Revolusi Post-Islamis di Dunia Islam
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Secara umum, gejala post-Islamisme ini adalah angin segar bagi dunia Islam, sebab ia menandakan bahwa persepsi tentang pertentangan antara Islam dan demokrasi bisa ditepiskan sama sekali. Demokrasi dan Islam, dalam gejala post-Islamisme ini, bisa bergandengan tangan secara damai, layaknya dua pasangan yang sedang pacaran. Pertanyaan yang umum kita dengar di kalangan masyarakat Barat, baik akademis atau non-akademis, Is Islam compatible with democracy?, menjadi kurang relevan lagi.
Komentar
Assalamulaiakum wrwb
Saya berpendapat berdasarkan kepada Al Quran, bahwa sesungguhnya sistem Demokrasi itu bersumber dari Al Quran, yaitu ada satu ayat menjelaskan bahwa Nabi diperintahkan untuk bermusyawarah dgn klompok2 agama dan non agama di Arab
dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu(urusan2 dunia, selain ibadah ritual). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS 3:[159]
Dan tidak ada diskriminasi karena agama,suku dan gender,Justice for ALLAH.
“Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah( Taurat,Injil, Al quran ) dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu (yahudi,nasrani, mukmin ). QS 42:15.
Thanks
mudah-mudahan post-islmaisme membawa perubahan besar bagi islam. islam menjadi agama yang membawa pesan perdamaian, menghormati hak asasi manusia dan toleran.
Beberapa pihak acapkali mempublikasikan klaim-klaim yang menyatakan bahwa partai hijau sudah tidak laku dijual, namun fakta yang terjadi di berbagai negara menjungkirbalikan klaim tersebut.
Perlu diyakini bahwa penguasa peradaban di dunia ini akan selalu bergantian.
Islam. Komunisme, Liberalisme adalah ideologi pilihan. Masyarakat berhak memilih sendiri.
Aneh dan ajaib semakin distigmakan semakin laku.
Terima kasih sebelumnya atas dimuatnya komentar ini.
Assalamu’alaikum wrwb
Dari penemuan saya dlm al Quran,ternyata makna seculer itu ada dlm al quran ayat dibawah ini,dimana ALLAH memerintahkan kepada Rasul untuk mentaati pemimpin pemerintahan yaitu Ulil Amripada waktu itu dan kemudian mentaati perintah2 ALLAH.
Jadi Ulil Amri dan agama terpisah.
Bismilahirahmanirrahiim,
Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.
(Artinya adalah ulil Amri sebagai pemerintahan dan Rasul sebagai
pimpinan agama, kedua duanya terpisah.Disebut juga sistem
pemerintahan Seculer.)
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau
pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya.Dan kalau mereka
menyerahkannya kepada ( 1) Rasul dan( 2 ) Ulil Amri di antara mereka,
tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). QS.4:83.
Pemerintahan secular yang tepat menurut saya sekarang ini yaitu Amerika.
Dimana semua keyakinan agama dilindungi dan diberikan kemerdekaan menjalankan keyakinan sesuai dgn keyakinan masing2 termasuk orang yg tidak beragama.
Ternyata masarakat yang plural itu dapat hidup harmoni tanpa ada penindasan dan diskriminasi.
Amerika membuat undang2 terpisah yaitu undang2 anti diskriminasi karena agama,suku,warna kulit dan gender dll
https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit
salam
Pertama saya sangat mengapresiasi Gagasan Post-Islamisme ini. Kedua, saya ingin mengatakan bahwa kita barangkali sangat baik jika membuat terlebih dahulu parameter Post-Islamisme yang ideal, yang akan kita gunakan untuk mengukur beberapa gerakan politik atau partai Islam yang kini terlibat dalam musim semi revolusi dalam dunia Islam. Maka dari itu, saya secara pribadi menganggap kita dapat mengukur gerakan Post-Islamisme, sejauh mana dia komitmen terhadap nilai-nilai tertentu, dan sejauh mana mereka mampu mengobjektivikasi sistem nilai-nilai yang mereka yakini ke dalam kehidupan publik tanpa berpretensi melakukan formalisasi terhadap nilai-nilai tersebut. Ketiga, tetapi kita harus tetap curiga, bisa jadi partai-partai Islam yang kini tampak lebih realistis, hanya menjadikan label Islam sebagai citra, karena kita ketahui, abad kita adalah abad simulakra, abad yang lebih mencintai citra dibanding logos.keempat, apakah ini juga berarti gerakan islam semakin mandul dalam menghadapi destruktivitas kapitalisme global, karena ciri-cirinya yang agak opurtunistik, sekian komentarnya bang ulil.wassalamm..
Gagasan Post Islamisme pada Arab Spring bukanlah murni dari Asef Bayat. Jauh sebelumnya sudah banyak analis barat yang menegaskan gejala yang sama.
Artikel-artikel macam ini adalah upaya untuk menghibur diri, karena para analis umumnya telah mengakui gagal dalam memprediksi fenomena Arab Spring dengan menangnya partai Islam di banyak negara Arab dan Afrika Utara. Sama halnya ketika Ulil dahulu menegaskan bahwa partai-partai Islam akan didepak dari koalisi SBY.
Is Islam compatible with democracy? weleh…weleh… ini pertanyaan yang bukan hanya kurang relevan lagi, tapi udah usang.
Justru yang muncul di barat sonoh…sekarang adalah pernyataan : “Why Democracy Is Dangerous for the Arab Spring”. Nampaknya barat saat ini memang sedang kebingungan dan timbul kepanikan melihat fenomena Arab Spring.
Sekulerisasi berarti diskriminasi terhadap negara dan agama.
model yang ideal itu seperti di madinah, masyarakat Islam pake syariah, masyarakat Yahudi pake hukum Torah, masyarakat Kristen pake hukum AlKitab, dst!
jadi, nggak ada tu yang namanya sekuler (pake hukum buatan manusia)!
islam identik dengan demokrasi. kenapa saya berani menyatakan ini, setelah rasullah wafat, kepemimpinan islam dipilih dengan musyawarah. kalifah2 yang diangkat melalui musyawarah. tetapi sendi2 demokrasi islam itu dihancurkan oleh muawiyah/dajal islam saat itu dengan mendirikan dinasti umayah/kerajaan islam. muawiyah dan keturunannya juga yang menciptakan perpecahan islam bahkan yang membantai keturunan rasullah.
Demokrasi Barat bertentangan dengan demokrasi Islam….Demokrasi Barat ialah majoriti seluruh manusia, baik yang islam, kafir, fasik zalim semuanya dibondong untuk meraih majoriti. Al-Quran berkata; “KEbanyakan / majoriti manusia itu adalah fasi” (Wainna kasiran minannasi lapasiquun”.
Tetapi Demokrasi Islam ialah majoriti pemuka-pemuka saja dari setiap daerah, lazimnya pemuka daerah itu terdiri dari orang-orang yang jujur walaupun tidak berijazah…...Benar begitu bung alatif?.
Komentar Masuk (11)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)