Prospek Partai-Partai Islam dalam Pemilu 2009
Oleh Burhanuddin Muhtadi
Mengikuti asumsi politik aliran, kelompok abangan yang diidentifikasi sebagai penganut muslim kurang taat cenderung memilih partai nasionalis. Sedangkan kelompok santri dipercaya akan menyalurkan suaranya pada partai Islam. Warga NU lebih nyaman mencoblos partai yang dekat dengan NU. Sebaliknya, pendukung Muhammadiyah dan organisasi modernis lain cenderung memilih partai yang berlatar belakang Islam modernis.
Komentar
Wajar jika PKS yg bakal semakin eksis. Krn PKS berani ‘tegas’ sebagai partai Islam dan berasas Islam. Sehingga masyarakat yg pengen menyalurkan aspirasinya terhadap Islam maka tak lain pilihannya ya PKS itu. Sedangkan PPP dan PBB meskipun asanya Islam tetapi dianggap masih berbau orde baru. PAN menjadi sangat ketinggalan krn memang tidak tegas misinya mau kemana, ke Islamis ragu, ke Nasionalis juga ragu. Apalagi dgn munculnya PMB yg notabene bikinan kaum muda muhammadiyah. PKB juga nyaris sama dengan PAN, setengah-setengah dalam misinya, keluarnya moderat/nasionalis tetapi ke dalamnya inklusif, namun berhubung pendukung PKB dengan NUnya punya kelekatan yg kuat maka PKB masih dalam titik aman.
penjabaran analisa yang mantap.. setuju, cocok mbe’ impen.. tp untuk suara PKB 2009 saya sangat sanksi bisa tetep, mas… meningkat kayaknya ga mungkin,, turun drastis sangat mungkin..
Pada Pemilu 2009 nanti, keruntuhan demi keruntuhan pasti dalami oleh partai-partai berlabelkan islam, sebab rakyat sudah cukup cerdas, mereka hanya akan memilih partai-partai yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan mereka, bukan partai yang hanya menjual “islam” dengan harga yang rendah sekali. maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Prof. Dr. Nurcholis Madjid pada dekade 1970 an, Pemikir Pembaharu Islam indonesia ini mengeluarkan jargon yang benar-benar sampai sekarang tetap menjadi satu pegangan kita semua, yakni Islam Yes Partai Islam No.
Saya kira tulisan ini akan lebih sempurna jika disertai harapan dan mendeskripsikan peluang bgmn agar partai Islam semakin eksis. Untuk PKS, saya salaut dengan partai ini, tegas dengan asasnya. dan sangat kontributif. hampir semua pengamat mengakui hal ini. Namun mengapa JIL tetap “meragukan"kualitas PKS??masih alergi dengan PKS??
Saya Sangat Optimis perolehan PKB, sebab PKB Prularis.., menghormati heterogenitas bangsa
imannya orang indonesia blm mantap. Kalo blm berkuasa memang idealisme tinggi tapi begitu berkuasa imannya langsung rontok. Saya tdk mengada-ada. Contohnya buaaanyak. Makanya paling aman ya tdk milih siapa2.
PAN seharusnya tetap mempertahankan imagenya sebagai partai elit berasas agama yang moderat. Tidak perlu pindah ke jalur nasionalis jika ingin mempertahankan jumlah voters dari kalangan islam. Lebih baik berkompetisi dengan PKS dan PBB ketimbang berusaha merebut massa dari kaum nasionalis yg relatif stabil.
talking by data yang sangat mantap pak. memang pks adalah fenomena unit di negeri ini. habis gimana, mereka memang front liner untuk kerja sosial sih. di kampung saya, mereka nggak perlu pakai bendera partai pas bakti sosial, cukup orang-orangnya yang khas dengan jenggot tipis atau jilbab, orang tahu kalau itu pks. mana tahan untuk orang-orang kampung nggak nyoblos pks. catatan penting bagi partai lain, mana kerja sosialnya, yang ada kerja menjelang pemilu saja.
y jelaslah pks smkin menanjak krn partai ini konsisten dlm pmbinaan kader2nya. jauh sblm musim pemilu tiba pks tlah aktif slm kgiatn kajian politik. sdgkan parpol islam lain msih sbk dgn ursn msig. brkut, PPP udh ad yg kena kasus,PBR JG ad. PKB konflik internal, PAN pecah jd PMB. Khusus utk PKB dan PAN itu g ad harapn dn muka2 segar krn mrka itu partai figur… brkacalah pd pks yg hmpir 90 % adl kaum muda.cb ad ga agota legislatif dr pks yg trkasus, g ad bung. PKS mmg asas ilam tp PKS jg modernis, adil dn fleksibel utk smw kalangan.trgantug kt sj yg mau prcya am siapa.
agama tidak akan bisa jadi perekat kebangsaan. agama sangat universal dan lebih mulia daripada dijadikan alat politik. saya lebih suka terhadap partai yang to the point tanpa munafik ingin berkuasa daripada menghalalkan segala cara termasuk jual agama. yang pasti jangan golput.sudah ada yang siap2 merebut! i love u Indonesiaku
sepertinya masyarakat indonesia saat ini “sudah pintar” jadi mana partai yg bagus dan konsisten dan partai yang butuh rakyat saat pemilu saja. dan kita semua berharap
kami rasa rakyat indonesia sudah “pintar”
jd mereka tahu mana yang cuma bisa “omdo” omong doang, dan mana yang eksis membela kepantingan rakyat..
berikan terus fakta yang ada ... ya
menurut pendapat saya,kalau mau partai tetap eksis dan dipilih oleh masyarakat ga usah bawa-bawa islam,malu-maluin aja,nyusahin rakyat jadi malu tuh islam.ox
mengapa PKS diprediksi naik ?
Secara jujur, di PKS ada keteladanan dari para pimpinan yang tidak ada di partai lain. jika suatu saat nanti, PKS di pimpin oleh para oportunis yang hanya mengejar uang dan kekuasaan melalui proses politik, ia akan mengalami hal yang sama seperti partai-partai lain.
Konsistensi. anggota dewan dari PKS yang secara jujur dan konsisten menjalankan mandatnya, mrk secara jujur mau mengakui kalau ia pernah menerima uang haram, dan mau balikin lagi ke KPK.
Kaderisasi yang matang. orang tidak bisa hanya bermodal uang dan polularitas langsung bisa berkuasa di PKS. semua harus melalui proses pengkaderan yang matang. partai lain, serba instan.
Rendah hati, baik dalam bertutur dan bersikap dalam keseharian. partai lain, lebih banyak pamer kekuasaan dan harta benda ketika menjadi politisi.
dari hasil survei diatas menunjukaan bahwa pada pemilu 2009, tidak ada perubahan yang signifikan. artinya golkar dan PDI masih kuat. massa PKS tetap akan begitu-begitu aja meski mendapatkan suara dari partai lain tp tidak terlalu signifikan, karena banyak juga massa pks yang mengambil pilihan utk golput.
Diskusi yang menarik dan menggelitik untuk brk0mentar.
yang jelas, pengkaderan yang sangat tersusun rapih menjadi nilai plus bwt PKS.
Semua kader msh aktif liqo’/holaqoh (kajian agama) yg insyaallah akan membawa dampak p0stif bg para kader shg scara pribadi sang kader akan lbh stabil diharapkan idealisme memperbaiki indonesia akan tetap dijunjung tinggi saat sang kader udah duduk d pmerintahan.
kita tilik partai lain? mana? langkah dan upaya riil yg menuju ke arah kebaikan mana? coba tunjukkan.
Sampai dengan saat ini saya belum tertarik untuk ikut-ikutan terjun ke dunia politik. Namun walaupun demikian, saya juga punya pandangan politik yang saya sangat yakini kebenarannya dan tidak akan berubah sampai kapanpun. Pendapat saya adalah : POLITIK DAN AGAMA ADALAH IBARAT MINYAK DAN AIR, YANG TIDAK MUNGKIN BISA MENYATU. Kalau toh saat ini kelihatan menyatu, tapi pada suatu titik, atau pada titik tertentu akan terjadi benturan antara idealisme politik itu sendiri yang berasaskan suatu agama, dengan realitas politik yang ada. Yang terjadi kemudian adalah dilakukanlah PENYESUAIAN dengan jalan memelintir ayat-ayat suci seenak udelnya!!! Atau yang lebih parah lagi, dengan kesadaran penuh agama hanya dijadikan label dan dijual untuk mendulang suara, padahal para politikus agama tersebut tahu dan sadar betul cara-cara busuk yang digunakan tersebut. Buktinya sudah buanyyak banget, ingat nggak waktu si Hamzah Has dan para politisi islam yang bekerja sama menjegal Megawati saat pemilu presiden langsung pertama tersebut. Dari mulutnya keluar ayat-ayat suci yang mengharamkan orang muslim memilih perempuan sebagai pemimpin. Tapi begitu Gus Dur jatuh dan Megawati menawarkan kursi wakil presiden kepadanya, dari mulutnya keluar lagi omongan yang lain (tentunya dengan menyitir kembali ayat-ayat suci). Contoh yang lain adalah cerita seorang teman saya yang adik kandung seorang pejabat terkenal dan berteman akrab dengan Mr X (politisi terkenal dan berkali-kali jadi menteri). Diawal pembentukan PBB, Mr X menawari jabatan penting di kepengurusan PBB, tapi teman saya menolak karena dia punya pendapat yang sama dengan saya. Ketika akhirnya Mr X menjadi mensesneg, dan PBB sempat babak belur, teman saya bertanya dengan nada prihatin, bagaimana nasibnya partaimu? Si Mr X berkata bahwa partainya itu hanyalah alat saja!!! Konyol-konyol-konyol!!! Lihatlah negara-negara teokrasi, contohnya Afganisthan yang kehidupannya babak belur. Sebelum diintervensi USA dinegara tersebut ada sekian banyak fraksi yang saling bermusuhan dan saling bunuh, dan sama-sama mengaku jihad? Kalau di Arab Saudi, Kuwait, Qatar dll negara Arab kelihatan damai, itu adalah karena limpahan rejeki dari minyak dan kesejahteraan warganya, coba negara mereka miskin, paling juga kerjanya saling bunuh dan saling mengklaim sedang berjihad. Pakistan dan Sudan adalah contoh nyata bagaimana kehidupan politiknya kacau dan sudah terbiasa dengan saling bunuh. Padahal nyata-nyata mereka mengklaim sebagai negara islam. Jadi saya kadang-kadang sedih juga melihat saudara-saudara kita di Indonesia dengan semangat Jibaku masih juga suka nyampur-nyampur agama dan politik. Tapi ini adalah sekedar pendapat yang belum tentu juga cocok dengan pendapat orang lain, namanya juga demokrasi. Kita lihat sampai sejauh mana PKS bertahan, begitu dia jadi berkoalisi dengan PDIP, sudahlah, partai itu nggak ada bedanya dengan partai-partai dan politisi nasionalis busuk lainnya. Wasalam
Sebenarnya apapun partainya tidak masalah, yang paling penting adalah manusia di dalamnya. Partai sebenarnya ibarat PT atau CV dalam dunia bisnis. Dia hanya sebagai lembaga/wadahnya. Politisi seharusnya memang seorang pejuang bukan pencari kerja, karena pada dialah masyarakat mengharap mereka benar-benar berjuang untuk merubah keadaan menjadi lebih baik bagi masyarakat dan menghilangkan segala praktek KKN dan derivatifnya. Ibarat sistem komputer : politisi sebagai anti virus bagi pemerintah, diapun harus selalu update dalam wawasan serta memahami serangan virus dalam berbagai bentuknya. SEhingga virus-virus KKN selama ini bisa di di remove dari sistem, celakanya sebagian anti virus tidak tahan dengan serangan virus yang bentuknya berupa uang dan fasilitas, karena memang ini bentuk virus di pemerintahan. Jika anti virus yang tiap 5 tahun ditawarkan oleh berbagai partai pada masyarakat melalui pemilu ternyata tidak ada yang efektif, kemana rakyat harus mencari anti virus yang benar-benar ampuh ? Solusinya :
1. Penerapan suara terbanyak harus diberlakukan oleh semua partai, dan tidak dibatasi oleh kuota minimal, bahkan dalam pilkada tidak perlu harus mencapai > 30%, kalau tidak bisa harus pilih ulang, ini buang-buang biaya, mending buat tambahan biaya pembangunan atau meringankan biaya pendidikan di negeri ini. Toh orang yang akan dipilih juga tetap, bukan ganti orang.
2. Masyarakat harus diberi akses untuk menarik dukungannya jika ternyata politisi yang mereka pilih tidak bekerja seperti harapan mereka apalagi terindikasi KKN.
3. Yang juga penting, bagaimana merubah pola FANATIK menjadi BERPIKIR LOGIS masyarakat. Dengan demikian akan membuat partai berpikir atau benar-benar selektif untuk memasang calon legislatifnya.
Partai islam! Ngak deh, saya aja org islam nda bakalan pilih partai berbasis islam karena; ‘APA yg telah di lakukan partai2 islam tersebut terhadap umat islam? Ngak ada khan
bagi saya mah partai apa saja boleh, yang penting jangan korupsi setelah menjabat, kalau cak nur mengatakan islam yes partai islam no, saya rasa itulah kata yang paling tepat sekarang ini, buat apa pilih partai islam kalau ujung-ujungnya korupsi juga, sebagai pesan untuk partai yang mengatasnamakan islam sebagai jualannya, ingat firman Allah “Walaa Tasytaruu Biaayaatillahi Tsamanan Qaliilahn”
Komentar Masuk (54)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)