Satu Istri
Oleh Nong Darol Mahmada
Buku ini jelas-jelas diperuntukkan untuk suami baik yang punya niat berpoligami atau tetap monogami. Bagi yang berniat poligami, setelah membaca buku ini pasti tak akan jadi menambah istrinya. Bagi yang setia dengan satu istri, pasti akan semakin membahagiakan istrinya.
Komentar
Subhanallah. Baru kali ini saya mendapatkan seorang ustadz yg berani mendekonstruksi pemahaman dan penafsiran tentang ajaran poligami. Semoga ustaz Cahyadi Takariawan tetap istiqamah walaupun berada dalam lingkungan yg tidak mendukung pemikiran beliau tentang poligami.
Allah sudah cukup jelas menerangkan dalam ayatnya bahwa poligami itu halal. saya yakin dengan alasan apapun saya menerangkan pasti ada alasan penolakannya, karena alasan itu hanya persoalan ketidaksetujuan manusia saja. tetapi Allah SWT sangat mengetahui apa yang dikatakannya. Kaum perempuan tentu saja tidak setuju karena mereka merasa dikorbankan. tetapi saya yakin tidak semua perempuan. dan hal ini juga dimanfaatkan oleh para kelompok2 yang sedang mencari pembenaran untuk membela, tetapi mereka sebenarnya tidak menyadari bahwa tindakannya mendatangkan murka ALLAH SWT.
Poligami seperti yg saya lihat adalah : ( berdasarkan pengalaman2 terhadap kenalan2 saya ) 1. Pegawai negeri/polisi, mereka cenderung untuk menikah lagi kalau punya lebih uang & melihat wanita muda yg menarik. 2. Atau ke kampung cari wanita yg masih muda, langsung siap dikawinin, mungkin taraf hidup di kampung agak miskin jadi ada uang 5-10 jt sdh bisa kawin lagi 3. Sopir2/pegawai swasta biasa, ini lebih parah lagi. Mungkin krn tingkat pendidikan kurang, jadi poligaminya lebih kacau lagi. Biar ngak ada duit, seorang sopir bisa kawin sampai 4x, jgn ditanya bagaimana keadaan anak2nya. Poligaminya jalan dengan cari utang sana sini.
Saya kira inilah fakta2 yg terjadi di masyarakat kita ( level grass root ) , kelompok bawah ini lah yg paling besar jumlahnya di Indonesia. Jangan samakan dengan Pejabat atau Menteri yg poligami. Jadi saya dukung terus usaha2 untuk memberikan pembelajaran islam dengan benar agar umat bisa lebih sejahtera.
jika hati nurani ditanya, seorang perempuan tidak akan rela/cemburu suaminya bercinta dengan wanita lain, meski itu legal. jika rasa cemburu itu sudah tidak ada, berarti cinta itu sudah sirna diganti kewajiban-kewajiban. jika laki-laki berpoligami di dunia “hari gini”, alasan yang tidak bisa dibilang syar’i untuk menikahi wanita yang (tentunya dipilih) lebih dari istri pertama/duluan. alloh maha tahu rahasia hati hambanya.terimakasih untuk para lelaki yang menjaga dirinya dan mencintai istrinya, belahan jiwanya dengan sesungguh-sungguhnya
ayo pahami buku ini. Ustadz Cahyadi menerangkan ia tidak menolak ajaran islam mengenai poligami. ia tidak membicarakan permasalahan hukum boleh atau tidak berpoligami secara normal, jadi bukan mendekontruksi ajaran tentang poligami tetapi mendekontruksi pemahaman masyarakat yang nyleneh dalam melakukan poligami. saya setuju masyarakat ‘busuk’ ini menafsirkan poligami dengan nafsu mereka jadi, ya seperti sekarang.. ajaran poligami jadi ajaran yang bikin hancur rumah tangga. saya sangat ndukung lelaki yang adil, dan lelaki yang bisa menempatkan wanita bukan sebagai objek…
Ass wr wb, Saya belum membaca ‘buku’ ini, tapi yang jelas ukuran ketaatan seseorang bukan kepada perasaan perempuan, atau rekayasa pemikiran yang hanya sebatas wawasan yg yang dimiliki oleh orang tersebut, tetapi adalah keberserah dirian dan keridhaan terhadap apa yang telah digaris kan oleh Allah SWT, sebagai jalan hidup setelah mereka berusaha, bukankah para sahabat dan istri2 Rasul berkata “ kami dengar dan kami taat” terhadap apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya.. tidak seperti ‘umat’ Islam saat ini yang selalu mencari alasan untuk keberatan atas perasaan dan keinginan mereka. Poligami sudah dicontoh kan oleh Rasul, juga monogami… Jadikan lah Rasul sebagai teladan dalam hal apa pun...Semoga Allah menolong umat-Nya yang menolong dan mencari kerihaan dalam Islam yang diridhai-Nya… Wass wr wb
Di akui atau tidak, poligami secara nyata telah membuat reaksi berbagai kalangan, terutama dari kelompok perempuan,muncul perasaan simpati kepada korban poligami,karena kebanyakan perempuan korban poligami dari beberapa yang membuat pernyaataan, menyimpan kesan suatu ketidak berdayaan membuat penolakan-penolakan karena begitu kuatnya relasi budaya,ekonomi dan bahkan pemahaman agama telah membuat pelaku poligami yaqin bahwa apa yang dilakukan sudah benar tanpa menghiraukan perasaan istri yang selama ini memberikan anak-anak terbaik
Ditulis oleh seorang “laki-laki”?! Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain “two-thumbs” dan salut.
[nb: jika laki-laki bisa ber-poligami, kenapa wanita tidak bisa ber-poliandri?! (maaf, ini cuma sebatas uneg-uneg seorang anak terhadap para pemain poligami)]
Ini bukan untuk menanggapi, tetapi untuk mempertegas bahwa Poligami memang haram. Alasan sederhananya, bahwa ayat al-Qur’an yang banyak disebut sebagai alasan pembolehannya, adalah turun pada tahun ke-8 Hijriyah. Artinya, ayat dimaksud untuk membatasi istri-istri para sahabat yang bersaing dengan Nabi Muhammad Saw. dan ternyata setelah ayat dimaksud turun, Nabi pun tidak pernah menikah lagi dan bahkan para sahabat yang akan berpoligami dilarang oleh Nabi (contohnya, Ali r.a., dan yang punya istri lebih dari empat disuruh menceraikan. Perintah nikah pun, hanya untuk yang belum punya istri, bukan untuk yang sudah punya istri (poligami).
Untuk selanjutnya, silakan para saudaraku membuka website MyQuran.com, saya di web tersebut membuka wacana mengenai hukum poligami pada topik aqidah dan fikih. Namun, moderatornya mayoritas “PENCINTA POLIGAMI” akhirnya diskusi terkesan seperti dengan anak kecil. Tks.
iya lah, realita poligami sekarang kan banyak hanya untuk melegalkan kepuasan syahwatnya aja. Rasulullah aja marah waktu mantunya Ali mau poligami,,,,,,,,
Astagfirullah, Saya tidak menyangka ada seorang kyai/ulama yang berfatwa mengharamkan poligami, padahal Allah dan Rosulnya menghalalkan, ingat apa yang telah dilakukan oleh Rosulullah adalah yang terbaik untuk umatnya. Dan Rosulullah adalah suri tauladan yang baik. Lalu bagaimana dengan Kyai/Ulama yang bertentangan dengan Rosulullah maka saya memilih Rosullullah sebagai suri tauladan supaya selamat dunia akhirat.
“...Sementara sudah jadi rahasia umum kalau ikhwan partai ini lazim melaksanakan praktek poligami dengan tujuan untuk perluasan dakwah Islam.”
Walah! Saya baru tahu nih. Udah jadi rahasia umum? Sementara banyak kegiatan kemanusiaan Kristen (bagi-bagi mie instan) dicap kristenisasi, ini lewat lembaga pernikahan oleh partai?
Saya sangat setuju dengan faham monogami. Namun ada baiknya kita berpikir ulang untuk mengungkapkan pendapat ini, cukup dalam hati saja. Kita tidak pernah tahu suatu saat kita akan jadi apa? semoga penulis tidak diuji oleh Allah dengan tantangan berMonogami!
Saya seorang Muslim, dalam pemikiran saya monogami itu jalan yang sudah dipilih Allah yang harus kita hormati. Kita tidak pernah tahu hari esok kita. Memang, jika kita berpikir lebih dalam, poligami itu bagian keakuan laki2 yang mau menang sendiri. Namun ada point-point yang harus kita hormati bahwa itu suatu kodrat ilahi.
Kita pun harusnya menyadari, bukannya padangan monogami tidak ada sisi negatifnya. Ada banyak sisi negatif dari pandangan monogami. Namun dalam tulisan singkat ini tidak bisa saya sebutkan.
Jadi sebaiknya dalam mengungkapkan pendapat itu, pikirkanlah dahulu masak masak. Apakah benar kita menulis dengan tujuan perbaikan pandangan orang, atau sekedar membenarkan pemikiran kita sendiri. Semoga dapat menjadi berkah bagi kita semua!
SAYA SANGAT SETUJU DENGAN POLIGAMI DALAM ISLAM.KARENA KALAU KITA LIHAT PERTUMBUHAN PENDUDUK, JUMLAH KELAHIRAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PERMPUAN ITU JAUH, PERBANDINGANNYA 1 KELAHIRAN LAKI-LAKI 6 PEREMPUAN, JADI KALAU KITA LAKI-LAKI CUMA NIKAH SATU ORANG SAJA LANTAS YANG LAIN MAU DI KEMANAKAN....?? DAN POLIGAMI ITU KAN DI CONTOHKAN OLEH NABI KITA KHAN...?? JADI KALAU ADA SEORANG KIAI/APA KEK YANG MENGHARAMKAM POLIGAMI WAH BERARTI SECARA TIDAK LANGSUNG DIA JUGA MENYALAHKAN NABI KITA DOOONGGG.......?
Harus diakui bahwa buku Cahyadi T ini merupakan karya yang cukup obyektif mengangkat kondisi riil masyarakat kita. persoalan poligami sejak dulu tetap menuai silang pendapat (khilafiah). cara yang bijak adalah dengan seobyektif mungkin melihat sirah dan praktek Nabi dalam berpoligami. coba buka kembali buku sejarah Nabi yang ada, bahwa Nabi mempraktekkan poligami setelah wafat Khadijah al-Kubra. ini menunjukkan bahwa Nabi hidup dengan satu istri sampai Khadijah wafat.setelah itu, Nabi berpoligami dengan janda-janda Sahabat yang gugur di medan perang.hanya Aisyah yang masih perawan
lalu pertanyaannya sekarang, berapa banyak laki-laki di masa kini yang berpoligami memilih janda tua sebagai istri kedua, ketiga, atau keempat?dengan niat mengangkat status sosial ekonomi si janda dan bukan niat sexual semata?thanks.
Membaca artikel tersebut, sebagai laki-laki hati saya miris, sedih, bingung dll. kenapa? wanita kok egois banget sama kaumnya sendiri, nggak mau berbagi, mau enaknya sendiri. Wanita yang lahir lebih banyak dari laki-laki. jadi kalo dipasangkan satu:satu, lantas wanita lain kebagian apa??? mereka kebagian kalo ada laki-laki yang selingkuh?? wah ini merendahkan martabat wanita...dan yang merendahkan adalah wanita juga....kaciaaaan. ana nggak bakalan terima.Kaum mama gua direndahkan..saya siap angkat senjata buat lawan yang anti poligami.
Mohon maaf kalau pendapatku ini salah, karena kebenaran itu hanya datang dari Allah, dan saya sebagai ciptaaNya tidak mungkin bisa mencapai nalarNya. Menurut pemahaman saya, Poligami adalah sebagai solusi dari berbagai ragam problematika kehidupan. Memang kalo kita pake perasaan, apalagi kalau menayakan langsung kepada pihak istri, maka jawabannya adalah TIDAK. Tetapi alqurán itu bukan dijawab dengan perasaan, tapi harus dijawab dengan keimanan.
Misalkan ada suatu kasus, seorang istri tidak bisa memberikan keturunan, atau karena suatu penyakit maka dia tidak bisa melayani sang suami lagi, maka Tuhan telah memberikan solusi dengan menghalalkan berpoligami. Tetapi ingat itu adalah salah satu kran solusi yang ditawarkan oleh Alqurán. Dan jika kita lihat realitas kehidupan, dimana semakin maraknya pelacuran, perselingkuhan, dan tetek bengek kerusakan masyarakat yang lain yang berujung pada penyimpangan penyaluran birahi manusia, adalah tidak mustahil, Poligami dijadikan solusi untuk penyakit masyarakat seperti ini. Dengan perpoligami maka akan amanlah istri yang dirumah akibat bahaya sex bebas, dan akan terlindungi juga wanita-wanita yang pada fitrahnya harus menikah dan mempunyai pendamping hidup, mengingat terlalu banyaknya jumlah wanita dubanding laki2.
Tentunya ini adalah pemahaman yang sangat dangkal, tapi mudah-mudahan ini merupakan wujud dari kesadaran akan lemahnya saya sebagai makhlukNya. Terima kasih
Memang, poligami kalo dilihat secara hukum an sich memang sah-sah aja. namun hukum itu sendiri ada yang melatarbelakanginya, filosofi hukum, sosiologi hukum, dll yang mestinya bisa dijadikan pembelajaran. jangan sampai hukum itu menjadi pembenar bagi kepuasan nafsu.
Bagi saya, satu istri plus anak-anak aja udah repot bukan main, terlebih untuk senantiasa tuma’ninah cinta pada Allah. kalau istri dua, tiga, atau empat, kapan ingatnya pada Allah. Beda kita sama Nabi. Kalau merasa mampu berbuat adil, silakan… tapi pikir dalam2 sebelumnya. Ingat sabda Nabi : Pikirlah dahulu akibatnya sebelum berbuat....
wa’alaikum.. teriring salam semoga alloh yang maha kasih dan penyayang berkenan menunjuki anda dan rekan2 anda kembali kepada Nur Nya.. semoga hidayahnya kembali kepada anda. ketahuilah.. tidak ada yang salah dengan quran dan sunnah, yang salah justru paradigma kita memandangnya.
bagaimanapun juga nalar kita tidak akan menjangkau apa yang dimaksudkan yang maha pencipta.... untuk itu bagi mereka yang ingin berpoligami dengan dasar atau alasan apapun (sunah dsb) pemikiran boleh itu hanyalah pembenar… karena jika kita telusuri terus sampai pada titik penghabisan Tuhan tidak akan pernah punya niat menyakiti atau menjerumuskan manusia ciptaaNYA sendiri. sebagai manusia seiklas apapun pasti punya rasa sakit hati atas tindakan suami berpoligami.....
Komentar Masuk (55)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)