Ihsan Ali-Fauzi: Suicide Terrorism Lebih Dipicu Oleh Nasionalisme
Oleh Redaksi
Faktor pendorong utama terorisme bunuh diri (suicide terrorism) dalam kurun waktu 1980-2003, bukanlah fundamentalisme agama. Ia lebih didorong oleh spirit nasionalisme suatu kelompok masyarakat untuk mengusir orang yang mereka anggap menjajah ibu pertiwi mereka. Demikian hasil diskusi buku Dying To Win: The Strategic Logic of Suicide Terrorism karangan Robert Pape (2006) antara Jaringan Islam LIberal (JIL) dengan Ihsan Ali Fauzi, mahasiswa Ilmu Politik di Ohio State University Amerika Serikat, Kamis (5/10) lalu.
Komentar
argumen tentang suicide terrorism yg dikemukakan pape adalah dorongan yg bersifat materi, walaupun sepintas kelihatan seperti dorongan metaphisyc, yaitu semangat nasionalisme yg tidak dapat kita lihat secara kasat mata, tapi pada dasarnya ia adlah dorongan ,materi karena ia sebenarnya adalah rasa kepemilikan sebuah bangsa atau negara, tapi sampai pada tingkat tertentu ia mempercayai dorongan non-materi yg ada pada diri manusia. lalu bagaimana dengan gejala lain yg mendorong orang untuk mati seperti karena kecintaannya pada seorang kekasih?
Itu khan hanya pendapat seorang Pape saja. Apakah pernah ia menanyakan langsung para pelaku ataupun kerabat dekatnya? I’m not sure about it.
——-
“Banyak jalan menuju Roma” adalah satu pepatah yang menyesatkan banyak orang di dunia ini, ketika mereka mengkaitkan Roma dengan sorga. Interpretasi bahwa “Roma” sebagai “sorga,” sangat tidak Alkitabiah. Memang terasa sangat relevan kalau pepatah ini diangkat sebagai bahasa toleransi agama, dengan asumsi bahwa manusia bisa lewat agama apapun untuk menuju sorga. Tetapi Alkitab menyatakan dengan tegas bahwa Allah itu Esa, Jalannya-pun Esa (.Kis. 4:12; I Tim 2:5). Orang yang belum mengenal kebenara. Kristus tidak bisa mengerti pewahyuan ini. Padahal kebenaran wahyu bukanlan hasil spekulasi pikiran manusia, tetapi harusnya hanya diterima sebagaimana adanya dengan iman.
Kebenaran wahyu dalam Yohanes 14:6 mencakup tiga hal:
“Akulah jalan,” Yesus Kristus adalah Jalan (accsess) menuju Bapa di sorga. “Akulah Kebenaran” Ada banyak kebenaran, tetapi hanya ada satu Kebenaran Tertinggi, yaitu Yesus Kristus. “Akulah Hidup,” Melalui Yesus Kristus manusia memperoleh hidup kekal, yaitu kualitas hidup. Tumbuh-tumbuhan hidup, binatang juga hidup, tetapi hanya manusia yang memiliki kualitas hidup yang mencakup kekinian dan kekekalan masa yang akan datang. Orang percaya dapat hidup bersama dengan tumbuhan, binatang, dan sesama umat se-etnis dan sebangsa, tertapi kualitasnya ditentukan oleh apa yang dimiliki, yaitu nilai Kerajaan Allah yang kekal.
Renungkan: Semua sistem kepercayaan di dunia ini memiliki nilai moral, tetapi Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan yang telah ditentukan Allah untuk keampunan dosa manusia, melalui Dia kita diselamatkan. Amin!
Komentar Masuk (3)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)