Editorial,
27/09/2004

Sisi Liberal Abu Zayd

Oleh Novriantoni

Bagi Abu Zayd, menjadi liberal harus bermula dari level yang paling mikro: lingkungan keluarga. Tentu dia berharap akan iklim liberal pada level yang lebih makro. Ia memang sempat mengecap pengalaman pahit saat dikafirkan dan diharuskan bercerai dari di tanah kehalihirannya di Mesir. Namun Abu Zayd dan istri tercinta menegaskan dirinya tetap muslim, dan hijrah ke Leiden untuk mengajar di sana sejak 1996.

27/09/2004 02:22 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Bung Novriantoni, saya koq menemukan ketidakkonsistenan dalam tulisan Anda, yaitu pada alinea keempat. Pada alinea tersebut Anda menyebutkan Abu Zayd merasakan keharusan menjadi kepala keluarga, tetapi ia juga ia juga mengakui kehebatan Ibunya. saya tidak tahu apakah Abu Zayd yang tidak konsisten atau penyimpulan Anda yang sedikit kurang hati-hati. jika Abu Zayd ini memang seorang yang liberal, maka sehatusnya dia juga bisa mengakui peran ibunya yang begitu hebat menghidupi keluarganya itu adalah sebuah peran kepala keluarga. Ketika Abu Zayd melihat, menilai dan mengakui bahwa ibunya mampu menghidupi keluarganya, mampu menanggung tanggung jawab yang selama ini distereotypekan hanya sebagai peran besar laki-laki (saya pribadi tidak sepakat dengan paradigma ini) seharusnya sebagai seorang yang liberal, dalam arti menerima kesederajatan seluruh umat manusia, ia juga seharusnya bisa menerima kesederajatan pria dan wanita. dan itu berarti jika ia melihat ibunya mampu menjalankan peran yang selama ini dianggap hanya mampu dilakukan oleh laki-laki, Abu Zayd harusnya juga bisa mengakui bahwa ibunya, dan perempuan lain sebenarnya bisa menjadi kepala keluarga, dan ibunya saat itu sedang menjadi kepala keluarga. bukan justru, masih tetap menganggap dirinya kepala keluarga, saat ibunya sebenarnya sedang melakukan peran yang lebih besar darinya. saat gelar itu sebenarnya lebih pantas disandang ibunya bukan dirinya.  nah untuk ini, mohon penjelasan dari anda. bagaimana pemikiran Abu Zayd mengenai kesetaraan gender/kesetaraan perempuan-laki-laki. ataukah ini kekuranghati-hatian Anda? tulisan anda masih menunjukkan kecacatan dalam semangat liberal Abu Zayd, yaitu dalam masalah relasi gender.

#1. Dikirim oleh nuning  pada  05/10   02:10 AM

Bung Novriantoni, saya koq menemukan ketidakkonsistenan dalam tulisan Anda, yaitu pada alinea keempat. Pada alinea tersebut Anda menyebutkan Abu Zayd merasakan keharusan menjadi kepala keluarga, tetapi ia juga ia juga mengakui kehebatan Ibunya. saya tidak tahu apakah Abu Zayd yang tidak konsisten atau penyimpulan Anda yang sedikit kurang hati-hati. jika Abu Zayd ini memang seorang yang liberal, artinya dia juga bisa mengakui peran ibunya yang begitu hebat menghidupi keluarganya itu adalah sebuah peran kepala keluarga. Ketika Abu Zayd melihat, menilai dan mengakui bahwa ibunya mampu menghidupi keluarganya, mampu menanggung tanggung jawab yang selama ini distereotypekan hanya sebagai peran besar laki-laki (saya pribadi tidak sepakat dengan paradigma ini) seharusnya sebagai seorang yang liberal, dalam arti menerima kesederajatan seluruh umat manusia, ia juga seharusnya bisa menerima kesederajatan pria dan wanita. dan itu berarti jika ia melihat ibunya mampu menjalankan peran yang selama ini dianggap hanya mampu dilakukan oleh laki-laki, Abu Zayd harusnya juga bisa mengakui bahwa ibunya, dan perempuan lain sebenarnya bisa menjadi kepala keluarga. bukan justru, masih tetap menganggap dirinya kepala keluarga, saat ibunya sebenarnya sedang melakukan peran yang lebih besar darinya. saat gelar itu sebenarnya lebih pantas disandang ibunya bukan dirinya.  nah untuk ini, mohon penjelasan dari anda. bagaimana pemikiran Abu Zayd mengenai kesetaraan gender/kesetaraan perempuan-laki-laki. ataukah ini kekuranghati-hatian Anda? tulisan Anda masih menunjukkan kecacatan dalam semangat liberal Abu Zayd, utamanya dalam masalah relasi gender.
——-

#2. Dikirim oleh nuning hanum  pada  07/10   05:10 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?