Pernyataan Pers, Suara Mahasiswa,
23/12/2004

Pernyataan Keprihatinan Komunitas Lintas-Iman

Akhir-akhir ini, di tengah proses demokratisasi yang kita upayakan bersama sebagai jalan menuju Indonesia yang lebih baik, kami dari komunitas lintas-iman menyatakan sangat prihatin melihat gejala semakin maraknya sikap dan perilaku intoleran, khususnya dalam relasi antar-umat beragama di tanah air.

23/12/2004 18:19 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (10)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

KOK RASANYA MASIH BANYAAAK SAUDARA2 KITA YANG BERIMAN DENGAN BENAR DI BEGITU BANYAK UMAT YANG DISESATKAN OLEH AGAMA YANG PICIK TERUTAMA OLEH PARA PEMIMPINNYA.
HIDUP PARA PENGANUT PERSAUDARAAN IMAN, MARI KITA TETAP BERJUANG UNTUK INDONESIA YANG PLURALIS,PANCASILAIS DAN MENGHARGAI PERBEDAAN

#1. Dikirim oleh FX SUTONO  pada  17/12   07:06 AM

Assalamu’laikum Wr.Wb.
Terjadinya sikap-sikap intoleransi dan diskriminatif dikarenakan mentalitas korup sebagian besar para pemimpin keagamaan kita sendiri. Dalam konteks Islam seharusnya mereka menyadarkan umat bahwa pujian itu hanyalah milik ALLAH semata bukan milik mereka.Tapi mereka memanipulasi umat seolah-olah mereka adalah para wakil resmi Tuhan yang harus mendapat privilidge dari umat agar umat “wajib” taat kepada mereka saja.Yang lain adalah sesat.Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah para pemimpin takut kehilangan pamor dan pujian dari umat.Dakwah Islam seharusnya lebih mempopulerkan ALLAH,Rasulullah,dan AL Qur’an bukan si pendakwah yang notabene adalah para pemimpin umat.Kita seharusnya berakhlak seperti akhlak ALLAH, Rasulullah bukan berakhlak kepada selain itu.
Wallahu’alam bis sawab.
Wassalam

#2. Dikirim oleh Ferry  pada  29/12   12:48 AM

Saya juga menyatakan keprihatinannya demokrasi di Swiss telah melarang berdirinya minaret di Masjid umat Islam, saya menghimbau demi demokrasi untuk melarang berdirinya menara gereja, menara klenteng dan menara agama lain selain Islam di dirikan di Indonesia. Sebagai mayoritas umat Islam harus bisa menegakkan ke inginannya seperti orang kristen di Swiss dan prancis. Karena Islam adalah kebudayaan Indonsia. dan Agama serta gereja adalah kebudayaan penjajah eropa di Indonesia. Dan dengan kejadian di Swiss, Prancis (melarang jilbab) saya ingin menjadi Islam fanatik, dan itu adalah tidak salah, dan sangat benar.

#3. Dikirim oleh Hadi  pada  04/12   09:22 AM

Assalamu’alaikum, wr, wb.

Bisa dikatakan mereka yang anarkis dalam beragama itu telah mencuri “STAMPEL” dari Allah, dengan entengnya mereka mengklaim orang/golongan sebagai kaum kafir, akan menghuni neraka, musyrik, ibadahnya pasti di tolak, dll. Nota bene stampel tersebut adalah hak milik-Nya. Apa sih hak mereka atas keimanan seseorang ?

Wassalam, Wr, Wb.

#4. Dikirim oleh Dwi Cahyo  pada  01/01   10:06 AM

di sini, saya akan mndukung bahwa memang umat lain punboleh beribadah… 
tp, perlu di ingat.. bahwa, mmbangun tempat ibadah, ada syaratnya jg.. mungkin ini yg trjadi pda kasus d bekasi.. ( baru mungkin, krn saya tdk mngetahui scra detail..) salah satu syaratnya, bahwa pnduduk setempat, minimal ada 40 Kepala keluarga yg mnganut agama tersebut.. mungkin, org islam setempat mnentang krn jumlah org kristen tdk mncapai syarat…

saya pun ingin mnegaskan.. bahwa, di swiss dan perancis yg mlaksanakan hal tersebut kan org kristen. msag kita mau niru mreka, pjabat swiss yg plopor larangan menara masjid, wktu msuk islam, dia jg nggak ngelarang gereja (tapi pasti ada syarat n ketentuannyaa tetap..) gtu koq…

#5. Dikirim oleh Abdullah bin Abdullah  pada  04/04   05:22 AM

JIL ini memang luar biasa… da’wah untuk mengajak umat non muslim menuju satu tuhan yaitu Allah swt.. teruskan berjuang untuk tuhan yang satu yaitu Allah ta’ala.. ajak mereka untuk mengatakan kalimat Allah…

#6. Dikirim oleh imoe  pada  21/02   12:30 PM

=Ada yang masih mau peduli hendak berbuat kebajikan itu sudah salah satu modal yang bagus,salah satunya mau bergotong royong mbuat tempat ibadah, misal :kalau kita mau membuat penilaian segi positip =Berniat,=guyup bergotong royong =itu semuua kalau di jabarkan bentu sosial yang mendasar.itu pun rasanya berat dalam pelaksanan masalah ijin,kesepakatan para penguasa /tokoh/sesepuh dll,yang intinya ada unsur monopoli /dipolitisir.sehingga realisasinya lama terkadang hasilnya “BATAL”      padahal yang konon kabarnya keyakinan itu bebas dan syah syah saja.

#7. Dikirim oleh mchoiri  pada  22/02   12:58 AM

saya juga menantang rekan2 di JIL yg luar biasa ini utk ngomong sm orang2 swiss, perancis, termasuk juga yahudi. bilangin : atas nama demokrasi, anda tdk bs main larang2 smbarangn. jangan cuma koar2 di Indonesia. gimana? jgn dr 1 sisi sj. kritik yg non islam jg. katany objektif. buktikan lah.

#8. Dikirim oleh Hariyanto bin karjono  pada  23/03   09:41 AM

ass.wr.wb
udah kawan mendingan kita kerjakan apa yang kita bisa dengan sbaik baiknya g usah urus orang lain.ingat disekitar kita udah rusak semua kita benahi dulu diri kta n sekitar kita g usah ngomong tlalu tinggi ok2

#9. Dikirim oleh wahyu isroni  pada  03/04   02:28 PM

asskum.wr.wb. seandainya kita memakai kaca mata objektif-kondisional kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. kita cendetung berpikir analogis kontras-perbandingan sehingga kadang tidak menyentuh secara mendalam konteks permasalahan. Dalam memandang intern atau lintas agama kita masih dibaluti pikiran seperti itu, ditambah sikap absolutisme, eksklusif, fanatis. atau kita memang dijejali sikap-sikap pikiran itu selama dibangku sekolah. kita tidak dididik untuk terbuka tapi mengisi, seandainya kita dididik terbuka alangkah malunya kita ini karena kedunguan serta kebodohan kita, tapi sayang itu tidak terjadi karena kita merasa ‘isi’ kepala kita sudah penuh, lalu yang timbul adalah sikap ego-sentris, menang, benar sendiri. sebelum berdemokrasi, dialog intra/antar agama dalam bentuk apapun kita mesti melihat menerawang jauh ke dalam kapasitas sikap pikiran kita, apakah sudah terbuka, tidak apologi (cenderung defensif saat kalah pendapat),semuanya perlu dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu tegaknya keadilan, sebuah maksud Tuhan yang agung.sukron wasskum. wr.wb

#10. Dikirim oleh N.Hidayat  pada  20/05   12:03 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?