28/07/2009

Pesantren, Terorisme, dan Langkah Penyelamatan

Oleh Abd. Moqsith Ghazali

Organisasi keislaman seperti NU, Muhammadiyah, dan MUI bisa menjadi mediator dan fasilitator dari dialog itu. Tukar menukar tafsir keislaman dan pengalaman hidup masing-masing diharapkan bisa membangun kesadaran tentang tak sempurnanya sebuah tafsir dan betapa banyak kerugian yang mesti ditanggung umat Islam ketika salah satu dari mereka menempuh jalan kekerasan dalam berislam.

28/07/2009 13:15 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (25)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Sudah saatnya organisasi spt NU, MUI & Muhammadiyah melakukan peninjauan terhadap pesantren. Apa yang diajarkan disana ? Tujuannya untuk apa ? Mungkin banyak pesantren yang memberikan doktrin yang benar2 melenceng & melakukan berulang2 sehingga terjadi yang namanya brain wash. Karena “maaf” para the bombers mayoritas berasal dari sana & banyak merekrut bukan dari kota. Jangan sampai terus islam disamakan dengan mereka yang teroris. Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi membunuh untuk masuk surga. Membunuh sesama manusia apapun alasannya, ras & agama yang dianutnya jelas2 dilarang oleh Tuhan. Indonesia adalah negara Pancasila & menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika & sanggup hidup berdampingan rukun, itu lah yang banyak diacungkan jempol oleh bangsa lain. Jangan dirusak oleh para teroris. Yang jelas2 para pemimpinnya bukan orang Indonesia. Masyarakat indonesia cinta damai.

#1. Dikirim oleh Didie  pada  29/07   06:00 AM

Saya sangat setuju dengan isi artikel tersebut. Jelas2 pondasi negara Indonesia adalah Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika yang terbukti membawa perdamaian & kerukunan antar umat beragama & ras.
Bahkan diacungkan jempol oleh bangsa lain. Jangan dirusak oleh para teroris yang notabene pemimpinnya BUKAN ORANG INDONESIA.
Sudah saatnya para pemuka agama islam dalm organisasi spt MUI, NU & Muhammadiyah melakukan peninjauan kepada pesantren yang mengajarkan doktrin2 yang salah. Tidak ada satu pun agama didunia ini mengajarkan saling membenci & membunuh untuk masuk surga. Image Islam telah dirusak & dinodai oleh para teroris.

#2. Dikirim oleh Didie  pada  29/07   06:14 AM

Saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin sebuah pesantren yang memberikan pelajaran agama, tiba-tiba berubah menjadi pusat produksi bom bunuh diri. Pesantren mestinya mengajarkan cinta kasih terhadap sesama ciptaan Tuhan, tapi yang diajarkan malah sebaliknya, menghalalkan darah orang non muslim! Perlu berjiwa besar dan lapang dada dari umat muslim di Indonesia untuk dengan jujur mengakui bahwa alumnus pesantern banyak yang menjadi bomber bunuh diri. Selama ini umat muslim sering berteriak bahwa itu semua adalah rekayasa Barat dan Zionis, lihat contohnya Soeripto anggota DPR dari PKS, yang tadinya begitu getol menuduh bahwa semua bom di Indonesia adalah rekayasa Barat dan Zionis, tapi setelah akhirnya aparat berhasil membuktikan bahwa bom-bom bunuh diri made in Indonesia adalah produksi alumni pesantren, maka Soeripto cuma bisa bungkam.

#3. Dikirim oleh Taliban  pada  29/07   08:33 AM

Saya sebagai muslim terus terang saja malu sekali dengan kenyataan yang ada bahwa seluruh pelaku pemboman di Bali (Bom Bali I dan II), JW Mariot I dan Kedubes Australia adalah alumnus pesantren Nguki. Jangan-jangan pelaku pemboman yang lain-lain di Ambon, Poso dll juga alumnus dari Ngruki. Umat muslim harus berani dan lapang dada menerima fakta ini, bahwa orang yang kita selama ini kita hormati sebagai ulama, berjenggot panjang dan kemana-mana berpenampilan agamis, ternyata adalah produsen teroris nomor wahid.

#4. Dikirim oleh Abu Bakar Baasyir  pada  29/07   08:41 AM

Untuk saudara-saudaraku yang beragama islam

Sebelumnya saya minta maaf, karena memberanikan diri berkomentar di Blog ini. Saya beragama Hindu dan rumah saya kebetulan dekat sebuah masjid. Setiap kali jumatan atau pengajian, saya sering mendengan kotbah-kotbah yang isinya, maaf, sama sekali tidak layak dikumandangkan disebuah rumah ibadah. Isinya kurang lebih berisi caci maki dan sumpah serapah kepada Amerika (Barat), Yahudi dan lain-lain. Suatu ketika, setelah Kotbah Jumat saya menyaksikan rombongan orang-orang dari masjid tersebut, berjalan beriringan sambil berulang-ulang meneriakan takbir, beberapa membawa kayu dan batu, dan astaga sebuah tempat biliard dekat masjid tersebut luluh lantak diamuk rombongan tersebut.

Saya memberanikan diri bertanya kepada teman saya yang muslim dan dengan panjang lebar dia mengatakan bahwa sebelum dia Jumatan, dia akan melihat siapa khatib di mesjid tersebut. Orang tuanya sudah membekali catatan agar menghindari khatib-khatib tertentu karena isi kotbahnya yang keras. Dia mengatakan bahwa kalau mengikuti kotbah khatib-khatib garis keras tersebut, pulang sembahyang bukannya pikiran menjadi sejuk dan damai, malah yang ada kemarahan dan kebencian menjadi berkobar-kobar.

Mungkin pesantren-pesantren yang dimaksudkan diatas isinya kurang lebih sama. Sekali lagi saya mohon maaf kalau komentar saya menyinggung perasaan teman-teman yang beragama islam.

#5. Dikirim oleh cinta damai  pada  29/07   09:07 AM

@ cinta damai

Komentar cinta damai sangat lugu dan apa adanya, kenyataan yang ada memang begitu. Kalau kotbah jumat yang hanya memakan waktu 1 sampai 2 jam bisa mengakibatkan penghancuran sebuah tempat main biliard, maka apa jadinya indoktrinasi yang dilakukan di pesantren selama bertahun-tahun?

#6. Dikirim oleh Kasih Sayang  pada  29/07   09:12 AM

Pengkafiran orang lain dan pembentukan benci pada orang yang beragama berbeda tidak harus dilihat jauh-jauh di pesantren2. Pendidikan agama di sekolah saja, menurut pengamatan saya, sudah banyak dipenuhi pengajaran bahwa kita yang paling benar, agama lain salah semua dan kafir semua dan masuk neraka semua. Rasa dan pikiran semacam ini sudah tertanam dibenak anak2 dari sekolah-sekolah. Tapi kemudian ada informasi dan pendidikan lain yang memoderasikan pandangan mereka, tapi banyak juga yang dengan gigih kuat mereka yakin secara absolut kebenaran mutlak agamanya dan kesalahan mutlak agama lain. Demikian kuatnya keinginan guru menanamkan pikiran seperti ini dan/atau menguatnya padangan anak didik sampai menimbulkan rasa benci pada kelompok lain.

Kebencian seperti inilah yang menurut saya terpupuk matang pada banyak anak didik, yang menjadi bibit2 bahaya kekerasan atas keyakinan agama. Pemimpin agama yang diatas bisa dialog tapi tidak bisa turun tangan langsung, kecuali bisa mendidik guru-guru, orangtua, pemimpin agama lokal untuk mendidikkan toleransi dan mengharagi perbedaan. Pendidikan agama seharusnya diwajibkan menyertakan pendidikan toleransi dan menghargai perbedaan.
wondo

#7. Dikirim oleh suwondo  pada  30/07   04:30 AM

Nabi Muhammad diturunkn ke bumi oleh Allah dgn tujuan memprbaiki ahlak manusia. dn Allah tlah mmvonis Muhammad sbg manusia yg paling smpurna & mulia ahlaknya diantara smua manusia lain.dn Muhammad sbg manusia yg paling smpurna & paling mulia ahlakny tdk mungkin mngajarkan kekerasan & kebencian.krn kkrasan & kbnciaan bknlah bagian dr ahlak yg mulia.bhkn prilaku & alhlak Muhammad adlh gambaran AL Qur-an dlm realita.jd AL Qur-an jg tdk mngkn mngajarkn kkrasan & kbencian.krn Muhammad dan AL Qur-an adlh sama.AL Qur-an adlh gmbaran Prilaku Muhammad.

#8. Dikirim oleh r-dit  pada  30/07   07:15 AM

Saya sangat setuju dengan pandangan anda.
Ideologi garis kekerasan yang dianut oleh pesatren jenis kedua-yaitu boleh memerangi orang
yang kafir-yang tak beragama islam-diambil da-
ri ayat dalam quran,dan dilaksanakannya secara
harafiah,karena Quran bukanlah hasil fikiran manusia,tetapi kata2 dari Tuhan.Bagaimana ini
menghadapinya?Bagaimana melempangkan fikiran
mereka.Menurut saya disinilah mulainya segala
malapetaka.

#9. Dikirim oleh w.moekti  pada  30/07   03:22 PM

saya setuju dengan anda

#10. Dikirim oleh mukhlisin  pada  01/08   09:52 AM

Dari diskusi2 dengan bermacam golongan Islam, ternyata ada ulama2 Islam yang Anti Demokrasi dan anti amerika serta menuduh semua orang2 kafir itu adalah halal darahnya, bahkan muslim syiah pun imam Holy meccah berani mengucapkan di mensjid Meccah baru2 ini,Imam Kalbani.

Gol Islam wahabi ini merujuk kpd sebuah ayat seperti dibawah ini,Sesungguhnya mereka salah mengambil rujukan akibatnya pemuda2 Islam tersesatkan dan yakin akan mati sahid dan masyuk syurga.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.  QS 9:29.

Al Baqoroh 154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, MATI…..

Dengan 2 buah ayat inilah orang2 suicide itu meyakinn bahwa perbuatan2 itu adalah benar.
Sesungguhnya mereka sudah tersesatkan oleh pemimpin2 Ektrimis yg ingin merusak agama Islam.

Wassalam

#11. Dikirim oleh alatif  pada  02/08   05:27 AM

Sepertinya btuh sbuah tokoh,baik dr smua organisasi untk melarang scara tgas aliran keras trsbut.yg mengatasnamakn islam

#12. Dikirim oleh Fahmi syam  pada  03/08   02:47 AM

As salamualaikum,

..and you let the non muslim strike with their fist to our (the muslims) neck, we don’t see non muslim (that not rise-up their gun to us) as enemy…but you see your own faith (Islam)such like as.

wasalam.

#13. Dikirim oleh arema singa islam  pada  05/08   07:43 PM

Secara umum, saya setuju dgn Anda. Tapi harus difahami, muncul dan maraknya pesantren tipe kedua, sebagai efek dari demokrasi. Semua aliran tumbuh bebas di negeri ini. Akhirnya, masyarakatlah yang turut menentukan. Ketika masy tdk mendukung, aliran tsb akan mati dgn sendirinya. Yang jadi masalah, banyak masy kita yg hidup dlm kemiskinan dan kebodohan. Ini yang berbahaya. Maka, sdh mjd tugas pemimpin, ulama bahkan kita semua utk atasi masalah ini.

#14. Dikirim oleh abu hasan al asy'ari  pada  06/08   01:50 AM

pembunuhan terhadap manusia tanpa hak adalah perbuatan yg luar biasa biadab. kita semua pasti akan mengutuk. tetapi perlu juga di ingat bahwa tindakan biadab itu hanyalah reaksi dari aksi yg biadab pula. aksi biadab yg tidak berujung pada penegakan hukum. bukankah pendudukan tanah palestina oleh israel adalah aksi biadab? bukankah kebakaran jenggot negara2 barat atas program nuklir utk damai iran, sementara sikap diam mereka pada pengembangan nuklir utk perang oleh israel adalh aksi biadab?. bukankah pembunuhan ratusan ribu umat umat islam di irak dan afghanistan adalah aksi biadab?. kesimpulannnya aksi biadab tanpa penegakan hukum dan keadilan pasti akan mengundang reaksi biadab pula.

#15. Dikirim oleh agus junaidi  pada  12/08   06:15 AM

Pandangan saya Tidak satu pun pesantren mengajarkan santrinya untuk melakukan BOM bunuh diri, dan soal Teroris, Itukan cuman Label/CAP dari Amerika, toh yang merasa diteror amerika, saya yakin para pembom bunuh diri tidak memiliki niat untuk melukai sesama muslim, tapi menurut saya mereka adalah orang-orang yang Memiliki Rasa Soladiritas tingg.

#16. Dikirim oleh Adam Malik K  pada  28/08   04:04 AM

pamahaman agama islam yang hanya sepihak dalam penafsirannya akan menjerumuskan masyarakat, dan dengan adanya dialog yang bersinergi antara umat dan ulama secara proporsional maka akan menjadikan pemahaman agama semakin menjadi lebih baik tanpa kekerasan, sebab islam adalah agama wahyu yang mengajarkan persaudaran dan saling menyayangi.

#17. Dikirim oleh deskam  pada  29/08   07:32 PM

Agama islam sedang di goncang oleh banyak hal… maka saya mengajak semua kalangan ulama seluruh indonesia untuk meningkatkan dakwah dan menekankan dakwah agar anak2 yang PUTRI selalau menutup aurat.. karena pakaian wanita sekarang bukan lagi pakaian sudah bisa dikatakan mereka berjalan dengan telanjang…..

#18. Dikirim oleh Pakpahan  pada  06/09   01:19 PM

Pesantren dengan Terosis sangat jauh perbedaannya ... jadi jangan disangkut pautkan teroris dengan pesantren…..dan org yang berpraduga bahwa pesantren adalah mengajarkan hal-2 yg berbau teroris itu adalah fiktif mereka belaka yg hanya mengeruhkan nama pesantren karena pesantren adalah terkenal dengan kajian keagamaan dan telah banyak melahirkan manusia yg berakhlak baik. Bukan jadi terosis….

#19. Dikirim oleh Pakpahan  pada  06/09   01:30 PM

Saya sekarang telah tinggal di Mesir selama 3 1/2 tahun.  Mesir ini tempat budaya Timur Tengah tapi sejak 20 puluh tahun terakhir mereka telah gagal memajukan buday mereka sendiri. Anak anak muda Mesir mau lari dari negara mereka sendiri. Perempuan di jalanan pasti diganggu terus walaupun 80% dari mereka sudah pakai jilbab. Di sini kalau kamu mau nikah, uang itu penting sekali. Tidak ada concept “marriage for love” kalau tidak ada uang.

Orang orang Muslim di Timur Tengah telah gagal membentuk negara negara yang damai. Dimana mana pasti ada sengketa. Perempuan masih kelas 2 di Saudi Arabia - tapi kalau musim panas, mereka pada lari dari Saudi dan berpesta di Kairo dan London.

Pesantran pesantran jenis kedua mungkin punya lebih banyak uang - tapi mereka miskin idea - sebuah kombinasi yang berbahaya.

#20. Dikirim oleh Dody Gunawinata  pada  15/09   09:02 PM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?