Jamhari Makruf Salat Ya, Korupsi Ya!
Oleh Redaksi
Pertama, ternyata orang memahami Islam itu masih bersifat personal. Islamnya masih bersifat individual. Jadi mereka memahami Islam sebagai tahapan bagaimana hubungan dia dengan Tuhan. Itu mungkin yang bisa kita analisa. Bahkan ada teman yang berseloroh bahwa penelitian itu membuktikan sesugguhnya orang Islam di Indonesia sudah sekuler. Dalam arti, tenyata agama itu lebih cenderung kepada aspek personal. Jadi salat ya salat, korupsi ya jalan terus.
Komentar
Ada musuh bersama islam dan demokrasi yang mungkin terabaikan. Yakni maraknya politik uang di setiap pemilu di daerah, utamannya pilkades, pileg dan pilbup. Marak tapi tak mampu membuktikan. Walau sudah terbit fatwa haram dan UU Pemilu dengan ancaman 3 tahun kurungan. Fatwa di pelintir para ulama-politikus demi kepentingan sesaat. Penegak hukum dengan alasan kondusivitas membiarkan praktek yang mencederai demokrasi ini. (Ingat JJ Reasseau dlm The Contract Social: Demokrasi akan tumpul jika uang sebagi dasar keputusan). Akhirnya “demokrasi palsu” yang menelan dana milyaran rupiah, menghasilkan pemimpin2 koruptif. (Gus Dur: Sekali pakai uang, selamanya akan pakai…...)
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)