Selamat Jalan Abed Al-Jabri: Obituari dari Seorang Santri
Oleh Irwan Masduqi
Di antara pelajaran berharga lain yang saya dapatkan dari al-Jabri adalah soal pentingnya memperhatikan spirit rasionalisme dan empirisisme yang diwariskan Ibn Rusyd, Ibn Khaldun, Ibn Hazm, al-Syathibi, dan lain-lain. Pemikiran-pemikiran Ibn Rusyd yang dianalisis al-Jabri tidak hanya menuntut saya menjadi muslim rasional, tetapi juga muslim pluralis yang sudi memungut kebenaran dari sumber mana pun. Keberatan Ibn Rusyd terhadap argumen-argumen teologis Asy’ariyan juga meruntuhkan fanatisme dan dogmatisme teologis saya.
Komentar
kembalilah ke agama Islam yang benar2 murni berdasar Al-quran dan As-sunah, bukan didasarkan pada kemampuan Rasional manusia pada saat ini, karna kemampuan Rasional manusia selalu berubah seiring perkembangan zaman.
innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Semoga Allah SWT melimpahkan pahala berlipat ganda bagi Abid al-Jabiri dan ijtihadnya dalam mencerahkan pemikiran agama. Artikel ini layak mendapatkan rating 5 bintang karena jelas ceritakan betapa ilusi negara Islam sama sekali tak punya dasar dalam perjalanan pemikiran Islam, dan seakan kembali terngiang joke tasawuf bahwa siapapun yang dikafirkan oleh lebih dari 41 orang dan dia tetap bersabar, tidak melakukan perlawanan, apalagi mengkafirkan maka dia sebenarnya adalah wali Allah swt. Klaim kebenaran sepihak yang mengandalkan klaim-klaim teologis dengan mengkafirkan pihak lain merupakan sikap beragama yang tidak dewasa dan menunjukkan tidak adanya sifat rendah hati (islam). Dan benar dekonstruksi adalah langkah yang harus diambil untuk mengkritisi setiap pemahaman yang kerap berbenturan dengan kekinian, historisitas setiap displin ilmu keislaman haruslah dikaji ulang.
Sy sangt menaruh hormat pada anda kaum pluralis, memang demikian adanya hidup di dunia , Sebagaimana penegak ukhuwah Islam yang rahmatan Lil Alamin itu sangat cocok, kita hrs mmbuka lebar2 toleransi beragama. Sangat menjunjung tinggi untuk menghormati keyakinan tapi sungguh tidak pantas bagi seorang muslim yang mencamper adukan aqidah. Pluralis bermasyarakat harus, tapi keyakinan yg menyangkut aqidah murtad. Maaf anda orang pintar jadi tolong liahat lagi bab yang membatalkan syhadat.
@ratmin : Alquran dan Assunnah hanya bisa dipahami dengan Rasional dan rasional itu berubah seiring dan sejalannya waktu, begitu juga tafsirnya harus seiring dan sejalan dengan jaman, kalo gak sejalan dengan jaman, alangkah tertinggalnya umat islam dalam memahami sesuatu yang baru. Islampun akan terjumudkan oleh dogma yang kaku, padahal islam agama yang luwes dan demokratis.
Rasional kitalah yang seharusnya diselaraskan dengan Alqur’an dan sunnah, bukan sebaliknya. Inilah cara berfikir yang rasional yang benar, kecuali bila anda memahami bahwa Alqur’an itu bukan wahyu dari Allah dan Rasul Muhammad tidak Ma’sum.
Terlalu banyak ustadz2 lugu di sini yang belum bisa menebak alur fikirmu itu lho Gus…Muslim KTP, Muslim warisan dan Muslimin lainnya, tentu tdk bisa menerima Muslim Mandiri dengan begitu mudahnya. Saya dan anak didik Anda lainnya (Lutfi Ihsani, Nuril Izza Muzaki dan sebagian aktivis LBM-PPL lainnya) mungkin juga awalnya risih.
Tidak hanya njenengan Gus! tapi teman-teman yang ada di eL-Sap (Lingkaran Santri Progresif) pun seperti yang njenengan rasakan.
yah kalau anda hanya menggunakan rasio saja dalam memahi kalamulloh (al quran and sunnah) pastilah anda akan sesat. kita harus ingat volume otak kita itu mungkin enggak sampai se ons mas. pahamilah kalamulloh ini sebagaimana telah diajarkan oleh rasululloh, para sahabat, tabiit,tabiin, dan para ulama sholeh lainnya. mereka telah teruji kebenaran pemahamannya tentang din islam ini. pluralisme dalam memahami keberadaan kelompok lain is oke but dalam kebenaran aqidah no. innadina indallohilislam…
Terkadang logika diposisikan pada urutan teratas akan tetapi kadangkala pula berada pada urutan yang kedua setelah wahyu..ini berlaku ketika kita berbicara tentang hal-hal yang sudah dipatenkan oleh Allah Azza Wajalla sejak zaman para Anbiya…semisal persoalan ibadah.. berbicara mengenai ibadah memang sudah ada aturan-aturan yang mengikat sehingga tak boleh lagi diganggu gugat oleh manusia….
Ya namanya orang yang baru tahu luarnya saja, terus dapat yang lain dan tidak ada perbandingan yang baik ya maklum saja suatu waktu nanti sadar juga kalau nafas dikerongkongan, terlalu lama memendam kemiskinan mendekat ke kafiran apa lagi kemiskinan iman.
Asslmkm> warahmatullahi wabaraktuh
Allahu Akbar…!!!
Allahu Akbar…!!!
Allahu Akbar…!!!
Di akhir zaman kelak nanti, umat muslim di dunia yang fana ini akan meningkat, bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dari kualitas.
Namun kesatuan dan kesatuan umat islam akan mulai pecah, bukan karena intervensi KAFIRUN namun oleh dan sebab umat islam itu sendiri yakni golongan-golongan MUNAFIKIIIN dan golongan DOLALAH alias SESAT. . . . yah salah satunya JARINGAN ISLAM LIBERAL yang kerjanya truuusssssss dan menerus merongrong islam dari dalam ALIAS DURI DALAM DAGING dan cocoknya lagi MUSUH DALAM SELIMUT.
———TAUKAH KAMU APA GANJARAN GOLONGAN MUNAFIKIN..??? MEREKA AKAN DICAMPAKKAN KE DALAM NERAKA JAHANAM BERSAMA KAFIRUUUUUUN———-
.
naudzubillah min dzalik.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar…!!!
Allahu Akbar…!!!
Allahu Akbar…!!!
Komentar Masuk (11)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)