Salafi Radikal, Pesantren, dan Terorisme
Oleh Jamal Ma’mur Asmani
Di sinilah kelihatan karakter asli kelompok ini yang memandang turast (doktrin dan tradisi) yang berupa teks-teks kitab secara literalistik, tekstual, sakral, eternal, magis, dan final. Pandangan inilah yang menyebabkan perilaku mereka yang ekstrem, radikal, fanatis, tidak kenal kompromi, eksklusif, dan fundamentalis.
Komentar
Munculnya wacana terorisme yang mengaitkan antara pesantren dengan teroris adalah suatu tantangan bagi dunia pesantren untuk membuktian keabsahannya. Wacana tersebut setidaknya telah menodai citra pesantren yang selama ini dipandang sebagai benteng ahlak dimana ia menyebarkan rahmat bagi masyarakat bukan menjadi ancaman yang mengganggu ketentraman masyarakat.
Menghadapi wacana seperti itu hendaknya pesantren lebih terbuka agar tidak ada kecurigaan dari pihak luar terutama dari musuh -musuh islam yang sengaja memojokan kredibilitas umat islam di dunia internasional.
Kemudian kalangan pesantren pun harus introspeksi apakah materi yang diberikan kepada santrinya tidak menyalahi aturan agama yang sebenarnya, inilah yang harus dicamkan agar citara pesantern kemabali baik dalam pandangan masyarakat. Dan terakhir bukan pesantren jika mengajarkan terorisme.
Saya sependapat dengan tulisannya Mas Jamal bahwa intinya sepertinya yang selama ini melakukan tindakan secara radikal terhadad non muslim adalah orang-orang di luar pesantren bercorak NU/Muhammadiyah. Tetapi saya pun punya pendapat bahwa tidak semua pesantren yang bercorak NU/Muhammadiyah tidak bisa/tidak akan melakukan hal yang serupa.
Tetapi pesantren NU/Muhammadiyah akan mempertimbangkan sebelum mereka melakukan hal tersebut tentunya tidak dengan baku tembak atau ledakan bom. Pesantren NU jika memandang suaru perkara sampai melewari norma syari’at dan agamapun akan bertindak seperti itu. sperti yang dilakukan pesantren NU terkemuka di Jawa Timur yang melakukan membakatan rumah bordir pelacuran dan tempat-tempat pelacuran di sekitar daerahnya tanpa negoisasi.
PENTING DIBACA SAMPAI AKHIR!!!!!!!!!!
Diantara manusia ada yang mengatakan ” Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian ” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang2 beriman padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedangkan mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta.
Dan bila dikatakan kepada mereka “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab “sesungguhnya kami orang2 yang mengadakan perbaikan.”
Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang2 yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak sadar.
Apabila dikatakan pada mereka “berimanlah kamu sebagaimana orang2 lain telah beriman.” Mereka menjawab “akan berimankah kami sebagaimana orang2 bodoh itu telah beriman?” ingatlah sesungguhnya merekalah orang2 bodoh tetapi mereka tidak tahu. (Teguran Allah utk anda di Q.S. Al- Baqarah 6-13 )
Dari Redaksi: Kami tidak tahu Anda menegur siapa, dan apa poin pandangan Anda dalam konteks artikel di atas. Redaksi akan mempertimbangkan ulang komentar-komentar yang tak berisi komentar seperti ini. Minimal Anda mesti ngasih sedikit prolog biar jelas arahnya. Terima kasih
Mas Aan,
Saya salut dengan komentar Anda, tetapi ada sesuatu yang hilang dari komentar Anda, yaitu lobbying and negosasiasi telah dilakukan oleh para santri dan bahkan kyai sendiri turun tangan, tetapi yang namanya “penggoda” selalu ingin berdekatan dan mengusili generasi muda harapan bangsa.
Sungguh, tulisan-tulisan Anda nampaknya tidak menunjukkan sebagai representasi dari kalangan yang membela Islam, Justru Anda adalah kalangan orang-orang yang benci Syari’at diterapkan. Wahai Saudaraku yang masih mengaku beriman pada Allah SWT, bukankah Allah telah menjelaskan pada kita bahwa…”.. barangsiapa yang berhukum pada selain hukum Allah, maka dia adlah orang-orang kafir” (Q.S. Al Maidah : 44) Saudaraku, maka kembalilah pada Syariat Islam, mari terapkan dan kita usung bersama untuk menerapkannya dalam format Negara Islam, yakni Negara Khilafah Islamiyah…
Wah, bapak ini main hantam kromo wae. Kita tau kan, banyak buku sejarah sudah diputarbalikan, dan banyak yang mencatut nama salafi. Sekedar untuk mengingatkan, ahhhh cuek sajalah!
Walaupun tulisan ini sudah lama saya merasa perlu meluruskan pandangan terhadap salafy di mata penulis juga yang terpengaruh. Saya akan dengan jujur (di salafy tidak ada taqiyyah) mengakui jika ada kebenaran dalam tulisan ini.
Sayangnya kenapa tulisan ini sangat sulit diluruskan karena hampir tidak ada yang lurus, seperti benang kusut. Entah bersumber dari mana tulisan ini. saya pikir untuk menulis sebuah karya ilmiyyah tentang sebuah subyek mesti meneliti dulu tentang sumbernya. Tidak mungkin saya ingin tahu tentang jamaah tabligh, ISLIB, Ikhwanul muslimin yang sebenarnya dengan HANYA membaca buku yang mencerca mereka untuk saya bandingkan dengan apa yang telah saya ketahui dari sumber lain. benar2 menguap.
Demi Allah, saya mengikuti kajian2 salafy yang sangat terbuka bagi siapa saja yang open minded dan sama sekali tidak mengikat, sekalipun bagi penjual rokok yang sedang lewat. Tidak eksklusif sama sekali. Tidak menyukai kekerasan sama sekali. Tidak dengan gampangnya menyebutkan ini perjuangan atas dasar islam seperti yang dilakukan para pembom biadab-itupun kalo bukan kambing hitam. Apalagi dengan mendasarkan pada hadist “amar ma’ruf nahyi munkar”, sama sekli bukan seperti itu yang dipahami para salafus sholeh. Aneh sekali tulisan ini.
Coba deh anda baca buku2 atau website dengan keyword ; ahlus sunnah wal jamaah, salafush sholeh, shahih, dsb. Anehnya yang saya temukan 180 derajat dengan penulis.
Kalo azyumardi azra yang dirujuk, tau lah siapa dia dan keberpihakannya. Rujuk langsung kitab berikut penjelasannya yg dibaca para salafiyin sedunia dan jangan setengah2, kalo memang mau tau apalagi untuk di publish.
Cobalah anda mempelajari islam dengan benar!! jangan hanya memakai otak dan nafsu anda. Ingatlah yang benar akan selalu dalam lindungan allah!!!
pelajari dulu sesuatu yang akan dikaji atau yang akan diungkapkan dan jangan asal menulis artikel karena sesungguhnya dusta itu sesungguhnya dilarang oleh ALLAH Subhana Wa Ta’ala
Semoga Allah mengampuni dosa2 orang2 pembuat fitnah tak berdasar. Kayaknya anda sudah jadi “ANTEK” Kaum Kafir AMERIKA nih. Segeralah bertobat, karena sesungguhnya ALLAH MAHA PENERIMA TAUBAT.
Berkacalah pada diri kalian, bacalah diri kalian, apakah kalian sudah tahu, dan apakah kalian tidak memperhatikan bagaimana anda shalat, ingatlah bahwasanya sebelum shalat anda pasti diharuskan berwudhu… apa saja yang dicuci dalam wudhu itu.. dan apa artinya dalam kehidupan mu! Boleh boleh saja anda tidak suka tapi ingatlah syariat “amal maruf nahi mungkar!” sebagai .جندي الله.) החייל של אללה terlebih sebagai seorang muslim maka saya sangat terikat dengan itu. Ingatlah bahwa segala seuatu pasti ada batas dan ukurannya jadi jangalah kalian melampauinya, dan sesungguhnya sudah sangat jelas bahwa kendaran syaitan itu adalah nafsu!
Dengan tuduhan tersebut, ini menandakan pengingaran terhadap Al Qur an, dan As Sunnah. Lalu siapa yang masuk surga, ahli Bid’ah atau ahli sunnah?
Banyak sekali perintah perang dalam Al Qur an, dan perintah lainnya dalam As sunnah, yang berisi jika seseorang memiliki kewajiban perang dan tidak perang hanya bisa berkata-kata, seperti group-group musik yang beredar di planet ini, seolah-olah mereka membela Palestina. Itu adalah munafik!
Memang ada beberapa pesantren yang salah tanggap, mengatakan wajib perang maksudnya semua orang kafir diperangi. Tapi ini hanya sebagian. Kita haram membunuh orang kafir, yang tidak mengganggu kita, dan diwajibkan membunuh orang-orang kafir yang mengganggu agama Allah, seperti George W. Bush. Yang akan membusuk diakhirat.
Sesungguhnya orang-orang kafir dengan kata-kata mereka yang mengatakan, Islam adalah teroris, telah berhasil mengadu domba kita agar mengatakan betul. Dan kita perangi saja umat Islam itu sendiri. Sungguh tertipu oleh Amerika.
Apalagi dengan menuduh mereka yang menentang, seperti salafi, dan muhammadiyah yang biasanya suka menentang bid’ah-bid’ah, mereka dikatakan tersesat dan radikal. Ini pertanda orang tersebut menginginkan dunia saja.
Mereka tidak peduli Rasul dan Allah dengan sebenar-benarnya, dan berharap mendapat banyak manfaat dari orang-orang Amerika, yang sangat pandai menurut orang-orang tersebut, karena bisa membuat pesawat, handphones, nuklir, dan peralatan perang yang canggih. Tapi Orang Islam yang Kaffah tahu kalau orang-orang Amerika itu seperti yang tersirat dalam surat Al Fajr. Yaitu kaum Tsamud, Kaum ‘Ad, kaum Fir’aun. Dan pada jaman Rasulullah saw. mereka yang membangkang disebut kaum munafik! Jika Rasulullah saw. masih ada di dunia ini maka akan ada yang disebut kaum Amerika. Dan mereka adalah yang mencintai dunia.
——-
Komentar Masuk (12)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)