Zainun Kamal: Penganut Budha dan Hindu adalah Ahlul Kitab
Oleh Redaksi
Konsep ahlul kitab dalam sejarah Islam selalu berkembang. Pada masa Nabi, ahlu kitab kerap dikaitkan hanya kepada agama Yahudi dan Nasrani, karena pada masa itu, Nabi Muhammad hanya berinteraksi kepada dua agama besar itu. Tapi, setelah Islam meluas, konsep ahlul kitab juga semakin luas. Beberapa ulama Islam, seperti al-Sahrastani dan al-Baghdadi, menganggap agama lokal Iran (Zoroaster) sebagai ahlul kitab.
Komentar
Sebelum berkomentar banyak tentang agama lain, cobalah menghilangkan ketakutan untuk mau/berani membaca/mencermati kitab suci agama lain. Kalau ingin memahami spiritualitas agama, cobalah melepaskan diri dari hantu-hantu pernyataan dalam kitab suci sendiri. Beranikan diri anda untuk menyelami ajaran agama lain dengan membuang citra buruk, bila perlu melakoninya (aneh kan bagi sebagaian besar anda?).Pernyataan hantu dalam kitab suci anda akan menjadikan anda orang dengan segunung dosa yang tidak terampuni.
Pertanyaannya adalah : (1) mengapa kitab suci kadang memberikan rasa takut umatnya untuk menyelami ajaran agama lain? (2)Kalau Tuhan (Dia) memang maha kuasa, mengapa ajaran agama yang menurutnya salah/rendah itu tidak dihapusNya, tidak mampukah Dia?, (3)Demikian besar jumlah pemeluk agama yang berbeda itu di dunia, milyaran…, demikian bodohkah mereka-mereka itu sehingga tidak memeluk agamaku yang hebat,uptodate, benar, unggul, di search pakai google nggak ketemu jeleknya?
YOOO saudara saudara umat Tuhan semua ada cuplikan dari VEDA kurang lebih sbb :“EKAM EVAM ADVITYAM BRAHMAN; “Hanya ada satu Tuhan(Dharma=Kebenaran) tidak ada yang kedua”
“EKAM SADVIPRAH BAHUDA VADHANTY”“Hanya ada satu Tuhan,orang bijaksana menyebutNYA dengan banyak nama”
NB:ada 1000 (seribu)nama TUHAN dalam VEDA begitu pula dalam kitab lain (kalau tidak salah)
jadi… Tuhan yang kita sembah itu sesungguhnya Tuhan yang sama jadi hanya orang egois yang selalu mempertengkarkan ini , tapi saya tidak heran karena sudah diramalkan/disiratkan dalam Veda bahwa beginilah ciri ciri jaman kali( jaman edan /jaman besi),orang akan merasa paling benar dalam segala hal,jadi sadarlah selama semua ajaran itu untuk menuju kepada-NYA kenapa mesti ribut ribut.
oh ya satu tolong baca VEDA atau Bhagawad GITA dulu ,kalau Anda berpendapat bahwa Hindhu bukan agama wahyu dari TUHAN…????(silahkan berpendapat begitu) ,Veda itu dikategorikan:
1. sebagai SRUTI (wahyu yang diterim langsung dari TUHAN)
yang ini sangat sulit untuk dipelajari dengan hanya dibaca saja…apalagi oleh manusia seperti kita ini yang banyak ego dan kesombongan ini (termasuk saya tentunya)...dan
2. Veda SMERTI ( sudah “terjemahkan /diartikan/dihimpun/apalah istilahnya"oleh para RSI/nabi Hindhu jaman dulu) ...
dan kemudian dikelompokkna lagi menjadi 4 yaitu :
REG VEDA,YAJUR VEDA,SAMA VEDA dan ATHARVA VEDA
dan diwahyukan pula BHAGAVAD GITA yang bisa dikatakan intisari ajaran VEDA agar lebih mudah dipahami oleh umatNYA
terjadinya alam semesta,turunnya AVATARA,ciri ciri jaman,bahkan turunya SIDHARTHA GAUTAMA sampai NABI MUHAMMAD ada disebut/diramalkan dalam VEDA ...silahkan menilai
semua agama itu sesungguhnya mengajarkan kebenaran dan cinta kasih ............dan kebenaran itu Satu yaitu TUHAN itu sendiri dengan berbagai variasi dan sudut pandang ajaran kita masing masing. maaf kalau ada salah kata
Percaya kepada satu Tuhan, itu adalah satu hal.
Beriman kepada Tuhan yang satu, para Malaikat, Nabi-nabi, kitab-kitab, dan hari Akhir serta beramal saleh, itu adalah hal lain.
Sebagai muslim, saya pribadi tidak menganggap bahwa umat Agama Baha’i dan Sikh sebagai Ahli Kitab, padahal ajaran agama Baha’i sedikit banyak mirip-mirip dengan ajaran Islam. Lebih-lebih lagi agama Hindu dan Budha yang lebih banyak perbedaaannya ketimbang persamaannya dengan agama Islam.
Al Quran membatasi empat umat yang “legitimate” yaitu umat Nabi Muhammad, Yahudi, Nasrani, dan Sabi’in [Sabi’in=umat Nabi Nuh]. Saya tidak akan menambah atau mengurangi apa yang dikatakan oleh Al Quran.
Rig Veda dan Bhagawad Gita kemungkinan besar ditulis tidak lebih lama dari 2000 BC, tapi kenapa kitab-kitab itu tidak mengenal Nabi Nuh, padahal Nabi Nuh hidup setidaknya 3000BC, dan seluruh umat agama samawi pasti beriman kepada nabi Nuh, dan menganggap Nabi Nuh sebagai leluhur para nabi. Beriman kepada Nabi pun bagian dari rukun Iman.
Alkitab mengharamkan sebagian makanan (seperti darah dan bangkai) serta menghalalkan sebagian makanan (sapi, kambing, domba dlsb). Ia berada di antara dua kutub ekstrim seperti agama Budha 9dan Hindu ekstrim) yang mengharamkan makhluk yang bernyawa dan mereka yang menghalalkan seluruh makanan, di kutub ekstrim satunya lagi.
Dalam ajaran agama Hindu, tersebutlah avatar pertama/ titisan pertama Sang Hyang Bathara Visnu sebagai Matsya (Sanskerta: मत्स्य; matsya berarti ikan) adalah awatara Wisnu yang pertama, yang muncul pada masa Satyayuga, pada masa pemerintahan Raja Satyabrata (lebih dikenal sebagai Maharaja Waiwaswata Manu), putra Wiwaswan, dewa matahari. Matsya Awatara turun ke dunia untuk memberitahu Maharaja Manu mengenai bencana air bah yang akan melanda bumi. Ia memerintahkan Maharaja Manu untuk segera membuat bahtera besar. Kisah dengan tema serupa juga dapat disimak dalam kisah Nabi Nuh, yang konon membuat bahtera besar untuk melindungi umatnya dari bencana air bah yang melanda bumi. Kisah dengan tema yang sama juga ditemukan di beberapa negara, seperti kisah dari Vietnam dan dari Yunani. apakah Manu adalah Nuh? hehehehe
Apakah Manu= Nuh dan Matsya Awatara= Tuhan Allah? Saya yakin tidak sama. Dalam tradisi Islam, Tuhan Allah tidak pernah turun langsung ke bumi dengan menjelma (inkarnasi) menjadi seorang manusia. Maha Suci Tuhan dari yang demikian. Yang mungkin terjadi adalah Tuhan memerintahkan utusan-Nya yaitu Malaikat (khususnya malaikat Jibril) untuk menyampaikan berita gaib kepada para nabi.
“semua orang baik masuk surga, lewat pintu yang berbeda beda”
“semua orang jahat masuk neraka, lewat satu pintu yang sama”
“orang baik yang tidak menginginkan apapun kecuali Tuhan, langsung diangkat ke tempat tertinggi”
“orang yang pintar agama tapi hatinya penuh dengki berada sangat jauh dari Tuhan, semakin dengki semakin jauh”
sebelumnya mohon maaf, saya bukan orang yang fanatik terhadap agama cuma yang saya tahu semua kitab agama pasti mengajarkan kebaikan, terbukti di indonesia mengakui 5 macam keyakinan. dijaman sekarang ini banyak sekali kerusuhan yang terjadi atas nama SARA, klo kita tidak tahu ajaran agama orang lain jangan mencemooh. Agama adalah panutan umatx yang menghantarkan mereka pada ke jalan Tuhan. jadi tidak sepantasnya kita masih mempersoalkan perbedaan. Semua Agama itu mengajarkan yang benar, cuma sebagian dari umat nya yang menjadikan agama ( hindu, islam, kristen, budha, protestan )menjadi tidak benar melenceng dari ajaran. Kadang terlalu pintarx mereka mendalami ajaran agamanya sehingga kepintarannya disalah gunakan dan bahkan mengartikan syariat dari pada ajaran nya menjadi salah kaprah. Qta semua percaya adanya Tuhan dan Tuhan itu hanya satu Sifat Tuhan adalah Tidak berawal dan Tidak berakhir ..... jika kita saling mencela agama, maka polemik ini tidak akan pernah berakhir yang ada kerusuhan pasti tambah gak karuan. ingatlah manusia adalah makluk berfikir, makluk tuhan yang paling sempurna, manusia dikaruniai akal dan budi yang diharapkan bisa mengalahkan musuh terbesar dalam diri manusia itu sendiri. Sekarang ini yang kita butuhkan adalah menuju kepada Tuhan dengan jalan kedamaian, damai itu indah,.. mari kita bangun kedamaian diatas perbedaan…
Regars…
buat saya semua agama memiliki benang merah yang sama…yang membedakan adalah ritus2 atau ritual2 yg dilakukan. Namun kesamaannya adalah membawa pesan moral serta mengakui kehidupan setelah mati utk mencapai kebahagiaan yang hakiki. Untuk menemukan kebahagiaan seperti itulah yg sulit, maka agama mengajarkan kebaikan-kebaikan dengan menghilangkan hawa nafsu angkara (sifat setan). Kalo buat saya Islam adalah rangkuman dari semua agama sesuai dengan artinya keselamatan…artinya apa yang sudah diturunkan sejak dulu adalah satu kesatuan tidak terpisahkan (ingat benang merah)Sayangnya manusia terlalu mengikuti hawa nafsu merasa paling suci, paling benar, paling mayoritas dan paling berkuasa..timbullah pemilahan2 dg istilah agama. Jadi saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Tuhan sudah lama menurunkan wahyu pada orang2 bijak yang hidup dimasanya..(contoh aristoteles dll)..tapi manusia tidak bisa mengambil sari dari apa yang diturunkanNYA..yang ada hanya perdebatan perbedaan yg sifatnya pengakuan pembenaran diri bukan mencari keselamatan..So saya setuju sekali bahwa ahli kitab dalam Islam adalah termasuk orang yang membawa keselamatan di dunia akhirat (yaitu Islam juga dalam arti keselamatan)
Tuhan dimana?surga dimana?neraka dimana?dewa dimana?nabi dimana?
Apakah ada teman2 ada yg pernah bertemu?
sebenarnya saya tidak pandai berdebat masalah agama,biarkan orang melaksanakan agamanya.Toh dia juga tidak mengganggu yang lain.Saya yakin orang baik akan masuk surga dan orang jahat sebaliknya tanpa memandang merek agamanya.Lagi pula tuhan itu kan maha adil.
Istilah agama langit dan agama bumi hanyalah klaim semata. Al Quran merupakan wahyu, itu hanya klaim saja, bukti2 sejarah tidak menampakkan hal tsb. Al Quran hanya potongan-potongan cerita dari mulut ke mulut (cuma 30 juzz) yang dibukukan dalam durasi masa yg mengalami banyak perubahan kepentingan dan politisasi. Cerita lengkapnya ada pada ajaran zoroaster,Taurat,Injil,bahkan Weda yang mana oleh bangsa Arab diambil yg menguntungkan kaumnya saja, sehingga sukar dipahami karena nggak nyambung antar surat satu dgn lainnya. Akibat kitab yg tidak lengkap maka harus diuraikan dalam ribuan hadist yg nggak jelas validitasnya. Sehingga munculah ajaran poligami, memusuhi Yahudi, membolehkan pria kawin dgn wanita ahi kitab tapi tidak sebaliknya, mengkafirkan umat lain, mendefinisikan surga sbg layanan bidadari, membunuh orang kafir kufur, dan lain lain yg sebenarnya jauh lebih rendah daripada ajaran Budi Dharma leluhur Bangsa Indonesia. Jadi sama saja agama2 lain. Politisasi tsb tampak pada bukti2 berikut : sejarah 2500 tahun pra Islam yang digelapkan dan dihancurkan shg disebut zaman jahiliyah, larangan umat lain untuk beribadah di Ka’bah yang mana merupakan pusat medan magnet bumi yg sudah dikenal oleh peradaban manusia jauh sebelum Islam dan telah dibangun oleh Vikramaditya menjadi kuil multi kepercayaan, sejarah yg digelapkan tentang masuknya Islam ke Jawa yg dimulai dengan penghancuran Peradaban Majaphit oleh Ulama2 Cina dan Arab fanatik yg diagungkan sbg Wali Songo yg membantai orang2 kafir hingga mengungsi ke Blambangan, Tengger, Bali, dan gunung2 di Jawa, dan masih banyak bukti2 lain. Jadi sebenarnya ngga perlu berdebat ttg agama, cukup anda pikirkan dan rasakan nurani masing2 apakah makna hidup ini. Kita menjadi bangsa yang terpuruk seperti saat ini hanyalah karena tidak percaya diri atas peradaban yang dibangun leluhur kita, justru beralih dgn mengimpor ajaran2 yang nggak jelas dan tidak sesuai hati nurani. Mana yang lebih baik: menjadi bangsa besar tapi heterogen atau menjadi bangsa terpuruk tetapi homogen?
assalamu’alaikum
terimakasih atas pencerahan yg anda berikan di atas.
sungguh saya ingin belajar Islam dengan benar. namun yg saya dapatkan hanya pemahaman sempit yg cenderung egois dan brutal. dengan segala hormat, mohon mencantumkan ayat Qur’an yg di gunakan sebagai rujukan..terimakasih
wasalamu’alaikum
Kalau begitu para polisi, hakim, dan anggota DPR mereka semua ahlul Kitab. Karena mereka mempunyai kitab yang lebih diutamakan daripada kitab agama mereka sendiri. Ayak-ayak wae atuh!
Mengemukakan pendapat adalah hak individu, silahkan saja anda menyampaikan buah pikiran anda. Yang mau berdebat silahkan, yang tidak juga ga apa-apa. Yang penting Marilah kita saling menghormati agama dan kepercayaan masing-masing, hidup berdampingan dengan damai tanpa merendahkan atau menghina agama lain adalah keinginan kita semua. Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan YME. Amin.
harus diakui sampai agamapun akarnya adalah yahudi. gak hanya teknologi…agamapun bersumber dari pemahaman mereka. yg lain cuma nyontek
begitulah istilah kasarnya. ada yg nyontek baik-baik ada yg malah nenjelek kan yg dicontek dan mengaku yg paling sempurna hehehe…
dari buahnyalah kita bisa menilai pohon itu baik atau jelek bukan klaim-klaim ucapan mulut saja.
salam
Komentar Masuk (35)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)