Krisis Ekonomi Global: Sedang Mencari Sintesis, Bukan Sistem Alternatif
Oleh Malja Abror
Di sinilah tantangan bagi para akademisi dan praktisi ekonomi syari’ah untuk membuat teori, rekomendasi kebijakan, dan institusi ekonomi yang dapat diterapkan dalam sistem perekonomian yang masih bercampur antara praktik syari’ah dan praktik konvensional. Kebanyakan teori ekonomi syari’ah sekarang ini masih dibangun dengan asumsi bahwa setting yang ada adalah sepenuhnya islami yang tidak mengandung riba di dalamnya. Asumsi ini sangat tidak realistis dan akibatnya teori-teori tersebut tidak bisa digunakan sebagai alat untuk menganalisis realitas yang ada.
Komentar
justru dari ideologi kapitalis inilah sehingga ekonomi kapitalis yg harus diberlakukan, dan ekonomi islam hanya sebagai tumbal atau alternatif jika hanya menguntungkan kapitalis. tetapi jika ideologi islam yg diberlakukan maka aturan ekonomi syariah sangat mudah diterapkan, jd bukan ekonominya syariah yg diterapkan ttp ideologi islam dulu.
bisa aja mas ulil ni, hehe..
sebenarnya bukannya tidak berimbang. namun tidak menjalankan dengan sepenuh hati.. masih kurang berani.. takut rugi kalau memberdayakan koperasi dan sejenisnya. banyak bank sekarang masih mendukung perusahaan2 besar. dengan dalih untung. mereka tidak mau rugi.
sistem ekonomi islam jelas memberdayakan masyarakat lemah dengan memberdayakannya. jelas kemana uang modal itu digunakan dengan pengawasannya. itu konsepnya. kalau bank konvensional kan enggak. mau digunakan kemana terserah, yang penting ada untungnya.
cobalah dipahami lagi hukum2 islam dan lihat kembali apa kendalanya.
semoga anda mengerti.. trims
Sungguh biadab pemikiran Joseph Schumpeter, krisis yg berulang dikatakan “Creative Destruction”. Perusahaan bangkrut, jutaan orang hrs menganggur, ekonomi real mandeg, dll. semua itu membuktikan bahwa sistem Kapitalisme-Sekular memiliki sifat “Self Desctructive”, hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Joseph Schumpeter dgn istilah membius “Creative Destruction”.
Betapa gilanya bila krisis hrs terus dialami umat manusia hingga kiamat, dimana rasa aman dan kebahagiaan dlm hidup di dunia ketika setiap dekade/kurun tertentu hrs siap menghadapi ledakan krisis? Bukankah telah nyata bahwa Kapitalisme-Liberal itu membunuh para penerima, pengemban dan pengamal sistem tsb?
Bagaimana mungkin Islam memiliki kelemahan di tataran praktik, Khilafah telah membuktikan selama +/- 13 abad mengamalkan Sistem Ekonomi Islam, negara adidaya itu makmur, dan hancurnya negara adidaya itu bukan karena krisis ekonomi seperti yg dialami USA, hancurnya negara itu ketika menerima, mengamalkan dan mengemban sistem2 non-Islam: Sekularisme, Kapitalisme, Demokrasi dll. Bagaimana mungkin dpt berkata Islam memiliki kelemahan di tataran praktik, terapkan dulu Sistem Ekonomi Islam dalam kerangka Khilafah, buktikan bila sistem Islam dpt kewalahan di segi tataran praktik dan rawan krisis seperti Kapitalisme?
Solusi: kembali ke sistem Ekonomi Islam dlm Kerangka khilafah, hanya itulah solusi satu2-nya, bila menikahkan Sistem Kapitalisme dgn Ekonomi Syariah, krisis tetap berulang karena “Kapitalisme lah biang krisis”, Capitalism has Self Destructive for all.
Ambil baiknya ajalah…
Gk usah ada justifikasi apalagi memaksakan kehendak. Islam kan kapitalis juga..
saya sebagai umat islam, hanya menyarankan kembali lah kita kepada kata2 ketika ayat pertama kali Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, “Iqra” adlah kata2 pertama kali diucapkan Malikat Jibril kpd Nabi Muhammad. Nah “bacalah” itulah yg hrs kita lakukan. Dgn membaca kita mendapat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan yg dapat menyelesaikan semua masalah kita. Tapi sebenarnya Ilmu pengetahuan juga dari Allah swt, sumbernya dari Allah swt kembalinya juga ke Allah.
Agama tidak bisa dipisahkan dengan ilmu pengetahuan, karena bila dipisah seperti sekaranglah permasalahan2 dunia ini.
kalo ditanya Ideologi apa yg membuat negara Eropa Amerika dan Australia serta Jepang menjadi makmur sejahtera ? tentunya Kapitalis dan LIBERALISME.Trus apa yg membuat 90 % negara muslim miskin ? apa krn agamanya atau manusia nya ? Untuk itu Ayo mari kita Iqra karena untuk menggapai akhirat kita hrs melalui dunia, pertanyaanya dunia yg mana hrs kita raih, dunia yg miskin, papa, atau biar aja kita miskin asal masuk surga. Atau dunia yg sejahtera. lagian apa mungkin sdg didunia aja kita miskin, apa lg mau bahagia di akhirat. saudaraku seagama mari kejar dunia kejar ilmu pengetahuan yg bisa membuat kita makmur sejahtera bukan seperti sekarang ini hanya bisa jd penonton di bodoh2 hi oleh kekuatan Global. Kasian kita ini, ntah sampai kapan pikiran kita mau berubah....wallahu’alam bisawab…
Tataran Konsep dan Praktek Ekonomi, jika tidak dihubungkan dengan Kualitas Sistem Total Negara-Bangsa dan Kualitas Ahlak Bangsa tersebut, maka tetap akan Hancur dan Musnah Sesuai janji Allah SWT, Jadi Pencapaian Kemakmuran, kesejahteraan, apapun Sistemnya Baik Syariah Atau Apapun Model Istilahnya akan mudah dicapai Jika Kualitas Ahlak dan Sistem Negara Bangsa Baik. Ini Sunatullah dan SUMPAH ALLAH SWT.
Hanya ada yang Membedakan Sistem Syariah dengan yang lainnya adalah AQIDAH. Lebih Jelasnya adalah : Keseluruhan Surat Wal Asyri. Semua Akan Rugi/Musnah kecuali????.........
Dunia ini akan selesai damai-sejahtera dan tanpa Konplik, hanya dengan setiap penduduk bumi mengamalkan Surat Wal Asyri (Demi Waktu).
Ketidak tercapaian Tujuan Umat Manusia ini karena sebab ; Umat Bumi ini SERAKAH!!!! Titik. Tidak Perlu Lagi Argumen Sistem Ekonomi Apapun.
Pada tataran praktekpun ekonomi Islam bisa diterapkan, syaratnya :"melakukannya dengan sungguh-sungguh”, selama ini dirasa belum mampu pada tataran praktek ini disebabkan para pencetus ekonomi Islam khususnya praktisi perbankan Islam masih bermain mata dengan mengadopsi sistem riba, jika para praktisi ekonomi Islam sudah benar-benar menjalankan dengan sungguh-sungguh, pasti apa yang pernah dicapai pada jaman ke khilafahan Islam akan terulang, yakni kejayaan ekonomi yang tak tertandingi.
Komentar Masuk (27)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)