Klipping,
31/07/2003

Prof. Mark Juergensmayer: “Sekularisme Seharusnya Sejalan Dengan Religiusitas”

Oleh Redaksi

Datang ke Indonesia atas undangan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Islam Negeri, Jakarta, dan Netherlands Cooperation in Islamic Studies, peraih penghargaan National Grawemeyer Award itu didaulat sebagai pembicara dalam seminar internasional tentang ‘Gerakan Islam Militan di Asia Tenggara’.

31/07/2003 07:34 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (3)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Saya sebenarnya ingin tertawa mendengar kata-kata USA Setan Besar. Dan tanggapan saya tentang komentar di atas: Mungkin Profesor Mark kurang begitu memahami iman Kristiani jika Anda ditempeleng muka kanan Anda maka berilah muka kiri Anda. Saya tidak ingin mengomentari masalah iman kristiani, tapi saya rasa tidak ada doktrin masalah perang dalam agama Kristen. Saya mempelajari sedikit masalah agama Kristen. Sedangkan Islam ada ajaran Jihad, bagi Barat jihad berarti perang. Itu yang membuat orang Islam tertawa dengan ketakutan orang barat terhadap Jihad. Hingga takutnya USA membabi buta menyerang siapa saja yang menyerukan Jihad. Apakah ini yang namanya kebodohan intelektual Barat?

Islam Under Attack? Memang Dunia Islam selalu ditekan USA & Barat. Jadi saya rasa terorisme yang sebenarnya adalah Amerika Serikat dan konco-konconya.

Sekularisme VS Islam. Itu yang harus dibahas. JIL hati-hati jangan-jangan JIL terjebak metode Barat dengan jaring sekularisme & nasionalisme.

Semoga tidak.

#1. Dikirim oleh Andi Tedjasukmana  pada  12/08   04:08 AM

Saya sebenarnya merasa perihatin dan merasa cemas akan realitas hidup beragama bangsa Indonesia. Permasalahan ritus, permasalah keyakinan membawa ke jurang perpecahan yang ujungnya timbul fanatisme beragama yang sempit. Dalam Surat Paulus kepada jemaat di filipi mengatakan “Ia yang memulai pekerjaan yang baik akan diselesaikan pada akhir Yesus Kristus” pemaknaan akan diselesaikan merupakan realitas kongkrit bagaimana peranan dialog bagi penganut agama islam dan kristiani, perlu dipertegas kembali, visi dan misi ajaran, ritus, budaya, dan sejarah agamanya berdiri dan berevangelisasi. Maka dialog menjadi langkah tegas dan radikal bagi bersatuanya dua hati yang berbeda tetapi satu visi yakni kehidupan kekal abadi yang penuh kedamaian, sukacita, kebahagian, toleransi, cinta dan pengorbanan yang sejati demi persaudaraan yang otentik dan holistik.
——-

#2. Dikirim oleh yohanes baptista sutarno  pada  05/02   12:02 AM

kalau selama USA masih menyerang negera-negara islam dan mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina Maka Selama Itu juga ada kewajiban Jihad

ini berarti yang memulai adalah Amerika

Yang saya lihat Amerika adalah dajjal

“Seperti memberikan Air padahal adalah Api “

Ngomongnya untuk perdamaian tapi Untuk Peperaqngan

Allahuakbar

#3. Dikirim oleh saiful  pada  07/10   09:22 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?