Prof. Dr. Tariq Ramadan: Semua Jenis Terorisme tidak Islami!
Oleh Redaksi
Setiap umat Islam tidak boleh lagi terpedaya oleh simbol-simbol yang berlagak seakan ingin menegakkan panji-panji Islam lewat kekerasan. Faktanya, aksi teror selalu saja merupakan horor atas kemanusian yang mestinya diselamatkan oleh watak kerahmatan Islam bagi alam. Sebab itu, umat Islam tak lain, mesti kritis atas klaim-klaim kalangan teroris, sekaligus tegas-tegas membuat jarak dengan mereka.
Komentar
Saya ingin menawarkan metode melihat fenomena munculnya terorisme atas nama Islam.
Dalam melihat fenomena ini hendaknya memahami kondisi umat Islam pada suatu kelompok atau pada suatu tempat. Tidak serta merta memakai kacamata global dalam melihat kondisi ini, karena kalau kacamata “ajaran Islam global” tentunya yang akan muncul adalah kacamata di mana posisi penulis (Tariq Ramadan) berada. Padahal, ajaran Islam sendiri memberi peluang dan ruang untuk ditafsirkan sesuai dengan kondisi dan tempat di mana seseorang itu berada. Kemungkinan pemahaman yang memunculkan aksi teror itu muncul karena kondisi dan situasi pelaku berada.
Di negara/tempat yang memungkinkan terjadinya peluang memperjuangkan Islam dengan kultural maka itulah metode yang dilakukan, yang memungkinkan secara struktural, itulah jalannya. Tetapi bagi saudara-saudara muslim yang berada di tengah situasi yang tidak memungkinkan perjuangan dengan model itu, dan menganggap bahwa perjuangan jenis -diklaim sebagai aksi teror- itu yang harus dilakukan, mungkin jalan itulah yang harus dilakukan.
Hal ini sejalan dengan perintah Rasulullah untuk membasmi kemungkaran dan kejahatan dengan tiga metode (al-yad, al-lisan, dan al-qalb). tergantung pada situasi mana kita berada.
Islam adalah agama yang di bangun dengan sebuah perjuangan, maka berjuang untuk menegakkan Islam sah-sah saja dengan cara apapun.
Melihat tanggapan saudara Anwar, saya yakin nabi akan menangis bila mengetahui pendapat seperti itu. Jika nabi sekarang masih hidup, saya yakin beliau akan mengatakan “tidak” untuk segala aksi terorisme, sekalipun dengan mengatasnamakan Islam.
Assalammualaikum.wr.wb,
Komentar saya utk mas Anwar cuman satu: apa iya? Apakah saudara, orang tua, anak atau istri Anda atau orang yang Anda kasihi sudah ada yg pernah tiba2x tewas terkena ledakan bom tanpa tahu juntrungannya? Mungkin belom ya, nanti kalau sudah mungkin pendapat Anda akan berbeda.
Wassalammualaikum.wr.wb
Muhammad Islam
——-
Komentar Masuk (4)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)