dugem, Habieb Riziq dan FPI tdk lain hanya merupakan anjing peliharaan POLRI. Berkedok agama untuk memeras uang dari industri hiburan malam dan judi. Ya, adapun aksi2 FPI dalam membela islam hanyalah sekedar kedok saja.
FPI hanyalah organisasi begundal berbasis agama. Kalo dibiarin terus lama2 di Indonesia ada Islam FPI dgn nabi terakhirnya si habieb.
Saya pikir pada dasarnya pembentukan FPI itu bagus, tapi harus juga disertai dengan cara2 yang islami.. Islam benci kekerasan, karna islam agama dakwah yang lebih mengedepankan akhlak yang baik yang dapat dicontoh komunitas agama lain… Berbeda pendapat hal yang wajar tapi harus mengedepankan rasa saling menghargai dan menghormati..Mengenai pengkultusan sosok saya sangat tidak setuju, karna Rosululloh sendiri menolak jika ia di kultuskan para sahabat.. karna pengkultusan hanya untuk Alloh, bukan mahlukNya
Tulisan yang bagus Bu, mudah2an banyak orang yang sadar, berfikiran jernih, sehat dan intelek seperti Ibu…
Orang2 JIL memang OK! JIL maju terus!
Saya sangat heran mengapa massa FPI masih di bolehkan menghadiri siang rizieq, walaupun mereka sudah jeas selalu mengangu jalanya Sidang dan mengunakan kekerasan, semustinya mereka tidak boleh itu menghadiri sidang.
bagi pemberi komentar yang masih membawa bawa ahmadiyah, saya hanya ingin berkomentar bahwa ini tidak ada urusannya lagi apakah ahmadiyah itu menodai Islam atau tidak,,ini masalahnya FPI mengunakan kekerasan yang sudah jelas bukan wewenang mereka…jadi kalo pun masa di monas itu mendukung Ahmadiyah tidak ada urusanya FPI membubarkan mereka .....
Kalo saya prinsip nya mudah..Agama itu urusan pribadi saya ...mau orang lain percaya masih ada nabi setelah Nabi Mochammad SAW. yah biarin aja lah yang dosa kan mereka bukan kita iya toh… Kalo FPI saya ngerti kenapa mereka marah marah…mereka kan penganguran semua ngak ada kerjaan satu satu nya harapan hidup mereka yah di janjikan Surga ama orang kaya risieq…...
sesunguhnya orang orang yang merusak islam itu yang kaya FPI, bin Laden, imam samudera, amrozi….mas kalo mau tinggal di negara Islam yah pergi lah ke yemen sana ..jangan di Indonesia…
Saya salut dengan pola pikir Anda yang berhikmat. Tidak semua orang punya.
Fiva.
Satu kata, Bubarkan FPI (Front Perusak Islam)
Ibnu…!
Jika Anda setuju bahwa beragama adalah HAK maka kewajiban Anda adalah menghargai hak orang yang beragama terhadap agama yang berbeda dengan Agama Anda. Dalam kasus Ahmadiyah; bagamana Anda mengatakan bahwa penganut agama aliran ini menghina agama Islam?
Sejauh yang saya tahu penganut Ahmadiyah belum pernah melakukan tidakan krimil atas nama agama Islam sebagai mana yang dilakukan oleh beberapa organisasi Islam selama ini.
Kalau Anda adalah seorang pemeluk agama Islam
( yang sering diterjemahkan sebagai agama yang “DAMAI”) maka sepantasnya kemarahan Anda diarahkan kepada oknum-oknum atau organisasi-organisasi yang selama ini dengan lantang mentor sesama manusia atas nama Islam hanya karena mereka berbeda kepercayaan. Apakah pernah terpikir olehmu tentang hal ini?
Kata orang bijak, gajah dipelupuk mata tak dapat dilihat tetapi semut nun jauh di seberang dapat dilihat.
Semoga Allah membuka mata hati kita sehingga dapat melihat gajah di pelupuk mata kita.
Jalan untuk membuka mata hati kita adalah lewat diskusi, dialog bahkan monolog. Selalu bertanya dan bertanya karena kebenaran absolut harus bebas waktu dan ruang sehingga selalu diuji terus menerus tanpa dimana pun dan kapan pun. Jangan takut jika ada orang ingin mempertentangkan apa yang kita yakini. Sebab jika kita takut akan hal ini berarti kita sudah mulai meragukan kebenaran absolut yang kita anut selama ini. Juga jangan takut untuk bertanya kepada diri Anda sendiri karena hanya dengan cara ini Anda akan meneguhkan keyakinan Anda akan kebenaran itu sebab sesuatu yang memiliki kebenaran absolut akan selalu absolut walau terus diuji.
Kasihan mereka karena diposisikan oleh sistem untuk tidak memahami Islam secara benar. Mereka adalah aset bagi kepentingan-kepentingan manusia. Jangan menjadi the bottom chain of food, beragama itu harus kritis!
saya benar-benar ga ngerti sama FPI, MAUNYA APA?saya tau riziq itu ga lulus kuliah ditimur tengah. saya tau karena saya satu jurusan sama dia.sory ziq, dia bingung disuruh sama orang tuanya ke indonesia padahal dia gak bisa apa-apa.sekali lagi afwan ziq.
saya merasa sangat..sangat begitu amat sangat kasihan sekali dgn Rizieq Shihab,knp dia di ciptakan menjadi manusia yang begitu picik dan durjana.menodai agama yang suci dengan perbuatannya yang terkutuk, tidak punya nurani, tidak ber-akhlak dan tidak bermoral.semoga kelak di laknat ALLAH dengan hukuman setimpal dunia akhirat.mengaku keturunan nabi tapi kelakuannya seperti binatang tanpa perikemanusiaan .Rizieq Shihab makhluk paling hina lebih dari binatang
Begini, saya ingin sedikit bertanya, menurut anda, layakkah seseorang menilai keimanan orang lain?? layakkah kita mengatai orang lain “KAFIR”??
Dasar apa yang bisa dijadikan pedoman dalam hal ini??
Analisa saya secara skeptis, hal tersebut hanya sebagai perimbangan. Dalam artian, jika tidak ada kaum KAFIR, maka tidak ada kaum BERIMAN. Sehingga agar dikatakan BERIMAN, maka seenaknya saja mengatai orang lain KAFIR, bukan begitu??
Dear pendukung setia fpi,
kalau tidak memahami bahwa mayoritas dari kalian memang secara biologis tidak dikaruniai otak yang pintar dan kritis dan secara ekonomi memang terpinggirkan oleh sistem yang ada selama ini, tentulah katup pengaman kesabaran saya sudah lepas dari dulu.
dan siapalah kalian ini?
dari kacamata salah satu pemahaman islam tertentu,nampaknya kalian memang anak-anak yang sangat sangat beruntung, hanya dengan beragama islam, surga akan terjamin untuk kalian nantinya.terlepas dari apapun yang kalian lakukan dibumi ini, sebuncah kebencian yang terus terpatri didada kalian yang kalian hempaskan kepada kaum-kaum lain yang tidak sependapat dengan anda.
dan renungkan kembali darimana keislaman anda berasal? mayoritas dari anda tidak mendapatkan keislaman itu dari proses pencarian, dan perenungan akan apa tujuan anda hidup didunia ini, terbayangkah bila anda terlahir sebagai seorang anak suatu suku dipedalaman amazon tanpa akses informasi yang memadai akan dunia luar, atau bila anda terlahir sebagai anak dari keluarga menengah di eropa sana. akankah anda mengenal islam? apalagi dengan proses mengenal islam seperti yang anda dapatkan sampai detik ini. saya tidak melihat bahwa anda akan memilih islam, anda hanya akan mengikuti apa yang dimiliki lingkungan dan keluarga anda, syukur2 anda tidak terjebak aliran fasisme lain yang tidak berkedok islam.
kemudian, renungkanlah, berjasa apa anda dialam sebelum anda dilahirkan, sehingga anda berhak dikarunia dilahirkan dikeluarga islam dan dengan lingkungan yang mayoritas islam?
bisa dibilang anda sudah mendapatkan tiket masuk surga sejak lahir, paling tidak itulah yang tertulis dikebanyakan literatur yang ada, orang islam=masuk surga. Lain halnya dengan anak-anak yang dilahirkan dikeluarga non muslim yang lain, atau bahkan dibelahan bumi yang lain. berapa peluang mereka akan mengenal islam dan mendalaminya? mungkinkah mereka dilahirkan untuk masuk neraka karena tidak memeluk islam? terlebih-lebih dengan aksi kalian yang “gagah berani” menghancurkan benda mati, makin sulit sajalah dakwah islam kiranya kini.
Dan sekarang, alih-alih santun menanggapi perbedaan, malah bergemuruh dada mendelik mata melihat yang berbeda? kebodohan yang sombong dan berbajukan islamlah yang kalian tampakkan kini.
Salam,
Inilah yang terjadi kalau manusia-manusia dungu dan idiot (seperti FPI, LSI dsb) dibiarkan menggunakan Islam sebagai kedok atas perbuatan-perbuatan gila mereka! Apakah Islam itu MENGAJARKAN KEKERASAN? Jawabannya sangat tegas: TIDAK! jadi, bagaimana anda mau mengaku Islam kalau menonjolkan kekerasan dan anarkisme?
selain itu, aparat keamanan (dalam hal ini POLISI!) kesannya kok takut sama FPI ya? Aneh sekali, dalam suatu persidangan pengunjung selalu meneriakkan yel-yel dan juga mengomentari persidangan, ada apa dengan negeri ini? seharusnya setelah beberapa kali sidang dan jelas-jelas massa FPI telah melakukan “contempt of court”, maka mereka tidak lagi boleh menghadiri sidang, bener nggak? lha ini kok dibiarkan terus, ada apa?
belakangan malah ada berita mereka bentrok dengan pengunjung sidang lain (konon dari AKKBB)! FPI itu biar tau bahwa bukan mereka aja yang bisa berbuat seenak jidat, mengintimidasi saksi maupun hakim dsb! syukur sekarang ada tandingannya! POLISI HARUS ADIL, SIAPAPUN YANG ANARKIS HARUS DITINDAK!
Ach…Nggak usah menyalahkan pengikut FPI. Kalau Kyai anda berada dalam posisi seperti Pak Rizieg, anda juga akan melakukan seperti pengikut FPI walau dalam cara lain. Jikalaupun mereka berlaku kurang menyenangkan,....toch mereka pembela kita. Siapa lagi yang membela kita kalau bukan Front Pembela Islam.
HABIB RIZIEQ PEMECAH BELAH AGAMA.
Anda pake nama Habib segala dan si pengok munarman itu dari engga ngerti Islam (tanpa Ilmu) dicecoki ABB (basyir) jadilah pejuang sejati dari sempalan NII. Kalian pada memakai atribut Islam, lantas bikin kegaduhan dimana-mana tanpa ilmu yg jelas, baca AL Qur’an juga terjemahan. Kalian bagi SAYA tdk lebih seperti para sekte Khawarij pada zaman Ali,Bikin malu Ummat Islam yg masih waras.
Inilah perkumpulan anak muda muslim yg, maaf, kurang ekonominya, kurang pendidikannya, dan mungkin kurang otaknya. Mereka hanya duduk di mushola dan bljr Islam dr ustadz2 fundamentalist yg orientasinya kpd anarkisme berkedok Islam. Alhasil bginilah wajah slh satu saudara muslim kita. Berfikirlah para FPIers. Lihatlah keluar dan Anda akan mengetahui bahwa Anda tidak sendirian. Thx
NB: Buat Habib klo msh bgini terus dan panggil diri sendiri “ana” mending blk k Yaman deh. Dari pada ngerusak negeri orang. Indonesia sudah byk bandit. Jgn ditambah-tambah.
Dari banyak kejadian. Dan kalau berani jujur akan siapa & seberapa berharganya diri kita.
Maka kita akan bisa mengambil kesimpulan, bahwa kita adalah bukan siapa-siapa yang sangat berharga dimata Allah.
Allah menciptakan kita di dunia dengan “kasihNYA”.
Allah menciptakan kita di dunia dengan tidak “BERBAJU”.
Allah menciptakan kita di dunia bukan sebagai “mainanNYA”.
Kalau kita bisa meneladani Sifat Allah itu sendiri, maka seharusnyalah kita juga bisa “mengasihi” sesama kita, kita tidak “mamakaikan baju kelompok” pada diri kita, kita juga tidak “mempermainkan / dijadikan mainan” pada sebangsa kita.
Allah menciptakan kita tanpa pamrih. DIA juga tidak berpamrih akan hormat dari kita.
Jika kita tidak menghormat akan DIA, jika kita menghujat akan DIA, jika kita mencemooh akan DIA.
Tidak akan ada bedanya bagiNYA, DIA tetap Allah.
Seperti kita,
Betapapun busuknya kita. Kita akan tetap menjadi kita (ciptaanNya).
Betapapun sucinya kita. Kita akan tetap menjadi kita (ciptaanNya). Bukan menjadi DIA, yang berhak menghakimi sesama kita.
Maka,
Marilah kita menyadari, BAHWA KITA ADALAH BUKAN SIAPA-SIAPA DAN HANYALAH SEBUTIR CIPTAAN YANG SANGAT BERHARAGA DIMATA ALLAH.
HARGAILAH & HORMATILAH ALLAH KITA, DENGAN CARA MENGHORMATI CIPTAAN-NYA. SELAIN BERSUJUD & BERSERAH KEPADANYA.
AMIN
“TIADA ISLAM TANPA JAMA`AH,
TIADA JAMA`AH TANPA IMAMAH,
TIADA IMAM TANPA KETA`ATAN.”
(itu hadistnye aje belum tentu bener)
Kate siape? klo imamnya model basyir ama rizieq, atawa si kartosuwiryo. Yang Pasti Islam tdk perlu FPI, NII, FPI,HTI dan organisasi model preman kayak begituan. kagak ada akalnye. maapin ye klo sale-sale kate.
Komentar Masuk (154)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)