Profil Jawdat Said: “Islam Yang Menghidupkan, Bukan Mematikan”
Oleh Novriantoni Kahar
Agama, bagi Said, lebih kurang sama dengan cinta. Ia tidak akan tumbuh dan mekar dengan cara-cara paksaan. Agama, sebagaimana cinta, tidak hidup dan bersemi dari represi. Ia justru tumbuh subur hijau berseri dengan adanya perbuatan baik (ihsân). Sejarah menurut Said membuktikan, para tiran yang senantiasa memaksakan kehendaknya dengan cara-cara represi akan terjerembab, dan keimanan sebagaimana kekufuran, selamanya tidak akan bisa dipaksa.
Komentar
Saya hargai anda memuat artikel yang pastinya lumayan menyita energi anda. Satu hal yang luput dari perhatian anda dan ini sangatlah fatal yaitu bahwa semestinya tesa nirkekerasan ini didukung oleh pemahaman-pemahaman yang shahih yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist bukan pendapat seorang Jawdat Said yang masih berandai-andai dengan hipotesisnya.
Saya sangat tertarik sekali dengan pemikiran Jaudat Said, kalau boleh saya ingin mendapatkan buku - buku karya beliau.Karena saya yakin bahwa para dai di Indonsia belum pernah membaca karya karya beliau. apalagi sekarang ini semangat Islam Fundamentalis sedang naik daun agaknya salah satu cara untuk menghadapi kaum fundamentalis itu pelu kita “bumikan” pemikiran Jawdat Said, walaupun saya agak sedikit pesimis ini bisa berhasil dikarenakan watak mereka yang kaku dan dungu tapi mudah - mudahan bisa kita coba, dan pemikiran beliau pun saya yakin pasti relevan dengan konsep Islam Kultural dan Islam Kebangsaan saya. saya terpikirkan untuk memulai proyek ini harus kita mulai dari kalangan kampus, karena kampus merupakan awal di sebarkannya “virus” fundamentalisme itu. Kalau kaum fundamentalis itu punya Sayyid Qutb kita punya Jawdat Said. Oke gimana teman - teman!
Buat Mas Tiko
Setuju banget mas> Dulu ketika saya kecil di Jawa hampir gak ada fundamentalisme, hidup bertetangga sangat jarang ada konflik gawat. Sekarang banyak pemimpin konflik dan keributan adalah orang-orang yang bisa disebut paham agama dengan dalih membela agama.
Aku justru ragu dengan Jaudat Said..Jika al-Qur’an bercerita tentang Qabil dan Habil bukan berarti umat ISlam harus seperti Habil yang pasrah pada Tuhan ketika akan dibunuh. Perlu diingat bahwa dalam al-Qur’an juga mengajarkan tentang orang-orang yang mempertahankan keyakinan dengan segala kemampuan yang ada. Perlu diingat bahwa kekerasan yang selalu dituduhkan kepada umat Islam adalah kekerasan dari reaksi terhadap kekerasan-kekerasan sebelumnya yang dilakukan oleh umat non-muslim. Jika anda pengagum Jaudat Said, cobalah melihat kerusahan di Poso, Ambon dan sekarang lagi hangat di kota Manokwari. Siapakah yang memancing kekerasan?
Kepada para penganut aliran kedamaian absolut, para penganut aliran sok damai, para liberalis, pluralis, sok humanis, dan gnostis:
Untuk kesekian kalinya saya pengen ngomong, ajaran Islam itu berimbang, tidak 100% lembut, pun tidak 100% keras..
Memang benar, Islam bermakna damai, tunduk, patuh, selamat, pasrah, dan sebagainya..
Tapi, jangan lupa, kedamaian semesta itu akan terwujud HANYA jika Islam yang berkuasa..
Sejarah telah mengajari kita:
yahudi, nasrani, dan umat-umat kafir lainnya tidak pernah dizalimi ketika Islam berjaya menguasai hampir 2/3 dunia pada enam/tujuh abad silam..
Tapi, sebaliknya, saat Islam runtuh, dan kafir berkuasa, maka kaum Muslim selalu menjadi korban dan dizalimi..
Islam itu ajaran yang imbang, ada sisi lembut dan ada sisi keras..
Bahkan umat Muslim seringkai digambarkan harus seperti lebah:
tak pernah mematahkan ranting saat hinggap di pohon manapun, memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama, marah dan balas menyerang siapapun yang mengganggunya, dan meninggalkan madu setelah mati..
kata-kata yang saya tebalkan di atas mewakili situasi yang menjadi sorotan khalayak dan berbagai media saat ini..
salahkah jika umat muslim bersikap keras terhadap kaum yang menzalimi?
memang benar bahwa siapapun dimanapun pasti menginginkan kedamaian.. ini tentu sangat manusiawi..
karenanya ketika Allah bicara tentang perang (salahsatu bentuk kekerasan) dalam alBaqoroh, Allah memfirmankan kata-kata “wa huwa kurhun lakum”..
“huwa” dalam ayat tersebut merujuk pada kata “qital” yang bermakna perang..
ungkapan “wa huwa kurhun lakum” sudah menandakan bahwa perang atau bentuk kekerasan apapun pastilah dibenci dan tidak ingin dilakukan oleh muslim atau umat lainnya..
tapi, jangan lupa, Allah menambahkan kata-kata, “tapi yang kamu benci belum tentu baik bagimu, dan yang kamu sukai belum tentu buruk bagimu, Allah tahu dan kamu tak tahu..”
(maaf saya lupa ayat berapa)
Ini menandakan bahwa ada sisi-sisi Islam yang keras dan penuh risiko, yang tidak bisa dihilangkan..
SAYA CUMA PENGEN BILANG:
jika anda minder karena Rasul memimpin lebih dari 27 kali pertempuran dan membunuh banyak nyawa,
silahkan anda pilih agama lain!
jika anda minder karena umar bin khotob puluhan kali melakukan kampanye militer ke berbagai belahan dunia,
silahkan anda pilih agama lain!
jika anda minder karena ‘ali bin abi tolib digelari singa padang pasir karena piawai membunuh,
silahkan pilih agama lain!
jika anda minder karena alQuran mengandung banyak ajaran perang dan sikap keras terhadap kafir,
silahkan anda pilih agama lain!
jika anda minder karena empat imam mazhab yang termasyhur pernah angkat senjata dan membunuh,
silahkan anda pilih agama lain!
jika anda minder karena sejarah islam penuh dengan kekerasan dan peperangan,
silakan anda pilih agama lain!
jika anda minder karena Islam dituduh teroris,
silahkan pilih agama lain!
jika anda minder jadi muslim,
silahkan pilih agama lain!
dan..
jika anda tidak pernah tahu bahwa Islam adalah agama yang berimbang yang mengandung kelembutan dan kekerasan sekaligus,
baca dong sejarah Rasul!
summun, bukmun, ‘umyun!!!
wallohu a’lam bishowab.
astaghfirullah.
Ada rekan komentator menuliskan sbb:
Sejarah telah mengajari kita:
yahudi, nasrani, dan umat-umat kafir lainnya tidak pernah dizalimi ketika Islam berjaya menguasai hampir 2/3 dunia pada enam/tujuh abad silam..
Tapi, sebaliknya, saat Islam runtuh, dan kafir berkuasa, maka kaum Muslim selalu menjadi korban dan dizalimi..
Saya yang bukan muslim saja tau, bahwa ini tidak benar. Jadi yang beginian sebenarnya jadi akar masalah dalam kehidupan antar agama di dunia ini, yaitu pembelokan fakta sejarah. You tau ngga bahwa seluruh daerah Parsi atau Iran sekarang apa agamanya dahulu dan bagaimana Islam masuk kesana. demikian juga pada saat Islam masuk ke Jordania, Syria dan Turki dan seterusnya, dan bahkan sewaktu Islam masuk ke Jerusalem. Cuma orang diluar Islam ngga pernah perduli dengan masalah itu, hanya menonton dari luar apa saja yang terjadi di dalam Islam sendiri. Mengenai kata “zalim”/“menzalimi”, ini yang paling berbahaya. Siapa menzalimi siapa…Fakta itu jangan diputar-putar. Ada masalah dalam Islam, jangan menyalahkan orang lain. Tau ngga Islam itu sudah 14 abad lho…kalau manusia atau negara, itu sudah bangkotan tidak bayi lagi. Jadi introspeksi adalah kata yang tepat buat Islam. Mungkin…mungkin yah….Islam itu adalah benar, tapi kalau berabad-abad pemimpin Islamnya ngga benar…Islamnya bisa2 ngga benar lho. Kesalahan yang sudah berabad-abad di deklarasikan dan diturunkan turun temurun bisa-bisa menjadi kebenaran. Jadi itu saja komentar saya. Terima kasih.
Assalamualaikum Wr Wb
Saya berlindung kepada Allah dari kekuatan ghaib setan yang senantiasa menyesatkan manusia.
Agar tidak terjadi salah tafsir (jalan sesat), berikut ini arah (jalan lurus yang dimaksud dalam surat al fatihah). Sesuai ajaran rasul Muhammad SAW dan seluruh rasul sebelumnya, sebelum di selewengkan oleh umatnya yang sesat.
Inti agama itu bukan cinta, tapi kemuliaan akhlaq. Tidak lah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (hadis). Oleh karena itu nama kitab sucinya adalah Bacaan Mulia (Al Quranul Karim).
Kebanyakan manusia melihat sudut pandang kemuliaan yang berorientasi dunia, sehingga seandainya kita hidup dijaman nabi musa, pasti kita akan memilih firaun dari pada Nabi Musa(karena kedudukan firaun adalah raja dengan berbagai kemajuan teknologi dan fasiitas keduniawian yang jauh lebih canggih dan lebih mewah dari Musa AS yagn hidupnya sederhana). Apalagi pada jaman nabi Isa tentu kita akan memilih raja Romawi yagn hidupnya lebih mewah dengan kecanggihan teknologi saat itu.
Begitu pula dengan Nabi Muhammad, mungkin kita akan mengatakan Abu Jahal atau Abu sofyan lebih mulia kalau melihat ukuran dunia sebagai tolok ukurnya.
Untuk itu Allah telah membekali manusia dengan akal (yang bisa membedakan baik dan buruk) dengan bekal akal inilah manusia dijadikan khalifah (wakil Allah). Akal ini tidak dimiliki oleh hewan (binatang) untuk itu segala perintah dan larangan dalam agama Islam itu arahnya adalah untuk kemuliaan Akhlaq, dan dibebankan kepada yang berakal, anak kecil yagn belum berakal bebas dari hukum agama, orang gila dan orang tidur juga demikian.
Sehingga dalam setiap sistem ibadahnya dan segala perintah dan larangannya bertujuan untuk menjaga akal sehat manusia, karena inilah letak kemuliaan manusia. Mulai dari Wudhu, Mandi, Syahadat, Shalat, Zakat, Haji dan semua kebijakan (ihsan), perintah dan larangan semua bertujuan itu.
Sedangkan perbuatan syirik sebagai larangan tertinggi (dosa besar itu karena akibat dari perbuatan syirik adalah hilangnya akal sehat manusia, karena akalnya telah dikuasai oleh kekuatan ghaib selain Allah, musuh besar manusia(setan, iblis, dll)
Kalau sudah tahu masih tidak mau berubah untuk menempuh jalan yang lurus (tidak sesat) berarti anda sekarang namanya bukan orang sesat lagi tetapi orang yang dimurkai (lihat al fatihah), karena sudah tahu tapi tidak percaya!, tidak melaksanakan.
Walaikum salam Wr Wb.
Mas Tiko, pintu mesjid-mesjid kampus terbuka lebar untuk semua pemahaman agama. Silahkan anda dan teman2 liberal untuk masuk. Namun bersiaplah untuk menghadapi pemikiran2 mereka yang kritis, ilmiah dan metodologis.
Pemahaman liberal sulit untuk masuk ke mesjid2 kampus favorit di Indonesia bukan karena watak mereka yang kaku dan dungu seperti yang anda tuduhkan. Namun, karena kualitas mereka jauh lebih baik ketimbang di IAIN. Jadi, tidak mudah untuk melesakkan paham liberal yang tidak ilmiah, ahistoris, dan tidak bersandar pada metodologi penelitian ilmiah yang proven.
Mohon maaf kepada civitas IAIN. Seharusnya yang saya tulis pada postingan sebelumnya adalah “mainstream di IAIN”. Salah seorang teman saya di IAIN pernah berujar bahwa salah satu alasannya melanjutkan sampai S3 di IAIN adalah agar pendapatnya tidak dianggap angin lalu pada saat menolak pemahaman liberal yang dijejalkan mainstream IAIN. Kalau belum Doktor sulit untuk berdiskusi dengan mereka.
guys baca ne kasus…
NEWS ALERT: Ulama Pakistan Ancam BUNUH Kristen karena menikahi ; Gadis2 Kristen dibawah umur DICULIK & dipaksa menikahi penculik Muslim
Thursday, 17 July 2008
ISLAMABAD, PAKISTAN (BosNewsLife)—Seorang lelaki Kristen yg menikahi wanita Muslim harus bersembunyi karena diancam ulama2 di Punjab, sementara itu dua gadis Kristen di daerah yg sama diculik dan dipaksa menikahi penculik2 mereka yg Muslim.
Asim Pasha, penduduk Kristen dari kota Attock, menikahi Saminah th 2004, melawan kehendak orang tuanya. “Orang tua Saminah yg Muslim menentang perkawinan itu karena agama Asim. Itulah alasan pasangan tsb melarikan diri dari kota itu dan sampai sekarang masih bersembunyi utk melindungi diri dari orang tua Saminah,” kata kelompok Kristen internasional, ICC, dlm situs mereka http://www.persecution.org
Ulama menuduh Asim yg sudah menjadi ayah seorang anak dari Saminah sbg “memaksa Saminah masuk Kristen, menipunya, mengolok Islam dan oleh karena itu ia HARUS DIGANTUNG.”
Asim menolak semua tuduhan namun ia kini bentrok dgn polisi yg MENOLAK KELUHAN TERHDP ULAMA2 TSB.
Sementara itu di daerah yg sama, pasangan orang tua Kristen mengajukan banding atas kasus penculikan kedua puteri mereka, USIA 10 & 13. Mereka menuntut agar kedua puteri mereka itu dikembalikan kpd mereka oleh penculik mereka. Namun pengadilan menolak permintaan mereka karena alasan ‘kedua gadis itu sudah masuk Islam.’
Hakim Main Naeem Sardar memutuskan tgl July 12, bahwa Saba Masih, 13, & Aneela Masih, 10, menjadi Muslim, shg orang tua Kristen mereka tidak lagi berhak menjadi wali mereka.
DIbawah syariah, seorang Kristen tidak bisa menjadi wali seorang Muslim. Kedua gadis itu tampil dipengadilan, dijaga oleh 16 lelaki Muslim dan masing2 diberikan hanya 5 menit utk menyatakan bahwa mereka ‘masuk islam secara suka rela.’
INi merupakan pertama kali Yunis Masih dan istrinya melihat kembali puteri2 mereka sejak mereka menghilang tgl 26 Juni saat mereka mengunjungi rumah paman mereka.
Seorang kelompok HAM mengatakaa, insiden2 penculikan ini memperingatkan bahwa “pemerintah harus menyelamatkan gadis2 itu dari elemen2 Islam garis keras yg pada akhirnya bisa MEMBUNUH gadis2 Kristen itu..(http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=27022)
baca ne guys,,
CAIRO (AFP) - Hampir 1/2 jumlah wanita Mesir dilecehkan secara seksual setiap hari sementara LEBIH dari 1/2 lelaki Mesir mengakui tindakan tidak senonoh, demikian poll Pusat Hak2 Wanita Mesir.
Grup itu mem-poll 2.020 orang—termasuk wanita dan lelaki asing—- di Kairo, dan direktur pusat tsb, Nihad Abul Qomsan, mengatakan, pelecehan seksual semakin meningkat.
83% wanita Mesir dan 98% wanita asing yg di-poll mengatakan telah ‘kadang2’ dilecehkan, sementara 46% wanita mesir dan 52% wantia asing mengatakan dilecehkan SETIAP HARI.
Kebanyakan wanita dilecehkan di jalanan atau di kendaraan umum dgn
“tindakan tidak senonoh yg bersifat seksual yg mengakibatkan wanita merasa risih dan merasa tidak aman.”
Abul Qomsan mengatakan, hampir 2/3 lelaki Mesir—62%—mengakui telah mengganggu wanita, TERMASUK MEREKA YG MENGGUNAKAN JILBAB.
“Ini bukti PALSUNYA kepercayaan bahwa pelecehan hanya terjadi pada wanita2 yg dianggap menggunakan busana ‘terbuka,’” katanya, sambil mengecam fakta bahwa wanita2 yg sangat religius, yg menjadi korban, sering merasa bertanggung jawab akan tindakan tidak senonoh lelaki.
Tahun lalu hanya 12% wanita yg berani melapor ke polisi setelah dilecehkan secara seksual.
Thn 2006, aktivis2 wanita menyatakan kemarahan mereka setelah pemerintah tidak menindak massa yg secara terbuka melecehkan seorang wanita secara seksual di tempat umum di Kairo.
Kata MENDAGRI, mereka tidak menerima keluhan resmi dan tidak pernah mengakui pelecehan seksual oleh massa tsb walau peristiwa itu DILAPORKAN SECARA LUAS DI MEDIA MASSA. ( http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=26900)
Tujuan seorang muslimah memakai jilbab adalah ibadah, karena ini ada perintahnya. Bukan supaya bebas dari pelecehan seksual, alasan mode, dll. Ibadah adalah penghambaan kepada Allah. Bahkan pengertian harfiahnya adalah menghinakan diri.
Logis, kalau kita takut kepada yang menciptakan dan mematikan kita. Logis, kalau kita menuruti perintah dan menjauhi laranganNya karena kita takut siksa dan mengharapkan pahalaNya. Logis, kalau kita mengatakan ‘saya dengar dan saya taat’ tanpa reserve tatkala kita merasa rendahnya diri kita dibanding Allah.
Yang tidak logis, kalau kita menolak syariat hanya karena menurut otak kita yang itupun yang menurut kita cerdas.
seruu
Islam ada tuntunannya mas.
mari kita tengok lagi tuntunan itu.
kehidupan tidak hanya di dunia saja.
1. Islam Yang Mematikan adalah:
a. Apa yang diramalkan oleh nabi Muhammad saw. terpecah belah menjadi 73 firqah, Nasrani menjadi 72 firqah, Yahudi menjadi 71 firqah.
b. Umat islam akan mengikuti jejak Yahudi-Nasrani, mereka akan kedalam lubang kadal maka umat islam akan berbuat yang sama.
c. Umat islam akan seperti umat Yahudi-Nasrani atau seperti sepasang sendal kiri dan kanan.
2. Islam Yang Menghidupkan menurut hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah Kitab Suci-Nya adalah mereka yang menunggu-nunggu dan tidak melupakan bahwa Allah akan menurunkan PENGGENAPAN HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB pada awal millennium ke-3 masehi di Indonesia sesuai janji-Nya didalam Al A’raaf (7) ayat 52,53.
Pembaru Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
mereka(para aktivis radikal/fundalis) melakukan tindakan tindakan kekerasan karena memang belum paham tentang islam.ya…wajarlah.
Islam Fundamentalis adalah orang-orang bodoh yang munafik, merasa dirinya benar, merasa dirinya kuat, merasa dirinya yang paling hebat, tapi kenyataannya kebodohannya tercermin pada setiap perilakunya !!!!!!!
Siapapun boleh boleh saja punya pemikiran sendiri. Yang punya pemikiran untuk hidup damai berdampingan tentunya juga tidak mudah melaksanakannya.
Tapi bagaimana dengan mereka yang ingin “menumpas” pihak lain yang berbeda dengan dirinya. Ini lebih tidak mudah lagi.
Hal seperti ini tidak akan selesai. Yang mau damai mungkin lebih rasional. Yang mau perang ya silahkan cepat lakukan / jalankan sepanjang anda siap dengan kosekwensinya. Jangan hanya ngomong saja. Amrozi dan kawan-kawan atau Timothy James McVeigh (Oklahoma Bomber) mereka lebih punya derajat dimata saya, mereka bukan omong doang, mereka konsisten dengan pahamnya, tapi juga mereka paham konsekwensi hukumnya. Lalu bagi anda-anda yang mau “menumpas” orang lain yang berbeda dengan anda tapi tidak berani melaksanakannya, artinya anda bukan umat yang baik bagi keyakinan anda. Artinya anda sendiri ragu-ragu dengan keyakinan anda sendiri. Istilah gaulnya OMDO. Kalau anda tidak bisa menjadi umat yang taat bagi keyakinan anda ya sudah saja cepat-cepat rubah haluan jadi orang yang mau memahami perbedaan orang lain jadi orang yang damai. Lebih bermanfaat lagi. Mana mungkin sih Dzat yang bergelar Ar Rahman dan Ar Rahim memerintahkan membunuh. Anda mungkin salah menangkap maknanya. Bukankah banyak ayat dalam Al Qur’an yang menyatakan;”.....kecuali mereka yang memakai akalnya/ kecuali mereka yang mau berfikir…. He he he, gitu aja koq repot.
Memang, Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Saat ini seolah-olah semakin garang kita berislam, semakin islamlah kita. Semakin kita toleran terhadap agama/kelompok lain maka semakin “lemahlah” keislaman kita. Tidak ada lagi kesejukan dalam berislam, yang ada hanyalah teori konspirasi, bakar, hancurkan, jihad, sambil teriak Allahu Akbar!!!sesungguhnya seorang anak kecilpun bisa membedakan mana yang sejuk dan mana yang menakutkan,tetapi karena kaum fundamentalis itu telah “dicuci” otaknya dengan dogma2…ya, bagaimana bisa gelas menerima air lagi kalau sudah penuh?Hebatnya lagi mereka dengan bangga menyebut dirinya “lebih islam” dibanding orang lain yang tidak mau menonjol-nonjolkan simbol2 arab, seolah-olah mereka itu banci yang malu mengaku islam. Padahal ukuran islam bukanlah jenggot atau baju gamis, apalagi pentungan dan teriakan Allahu Akbar penuh kemarahan!!!!Untuk itu “antivirus” fundamentalis harus kita sebarkan seluas-luasnya, lawan kaum fundamentalis dimanapun kita berada, bukan dengan kekerasan tapi dengan peran wacana dan diaolog akal!Berat tugas ini, tapi siapa lagi yang bisa menyelamatkan islam selain umat islam sendiri?
KL BLH TAU APA TUNTUNANNYA??
Saya sangat menyukai Islam Liberal karena pandaganya yang realistis, sejalan, den fleksibel dengan perkembangan global.
Saya lelah mendengar kaum Islam Fndamentalis mencekoki orang-orang disekitarnya dengan paksaan dan ancaman dosa-dosa jika tidak sefanatik mereka. Itu hanya menunjukan betapa tertekanya mereka dengan agama mereka sendiri.
Did they chose to be Islam Fundamentalist because they chose so or just because afraid of the condition around that repressed them?
Komentar Masuk (23)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)