Editorial,
08/04/2010

Pengertian Umat Islam Indonesia

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

Penjelasan-penjelasan ini menunjukkan betapa tak mudahnya seseorang mengatas-namakan umat Islam Indonesia, seperti tak mudahnya mendefiniskan umat Islam Indonesia. Dengan demikian, kini jelas bahwa sekiranya ada tokoh Islam yang suka mengatas-namakan umat Islam, maka dia hakekatnya tak pernah bisa mewakili umat Islam Indonesia yang beraneka ragam itu.

08/04/2010 13:58 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (26)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

menurut saya, pembagian islam indonesia seperti yg disebutkan diatas mulai pertama sampai yg ketiga memang benar karena umat islam itu bertingkat mulai yang bersifat formalitas tentunya dengan populasi lebih banyak sampai dengan yg bersifat substansial yg tentunya populasinya semakin menyusut. tetapi saya rasa pembagian yg nomor 4 kayaknya ada mis, saya kira td yg nomor 4 itu adalah umat islam yang bersifat khos,. lebih khusus dari yang nomor 3, dalam artian pengamalan substansi agamanya. saya cenderung pembagian yang keempat itu adalah orang- orang ahli hikmah atau para sufi. sedangkan menurut pembagian diatas yang keempat adalah orang-orang yang ingin mendirikan negara islam, formalisasi syariat. padahal belum tentu orang - orang seperti itu paham dan mengerti tentang syariat agama. klo menurut saya orang yang mengerti dan paham tentang syariat tidak akan mendirikan negara islam di indonesia ini. wallahu a’lam

#1. Dikirim oleh choir  pada  09/04   03:05 AM

Kok sangat sedikit skali yang memperjuangkan Negara Islam. Perbandingannya 5 : 174 dg seluruh umat Islam Indonesia, dg asumsi penduduk 200jt jiwa. Berarti mereka sama sekali tak mewakili suara Umat Islam Indonesia

#2. Dikirim oleh Zainul Qudsi  pada  10/04   04:28 AM

Saya kira cukup Jelas.
Umat Islam Indonesia????
Biarlah Mereka tetap menjadi orang Indonesia.
Tidak perlu jadi orang arab, berpakaian seperti arab atau mungkin ikut tradisi arab.
Bukankah kita adalah bangsa yang majemuk?
Biarlah kemajemukan kita menjadi satu aset kekayaan yang tak pernah habis digerus jaman.
Yang mau jadi seperti orang arab, boleh ganti status kewarganegaraan.

#3. Dikirim oleh Ari Janardhana  pada  10/04   05:21 AM

Biasanya orang atau kelompok yg selalu mengatasnamakan umat islam indonesia justru jauh dari watak dan sikap islam itu sendiri, radikalisme, terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan memakai legitimasi agama.

#4. Dikirim oleh Harun Miftahul Arif  pada  10/04   08:44 AM

Definisi seringkali memang membatasi,dan definisi yang dihasilkan akan sangat dipengaruhi oleh ideologi orang yang mendefinisikan. upaya mendefinisikan di atas cukup menggambarkan realitasnya walaupun saya yakin kata-kata selalu tak bisa mewakili sepenuhnya apalagi yang didefinisikan itu Islam. definisi seseorang adalah upaya untuk mempertegas identitasnya. Identitas itu biasanya dikaitnya dengan etnisitas, budaya maupun agama. Identitas umumnya dimengerti sebagai suatu kesadaran akan kesatuan dan kesinambungan pribadi, suatu kesatuan unik yang memelihara kesinambungan arti masa lampaunya sendiri bagi diri sendiri dan orang lain; kesatuan dan kesinambungan yang mengintegrasikan semua gambaran diri, baik yang diterima dari orang lain maupun yang diimajinasikan sendiri tentang apa dan siapa dirinya serta apa yang dapat dibuatnya dalam hubungan dengan diri sendiri dan orang lain. silahkan saja orang mengidentifikasikan diri kepada keempat pembagian tadi, kalau kurang bisa nambah koq..? tapi ingat lho Islam dan orang Islam itu tidak identik. Dari Aku orang NU, warga negara Indonesia.. wassalam

#5. Dikirim oleh fironie  pada  11/04   10:39 AM

menarik apa yang dipaparkan oleh sahabt muqsit ghozali, arhnya adalahbagi mereka yg ingin memformalkan islam dimana-mana dgn slogan kita sbgi agama mayoritas. terbuka sudah fakta yg sebenarnya bahwa mereka yyg demikian ternyata hanya sebagian kecil saja, sebenarnya klu pun mengadakan referendum untuk mendirikan negara islam saja pasti mereka akan kelimpungan, contoh yg paling nyata adalah adanya pemilu yg diikuti parpol yyg berasaskan islam ,semenjak indonesia merdeka tak pernah keluar sebgai pemenang.
Apabila ada yg mengatasnamakn umat islam, dan sering menjual atas nam agma yyg sering muncul dijalanan, ternyata mereka itu hanya minoritas.

#6. Dikirim oleh ardani muhammad  pada  11/04   04:10 PM

Sebagai kategorisasi atas Umat Islam ...Yang dikaitkan dengan PEMAKNAANNYA atas ISLAM ... Maka ... Ke empat kategori tersebut ...
Pertama, umat Islam yang di KTP-nya tercantum sebagai penganut Islam. Kedua, umat Islam adalah mereka yang menjalankan ritual peribadatan seperti shalat lima waktu, puasa sebulan penuh di bulan Ramadan, mengeluarkan zakat (fithrah dan mal), dan berhaji bagi yang mampu. Ketiga, umat Islam adalah mereka yang bukan hanya menjalankan ritual Islam, melainkan juga mengerti dasar-dasar ajaran Islam. Mereka tahu dogma, pemikiran, dan sejarah peradaban Islam. Keempat, umat Islam adalah mereka yang bukan hanya menjalankan ritual Islam, mengerti dasar-dasar Islam, melainkan juga memperjuangkaan tegaknya negara Islam, khilafah islamiyah, dan formalisasi syariat Islam.

Sebenarnya di pengertian ISLAM sendiri itu jelas ...Bahwasanya ... Yang disebut MUSLIM (Umat ISLAM) itu ... Yang PERCAYA kepada ALLAH ... TUHAN SEMESTA ALAM ... SATU-SATUNYA TUHAN ... TIDAK ADA YANG LAIN ... SEMUA SELAIN ALLAH adalah CIPTAAN ALLAH ... ALLAH lah SANG PENCIPTA ...
Keimanan itu harus diikuti dengan ber ISLAM ... Dalam arti kata melakukan sesuatu secara personal dalam hubungannya dengan TUHAN ... Pertama, ber IKRAR bahwasanya ... ALLAH adalah SATU-SATUNYA TUHAN ... TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN selain ALLAH; dan MUHAMMAD adalah UTUSAN ALLAH.
Kedua, menjalankan shalat 5 waktu sampai akhir hayat. Ketiga, melakukan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan; Ke empat, memberikan ZAKAT, baik FITHRAH maupun MAL setahun sekali; Ke lima, pergi Haji—bila mampu—minimal sekali se umur hidup; Dalam konteks hubungan sosial dengan dunia di luar diri personal seorang MUSLIM, maka IKHSAN itulah CARANYA; Yang semuanya dibungkus atau didasari dengan KEIKHLASAN, baik dalam konteks hubungannya dengan ALLAH maupun dengan environment yang ada. Jadi u- kategori Umat ISLAM ke empat yang ingin menegakkan KHILAFAH, masih debatable karena sejarah ISLAM ... Yang disepakati adalah jamannya KHULAFAUR RASYIDIN ...Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ... Itupun hanya satu sahabat yang matinya ... TIDAK TERBUNUH ... Yaitu Abu Bakar ... Yang lain ... Umar, Utsman dan Ali ... Semuanya mati terbunuh ... Artinya apa ? Di jaman sahabat besarpun ... Ternyata KONFLIK itu begitu TAJAMNYA ... Di jaman sekarang ... Yang sudah ribuan tahun ... Setelah Nabi MUHAMMAD WAFAT ... Ada NGGAK ya DISTORSI PEMIKIRAN atau TINDAKAN ...Atas PEMIKIRAN KHILAFAH ISLAM itu ? Tanpa digelayuti PERSONAL INTEREST atau VESTED INTEREST ... ? Ha ... Ha ... Ha ... MANTAB BRO ...

#7. Dikirim oleh HP  pada  13/04   05:36 AM

Pribadi-pribadi yang mengatas-namakan tindakannya atas umat Islam Indonesia adalah pembohong besar. Ambil saja, si Baasyir yang selalu meminta orang lain meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia, padahal dia baru diangkat oleh MMI dan santri Ngruki(?) sebagai pemimpin. Baashyir menggunakan “Islam” hanyalah sebagai tameng agar Polisi mikir-mikir menindaknya.

#8. Dikirim oleh zulkifli harahap  pada  13/04   07:51 AM

Yang namanya Umat Islam ya cuma satu yaitu yang meyakini rukun iman dan menjalankan rukun islam serta menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai acuan hukum, kalo seseorang yg keluar dari manhaj2 tersebut ya berarti ia bisa disebut fasik, bahkan murtad n juga munafik…Contoh bagi umat Islam yg meragukan hukum2 yg ada dalam Al-Quran ya berarti telah keluar dari manhaj kan…begitu aja kok repot.

#9. Dikirim oleh Amir Elfadany  pada  13/04   10:44 AM

Cerdas dan sistematis . . .

#10. Dikirim oleh Y.Murtolo  pada  15/04   04:45 AM

Ass.Ingat wahai saudara sekalian bahwa di akhir jaman ini Islam (orang Islam/Muslim) dianggap asing sebagaimana asingnya pada awal mulanya Islam itu hadir bahkan org yg memegang teguh terhadap ajaran ini bagaikan memegang bara api.Sekarang terserah pada kita, memilih berpegang teguh dgn ajaran Islam dgn resiko yg amat sangat berat penderitaannya atau memilih mengacuhkan Islam dgn segala fasilitas yg akan terima sebagus-bagusnya dari musuh-musuh Islam.
Begitupun ganjaran yg ALLAH SWT janjikan cuma 2(dua) yakni : SURGA atau NERAKA.
Demikian, silahkan memilih karena hidup ini adalah pilih .
Wassalaam

#11. Dikirim oleh Uchon  pada  16/04   01:30 PM

To : Mas Uchon di 11

Harusnya Mas Uchon menjelaskan : Islam seperti apakah yang mengantarkan ke Surga itu ? Dan menghindarkan dari masuknya ke Neraka ? Yang semuanya itu dibungkus dengan bahasa ke kini an ? Jujur saja ... Sekarang ISLAM tertutup oleh penganutnya ... Bisa kan menjelaskannya ?

#12. Dikirim oleh HP  pada  19/04   09:19 AM

Menurut saya mendefinisikan umat islam indonesia memang tidak mudah. tetapi kalau kita mau jujur pada keyakinan/ajaran islam yang kita anut maka kita mampu hidup berdampingan dengan siapapun yang berbeda dengan kita tanpa ada rasa curiga apalagi bertindak dengan kekerasan.

#13. Dikirim oleh Farid Wadjdy  pada  20/04   04:03 AM

walaupun sebuah tim sepak bola yg main hanya 11 orang tdk berarti yg mendukung hanya yg sebelas orang itu, survey lembaga2 profesional spt, PPIM UIN th 2002 menyatakan 75,4 rakyat indonesia setuju penerapan syariah, Roy Morgan Research th 2008 menyimpulkan 52% rakyat indonesia dukung tegaknya syariah, SEM institute th 2008 menyatakan 84 % rakyat indonesia yakin / sgt yakin syariah bisa menjd solusi berbagi problematika di indonesia, jd saya rasa wajar2 aja kalo kelompok ke-empat yg dibilang penulis cuma sedikit itu menyatakan mrk didukung ummat islam, krn lembaga2 survey tsb sdh cukup mewakili berbagai kalangan

#14. Dikirim oleh Tisna  pada  20/04   02:33 PM

sebenarnya yang paling penting mengajak semua komponen dan segala lapisan umat islam untuk membesarkan islam di indonesia. bukan dengan mengkotak-kotakkannya. menurunnya persentase umat islam karena dikeluarkannya ahmadiyah tidaklah menjadikan umat islam bersedih hati. yang sangat menyedihkan mengklaim kelompk islam tapi tidak mengikuti manhaj nya.

#15. Dikirim oleh japar  pada  25/04   04:41 AM

Memang sulit utk mendefinisikan umat Islam Indonesia. Apalagi, kalau menganggap semua agama itu sama. Maka, tidak ada perlunya membicarakan masyarakat Indonesia itu masyarakat beragama. Dan, tidak perlu lagi ada istilah “Islam Liberal”. Tidak perlu lagi Pasal 29 UUD 45. Itu mungkin yang diinginkan oleh Islam Liberal

#16. Dikirim oleh sovie  pada  26/04   04:51 AM

salam silaturahmi.
Kalau masih ada yang mempersoalkan keyakinan beragama harus di ekspos berarti hawa nafsu masih mewarnai hidupnya. Sebagai contoh banyaknya tokoh agama yang pamer pengikut, merasa paling benar padahal di salah satu sisi tindakannya membuat kerugian orang lain. Islam agama rahmatan lil alamin…janganlah di kotak-kotak dengan seragam faham dan organisasi. Keyakinan bukan untuk di tampilkan tapi di nikmati sebagai perjalanan ruhani untuk dekat dengan SANG PENCIPTA.

#17. Dikirim oleh yank74  pada  27/04   01:31 PM

kang.. aku sudah yakin-seyakin-yakinnya jenengan menguasai “teori” ushul fiqh dan ilmu yang lain.. aku orang pulau ini mohon sangat kepada jenengan yaitu JENENGAN MENULIS BUKU/TAFSIR/HADIS/FIQH/USHUL FIQH atau yang anggap jenengan bisa seperti ulama-ulama besar syech nawawi al-bantani, wahbah zuhaily dll.. agar kesan kepada jenengan itu tidak hanya “allamah” dalam bidang “artikel atau kumpulan artikel ” tapi mampu menuangkan buah pikiran dalam jenengan sebagai karya yang berjilid-jilid.. jangan hanya terus “berteori penafsiran”..
kalau jenengan sudah mampu membuat buku yang sama dengan yang jenengan analisis lha itu baru seimbang seperti dialognya ibnu rusyd dengan ghazali jadi buku tidak ada yang menang dan yang kalah karena cara berfikirnya yang berbeda..
nah.. kalau jenengan sudah menulis buku berapapun jilidnya aku beli bahkan akan aku ajarkan ke santriku.. oke

#18. Dikirim oleh hisyam zamroni  pada  28/04   10:26 AM

ISLAM LIBERAL masuk dlm definisi yg mana?

#19. Dikirim oleh Aink  pada  20/05   07:10 AM

Dengan keragaman Islam di Indonesia membuktikan bahwa Negara kita kaya, disamping semua Agama –dengan beragam bentuknya- bertumbuh kembang, Islam sendiri di Bumi pertiwi banyak coraknya, warna warni. Oleh karena itu haram hukumnya (penulis pinjam hukum haram dari MUI) memaksa umat atau aliran lain untuk masuk keagama Islam atau diikat dengan satu aliran.

#20. Dikirim oleh Khoirul Anwar  pada  10/07   09:07 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?