Kolom,
28/07/2008

Pentingnya Soft Power Pergerakan Islam

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Jika Islam memang agama yang “superior” dan paling unggul, kenapa tak ada satu pun negara berbasis Islam yang maju dan unggul dalam hal pendidikan, teknologi, kebudayaan, ekonomi, dst? Bahkan negara-negara berbasis Islam selalu mendapat rapor merah karena buruknya penghargaan terhadap kaum perempuan dan hak-hak fundamental kemanusiaan, rapuhnya birokrasi pemerintahan dan menjamurnya penyakit korupsi. Dalam dunia pendidikan, tak ada satu pun universitas Islam yang masuk “kelas dunia”. Ini tentu masalah sosial yang kompleks dan tak bisa diselesaikan dengan pekik “Allahu Akbar!” sambil mengacungkan pentungan dan mengambing-hitamkan Barat.

28/07/2008 08:32 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (60)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Kalau negara islam itu tidak ada anda salah besar anda perlu untuk pergi ke Iran sendiri dimana anda bisa mempelajari secara langsung bagaimana mereka itu menjalankan sistem pemerintahannya. anda mungkin hanya mengacu pada sumber dari media yang anda tanpa anda selami sendiri bagaimana kehidupan mereka di daerahnya. tentu sabda Nabi benar adanya tapi anda perlu ingat bahwa tanpa ada usaha semua itu percuma, sunatullah tetep berjalan tidak mungkin bisa dihindari.
apakah anda punya keinginan untuk memulai gerakan mewujudkan agama islam di negara ini bukan hanya simbol pribadi tapi untuk seluruh alam.
tentu anda lebih tahu bagaimana islam liberal selama ini kiprahnya daripada saya apakah sikap golongan islam liberal selama ini patut dipertahankan.
hanya Allah yang tahu ketulusan hati seseorang.

#41. Dikirim oleh hasan  pada  08/08   04:21 AM

Semoga Allah memberi hidayah pada kita semua, amin.

Begini, maksud dari Islam adalah agama tertinggi disini maksudnya konsep ketinggian/kemuliaannya adalah kemuliaan akhlaq, Tidak lah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlaq.  Disinilah letak perbedaannya dengan binatang, karena manusia diberi akal yang bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Sedangkan dalam sistem ajaran islam semuanya bermuara pada menjaga fitrah akal manusia agar tetap sehat akalnya, sehingga kalau dijalankan dengan benar otomatis akhlaknya akan mulia.

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading.  Tapi manusia mati apa yang ditinggalkan, tidak lain adalah akhlak yang mulia (manusia mati meninggalkan nama).
Jadi kalau orientasi kemuliaan anda pada kebendaan, maka seumpama anda hidup dijaman nabi Musa dipastikan anda akan menilai raja Firaun lebih mulia dari Nabi Musa, Raja Romawi lebih mulia dari nabi Isa dan Abu Jahal atau Abu Sofyan lebih mulia dari nabi muhammad yang dalam hidupnya secara material, teknologi lebih sederhana bahkan di akhir hayatnya tidak mewariskan harta benda. 
Begitulah kemuliaan Agama Islam dan agama samawi lainnya yagn belum terkontaminasi oleh kesesatan yang di pimpin oleh setan yang sampai hari kiamat tugasnya menyesatkan manusia dari akal sehatnya.
Efek dari akhlaq ini demikian besar sekali dalam tatanan kehidupan manusia di bumi, kalau kita membaca dampak global warming, global dimming dll sungguh ngeri semua itu karena banyak manusia sesat yang memiliki kekuasaan di muka bumi sebagaimana diwahyukan dalam alquran apabila mereka diingatkan jangalah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, mereka beralasan membangun padahal sebenarnya mereka merusak, karena mereka melampaui batas fitrah manusia.

#42. Dikirim oleh mukhtar effendi  pada  08/08   05:11 AM

Saya sangat mendukung saudara penulis. Disini digembar gemborkan Iran yang maju dan menguasai teknologi nuklir. Saudara2 sekalian, baru saja saya menyaksikan pembukan olimpiade 2008 dari bangsa kafir, komunis dan atheis yang disebut RRC. Coba apakah negara berdasarkan islam seperti Iran bisa dibandingkan sejajar dengan negara komunis seperti RRC dalam kemajuan teknologi, kebudayaan, dan ekonomi? Saya rasa saudara2 sekalian disini harus objektif, jangan karena semua hal beratribut Islam adalah membawa hasil paling akhir. Seorang filusuf dari China berkata, “Jika waktu hidup saja anda tidak becus, Jangan mengurusi hal yang sesudah kematian”.

Saat ini bukan hal yang penting mengurusi bagaimana kejayaan agama atau mazhab dll. Mari kita fokus kepada kehidupan negara kita sendiri. Kapan kita bisa mengadakan Olimpiade yang menghabiskan dana 500T lebih? Sedangkan untuk membangun infrastuktur trans-Jawa saja terhadang masalah karena alasan melewati kota-kota berpesantren?

Jika dari sekian komentator mengangungkan kemajuan Iran, harusnya disadari bahwa IRAN ZAMAN KERAJAAN SYAH PALEVI JAUH LEBIH MAKMUR DAN MAJU DALAM SEGI TEKNOLOGI, MILITER DAN EKONOMI dibandingkan REPUBLIK ISLAM IRAN SAAT INI !

Sekali lagi ini tahun 2008, dan Belajarlah dari China. Jangan meng-agung agungkan masa kejayaan Islam jaman dulu. Sekarang adalah jaman Islam yg sudah kalah perang melawan Barat, dalam semua sisi. Bangsa China juga adalah bangsa yang memiliki kejayaan yang luar biasa di masa lampau dan akhirnya jatuh kepenjajahan bangsa asing, dari perang candu sampai koloni Hongkong di caplok Inggris. Tetapi bisa bangkit kembali dengan cara yang elegan.
Jika komentator disini mengatakan Iran negara maju, Iran saat ini hanya dipimpin oleh seorang presiden yang banyak bacot. Saya yakin jika Amerika dan Israel ngotot, Iran dapat dihancurkan dalam beberapa bulan seperti Iraq.

Saya pribadi merasa tidak ada baiknya orang-orang fanatik dan tidak berotak memiliki agama. Karena hanya mempermalukan agama itu sendiri dan merugikan kepentingan NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

Semoga bangsa saya, INDONESIA dapat mengadakan Olimpiade dalam kurun 20 - 50 Tahun mendatang, dan bukan menjadi negara kloning ARAB abad ke 5!

#43. Dikirim oleh Tony  pada  09/08   09:04 PM

Islam pernah sangat maju. Sejak zaman Rasulullah Islam menunjukkan pegaruhnya yang luar biasa. Dalam tempo 6 abad Islam telah menguasai hampir separuh muka bumi ini. Ekonomi, teknologi, budaya dan politik Islam menyebar dari Spanyol sampai Irian Jaya. Etika berperang, kesatriaan dan cara perlakuan tawanan yang diatur PBB diadopsi dari Islam. Sisa-sia kemegahan dan luasnya peradaban Islam tersebar luas dan masih dapat anda lihat di peta bumi, begitu luas negara yang pernah berada dalam blok Islam. Kalau sekarang mundur jangan anda salahkan Islam.

#44. Dikirim oleh Ali Salim  pada  11/08   08:54 AM

hahaha. saya setuju dengan sdr. Nurcahaya, dari situ aja sudah kelihatan mana golongan yang berakal dan golongan yang berokol.

emang negara islam itu yg kayak apa sih? khilafah?? bukannya khilafah sudah bubar?
Sesuatu apabila sudah bubar berarti ya sudah gagal (sudah tidak diinginkan oleh raknyatnya).

ibarat toko kalo ngga laku ya tutup/bubar. gitu aja kok repot

#45. Dikirim oleh harindra  pada  11/08   10:05 AM

JIL banyak memakai teori kapitalis dan barat tetapi apa yang didapat, sejarah membuktikan kesadisan dan kerusakan lingkungan serta moral didapat dari barat memang ilmu pengetahuan berkembang tapi itu untuk mereka, mereka tidak fair dalam membagi ilmu pengetahuan setiap islam mau berkembang pasti di jegal contoh : nuklir iran.
sejarah membuktikan bahwa islam lah yang merupakan penjajah yang membawa berkah, setiap daerah yang dijajah islam pasti makmur buktikan melalui sejarah dari india turki spanyol. terus yang dijajah inggris, amerika dan antek anteknya mana buktinya ??
jawaban umat islam tertinggal karena meninggalkan ajaran agama dan lari ke sistem barat, semua sistem sudah dipake di indonesia mulai yang diagungkan yaitu kapitalis sampek komunis tapi tetep aja kayak gini sudah berapa tahun indonesia memakai sistem ini.
itulah sistem yang anda agungkan, Allah mengatur semuanya dalam Al Qur’an masihkah anda meragukan ??

#46. Dikirim oleh hasan  pada  16/08   04:44 PM

kesediaan menerima kenyataan memang tidak mudah. karena islam telah menjadi ideologi. hingga, kesadaran yang ada tak lebih false consciousness (kesadaran semu) yang menipu dan membutakan mata untuk melihat fakta-fakta yang tak terbantahkan. butuh kesabaran,kedewasaan, dan kesadaran dalam menerima dan menyikapi realita.

#47. Dikirim oleh nasrudin  pada  23/08   04:23 PM

Ini pendapat subyektif anda. Anda hanya mencerca dan menghujat tapi juga tidak mau berbuat malah merusak. Kalau memang tidak ada yang “superior” dan masuk “kelas dunia”..coba lah anda sendiri yang buat sesuai dengan kriteria “superior” dan “kelas dunia” menurut versi anda, lalu tunjukan..inilah agamaku yang “superior” dan lembaganya masuk “kelas dunia”. Superioritas Islam dan lembaganya yang tidak masuk “kelas dunia” disebabkan salahsatunya adalah adanya orang-orang seperti anda yang bercokol dan merusak Islam dari dalam.Okelah dengan “Allahu Akbar” tidak selesai…lalu saran anda sebaiknya pakai apa biar selesai, tanpa harus menuduh umat ini mengacungkan pentungan dan mengkambing hitamkan Barat.

#48. Dikirim oleh iwan  pada  28/08   07:45 PM

Jelas sekali, JIL berupaya keras melemahkan kepercayaan diri muslimin wa muslimat. Menanam benih keminderan bagi kita dengan pemberian label terbelakang, memahat agama islam sebagai agama relatif ( hukumnya samar-samar ) dengan doktrin kontekstual dari penggalan teks yang buta, agar menjadikan kita muslimin wa muslimat nyeleneh dan ragu akan dienul-islam . out of suppose track. Golongan menjijikan ini Mengais upah dari bangsa yang hanya mengenal HAM dan demokrasi untuk kepentingan mereka. Membela matian -matian bangsa yang membunuh jutaan manusia tua dan muda, wanita dan anak2, memenjarakan tanpa proses pengadilan,  menangkap dan menculik, mengisolasi, menyiksa, menghina nabi dan AL-qur’an, memperkosa hak-hak asasi juga secara lahiriah, menyewa kriminal ( Black Water ) untuk genocida. AGENDA MILYARAN DOLLAR untuk meredam sakit umat muslim seluruh dunia terhadap the real terrorist government in the world.meminjam kata-kata Bonnie A. Nardi, steve Whittaker, and Heinrich Schwarz “It’s not what you know, It’s who you know” Stupid.

#49. Dikirim oleh brokenarrow  pada  02/09   09:02 AM

Sorry bung Sumanto…
U ndiri muslim bukan????
Kalo u memang muslim…kenapa anda nggak percaya akan kebenaran dan kebaikan islam…

Nah pertanyaan besar saya adalah….

KENAPA ANDA MASIH MEMILIH ISLAM SEBAGAI AGAMA ANDA?????

#50. Dikirim oleh Bagus  pada  06/09   10:41 AM

Menurut saya, orang-orang yang ada di JIL itu justru orang muslim yg dewasa cara berpikirnya.  Kalau saja semua orang islam begitu, damailah dunia ini karena berpikir dewasa n realistis. Oce?

#51. Dikirim oleh ed  pada  07/09   11:15 AM

-Jika Islam memang agama yang “superior” dan paling unggul, kenapa tak ada satu pun negara berbasis Islam yang maju dan unggul dalam hal pendidikan, teknologi, kebudayaan, ekonomi, dst?Bahkan negara-negara berbasis Islam selalu mendapat rapor merah karena buruknya penghargaan terhadap kaum perempuan dan hak-hak fundamental kemanusiaan, rapuhnya birokrasi pemerintahan dan menjamurnya penyakit korupsi. Dalam dunia pendidikan, tak ada satu pun universitas Islam yang masuk “kelas dunia”. Ini tentu masalah sosial yang kompleks dan tak bisa diselesaikan dengan pekik “Allahu Akbar!” sambil mengacungkan pentungan dan mengambing-hitamkan Barat.-

Tanggapan :
Karena selama ini pendidikan “berbasis” islam selalu dibuat tertinggal dan dikatakan “kolot, konservatif dan sebagainya”. Sekolah “berbasis” katolik selalu memulai dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa, termasuk membaca Kitab Injil. Namun pada saat sekolah “berbasis” islam melakukan hal yg sama, pasti akan dikomentari sebagai hal yg tidak perlu, konservatif, dsb. Seorang non muslim (baca : orang barat) melakukan tindakan “teror”, maka dia hanya akan dikatakan orang yg sakit jiwa (John Doe, Richard Roe), tetapi jika ada seorang muslim melakukan hal serupa cap “teroris” lah yg didapat. parahnya stimatisasi ini justru didukung oleh para cendekia muslim yang “moderat dan toleran”.
Lalu bagaimana ini? Mohon pencerahan.
Jika JIL memang benar2 mengusung kebebasan berpendapat, maka tulisan ini tidak perlu direview. Jika iya dan bahkan tidak ditampilkan, maka prinsip JIL tersebut basi…!

#52. Dikirim oleh Yudha  pada  11/09   09:05 AM

Kuncinya adalah krn kita orang Islam nggak yakin dan tidak menerapkan Alquran dan Hadist secara sungguh-sungguh.Allah sudah memberi kita petunjuk kalao kita udah berikrar syahadat ayo kita laksanakan…
Temen-temen JIl yok kita bangun Islam kembalikan semuanya ke Alquran dan Hadist, Hakkul Yakin dech Allah memberikan petunjuk yg sempurna.lha Wong Allah sdh memebrikan Jaminan bahwa Alqurran akan terpelihara sepanjang masa, ya keterlaluan kalo kita masih meyangsikan.

#53. Dikirim oleh SABAR  pada  12/09   04:22 PM

Siapapun yang anggap JIL gak bener sajikan bukti materiil kalo ga bisa fitnah doang tuh

#54. Dikirim oleh ANDI  pada  30/09   05:32 PM

knowledge is a power only strong willbe survive thats a rule of nature.

#55. Dikirim oleh scorpion  pada  30/09   07:01 PM

Teman-teman di Jaringan Islam Liberal…. Saya adalah sebagian dari orang-orang yang punya inisiatif untuk menampilkan wajah Islam menjadi lebih plural, luwes, dan di terima di semua kalangan. dengan kata lain Islam yang tidak identik dengan terorisme atau apa saja yang ingin merubah citra Islam dari agama yang hanafiyatus samhah menjadi agama yang garang dan “eksklusif”. tapi…. ada yang ingin saya kritisi dari langkah-langkah teman-teman. Alangkah lebih baiknya upaya-upaya perubahan itu diusahakan dengan cara-cara yang halus pula. JIL sebagai jaringan yang mempunyai misi agar Islam diterima sebagai agama yang damai, harus lebih mengedepankan isi dari misi itu sendiri. Kajian-kajiannya jangan terlalu banyak menyorot “establishment”. Tapi tuangkanlah pikiran anda sebagai geraklan yang dapat diterima oleh semua lapisan komunitas muslim. karena semua Muslim adalah bersaudara. Kalau JIL dalam uapaya mengkritisi keadaan soio-teologis masa kini dengan wajah yang garang dan cenderung menganggap pihak lain yang tidak sefaham dengan JIL sebagai lawan, justeru akn menghilangkan esensi dari tujuan JIL itu sendiri. Sudalah… Biarkan saja saudara kita yang NU, Muhammadiyah, SI, HTI, dan ormas-ormas yang lain menjalankan misinya masing-masing. Apakah kawan-kawan rela jika JIL di cap sebagai penjaga pintu Islam Indonesia yang tidak memperhatikan isi dari pluralitas bangsa itu sendiri? janganlah kita mengkritik teman-teman NU, Muhammadiyah, SI, HTI dengan kritikan yang sangat menukik.Toh perbedaan kita adalah rahmat, begitu kata-kata yang sering dikutip kawan-kawan sendiri. Terima kasih….. Semoga menjadi bahan renungan dalam menciptakan Islam yang benar-benar plur. Jangan hanya menganggap Islam itu inklusif terhadap ajaran agam lain, tapi pluralitas intetrn dalam Islam jangan disimpan dalam laci. Toh kita juga saudara. Seiman dan se-Bhinneka Tunggal Ika.
Perkenalkan… saya mahasiswa Fak.Hukum Universitas Islam Indonesia. email: .(JavaScript must be enabled to view this email address)

#56. Dikirim oleh DAZZIER  pada  25/10   10:42 AM

assalamu ala man itbia’h huda warah matullahibarokatuh….
saudara q seiman….
saya setuju dengan pendapat saudara bahwa negara-negara yang berbasis islam terbelakang dalam aspek pendidikan, ekonomi, teknologi, kebudayaan dll. hanya saja bukan berarti hal ini ada keterkaintan negara-negara tersebut dengan islam. di sini kita harus dapat mendudukkan masalahnya, jangan lantas karena negara berbasis islam, sebab hal ini tekait dengan kemampuan dan birokrasi negara tersebut. kalau kita hanya mengkambing hitamkan orang-orang islam yang berada di negara tersebut tampaknya penilaian kita kurang arif. bukannya dalam hal pendidikan, ekonomi, budaya, dan teknologi adalah sesuatu di luar agama?

#57. Dikirim oleh jeans amrullah  pada  11/02   08:11 AM

“jika Islam memang agama yang “superior” dan paling unggul, kenapa tak ada satu pun negara berbasis Islam yang maju dan unggul dalam hal pendidikan, teknologi, kebudayaan, ekonomi, dst?”...

ekonomi—-> yan Dubai
pendidikan—->kairo
kebudayaan—-> Iran & Irak (ingat bekas Persia)
teknologi—->Malaysia, Pakistan (bapak penemu)

#58. Dikirim oleh sss  pada  18/04   09:32 AM

Saya tahu, cukup banyak negara Islam yang justru sesugguhnya lebih unggul dibanding negara barat.  Seharusnya penulis juga berfikir bahwa kebaikan Islam tertutup akibat ulah media barat, sedangkan sedikit keburukan yang dilakukan segelintir ekstremis Islam begitu dibesar-besarkan oleh media mereka.

#59. Dikirim oleh Andi R  pada  24/12   11:55 AM

Alhamdulillah!!!  hari ini aku baru membuktikan. Inilah JIL Bukan Arrahmah.com terimakasih kawan.

#60. Dikirim oleh Totong  pada  16/08   11:03 PM
Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?