Soekarno, Pelopor Islam Liberal Reportase Diskusi “Islam Liberal dalam Ajaran Soekarno”
Oleh Saidiman
Sayang, ungkap Soekarno, keberpihakan Kristen dan Islam kepada perempuan tidak lagi tampak dalam realitas kehidupan umat Kristen dan Islam. Ada jarak antara yang ideal dan faktual dalam pelbagai kehidupan dan pemikiran umat Islam. Dengan latar pemikran semacam itulah acapkali Soekarno menyebut Islam saat ini sebagai “Islam Sontoloyo” atau “Masyarakat Onta.”
Komentar
Lantas,
1)apa untungnya Soekarno masuk dalam kategori liberal?
2) Dari mana bpk Saidiman mendapatkan istilah “high Islam” untuk Islam Rasional yang modern dan “low Islam” untuk Islam Tradisional?
3) Apakah dengan modern harus meninggalkan tradisi yang nilainya rendah (low)?
4) Bukankah liberal itu bermakna “membebaslepaskan” orang untuk memilih antara tradisi atau modern atau kedua-duanya sekaligus?
anda memang bebas berpendapat, tapi kalau meadjustemend sesuatu harus lihat sejarah dong dan realitanya. juga jangan mengadopsi satu pendapat dari satu rowi aja, tapi harus dari banyak pakar yang benar2 faham dengan masalah itu. ALLOH SWT berfirman: fasaluuu ahla ddzikri in kuntuun laa ta<lamuun. lafad ahlad dzikri itu bukan satu orang aja, tapi itu lafad yang bermakna jama< yang memuat banyak kalangan yang di situ memang benar2 tau dengan itu. islam itu agama yang mengangkat derajat wanita . bahkan alloh swt memulyakan makhluknya atau merendahkannya kecuali dengan taqwa, dengan tanpa membedakan jenis kelaminnya.
Saya sependapat bahwa Bung Karno adalah salah seorang pembela Islam yang bagi saya tdk diragukan lagi komitmennya. Tentu pandangan ke Islaman beliau sejalan dengan lebih kurangnya Islam Liberal sekarang ini. Beliau sangat tdk kompatibel dg pemahaman Islam ala Masyumi, apalagi dengan Islam ala Wahabi yang sekarang ini sedang getol2nya disebarkan oleh Kerajaan Saudi Arabia, dan mendapat banyak pendukung di Indonesia. Saya berkeyakinan pandangan Islam Bung Karno puluhan tahun lalu cukup mewakili kegelisahan sebagian kaum muslimin atas demikian dominannya corak Islam tradisional dengan pendekatan literal fikihnya yang faktanya juga mencitrakan kemunduran cara pandang terhadap perubahan dunia yang didominasi pandangan sekuler rasionalistik dg ciri kemajuan sains teknologi yang sangat pesat. Saya percaya tawaran bahkan paksaan kembali ke Islam tradisional seperti marak ahir2 ini (HTI, Islam Brotherhood, Salafiyah dsb. bahkan Talibanisme) justru akan mencederai citra Islam itu sendiri dan bukan tawaran yang rasional, cerdas dan realistik dalam bersama2 penganut agama lain utk memperbaiki dunia ini dengan semangat kebersamaan, bukan semangat konflik dan meniadakan. Disini diperlukan tawaran cerdas dan konseptual dari para ulama dan ilmuwan muslimin. Pandangan Bung Karno tentang Islam saya fikir masih sangat relevan , paling tidak mengcounter arus pemahaman Islam di Indonesia sekarang ini yang cenderung diwarnai Wahabisme (bagi saya pribadi sangat tidak mencerahkan bagi kemajuan peradaban ke depan). Wallahu’alam.
Salam…
Kalau liberal diartikan sebagai pembebasan dan pencerahan, maka Muhammad sang nabi adalah liberal. Kalau nasionalis diartikan sebagai wujud kecintaan kepada tanah air dengan kemauan untuk hidup berdampingan secara damai dengan segenap warga negara (yahudi, nasrani, dll di Madinah waktu itu), maka Muhammad sang rasul adalah nasionalis.
Jadi sebagai ummat Muhammad saya harus menjadi muslim yang liberal. Dan sebagai warga negara Indonesia yang karena keterikatan sejarah telah sama2 hidup menderita, maka saya sabar dan rela hidup berdampingan secara damai dengan saudara sebangsa setanah air, apapun suku bangsa dan agamanya, maka saya adalah seorang nasionalis.
Karena agama dimensinya dunia dan akhirat (saiddun fiddunya wasaiddun filakhirat), sementara politik dimensinya hanya dunia, maka saya seorang muslim yang sekuler.
Wassalam ......................
salam pekenalan..
bagaimana cara nya agar dapat bergabung pada organisasi ini?
terimakasih sebelumnya
wassalm
indonesia lahir bukan krn agma tetpi karena ke-bhinekaan,dari kemajemukan itulah bangsa&negara;ini didirikan,bukan karena manusia beragama tetapi karena manusia berspiritualitas.setiap masyarakt dinegara ini bertanggungjawab bukan karena agamanya tetapi karena kebinekaanya dalam kebersamaan berbangs&bernegara;.l
Saya melihat masarakat Amerika yang plural yang terdiri dari macam macam orang2 immigrasi yang datang ke Amerika dgn bermacam agama dan budaya, sama dengan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau2, budaya2 , agama dan bahasa.
Kalau lah sistem negara Indonsia ini dijadikan sistem satu agama,misalnya agama islam, sudah tentu agama2 lain akan menentangnya.
Jadi bpk2 kita terutama, Bung Karno mempunyai inspirasi bagaimana menyatukan bangsa yang plural ini. Tidak lain adalah dgn Panca sila yang sumbernya dari kitab suci, Al quran.
Justice for all,Liberty, non discrimination, and prosperity for all.
Jadi pemahaman Islam yang cocok adalah Islam yang berpaham luas, tidak sempit atau fundamentalism.
Tapi adalah Islam berpaham Liberal yang progresiv, toleransi dan modern
Bungh Karno adalah pembawa Islam yang Liberal sesungguhnya.
http://www.islamliberal.net/
kenapa anda bisa menyebutkan islam tradisional?
apakah Rosukl pernah mengatakan bahwasanya yang Beliau sebarkan adalah Islam tradisional dan nantinya akan ada Islam modern?
mengenai bung karno. tolong anda semua mempelajari sejarah bung karno lebih baik lagi dan dari berbagai sumber. cari tahu dahulu kenapa bung karno mempunyai pemikiran yang seperti itu!
ada tiga hal knapa Barat menjadi liberal-Sekuler ?
1.History Traumatic (coz religion<christinyty> more dominat) 2. Texk Bible Problem 3. Theology Christinity Poblem. dasar inilah yang menjadi jalan hidup Barat. sedangkan kita (timur) memiliki keseimbangan dlam persoaalan dunia-akhirat.
Sebuah atau banyak “kata” yang terpikirkan oleh manusia berasal dari “setitik” dari “takhingga titik-titik” sunnatulloh yang akan melandasai kemanakan kekuatan sebuah hukum alam akan melangkah. Jika hukum alam bergerak kearah kiri maka dia akan berlawanan dengan arah jarum jam yang berputar ke kanan...dan yang berputar ke kanan tersebut adalah; menafsirkan kata-kata dengan isi kepala saja, yang berbekal referensi segmentatif.
Bukalah pintu hatimu walau ia tak berpalang pintu...tutuplah pintu pusarmu walau itu sudah tertutup...dan buka tutuplah lubang-lubang yang ada di tubuhmu sesuai harmonisasi hukum yang mereka punyai. Bacalah fenomena hidup dan kehidupan atas nama “SANG PENCIPTA”
Sejarah hidup Soekarno sangat menarik didiskusikan. Karena pendidikan yg beliau tempuh sudah melampaui zaman dan masyarakatnya sendiri. Pembaca tentu tahu tentang sejarah Soekarno dalam perspektif masing. Tentang keberagamaan beliau, beliau ini dalam buku 40 masalah agama karya KH. Siradjuddin Abbas dikatakan berpaham Panthesmus. Hal ini dikutip dari pernyataan beliau ketika menerima gelar Doctor Honoris Causa tgl 3 Agustus 1965. Namun Setelah penulis membaca artikel di atas, Pak Yudi Latif berpendapat bhw Soekarno berpaham keagamaan liberal. Bisakah liberalism dikawinkan dg paham Wihdatul Wujud tadi?. Ya kebenaran pendapat bersifat relatif. Saya sepakat dg pendapat yg pertama krn KH. Siradjuddin Abbas sezaman dg Soekarno. Namun bisa saja saya salah memilih
Kesadaran yang perlu di tanamkan adalah kebersamaan dalam kemajemukan/pluralitas, pemahaman tentang suatu konsep yang kita pahami harus bisa membawa suatu perubahan terhadap masalah umat yang sangat mengharapkan perubahan dalam hal pemikiran,ini sebetulnya harus banyak yang mendukung guna suksesnya suatu pemikiran,coba kalau kita bersama2 dukung tentang inklusifisme tentang gagasan2 yang sangat mendobrak kemajuan islam.Bukankah kalau begitu konsep dan nilai Islam akan kita rasakan kemaslahatannya.sehinga sebutan” Islam shalihun likulli zaman wamakan”,konsep islam akan sesuai dengan situasi waktu dan tempat.Akan di rasakan oleh kita semua.
..lihatlah India, walaupun mayoritas Hindu, tetapi tetap merupakan negara sekuler, (mungkin) karena India itu konsisten dalam hal menghormati keberadaan agama-agama lain di dalam negaranya. (mengingat semakin liarnya paham wahabi merasuk di bumi pertiwi ini)semoga Indonesia juga mampu menjadi negara yang tetap konsisten dalam hal menghormati keberadaan agama-agama dan umat-umatnya dengan pola sekuler (yaitu tidak menyusupkan unsur2 dari segolongan agama saja ke dalam peraturan pemerintah yang memiliki kontak langsung serta berdampak langsung bagi masyarakat yang majemuk ini)
soekarno pro monogami sambil berpoligami. A Hassan bermonogami walau pro poligami. Kita, selaras sebuah adagium Arab: Unszur ma qoola wa laa tanszur man qoola. Dengar omongannya abaikan orangnya. Selamat memunguti hikmah yang tercecer dengan berobyektif ria… tanpa tendensi.
Kalo membaca tulisan - tulisan Soekarno, di Bawah Bendera Revolusi, yang banyak juga dikutip judulnya di artikel ini. Memanglah pikiran beliau, pada saat itu, hingga sekarang sekalipun saya anggap, mempunyai visi yang maju untuk perkembangan manusia. Bagi dari sisi keagamaan, sosial, budaya, ekonomi. Agama bagi Soekarno, bukanlah hantu yang selalu menakuti, menakuti anak - anak kecil,tapi kata beliau Islam is Progress, berkembang Islam itu. Seiring berkembangnya kehidupan manusia.
Komentar Masuk (15)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)