Kolom,
02/12/2001

Suara Hati dan Fitrah Manusia

Oleh Budhy Munawar-Rachman

Islam menyebut bahwa melalui hati inilah manusia menemukan kesadaran ketuhanannya—yang nantinya akan mempunyai segi konsekuensial pada kesadaran moral dan sosialnya. Kesadaran yang disebut ketakwaan ini tumbuh dalam hati; sebaliknya dosa dan kekafiran juga berkembang dalam hati.

02/12/2001 22:04 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (4)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

ya, betul,
kalo Fitrah itu suci, Fitrah itu Potensi,
Kita dapat mengkaitkanya dengan teori motivas, pendidikan, sehingga kita dapat memberikan masukan pada jiwa-jiwa insan menjadi insan yg kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas, dengan hasil berkualitas walaupun kita lemasss… he he,

aku lg buat buku ” MENEBAR FITRAH MENUAI BERKAH”
SIAPA YG MAU MENERBITKAN YA

#1. Dikirim oleh wahyudi Haimawan  pada  10/06   03:52 AM

Kalo hanya didasarkan pada fitrah, saya kira belum tentu akan masuk syurga? kerna semua manusia dilahirkan atas dasar fitrah tanpa mengira apa agama mereka. Apakah fitrah udah bermaksud beriman? Tidak perlukah lagi manusia untok beriman! Apakah dengan fitrah udah boleh masuk syurga? jika begitu, udah tentu semua manusia yang baik akan masuk syurga! saya bingung tentang ini. Apakah kita tidak perlu lagi kepada Islam, dan menyatakan iman kepada Allah lagi?

#2. Dikirim oleh Fuzi Rahman  pada  06/05   12:17 PM

pada view saya, suara hati adalah istilah yang keliru kerana ada pihak yang mengatakan ia hasil dari asma’ Allah yang 99 itu yang dimasukkan Allah di dalam diri insan. bagaimana ini mungkin! kalau ia hanyalah potensi seperti fitrah, insan tidak boleh mengamalkan 99 nama tersebut kerana hanya sebahagian sahaja kerana ada nama yang tidak boleh dipraktikkan seperti al-mumit, al-muhyi, al-muntaqim, al-jabbar dan banyak lagi kerana nama-nama itu adalah hasil dari sifat-sifat yang khusus buat Dia sahaja. maka itu, kalo benar Allah ‘memasukkan’ ke dalam diri insan sebagai fitrahnya atau suara hatinya, maka Allah telah melakukan sesuatu yang sia-sia kerana ia tidak boleh diamalkan oleh insan sedangkan Allah Maha Suci daripada melakukan perbuatan yang sia-sia.

#3. Dikirim oleh fuzi rahman  pada  11/05   04:27 AM

Mungkin waktunya sudah pas, tapi lebih pas lagi penulisan ini, ada upaya dulu penjernihan hati ( pendekatan pd Nya ).Kemampuan menggapai pengetahuan Fitrah ta bisa dgn logika saja ,tapi hrs masuk ke wilyah yg lain dgn muatan ilmu,iman n ahlak yg diridhoiNya
dgn kwalitas Nur yg diperolehnya, hingga menggapai kejernihannya. Fitrah makin dalam diketahui makin jauh yg mau di dapat ..tak terhingga begitulah ciptaan Allah. ..Subhannallah.

#4. Dikirim oleh engkos kosasih  pada  27/01   03:05 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?