Rekonstruksi Sejarah Masuknya Islam Ke Jawa
Oleh Muhammad Husnil
Eksistensi Cina-muslim pada awal perkembangan Islam di Jawa tidak hanya ditunjukkan oleh kesaksian-kesaksian para pengelana asing, sumber-sumber Cina, teks lokal Jawa maupun tradisi lisan saja, melainkan juga dibuktikan pelbagai peninggalan purbakala Islam di Jawa. Ini mengisaratkan adanya Pengaruh Cina yang cukup kuat, sehingga menimbulkan dugaan bahwa pada bentangan abad ke-15/16 telah terjalin apa yang disebut Sino-Javanese Muslim Culture.
Komentar
sekira 4000 sebelum Masehi orang2 Mongol dan Cina beremigrasi ke Selatan terus ke Nusa Antara kita ini.Oleh naturalisa dan perjalanan waktu maka warna kulit dan mata sipit berobah tetapi tidak dengan RAS.Inilah gelombang emigrasi pertama ras Mongolia ke Nusa Antara kita ini.Ada yang datang dan pergi bolak balok, itulah mereka yang berdagang. Yang tinggal melakukan assimilasi perkawinan. Gelombang emigrasi terjadi lagi pada awal abad masehi terus menerus, terbanyak dari China dan terbanyak bertujuan ke pulau Jawa karena penduduk yg banyak tentu prospek hidup juga banyak.Kemudian mereka lupakan saja asalmuasalnya. Jadi jumlah sebenarnya orang Jawa berdarah China luar biasa besar.MARI KITA JUJUR.HORAS.
sangat bagus bangsa Indonesia mengetahui sejarah jatidirinya melalui ini.Orang Mongollah penjelajah dan penemu benua yang keunggulannya melebihi orang Eropah manpun.Bahkan dari penduduk Jawa ribuan tahun lalu sudah sampai dan banyak yang menetap di ZANZIBAR AFRICA. Nenek moyang ku orang pelaut, mengarungi samudra sudah biasa.Bangga kan?Dimonggo ojo lali poro saderekku. HORAS.
halo semua…perdebatan tentang kesahihan bukti sejarah asal ajaran islam di bumi jawa sangatlah mudah dijawab dan dijabarkan pada saat ini…jelas bukan bertumpu pada mazab apa yang mereka (para penyebar agama) bawa yang kemudian secara sederhana ditarik garis dari titik koordinat asal mazab itu berkembang, menuju jalur perdagangan di nusa antara…mestinya tidak sesederhana itu bila kenyataannya pemahaman garis koordinasi sesederhana itu susah untuk menjawab hal yang sepertinya sederhana tetapi susah sekali di pahami, misalnya, mengapa budaya islam di jawa memjadikan idul fitri begitu meriah sementara idul qurban ‘biasa-biasa saja’?
jadi bila seseorang benar-benar ingin tahu seberapa kuat kebenaran asal muasal para penyebar agama islam di jawa, sebaiknya dia harus tahu dengan baik arti kata budaya,kemudian kaitkan kata budaya itu dengan dengan tradisi yang berhasil dimunculkannya, dari sanalah kemudian bisa di pahami kaitan antara para penyebar itu dengan petasan di setiap idul fitri, memakai baju baru,mengecat rumah,tilik kubur,dan paling klasik memberikan sesaji untuk leluhur…setelah itu bandingkanlah dengan ritual imlek, mengapa imlek? karena hanya akan membuang waktu saja bila mengkaitkan budaya islam di jawa dengan budaya islam di timur tengah ataupun tempat lain….bila semuanya telah terjawab, pertanyaan saya adalah, seberapa kuat impresi yang telah anda dapatkan dari kenyataan ini? begitulah sebaiknya merunut bukti sejarah…
Pertanyaan saya dari dua uraian saya sebelumnya adalah : menurut anda sekalian,apa yang menjadi latar belakang sekaligus tujuan dari siapapun juga yang akan membawa ataupun memaksa pengetahuan sejarah tentang asal usul para penyebar agama islam di jawa ini sebagai para leluhur dari timur tengah? kemudian kaitkanlah dengan politik internasional hari ini,bagaimana suatu negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini bisa berperan banyak bila ‘kadar keislaman’ nya dianggap ‘kurang afdol’ dengan menilik bukti-bukti sejarah latar belakang perkembangannya…untuk itulah menurut saya wajar bila dengan pertimbanghan tertentu beberapa pihak tetap mengusahakan bukti-bukti lain yang dapat mengkaitkan budaya islam di jawa ini adalah berkat campurtangan langsung kakek moyang dari timur tengah…meskipun bentuk makam para penyebar itu jelas-jelas tak mencerminkan secuilpun nafas pan arabisme
menurut penelitian azumardi azra,.. islam pertama yg masuk kepulau jawa,.. adalah islam mazhab syiah,.. lalu datang para wahhabiyyun kenegri kita,.. berbenturanlah syiah jawa dengan wahabi mekah yg baru datang tersebut… gmana menurut anda mas muh?... he3 salam sukses
Komentar Masuk (26)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)