Wawancara,
04/09/2006

Endo Suanda: Seni Tidak Hanya Berfungsi untuk Tujuan yang Luhur

Oleh Redaksi

Keluasan dan komplekstitas ekspresi seni tidak semestinya dihukumi dan dininai dengan satu sisi sudut pandang saja. Sudut pandang agama saja, misalnya, tidaklah memadai untuk menentukan hitam-putihnya nilai kesenian. Mengapa demikian? Berikut paparan Endo Suanda, pakar etnomusikologi, tentang hubungan agama dan kesenian kepada Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (24/8, lalu.

04/09/2006 16:10 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

seni dalam tuhan yang berkesenian. seni merupakan citra tuhan itu sendiri. dunia diciptakan tuhan dengan penuh sentuhan seni yang begitu menggelora hingga tetesan ejakulasinya yang terakhir. alam merupakan proses terciptanya seni dan peradaban, seni selalu beriringan dengan manusia itu sendiri, salah satunya manusia merupakan hasil “pahatan” tuhan yang indah dan sempurna. alam merupakan hasil karya ketuhanan yang paling kompleks dengan cita rasa seni yang sangat mewah dan menawan. seni merupakan kisi-kisi kemanusiaan kita, proses hidup selalu dimulai dengan seni. SALAM BUDAYA!!!
——-

#1. Dikirim oleh DESKAMTORO  pada  17/09   06:09 PM

Sejak SMA Saya mondok di pesantren, bahkan ketika Saya kuliah dan mengambil jurusan seni Rupa saya tetap di pesantren, hal yang saya kagumi dari JIL adalah ulasan Asbabunuzul larangan membuat figur mahluk hidup sebagai obyek seni dan latar belakang sejarah seni budaya ‘Arab’yang begitu jelas, terimakasih dan selamat berkarya kawan..!

#2. Dikirim oleh Syafi'udin  pada  06/11   01:28 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?