Kolom,
28/07/2008

Pentingnya Soft Power Pergerakan Islam

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Jika Islam memang agama yang “superior” dan paling unggul, kenapa tak ada satu pun negara berbasis Islam yang maju dan unggul dalam hal pendidikan, teknologi, kebudayaan, ekonomi, dst? Bahkan negara-negara berbasis Islam selalu mendapat rapor merah karena buruknya penghargaan terhadap kaum perempuan dan hak-hak fundamental kemanusiaan, rapuhnya birokrasi pemerintahan dan menjamurnya penyakit korupsi. Dalam dunia pendidikan, tak ada satu pun universitas Islam yang masuk “kelas dunia”. Ini tentu masalah sosial yang kompleks dan tak bisa diselesaikan dengan pekik “Allahu Akbar!” sambil mengacungkan pentungan dan mengambing-hitamkan Barat.

28/07/2008 08:32 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (60)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

negara mana yang sudah berbasis islam ? saya kira belum ada negara yang berhukum syariah islam.

#1. Dikirim oleh ekocoro  pada  29/07   12:22 PM

siapa yang meng-kambing hitam-kan barat bo? ya iya lah kenapa tidak maju, kita tuh justru sangat “barat” banget bo, yang ditiru itu cuman luarnya doang bo, gaya hidupnya yang mulai free sex, pakaian yang seksi, perempuannya mulai cuman ngandelin keseksian tubuhnya aja (barat banget bo), perempuannya mau aja ikut miss-miss-an yang mau disuruh pakai pakean renang bo, gay, lesbiah mulai berani unjuk gigi, minuman keras, narkoba digemari anak muda bo dll. Itu semua dari mana bo? Coba kalau kita tidak meninggalkan islam, yang sederhana aja, kayak bersih lingkungan, tidak mau nyontek, rajin belajar, kalau mau bikin ktp, sim gak usah ngasih uang biar cepet, kalau ditilang jangan pengen enaknya dengan cara ngasih uang damai, mau ngantri alias sabar kalau ngantri, tontonan di TV tontonan yang bisa kita rajin belajar, rajin bekerja bukan yang ngajarin bagaimana mode yang sedang berkembang di barat saat ini. Isya allah kita akan maju bo. Terimakasih.

#2. Dikirim oleh arry darmawan  pada  29/07   12:31 PM

Tidak ada salah Islam sebagai agama dalam masalah ini.Yang salah adalah orang - orang yang beragama islam tetapi tidak melaksanakan islam dengan benar.Mereka beragama sesuai kebudayaannya.Mereka halalkan kekerasan untuk mencapai tujuan.Contoh nyata di Indonesia.Kalau pejabat yang beragama islam tidak korupsi atau menerima sogokan , Indonesia akan maju pesat.
Semoga Allah memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita semua,sehingga kalau kita ingin melakukan sesuatu marilah kita bercermin kepada sunnah rasul dan kitabullah ,tanpa dirasuki syaitan.

#3. Dikirim oleh Ahmad Suhaimi  pada  29/07   12:32 PM

assalamualaikum wr. wb.

menarik sekali membaca tulisan anda, saya cuman seorang lulusan smu jadi saya hanya berpikir dengan apa yang saya lihat di lapangan.
kalo mau melihat negara islam juga punya pendidikan maju, coba lihat Iran karena kurang diberitakan saja jadi dia terlihat terbelakang pendidikannya tetapi mereka bisa mengembangkan pengetahuan tekhnologinya sampai membuat nuklir meski ditengah embargo disegala jenis bidang apa itu bukan pendidikan hebat pada sebua negara yang di embargo, ketika pendidikan Islam maju pasti pihak Amerika dan sekutunya akan menekannya dengan segala cara silahkan lihat Iran lagi dituduh teroris dll.

disamping itu orang islam yang selama ini disebut pengacau, mereka tidak memulai ketika tidak dimulai coba anda sebutkan kasusnya lebih spesifik. dan juga kebanyakan pihak yahudi lah yang memulai semuanya. saya malah mendukung mereka dengan mengadakan gerakan riil daripada anda disini cuman menulis dan mengkritik kayak pakar saja.

dan juga kata siapa orang islam tidak mempelajari injil berarti anda tidak kenal ahmad deedat kalo begitu coba buka lagi sebelum anda mengkritik dan mengkritik.

kalo memang anda punya sesuatu yang digunakan untuk kemajuan pendidikan umat islam kenapa tidak diterapkan saja jangan asal kritik tanpa tahu sebabnya. memang sih pendidikan islam tidak semaju dan sepesat barat oleh karena itu saya tanya apa sumbangan anda buat umat islam apa cuman menjadikan mereka pluralisme kalo cuman itu tidak orang abangan juga bisa asal ada duit.

yang kami butuhkan bukan tulisan yang anda gunakan mencaci dan mengkritik tapi kami butuh tindakan bagaimana usaha anda yang benar benar ikhlas dari dalam hati untuk Allah, cobalah bertanya pada hati nurani anda apakah semuanya sudah benar sesuai ajaran Al Qur’an dan apakah anda lakukan dengan ikhlas.

Syaikh Ahmad Yassin, imam khomeini, Sayyid Hasan Nasrullah, Izzudin Al Qassam, Ahmad dinejad lihat tokoh tokoh itu saudaraku mereka begitu ikhlas dalam agama ini.kematian pasti datang tinggal bagaimana kita mengakhirinya, kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

banggalah dengan agamamu dan embel embelnya.

#4. Dikirim oleh hasan  pada  29/07   05:38 PM

saya pikir terlalu cepat anda meragukan tentang superioritas Islam.
pernahkah anda bertanya pada diri anda sendiri, sudahkah anda Islam seperti yang sudah dituntunkan?
kalau pertanyaan ini membalik ke saya, saya akan menjawab belum, karena saya sedang berusaha.

saya melihat keraguan anda muncul dari kenyataan ekonomi dan peradaban.
pertanyaan saya
1. darimana titik tolak anda mengukur kemajuan sebuah peradaban?
2. sudahkah anda mencoba sistem ekonomi Islam sebelum anda mempertanyakannya?

menurut saya, gerakan yang harus dilakukan oleh umat islam itu adalah building caracter islami. seperti apakah? kalau anda sudah memahami Islam, anda pasti tahu jawabannya.
mulailah aplikatif dalam memahami islam,bukan teoritik.
mulai dari diri anda.
pertanyaan yang paling mendasar yang harus anda jawab sebelum membuat formulasi softpower pergerakan Islam adalah:
1. jam berapa anda sholat subuh?
2. berapa kali anda sholat di masjid dalam sehari? atau jangan-jangan anda hanya jumatan saja ke masjid.(maaf, bukan menuduh)
3. berapa banyak ayat alquran yang benar-benar anda pahami?
4. lebih paham mana anda dengan alqur’an atau wacana pemikir barat?

#5. Dikirim oleh iben  pada  29/07   10:32 PM

kalo mas Sumanto bilang ngga’ ada…itu salah…!yg benar adalah ada dan negara itu adalah negara GONTOR…..negara didalam negara….silahkan ditelaah sendiri dan dinilai sendiri kalau anda tidak percaya…....tongue laugh

#6. Dikirim oleh zayd  pada  29/07   10:52 PM

MENURUT SAYA:
penulis tidak menerapkan azas keadilan dalam penafsiran masalah.
MENURUT SAYA:
penulis melihat dari hanya dari 1 kacamata “atheis” meminjam istilah Dr.Abdulloh,SP.Aqdh _Spesialis aqidah.pent_
tidakkah kebanyakan pembunuh,pelacur,pemerkosa,pelaku pedhopili,rampok,koruptor,bajingan2 di negeri barat bukankah mereka beragama + ??
MENURUT SAYA:
penulis harus lebih banyak tampil di depan publik. . supaya kami&massa;dapat melihat dengan jelas sosok AHLUL MUNAFIK,anda adalah ULAMA SUU` (meminjam istilah As Sunnah)
smile)

#7. Dikirim oleh wirawan  pada  30/07   05:59 AM

Wajah Buram islam diakibatkab oleh beberapa hal:

1. Kesalahan pandangan terhadap islam, terutama bagi mereka yang gemar violent.
2. Islam dianggap sebagai monumen yang tidak bisa sentuh oleh sejarah. Munculah upaya orang-orang Islam yang memimpikan islam seperti islam di Medinah ketika zaman rasululah.
3. Orang islam sendiri terkadang terlalu arogan, merasa paling superior. pandangan ini justru sangat vulgar disampaikan oleh ustas-ustas saat khutbah jumat. lebih mengerikan lagi bahwa apa yang dilakukan oleh agama lain (orang hindu dalam melakukan kegiatan semacam MTQ) sebagai kemusrikan.
4. Kurangnya pencerahan kalangan intelektual islam tentang bagaimana Islam yang benar
5. Kurang tegasnya pemerintah dalam mengakomodir beberapa ormas yang berbahaya dan mengancam NKRI.

Oleh karena itu perlu pencerahan pemikiran sehingga islam tidak mengerikan, tidak cinta kekerasan seperti yang dipamerkan di Monas, . islam harus dapat dibuktikan bahwa rahamatan lil alamin. Bukti ini sekarang semakin redup dan memang kalah populer dengan kekerasan yang ditampilkan oleh orang yang mengaku paling Islam bahkan membawah-bawah pekikan Allahu Akbar. Subhanallah.

#8. Dikirim oleh Harmin Hari  pada  30/07   10:33 AM

Yang salah bukan lah Agama Islam, tetapi Orang Islam.Seperti kata bijak Nurcholis Madjid. Umat Islam sekarang sudah kehilangan Hakekat Islam itu sendiri. Sehingga apa yang di kejar2 itu hanya kulit. Untuk menutupi kekurangannya, maka kekerasan itu dia munculkan suapay dianggap baik atau dipaksakan baik kepada orang lain.

#9. Dikirim oleh suryadi  pada  30/07   11:30 AM

Islam dan Absurditas

Itulah wajah absurd dari Islam saat ini, disatu sisi kita mengklaim satu-satunya kebenaran adalah Islam, pada wajah yang lain kita melihat borok dan luka yang sebetulnya kita lihat saat bercermin. Apa yang dapat kita banggakan dari masyarakat dan bangsa mayoritas Islam didunia saat ini? Padahal setiap saat kita “diceramahi” tentang kebaikan entah ceramah Jum’at atau tiap pagi hampir di setiap media, dalam hal ini Televisi. Apa mungkin pernyataan ” Islam saat ini dimanfaatkan para pencari makan dengan pola pikir abad ke 11 dengan realita hidup abad ke 21” itu benar? engga nyambung dan absurd.

#10. Dikirim oleh Danny  pada  30/07   11:30 PM

Masukkan untuk rubrik: “Pentingnya Soft Power Pergerakan Islam”

- Intelektual NU mendirikan Komunitas Nahdatul Ulama Amerika Serikat dan Kanada (KNU AS-Kanada), diharapkan dapat menjembatani ketegangan dan jurang pemisah antara Islam-Kristen (juga agama lain) dan Timur-Barat, KNU AS-Kanada juga diharapkan menjadi bagian dari organisasi civil society yang turut berpartisipasi dalam menyelesaikan problem keumatan dan kemanusiaan.
- Sesuai dengan hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab-kitab suci-Nya, umat manusia wajib menciptakan kondisi dari agama disisi Allah adalah Islam, sejak Adam sampai era globalisasi secara kaffah menjembatani menjadi Agama Allah sesuai rencana Allah didalam Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208, An Nashr (110) ayat 1,2,3 (mencapai kemenangan dan berbondong-bondong masuk bersama semuanya).
- Theori katalisator untuk pelaksanaannya telah ada di-Indonesia sejak tahun 2007, berupa buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”,
berisi XX+527 halaman, berikut 4 macam skema acuan terpisah berukuran 63x60 cm.:
“SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”,
hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
“SOEGANA GANDAKOESOEMA”
dengan penerbit:
“GOD-A CENTRE”
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
“DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” SekDirJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

Buku Panduan “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”

I. Telah diserahkan pada hari Senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR. ibu Siti Musdah Mulia, MA., Islam, Ahli Peneliti Utama (APU) Balitbang dan Diklat Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai kepada kesimpulan menerima atau menolak dengan hujjah, sebagaimana hujjah yang terkandung didalam buku itu sendiri.

II. Telah dibedah oleh:

A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia tahun 1999-2001.

B. Prof. DR. Budya Pradiptanagoro, Penghayat Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FIPB Universitas Indonesia.

C. Prof. DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Ilmu Filsafat Universitas Gajah Mada.

D. Prof. DR. Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai Moderator, seorang peneliti Al Quran, sebagaimana Soegana Gandakoesoema meneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, setingkat dan sederajat dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza, 94 tahun, anak paman Siti Khadijah, 40 tahun, isteri Muhammad, 25 tahun sebelum menerima wahyu 15 tahun kemudian pada usia 40 tahun melalui Jibril (IQ), Al Ahzab (33) ayat 38,39,40, sedang Musa menerima wahyu langsung Allah sesuai Al A’raaf (7) ayat 144,145, untuk menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan alwanya (skema).
Pertanyaannya yang sangat sulit untuk dijawab, akan tetapi sangat logis dan wajar untuk dipertanyakan adalah Siti Khadijah dan Muhammad sebelum wahyu turun adalah seorang yang baik, patonah, sidik, amin dan lain-lainnya, mengadakan pernikahan dengan cara ritual agama apa dan mereka beragama apa? Sedang waktu itu agama Nasrani adalah agama yang terkini!

E. Disaksikan oleh 500 peserta seminar dan bedah buku yang diakhir oleh dialog tanya-jawab.
Apabila waktu tidak dibatasi akan mengulur panjang sekali, disebabkan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan oleh para hadirin dari berbagai penganut agama dan kepercayaan/keyakinan.

F. Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta 10002, diacara Seminar & Bedah Buku hari/tanggal: Selasa 27 Mei - Kamis 29 Mei 2008, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional “dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijrah) (1901-2001 masehi)” dengan tema merunut benag merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri roh Bhinneka Tunggal Ika Pancasila Indonesia.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.   


Buku Panduan Perdamaian Agama/Keyakinan:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGGAL IKA”
Penulis: Soegana Gandakoesoema
Penerbit: GOD-A CENTRE

Tersedia ditoko buku   K A L A M
Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120.
Telp. 62-21-8573388.

#11. Dikirim oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal  pada  31/07   04:20 AM

Ketertinggalan terjadi karena tidak adanya penerapan Islam secara kaffah. Negeri Islam saat ini tidak ada yang menerapkan Islam, jadi wajar saja umat Islam tertinggal. Kekerasan yang terjadi semata-mata merupakan reaksi dari kedzaliman yang diterima kaum muslim. Hanya Daulah Khilafah yang akan menghentikan semua itu. Pekik dulu ah.. Allaahu Akbar!

#12. Dikirim oleh Abu Khansa  pada  31/07   04:20 AM

Anggapan anda, bpk penulis menurut saya keliru besar. Kaca mata anda melihat negara Islam yang anda maksud menurut saya perlu diluruskan. Tidak ada sekarang, atau tepatnya belum ada ada lagi negara Islam sampai dengan saat ini. Semenjak dihancurkannya Negara Islam Usmaniyyah yang berpusat di Istambul oleh Musthafa Kemal yang bersekongkol dg Penjajah Inggris saat itu. Tepat pada tanggal 28 Rajab seperti saat hari ini. Yang ada adalah negeri-negeri Islam, seperti negeri kita Indonesia ini. Ia bukanlah negara Islam, lihatlah Dasar hukum nya, Sistem ekonominya, Hukum yang dipakainya. Saya berharap anda ruju’ ilal Haq. sembari terus muhasabah diri dan jaringan anda. Saya yakin anda akan terbelalak dikala Islam kembali tampil sebagai negara, yang Insya Allah dalam waktu dekat. Sabda Nabi yang tercinta, Rasulullah Muhammad saw : Tsumma takuunu Khilafatan ‘alaa minhaajinnubuwwah. Bpk yang saya hormat, mari rujuuk ilaal Haq, kontak temen2 gerakan yang memperjuangkan Islam beneran, bukan liberal yang bersekongkol para penjajah yang juga liberal. Saya menunggu anda atau saudara2 yg lain menjadi Muhammad Al Fatih2 baru. Yang akan membebaskan Romawi Barat, Bersegeralah bpk !.

#13. Dikirim oleh Rais  pada  31/07   04:46 AM

Sumanto, saya duga kurang paham kontek yang ditulisnya. Maaf, bahkan kelihatan asbun karena tidak akurat dan cenderung sempit pengamatannya.
Soal dunia islam yang ketinggalan dalam dunia pendidikan bahkan sarang korupsi adalah pernyataan yang tidak pertanggung jawab.
Anda jangan asal menulis karena punya kesempatan saja tapi cobalah banyak mengamati. kalau tulisan Anda jadi bacaan maka akan muncul persepsi yang sumir.
soal ekonomi, negara Arab sekarang ini adalah pembeli surat utang negara terbesar saat ini. jangan heran sebearnya AS dan negara Eropa memiliki utang besar ke negara di Timur tengah karena negara Timur Tengahlah yang membeli sun mereka. Dan sekarang uang orang timur tengah tengah membiak dari Citi Bank, Airbus hingga ke gedung-gedung pencakar langit di Barat
Soal pendidikan apakah anda tahu soal Iran atau Indonesia?
Yang anda tahu kan cuma jelek Iran dan Indonesia dari rating versi Eropa.
Iran adalah negara yang maju teknologi pertanian dan perkotaannya, apakah anda tahu…........?
Indonesia adalah negara asal para ahli pengendali kebanyakan reaktor nulir di negara Barat yang anda puja itu.
Jadi Anda jangan hanya membaca dunia islam dari jurnal dan riset barat.
Supaya anda tahu, Iran dikepung Barat saat ini soal nuklir karena bangsa Iran hampir mencapai suatu pencapaian untuk mengolah nuklir menjadi pembangkit listrik dan pengembangan teknologi pertaniannya.
Dan agar anda tahu, Pakistan adalah negara yang menonjol soal pengembangan dunia fisikanya dan IT sehingga menjadi saingan bagi Barat soal nanoteknolgi.
Terakhir soal korupsi, jangan anda kaitan lagi islam dan Korupsi. Anda mengamati tidak perkembangan tata kelola negara di dunia? sarang korupsi juga banyak terjadi negara yang dikelola berdasarkan dominasi agama lain, seperti katolik dan kristen. Filipina, Zimabaque, Italia, dan sejumlah negara eropa adalah contoh-contoh nyatanya.
jadi menurut saya, tulisan anda sebenarnya sangat tidak layak untuk naik di forum ini karena tidak intelek dan kelepasan.
Hormat saya
Irsad

#14. Dikirim oleh irsad  pada  31/07   11:33 AM

Tulisan mas Sumanto di lapangan ada benarnya juga terutama untuk konteks saat ini.  Bagi saya kemajuan peradaban sebuah bangsa itu silih berganti, tidak ada yang abadi.  Peradaban yang satu mencapai puncak keemasan, setelah itu runtuh dan digantikan peradaban yang lainnya.  Nah, untuk Islam, sekarang sedang pada episode kelam.  Islam juga pernah mencapai puncak kejayaan toh?  Kadang aku juga bingung, apakah agama hanya satu-satunya alat untuk mencapai kejayaan suatu bangsa? Bagaiman dengan kasus China yang komunis? Bagaimana dengan negara-negara Amerika Latin dan Afrika yang katolik / kristen? Mungkinkah yang dikatakan Bung Karno, nation and character building? (sssst, kita sebagai bangsa & muslim, sepertinya kehilangan in ya?)

Salam
Yani Gondrong

#15. Dikirim oleh yani afrianto  pada  31/07   02:59 PM

Irsad,

Betul sekali. Artikel ini hanya asbun saya. Lebih baik kita bergerilya melawan AS dan Israel pengecut itu. Marilah kita menabung dan membeli hulu ledak nuklir dari negara ek Uni Soviet dan membom kota L.A yg menjadi sumber pengekpor budaya kaum kafir tersebut. Setelah menang kita akan kirimkan wanita-wanita dari Indonesia untuk saudara setengah kita di Arab untuk diperkosa dan disiksa. Kalo hamil kembali melahirkan setengah arab yang dpt diandalkan berkotbah pada hari jumat.
Memang skrg orang Arab kaya raya dari minyak tanpa berusaha sedikit dan banyak uang di CITIBANK dan Airbus. Seharusnya kita bangsa Indonesia jadi budak mereka saja, drpd mengunakan internet, prosesor Intel atau monitor Samsung yg notabene buatan bangsa KAFIR.
Hidup Arab dan mari kita hancurkan bangsa kafir AS, ISRAEL, CHINA, JEPANG, KOREA.
Biarkan Allah membakar mereka dengan kepala nuklir yang teknologinya diketemukan oleh nenek moyang bangsa Arab.
Aminnnn…...

#16. Dikirim oleh anti-israel  pada  31/07   08:50 PM

dan juga islam bukan agama kekerasan, soal kasus monas dan kasus kebanyakan lainya seperti yang sudah saya katakan.
umat islam tidak akan marah kalo tidak disulut.
cobalah anda dengarkan kasus monas itu langsung dari FPI juga jangan cuman dari media anda tahu sendiri media massa sekarang itu dikuasai siapa.
itu berarti anda menuduh tanpa mendengarkan belaan dari pihak yang lain. selalu saja begini umat islam yang disalahkan tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. coba lasung di cek ke habib riziq apa yang terjadi dan alasannya kenapa.

#17. Dikirim oleh hasan  pada  31/07   09:42 PM

Yth Bapak penulis
Tulisan saudara sangat bagus dan objectif, melakukan kajian dari dua sisi, sayang hanya sisi gelapnya islam saja yang saudara tonjolkan (walaupun sisi gelap tersebut tidaklah Salah ) tapi saudara mungkin kurang pas tentang informasi negara islam, sepanjang yang saya ketahui negara islam di dunia ini hanyalah republik islam iran dan selebihnya hanyalah negara yang penduduknya manyoritas beragama islam.
Sehingga referensi islam yang sebenarnya hanya iran…Apakah iran ada kekerasan? ( iran sangat toleransi dengan mazhab dan agama lain), kalaupun ada berita bahwa iran menyokong hizbulloh, palestina dan afganistan hal tsb hanya untuk perlindungan dari minoritas yang tertindas dan tidak adil dari negara yang berkuasa.
Tentang ekonomi pada saai itu negara iran merupakan salah satu negara yang mempunyai utang nol…di gempur perang dgn iran tidaklah mengurangi kekayaan iran.
Pendidikan di iran sangatlah maju sampai-sampai berani menantang Amerika.
Saya rasa orang seperti saudara perlu belajar lebih banyak lain…Ma’af kalau ada kata-kata yang kurang sopan…Syukron

#18. Dikirim oleh Muhammad Al-Amin  pada  01/08   04:32 AM

Saya sebagai masyarakat diluar komunitas Islam hanya melihat dari luar bahwa yang perlu dilakukan adalah Pencerahan dan Pemahaman yang lebih baik lagi terhadap komunitas Islam yang sedemikian besar di Indonesia. Umat tidak akan cukup bahan untuk menentukan mana yang baik dan mana yang salah kalau media hanya memberikan informasi sekitar bom bali, terorisme dan kekerasan yang lain. Jangan2 mereka akan mencontoh hal seperti ini. Tapi kemarin ada berita di salah satu media bahwa ada satu komunitas di Tepi Barat Jordania antara umat Muslim, Kristen dan Yahudi bersama-sama menggalang Pengadaan Air di daerah tersebut. Ini sangat bagus, jadi ngga melulu yang hancur-hancuran. Masih banyak lagi bentuk2 lain yang dapat ditonjolkan. Saya kira demikian, terima kasih.

#19. Dikirim oleh Hizkia  pada  01/08   05:10 AM

Memang sulit untuk dialog dengan umat sendiri, saya pikir maksud dan content artikel sudah jelas, tapi kok masih disalahpahami. Memang berat mencerahkan pemikiran umat, perlu dekonstruksi pengajaran agama dan content dakwah supaya mereka memahami apa itu islam dalam artian yang paling hakiki. Saya sangat sedih dan prihatin banyak umat yang hapal dan fasih mengucapkan dalil-dalil (terutama fiqih) tapi tidak memahami spirit/ruh, konteks, filosofi. Berat….berat….berat… Semoga yang maha pengampun memaafkan dan memberi petunjuk kepada kaum fundamentalis, ortodoks, radikal, taqlid buta menjadi kaum yang tercerahkan dan membawa wajah islam yang damai.

#20. Dikirim oleh Teguhseno  pada  01/08   09:59 AM
Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?