Wawancara,
15/10/2010

Perdamaian untuk Masyarakat Dunia

Oleh Redaksi

Fenomena global soal kekerasan yang kembali marak di dunia saat ini tampak berbeda dari sebelumnya. Di era perang dingin, ancaman kekerasan adalah perang antara negara. Meskipun sekarang masih ada, tetapi ancaman yang paling serius saat ini adalah munculnya fenomena kekerasan komunal: kekerasan yang didorong oleh faktor-faktor tradisional, agama, suku dan lain-lain. Untuk menjelaskan fenomena ini, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Bondan Gunawan, Sekertaris Negara era Presiden Abdurrahman Wahid, dan Chandra Setiawan,  Ketua Global Peace Foundation Festival.  Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu 13 Oktober 2010, dalam talkshow Agama dan Toleransi KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal.

15/10/2010 09:32 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (5)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kekerasan menjadi budaya di negeri ini, padahal Indonesia bukanlah negara yang mengamini kekerasan. Impunitas negara menjadi salah satu sebab mudahnya kekerasan itu muncul. Seharusnya negara berbenah agar meminimalisir kekerasan, sehingga masyarakat bisa hidup berdampingan tanpa ada rasa curiga kepada kelompok manapun. Salah kaprah dalam pemahaman agama menjadi pemicu kedua, ini merupakan tugas para ulama dan cendekiawan untuk mereduksi benih-benih perpecahan, ketiga yaitu kita bersama, menghadang agar kekerasan itu tidak merebak kemana-mana maka hal penting yang mesti kita lakukan adalah lindungi keluarga masing-masing dari pemahaman yang keliru.

#1. Dikirim oleh Ilman Nafian  pada  15/10   07:36 PM

kekerasan demi kekerasan akan selalu mewarnai kehidupan manusia. hasil “penerawangan” malaikat sejak perencanaan penciptaannya memang mengatakan demikian. kita sebagai mahluk berakal budi mestinya malu bahwa apa yang dikhawatirkan malaikat terbukti adanya. mulai saat ini marilah kita bersama menggalang tekad untuk menciptakan kedamaian dunia. mulailah dari diri kita dengan melepas ego mnasing-masing serta mengubur fanatisme buta.

#2. Dikirim oleh roni  pada  16/10   03:41 AM

Assalamu’alaikum..

8 Juta masarakat Islam Amerika yang terdiri dari bermacam keyakinan menafsirkan al quran dan Hadits2 dapat hidup dengan damai. sedangkan di negerinya sendiri mereka diperlakukan dgn zolim dan diskriminasi;seperti muslim Syiah, Sufi, ahmadiyah, dan keyakina2 lain2nya.

Kenapa ini bisa terjadi?;
1 pemerintah tidak ikut campur masalah agama.
2 pemerintah berlaku adil kpd semua warga tanpa melihat agama ,suku dan gender.

3.pemerintah melindungi semua warganya dari tyrani mojoritas

4. ada undang2 anti diskriminasi melindungi golongan minoritas.

Agama islam akan bercahaya bukan di negeri2 Islam tapi di Amerika…insya ALLAH.

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/791/Seri_15Muslim_Amerika_menjadi_Peranan_Model_Yang_Terbaik_Masa_Kini.

#3. Dikirim oleh alatif  pada  17/10   08:20 PM

ga liat
bagaimana kaum yahudi israel membantai warga palesina

damai seperti apa yang anda ingin kan

#4. Dikirim oleh BAYU  pada  19/10   05:04 PM

apakah negara qta da damai???????
  cba lihat semua penuh kekrisisan
mulai dri krisis perdamaian
krisis kasih dan peduli
  ekonomi
  sosbud
  sampei krisis persaudaraan

coba saudara byangkan
  apa ithu nama nya damai dan tentaram,
ksenjangan sosial yg lbih nampak…....
  dimana indonesia yg mempunyai agama?
dmana peduli pemerintah?

#5. Dikirim oleh lerma  pada  03/11   10:44 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?