Kolom,
20/04/2003
Perang dan Tafsir Agama
Oleh Novriantoni
Agaknya, bila beberapa kesan di atas dicermati dalam konteks Indonesia, akan banyak juga pelajaran yang bisa ditimba. Saat ini, nyaris enerji kita tersedot oleh horor invasi AS dan sekutunya atas Irak. Dalam lapangan keagamaan, kekhawatiran akan meningkatnya radikalisme nampaknya mulai mendapat pembenaran. Dalam suasana perang, nyaris tak ada—mungkin tak etis ataupun tak relevan—wacana tentang toleransi dan perlunya mempertahankan visi keagamaan yang lebih mementingkan moderasi.
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)