Editorial,
01/12/2010

Sumiati dan Khadijah

Oleh Taufik Damas

Ada tokoh besar perempuan yang sangat berperan dalam menentukan perjalanan kerasulan Nabi Muhammad. Dialah Ibunda Khadijah yang salah satu peran pentingnya memastikan bahwa apa yang diterima oleh Nabi Muhammad adalah wahyu, bukan bisikan setan. Khadijah memastikan itu setelah berkonsultasi dengan sepupunya yang bernama Waraqah bin Nauval. Mengapa mereka jadi lupa peran besar Khadijah yang perempuan?!

01/12/2010 09:14 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (19)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamualaikum.
Aduh mas, akupun banyak bertanyatanya, kenapa yahh.
Disini budaya arab kalau bisa harus diikuti selengkap mungkin, untung kita mempunyai budaya baik dari sononya, kebanyakan kita maleslah ngikuti budaya arab itu. Dilain pihak kan nabi kita telah memberi contoh yang jelas, seperti Aisyah boleh ikut perang, kenapa saat ini kelakuan mereka (sebagian besar?/kecil?) buruk,mungkin budaya itu susah dirubah, makanya setelah nabi wafat, mereka berkelakuan sama lagi, kemudin selanjutnya aturanaturan disesuaikan dengan keinginan pribadi. Emang sih arang arab teh suka gede bohong na.
Wassalam

H. Bebey

#1. Dikirim oleh H.Bebey  pada  02/12   02:47 AM

Barangkali karena budaya buruk yg dipertahankan itulah maka al-qur’an menyebut arab sebagai “asyaddul kufra wanifaq” bayang Islam yang mengajarkan kesantunan dan keterbukaan tak membekas sama sekali pada budaya arab, maka jauhilah semua ideologi yang bersumber dari budaya arab.

#2. Dikirim oleh Abdurrahman Chudlori  pada  02/12   04:18 AM

Sebelum paparan diatas dan kejadian2 yang serupa itu disalah-artikan dan dijadikan bahan untuk menyudutkan Islam oleh orang-orang yang tidak paham ajaran Islam, maka perlu ditekankan bahwa kejadian yang demikian itu tidak berkaitan dengan Islam bahkan tidak juga berkaitan agama-agama manapun. Justru hal itu terjadi akibat orang jauh dari ajaran Islam, kebiadaban itu bisa terjadi di wilayah dengan komunitas Islam terbanyak sekalipun spt Timur Tengah, Malaysia, Indonesia. Islam adalah agama wahyu dari Allah yang disampaikan oleh Muhammad untuk menempatkan manusia pada posisi tertinggi kemanusiaannya, laki-laki maupun perempuan. Islam mengangkat harkat wanita, dan jika kita jeli maka pembatasan dalam Islam antara laki-laki dan perempuan, dan berbagai pelarangan sudah ada dalam koridor pemuliaan ini.

#3. Dikirim oleh Logika  pada  02/12   04:52 AM

Barang kali perlu penetrasi liberalisme di timteng…

#4. Dikirim oleh Guhtriyana  pada  02/12   08:00 AM

mas, katanya memihak minoritas, mana suaramu, ekonomi rakyat dikuasai minoritas dan menindas rakyat kecil mana pembelaannya sama masyarakat yang tertindas, seharusnya apa penyebabnya, hukumi para penindas, seorang anak kok merusak keluarganya sendiri dan bangga, anda bisa menyalahkan orang yang ilmunyadibawah anda, orang yang ilmunya diatas anda banyak, kalau mau membenarkan yang salah langsung sama orang yang ahlinya jangan cuma pernyataan dikoran, di TV kalau orang tau tata krama ya malu, ya kalau mau tau tentang ilmu yang jauh ya sama yang ahlinya.

#5. Dikirim oleh wachid  pada  03/12   07:01 AM

mungkin begitulah aslinya orang arab. berkeyakinan islam tapi berpikiran jahiliyah.

#6. Dikirim oleh nailul  pada  03/12   12:15 PM

astagfitullah halazim
jadi ini situsnya
ok ok
you may could make some people belief liberalism muslim but you can’t do it to me.
itu bukanlah kebiasaan arab atau yang lain yang pantas kalian hina sehingga kalian jadi jauh dari ALLAH SWT dan menganggap rendah Nabi Muhammad SAW.
semua hal itu terjadi karena mereka memaksakan kehendak mereka agar cepat dapat uang banyak dengan bekerja di luar negeri tanpa modal keteramilan bahasa yang baik.
coba kalian bayangkan jika kalian menyuruh pembantu kalian menyapu halaman, eh, dia malah bersiin wc yang telah bersih.
Atau dia anda suruh kepasar beli es malah beli ikan dia, terus uang kembalinya ditilep lagi, sangking pengennya mendapat unag banyak. Pasti anda akan marah dan kesal melihat tingkahnya, karena sudah terlalu sering diingatkan dia tak mau patuh, ya, terpaksa menggunakan cara keras karena jangankan mereka dan saya, anda juga punya batas kesabaran sehingga jadi khilaf dan lupa diri.
Memang sebagai manusia turut prihatin atas apa yang menimpanya, tapi itu tidak terjadi jika dia tidak mengikuti kehendak nafsunya, padahal dinegeri ini saja, masih ada peluang kerja dan usaha yang bisa di gali, atau dikembangkan lagi.
Maka dari itu, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. kita harusnya menggali potensi diri dan negeri ini seperti di sekolah saya,yang saat ini sedang hangat"nya mempraktekkan kwirausahaan walaupun jurusan kami adalah mesin. kami bangga menjadi pengusaha kecil di negri sendiri daripada harus mengemis mata uang negara lain. salah satu Hadist Nabi SAW menyebutkan “hendaknya Musilm melakuan wirausaha agar dapat membantu muslim lain yang belum bisa ber wirausaha.” Jadi tidak selayaknya koment dan aritkel seperti itu tertulis karena tiap manusia tidak luput dari kesalahan. semoga Anda-anda sekalian Paham maksud tulisan ini. Semoga Allah hanya memberi Rahmat hidayah, Rizki, dan karunianya, hanya kepada orang yang paham tulisan ini.
Oya, mengenai siti Khadijah, dia Meninggal sebelum Nabi SAW menerima kenabiannya, karena itu tulisan diatas tidak pantas (Kahdijah sebagai filter wahyu Rassul). Nabi Muhammad SAW memang ummi(tidakbisa membaca dan menulis), Tapi Beliau tidak sebodoh dan seceroboh ummatnya yang percaya dengan Liberaism dan sekularism yang notabene, orang yang pada sekolah. klo kalian ga mau hapus ya apa blh buat.
Hehehehehe
Assalamualaikum Warah matullahi wabarokatuh.

#7. Dikirim oleh Muhammad Miftahul Haq  pada  04/12   11:34 PM

Terlalu “kejam” jika mengaitkan kerapnya penganiayaan terhadap TKW di Saudi denga Islam. Betul, di sana terdapat Makkah dan Saudi sebagai lokasi awal llahir dan tumbuhnya agama Muhammad ini. Bahkan nabi Muhammad juga lahir di sana. Tapi jangan lupa lo, Abu Jahal dan Abu Lahb juga terlahir di sana…!

#8. Dikirim oleh zulfan syahansyah  pada  05/12   12:28 AM

Negara negara timur tengah yang oleh sebagian umat islam sering di jadikan sebagai “model” atau contoh atau rujukan, ternyata juga mengandung persoalan akut, klo boleh memakai istilah “kebobrokan”. Jadi menurut saya bilamana masih ada sebagian umat islam yang ngotot menjadikan islam sebagai negara/ideologi negara, perlu di kaji ulang pendapat/gagasan itu. Jelas jelas kita lihat ideologi islam ternyata juga tidak mampu menyelesaikan masalah, menurut saya yang awam ini, mungkin permasalahannya bukan di situ. di mana permasalahannya? bagaimana penyelesaiannya? itulah tugas kita sebagai bangsa, bukan cuma islam tapi semua komponen bangsa…......majulah Indonesiaku!!!!!!

#9. Dikirim oleh Kang Eddie  pada  05/12   03:08 AM

Jazirah arab pernah mengalami zaman jahiliyah yg akut. Maka diutuslah Rasulullah ke sana dengan membawa ajaran Islam untuk membebaskan umat jahiliyah itu ke dalam terang cahaya Allah. Setelah kepergian Rasulullah, bangsa2 Arab ini tidak begitu saja bisa meninggalkan ‘kejahilan’ dan ‘kejahiliyahan’ mereka.

Apa yang terjadi di arab saudi dan negara2 sekitarnya itu bukanlah hal baru, hanya saja mengambil bentuk yg berbeda. Bukankah dahulu ramai nabi dan rasul diturunkan kepada bangsa yahudi, dan bagaimana dikisahkan bangsa itu mengkhianati nabi dan rasul mereka sendiri? Peringatan itu sudah diulang2 dalam kitab suci Islam sendiri. Tetapi apa yg dilakukan oleh orang2 arab yg berbuat keji itu tidak lain adalah bentuk lain daripada pengkhianatan terhadap Rasul dan Allah sendiri.
Peringatan Allah kepada manusia selalu berulang, di lain tempat, di lain zaman, di lain situasi. Setelah semua kesenangan yg diberikan Allah, bangsa arab (sebagian dari mereka) masih ada juga yg mengkhianati nikmat yg kebaikan yg diberikanNya dengan menindas yg lemah. Ini bukan hal yg terjadi hanya di sana, tetapi merata di muka bumi.

Islam yg dicontohkan Nabi dan Rasul adalah islam yg menyatu dalam kehidupan dan makna yg sebenarnya, bukan Islam sebagai perangkat legalitas hukum yg sarat dengan bias kepentingan pribadi penguasa pemerintahan.

#10. Dikirim oleh kawan dari seberang  pada  09/12   12:25 AM

islam yes, arab? NO!!!, budaya mereka tidak sama dengan budaya kita. Jadi? mengapa harus tiru mereka? kita memiliki budaya-budaya lokal yang lebih arif dan menghormati sesama tanpa melihat status

#11. Dikirim oleh salmon  pada  12/12   04:25 AM

“Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang heran dan bertanya-tanya, mengapa kebiadaban seperti itu bisa terjadi di sebuah negara yang berasaskan Islam? Bukankah Islam sangat menghormati perempuan dan orang-orang lemah?”

Sebuah tesis yang aneh dan dangkal: wahai bung taufik, coba anda kembali ke zaman nabi saat beliau di madinah, berapa banyak orang berzina, membunuh, dan tindak krimal2 lainnya saat itu padahal saat itu adalah zaman yang benar2 diterapkannya syariat islam…….bukan syariat islam ala saudi arabia yang masih dalam proses pertumbuhan dan berbau fanatik mazhab “eksotis”

Kita ini harus melihat sisi manusianya bukan sisi islam tidak islamnya bung,,,nabi ajah dikritik karena membawakan pribadi manusia yang bisa salah. Saran saya belajr lagilah melihat segala sesuatu dengan bijak sebelum membuat tulisan “reportase” semacam ini.
Singkat kata, mari berjoget lagi

#12. Dikirim oleh numpang ho-o  pada  20/12   07:07 AM

Inilah potret kita orang islam,kita selalu mencari pembenaran.bukan hal buruk kalo ada hal buruk dlm rumah tangga kita diangkat dan didiskusikan.akan lebih menyakitkan kalau hal seperti ini dikomentari orng lain.kita tdk bs tutup mata bahwa hal sprt ini selalu dn selalu trjd di negri yg jelas” berideologi islm.kita tdk prnh dengar di jepang,hongkong,korea,taiwan trjd hal serupa,berarti ada yg salah dlm cara kita berislam kita selama ini,bahkan mungkin ada yg salah dg tafsir teks ayat dan hadis kita selama ini.sekali lg tdk prlu malu utk menuju islm yg sesungguhnya.

#13. Dikirim oleh Elmu'min  pada  29/12   12:06 AM

Apa solusi dari semua ini

#14. Dikirim oleh AL FATIH  pada  08/01   05:02 AM

buat P’ Moqshit en de geng, jika menurut anda semua agama itu(selain islam) benar dan akan masuk syurga, maka jika anda seorang muslim saya men-challenge anda untuk segera meninggalkan agama islam dan beralih ke agama lain yang menurut anda semuanya benar, saya men-challange anda untuk membuktikan teori2 anda, karena teori tanpa praktek adalah omong kosong, bagaimana beranikah anda ?

#15. Dikirim oleh abdillah  pada  02/03   09:58 AM

Islam yes! Arab NOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!

#16. Dikirim oleh rita  pada  12/04   11:20 AM

Islam menghargai wanita?????


islam justru merendahkan wanita,buktinya:


===istri boleh dipukul jika bantah suami terus/nuyuz


===istri akan dikutuk sampe pagi oleh malaikat,jika menolak ajakan sex suaminya


===islam menjadikan hampir seluruh tubuh wanita sebagai aurat,yang menyebabkan wanita sulit bergerak dan berpartisipasi dalam masyarakat.


Baru baru ini fifa melarang tim sepakbola wanita iran bertanding,sebab mereka ngotot tetap pake jilbab.

#17. Dikirim oleh bintang  pada  11/06   08:29 AM

I.Islam tidak merendahkan wanita
“Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku baik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971.Surga itu diibaratkan brada di bawah telapak kaki Ibu.
Memukul istri dengan alasan apapun tidak diperkenankan didalam Islam. Namun begitu, terdapat kondisi dimana Allah nampaknya membolehkan para suami untuk memukul istrinya, dan hal ini dilakukan setelah memperingati istrinya sebanyak 2 kali agar menghentikan tindakan yang di sebut nusyuz [Keterangan Nusyuz dan definisi Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.].
kebayang ga kalo istrinya judes,cerewet,materialistis,,jika para suami teleh memperingati sebanyak 2 kali maka boleh dipukul sebagai pembelajaran agar sadar akan kesalahannya.
II.Maka, jangan semata-mata menggantungkan pada kata ”kutukan malaikat”, tetapi fahamilah hadits ke dua, ”hingga suaminya merelakannya’, kalau suami merelakan rasa capek istri atau sakitnya atau rasa tidak nyamannya. Sekali lagi, masalah ini pada akhirnya, tergantung juga dari kesehatan komunikasi suami istri. Bila komunikasi di antara mereka lancar, maka, sang suami akan membatu istrinya menemukan mood, membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar mengurangi rasa capek atau memijitinya atau mengobatinya bila sang istri sakit. Jadi tak perlulah memperpanjang mendiskusikan ’siapa yang berdosa’, tetapi lebih ke ”siapa yang menginginkan banyak pahala dengan bersedekah, melakukan hubungan suami istri?”

Anda perlu mengetahui akar masalah yang membuat penolakan istri. Benarkah dengan alasan capai? Atau ada masalah lain? Setiap suami, bisa mengetahui bagaimana cara membahagiakan istrinya dan membuatnya merasakan cintanya.
III.Ya iyalah jika aurat wanita diumbar kesannya murahan gito lho atau seperti hewan, pakaian yg menutupi aurat tidak harus yang membatasi gerak wanita dalam aktifitas sehari-hari (yg longgar dan nyaman).bisa baju olahraga contohnya celana training dengan kaos panjang + jilbab..main bola juga bisa…FIFA nya dungu kok baju main bola diatur sgala yg seragam dan pemain nya bisa nendang bola heheheheheh…..

#18. Dikirim oleh DIAN ANDRIYAN  pada  16/08   10:26 AM

segala sesuatu tergantung darimana kita melihat…....

itu pendapat saya tentang ulasan ini, makasih

#19. Dikirim oleh kaos distro  pada  20/01   02:22 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?